merunduk malu…

merunduk malu,

padaMu

terkedu,

%%

merembes kali,

mendayu,

tersendu.

^^^

melewati waktu,

yang sangat terbatas itu

dalam dhoifku..

^^^

mohon ampunan..

Illahi, Ya Rauf, Ya Kareem

irhamna!!

###

irhamna

Advertisements

Taraweeh Makkah 1436h @ 2015 Ramadhan

silakan klik ke www.haramain.info untuk maklumat info solat teraweeh dan sekitarnya lively!

https://www.youtube.com/watch?v=KbywgzCYdxk

Di tahun-tahun kebelakangan ini, sering terdapat masjid-masjid utama di Malaysia, amnya, mengundang imam-imam favorit Haramain untuk memeriahkan Ramadhan kita di tanah air; selain menambah feel‘ seakan berada di tanah suci sewaktu menunaikan solat berjemaah di negara kita, seminimalnya…

pasti, terubat sedikit kerinduan tidak dapat menghayati Ramadhan di Mekah/ Madinah yang tersohor keasyikannya dengan mengikuti majlis berterawih bersama para imam-imam Haramain.. atau, bikin kerinduan semakin bertambah hangat sehingga menambahkan kekhusyukan solat berjemaah bersama mereka! SubhanAllah, alangkah terpanggilnya keasyikan tersebut dengan gemersik getaran bacaan imam-imam Haramain.. MasyaAllah..

mungkin link di bawah ini, boleh jadi tambatan untuk kita yang tidak berkesempatan bersiaran secara langsung solat terawih dari Mekah, untuk membungakan kerinduan beribadah di tanah suci!

klik ye, solat terawih mekah malam 1@ 17/Jun/2015:

https://www.youtube.com/watch?v=GcXw6GDE2KU

sayyidul_istighfar

malam ke 2: solat terawih Mekah 1436h @2015

klik : https://www.youtube.com/watch?v=JyWK16qD4f8

]

RECITE IT EVERYDAY~

ngat7

yes

tiada lagi di sini, tapi kekal di hati mendoakan…

ros

insyaAllah…

sekira panjang umur, ingatan masih jelas

tiada lagi di sini, tapi kekal di hati mendoakan,

titipan keamanan, keharmonian hati

dari jauh, namun dekat

buat sahabat!

hadirlah,

bersama nur suci mengharum:

bagai ikatan dengan penjual minyak wangi

yang menjelas meski tanpa bekas…

terkelas!

suatu waktu,

jika ada ruang temu

jangan lagi menunggu –

cukuplah Allah bagi kita, DIAlah sesebaik wakil!

Maha Pengadil!

mari sucikan Sya’aban.

bulan kecintaan Rasul Pilihan saw.

bulan kelahiran kita kini

bersama doa & kesyukuran

munajatkan keampunan / keberkahan,,,,

aameen,,,

#tiadalagidisini,tapikekaldihatimendoakan…

fren-n-me

smile..
smile..

sahabat sejati

awek 4tune.. hehe..   awek7.. huhu..

marhaban-ya-ramadhan

MAAF ZAHIR BATIN, ye..!!

Bulan Sya’aban yang sering dilalaikan pengisiannya?

betulkah demikian, Bulan Syaaban yang sering dilalaikan pengisiannya?

naudzubillahi…

JOM HAYATI KHUTBAH JUMAAT mengenai Sya’aban~ semoga bermanfaat jua!

sepatutnya, Syaaban adalah pemangkin Rejab kita; anjakan rindu ke Ramdhan!

Wah, sudah masuk hari ke 2 @ 3 Sya’aban 1436h hari ini, dan marilah kita menceriakan hidup dengan keberkatan bulan Sya’ban! indahnya Islam!

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili ra, berkata: Rasulullah saw. bersabda,

“Apabila masuk bulan Sya’ban , (cerialah) dan sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu.”

Khutbah Jumaat 2015: Keutamaan Bulan Sya’ban

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ النَّاسَ بِهَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Kini kita telah memasuki bulan Sya’ban. Bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan oleh banyak orang sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“(Sya’ban) ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu (terletak) antara bulan Rajab dan Ramadhan”

(HR. An-Nasa’I; hasan)

Kelalaian manusia atas bulan Sya’ban bisa diketahui dari keterkejutan mereka ketika Ramadhan telah tiba. “Lho, kok sudah Ramadhan”, “Tiba-tiba sudah Ramadhan ya” dan komentar-komentar sejenisnya menggambarkan betapa Sya’ban telah dilalaikan. Ada pula yang sebenarnya tahu bahwa Sya’ban telah tiba. Ramadhan telah menjelang. Tetapi mereka justru meningkatkan kemaksiatan. “Semampang belum Ramadhan,” alasannya. Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah,

Banyak orang yang melalaikan bulan Sya’ban. Padahal bulan ini adalah bulan yang istimewa. Di bulan Sya’ban inilah amal manusia diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam kelanjutan hadits di atas:

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam”

(HR. An-Nasa’I; hasan)

Inilah keutama’an pertama bulan Sya’ban. Bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Azza wa Jalla. Keutamaan kedua dari bulan Sya’ban ada pada pertengahannya, yakni Nisfu Sya’ban.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang keutamaan nishfu Sya’ban :

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nishfu Sya’ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranya”

(HR. Ibnu Majah; sya’ban)

Itulah dua keutamaan bulan Sya’ban berdasarkan hadits shahih.

Dan cukuplah kita dengan hadits shahih meskipun di masyarakat berkembang banyak keutamaan bulan Sya’ban namun didasari oleh hadits dhaif bahkan maudhu’. Misalnya:

رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي

“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”

(HR. Dailami)

Hadits ini derajatnya dha’if. Demikian pula hadits-hadits sejenis yang menyebut bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Rasulullah dan Ramadhan bulan umat Islam. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Lalu amal apa yang dicontohkan Rasulullah di bulan Sya’ban? Di antara amal yang pertama, yang dicontohkan oleh Rasulullah di bulan Sya’ban adalah memperbanyak puasa sunnah.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Aku (Usamah bin Zaid) berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di satu bulan melebihi puasamu di bulan Sya’ban.” Rasulullah menjawab, “Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu aku ingin saat amalku diangkat kepada Allah, aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’I; hasan) Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan kebiasaan hadits yang menunjukkan amal di bulan Sya’ban ini.

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. (HR. Al Bukhari) Ketika menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqalani menerangkan bahwa kalimat “berpuasa sebulan penuh” adalah ungkapan majaz. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan “berpuasa sebulan penuh” padahal yang dimaksud adalah “berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu”. Dari keterangan tersebut, kita menjadi tahu bahwa berpuasa sunnah di bulan Sya’ban menjadi begitu istimewa karena pada bulan ini amal diangkat, bulan ini dilalaikan oleh banyak manusia, dan sekaligus puasa Sya’ban merupakan persiapan puasa Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhyidin Mistu, Mushthafa Al-Bugha, dan ulama lainnya dalam Nuzhatul Muttaqin. Ulama yang lain menjelaskan bahwa memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban itu maksudnya adalah puasa-puasa sunnah. Yakni puasa Senin Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa Dawud dan puasa yang disunnahkan lainnya. Adapun mengkhususkan berpuasa pada satu atau dua hari terakhir Sya’ban hukumnya makruh. Kecuali puasa yang memang wajib akibat nadzar, qadha’ atau kafarat. Atau puasa sunnah yang biasa dilakukan baik Senin Kamis maupun puasa Dawud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa” (HR. Al Bukhari) Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah, Amal kedua pada bulan Sya’ban ialah melunasi hutang-hutang puasa, khususnya bagi muslimah yang masih belum selesai mengqadha’ puasa Ramadhan. Aisyah mengatakan:

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ . قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِىِّ أَوْ بِالنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم

Aku punya hutang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Al Bukhari) Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Amal ketiga pada bulan Sya’ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum. Baik menggiatkan shalat rawatib, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, sedekah, amal sosial dan lain-lain. Karena bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini.

KHUTBAH KEDUA

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَاحِبَ الْوَجْهِ اْلأَنْوَرِ، وَالْجَبِيْنِ اْلأَزْهَرِ، وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلأَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ وَاْلأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بَالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعِنَا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِلْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوااْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهُ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

The post Khutbah Jumat 2015: Keutamaan Bulan Sya’ban appeared first on Bersama Dakwah.

Peristiwa-peristiwa penting di Bulan Syaaban…

1. Malam Nisfu Syaaban (15 Sya’aban)

(HR. Abu Hurairah): Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw.

” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit .”

Rasulullah saw bertanya,

” Malam apa ini Jibril ?”

Jibril menjawab.

” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”

Rasulullah pun keluar rumah, lantas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :

” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu Maka bagi-Mu lah segala pujian-pujian itu Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

2. Penukaran Arah Kiblat

Pada awal diwajibkan perintah solat kepada umat Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat berkiblatkan Baitul Muqaddis. Ini telah menjadi satu kontroversi pada waktu itu. Umat Yahudi telah mendakwa bahawa agama mereka adalah benar dan diredhai oleh Allah SWT kerana umat Islam telah meniru arah ibadat mereka iaitu menghadap Baitul Muqaddis. Umat Islam telah ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan dan ujian. Para Sahabat RA telah mengadu kepada Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW menyuruh mereka agar terus bersabar dengan ujian itu sehinggalah ada perintah baru dari Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Mendengar tentang apa yang berlaku pada ketika itu. Allah SWT telah mewahyukan agar Rasulullah SAW mengadap ke Baitullah Kaabah. Sebahagian ulama sirah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW menerima wahyu perintah mengadap Baitullah pada 15 Syaaban semasa beliau mengimamkan solat. Sebahagian ulamak mengatakan pada solat Asar, ada yang mengatakan Maghrib dan ada yang meriwayatkan pada solat Isya’. Rasulullah SAW sebagai imam terus mengadap ke Baitullah dan diikuti oleh para sahabat sebagai makmum

3. Peperangan Bani Mustaliq (Muraisi’)

Bani Mustaliq ialah salah satu puak dari kaum Yahudi. Mereka telah merancang untuk membunuh Rasulullah SAW dan berita ini disampaikan kepada Rasulullah SAW oleh seorang sahabat dari puak badwi. Peperangan ini adalah turutan dari peperangan bani Quraizah, kaum yahudi yang telah dihalau oleh Rasulullah SAW keluar dari Madinah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Syaaban, 5H. Pasukan kaum muslimin dapat melumpuhkan pasukan Bani Mustaliq. Sebagian pasukan Bani Mustaliq ada yang ditawan, termasuklah salah seorang puteri pemuka Bani Mustaliq yaitu Barrah, yang nama lengkapnya adalah Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. Al-Harris bin Dirar, ayah Barrah adalah pemimpin Bani Mustaliq. Barrah telah menjadi tawanan perang milik Sabit bin Qais. Disebabkan Barrah ini seorang perempuan yang cerdik, ia meminta untuk dibebaskan dari Sabit bin Qais, setelah diadakan pembicaraan, Sabit bin Qais meminta tebusan yang mahal. Tetapi, Barrah waktu itu langsung menemui Rasulullah SAW untuk membicarakan masalah tebusan bagi dirinya. Kemudian Rasulullah SAW pada waktu itu menyetujui membebaskan Barrah dan menebusnya dari Sabit bin Qais dan terus menikahi Barrah dan Rasulullah SAW mengganti nama Barrah menjadi Juwairiyah. Tindakan Rasulullah SAW ini telah memberi banyak faedah kepada umat Islam ketika itu, di antaranya ialah ramai dikalangan Bani Mustaliq yang memeluk Islam dan terpadamnya dendam permusuhan di antara umat Islam dan Bani Mustaliq. Juwairah meninggal dunia pada tahun 56H.

Doa Malam Nisfu Sya’ban

 

Berikut adalah Pendapat yang dikemukakan oleh Habib Habib Munzir Al Musawwa tentang Amalan-amalan yang dilakukan di Malam Nisfu Syaban: Doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah, dan memang jelas riwayat dimalam itu adalah ditentukannya takdir-takdir ketentuan kita hingga 15 sya’ban yg akan datang, walaupun pendapat terkuat adalah malam lailatulqadar, demikian dijelaskan pd Tasfir Imam Attabari, tafsir Imam Ibn Katsir, Tafsir Imam Qurtubi dll. Maka doa di malam itu adalah amal yg mulia, namun mengenai membaca Yaasiin 3x itu adalah saran para ulama, jika hal itu dikatakan bid’ah maka hal itu adalah bid’ah hasanah, sebagaimana banyak bid’ah-bid’ah hasanah yg juga dilakukan oleh para sahabat ra, karena telah diperbolehkan oleh Rasul saw dg hadits beliau saw :

“Barangsiapa membuat kebiasaan baru berupa kebaikan maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa yg membuat kebiasaan buruk berupa kebaikan maka baginya dosanya dan dosan orang yg mengamalkannya” (Shahih Muslim hadits no.1017).

Mengenai doa di malam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut : Sabda Rasulullah saw :

“Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755) berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Menurut Imam Syafii rahimahullah :

“Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Yang paling pokok adalah berdoa, karena memang ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat yg lebih kuat adalah pada malam lailatul qadar, namun bukan berarti pendapat yg pertama ini batil, karena diakui oleh para Muhadditsin.

c&p

SUMBER : http://www.iluvislam.com

http://www.pustakasekolah.com/malam-nisfu-saban.html

http://bersamadakwah.net/khutbah-jumat-2015-keutamaan-bulan-syaban/

Doa Qunut Nazilah:

Ketika umat Islam ditimpa bala-bencana @ musibah seperti wabak penyakit, ketakutan, penindasan, peperangan amat dikhususkan (sunat) kita membaca Doa Qunut Nazilah sebagai salah-satu senjata ampuh bagi menghadapi saat-saat genting tersebut. Doa ini tidak dibaca untuk situasi selain berkenaan.

Qunut ini pernah dibacakan oleh Rasulullah saw. ketika kejadian pembunuhan beramai-ramai 60 orang penghafaz al-Quran, selama sebulan berdasarkan hadis berikut:

Maksudnya: Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa qunut pada waktu selain dari Subuh ketika terjadinya pembunuhan sahabat-sahabatnya penghafaz-penghafaz al-Quran.                  (Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

KETERANGAN:

Bacaan Qunut dimaksudkan doa yang dibaca di dalam solat pada tempat yang khusus sewaktu berdiri.

Qunut nazilah merupakan salah-satu daripada 3 jenis qunut yang sunat dibaca dalam solat mengikut Mazhab Syafie selain qunut dalam solat subuh dan qunut pada separuh malam kedua terakhir dalam solat witir di bulan Ramadhan.

Tatacara Bacaan Qunut Nazilah:
1. Qunut ini boleh dibacakan pada tiap-tiap sembahyang fardhu jika kedatangan bala /musibah.

Maksudnya:

Dari Abi Hurairah radhiyallahu `anhu beliau berkata:”Demi Allah, sesungguhnya aku akan mendekatkan kamu cara solat Rasulullah saw.Maka Abu Hurairah melakukan qunut pada solat Zuhur, Isya’ & Subuh. Beliau mendoakan kebaikan untuk kaum mukminin dan memintakan laknat ke atas orang-orang kafir”.

 

Maksudnya:

Abu Hurairah radhiyallahu `anhu meriwayatkan bahawa sesungguhnya Nabi saw. tidak membaca qunut melainkan apabila mendoakan kebaikan seseorang @mendoakkan kehancuran seseorang. Apabila baginda berkata: “sami’allahu liman hamidah” ,Baginda berkata “Rabbana lakalhamd dan Baginda S.A.W membaca doa”.

  1. Qunut ini dibacakan pada waktu iktidal selepas ruku’ pada rakaat terakhir.

Diceritakan kepada kami Asim berkata, aku bertanya pada Anas bin Malik tentang qunut, lalu dia berkata sememangnya qunut itu ada. Aku berkata samada sebelum rukuk atau selepasnya, Anas berkata selepas rukuk. Aku berkata lagi, sesungguhnya seseorang telah mengkhabarkan kepadaku bahawa engkau memberitahunya selepas rukuk. Anas berkata dia berdusta, sesungguhnya Rasulullah S.A.W membaca qunut selepas rukuk selama sebulan dan diperlihatkannya ketika mengutus satu kaum yang dikatakan mereka itu baik bacaannya seramai 70 orang kepada kaum mushrikin yang telah melakukan perjanjian dengan Rasulullah S.A.W (mengikut riwayat hadis yang lain, 70 orang al-qura’ yang diutuskan oleh Rasulullah tersebut telah dibunuh). Lalu baginda berqunut selama sebulan mendoakan kecelakaan ke atas mereka.

  1. Lafaz doa qunut nazilah adalah seperti berikut:

Maksudnya :

“Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka kepada Mu.

Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami bersolat dan bersujud, dan kepadaEngkau jualah kami datang bergegas,kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur.

Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah segala macam kezaliman dan permusuhan, Bantulah saudara-saudara kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.

Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya melainkan Engkau, Ya Allah.”

  1. Sunat ditambah bacaan doa ini selepas bacaan qunut harian.
  2. Disunatkan kepada Imam untuk membacanya secara kuat dan diaminkan oleh makmum dalam solat yang berjemaah.

  3. Sebagai peringatan, qunut nazilah hanya dibacakan apabila manusia ditimpa sesuatu musibah. Maka, solat fardhu selain solat subuh tidak dibaca qunut melainkan jika berlaku sesuatu perkara buruk berdasarkan hadis:

(edited. copied & pasted)

sumber:

http://masjidwilayah.gov.my

Doa Qunut Nazilah:

اللّهُمَّ إِنّا نَسْتَعِينُكَ وَنُؤمِنُ بِكَ ، وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ ونُثْنِيْ عَلَيْكَ الخَيْرَ وَلاَ نَكْفُرُكَ ، اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُد ، وَلَكَ نُصَلِّي وَنَسْجُدُ ، وَإِليكَ نَسْعَى وَنَحْفِد ، نَرْجُو رَحْمَتَكَ وَنَخْشَى عَذَابَك ، إِنَّ عَذَابَكَ الجَدَّ بِالكُفَّار مُلْحِق ، اللهم عَذِّبِ الكَفَرَةَ وَأهْلَ الكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِكَ

Maksudnya : “Ya Allah sesungguhnya kami memohon pertolongan dariMU dan kami beriman denganMu, dan kami bertawakkal kepada Mu, dan kami memuja Mu dengan kebaikan dan kami tidak mengkufuriMU, Ya Allah hanya engkau yang kami sembah dan kepada Mu kami menunaikan solat dan bersujud, kepadaMu kami berusaha, kami mengharapkan rahmatMu dan kami takutkan azabMu, sesungguhnya azabMu yang pedih akan dikenakan kepada orang-orang yang kafir, Ya Allah azablah orang-orag kafir Ahli kitab yang menghalang-halangi dari jalanMU.”

 اللّهمّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِ أَعْدَائِنَا ، ونَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ

 اللّهمّ مُنْزِلَ الكِتَابِ، وَمُجْرِيَ السَّحَابِ، وَهَازِمَ الأَحْزَابِ، اِهْزِمْ اليَهُودَ الغَاصِبِيْنَ المحُتَلِّيْنَ، وَانْصُرْناَ عَلَيْهِمْ وَزَلْزِلْهُم. اللّهُمّ بَدِّدْ شَمْلَهُم وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ، و شَتِّتْ كَلِمَتَهُم , خَالِفْ بَيْنَ قُلُوبِهِم،  ، وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُم  , وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ كَلْباً مِنْ كِلاَبِكَ يا قهار , يا جبار و يا مُنْتَقِمَ , اللهم أَنْزِلِ بِهِم بَأْسَكَ الَّذِيْ لايُرَدُّ عَنِ القَوْمِ المُجْرِمِين.

Erti :

Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami menjadikan-Mu sebagai pendinding (kepada musuh2) kami, dan kami berlindung dengan-Mu daripada kejahatan mereka.

Wahai Tuhan kami, wahai Tuhan yang menurunkan al-Kitab (al-Quran), dan wahai yang menjalankan awan, dan wahai yang menghancurkan tentera al-Ahzab, hancurkanlah Yahudi perampas dan penjajah dan bantulah kami ke atas mereka dan goyahkanlah mereka.

Wahai Tuhan kami, binasakanlah kesempurnaan mereka, dan pecah-belahkanlah jemaah/kesatuan mereka, dan gagapkanlah perkataan mereka (melalutkan kereka), pecah-belahkanlah hati-hati mereka, goyahkanlah pendirian mereka, dan hantarkanlah anjing ke atas mereka dari anjing-anjing suruhanMu, wahai Tuhan Yang Maha Gagah Perkasa, wahai Tuhan Yang Maha Berani, wahai Tuhan Yang Maha Berdendam, wahai Allah Tuhan kami, turunkanlah ke atas mereka kemarahan dan kesakitan dariMu yang tidak mampu ditolak oleh kaum yang berdosa.

اللهم اُنْصُرِ المُسْلِمِيْنَ وَالمُجَاهِدِينَ عَلىْ اليَهُود..اللّهم انْصُرْناَ عَلَيْهِم فِي كُلِّ مَكَانٍ..اللّهمّ أَرِناَ فِيْهِمْ عَجَائِبَ قُدْرَتِكَ .. اللّهمّ أًحْصِهِمْ عَدَداً وَاقْتُلْهُمْ بَدَداً وَلاَ تُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَداً..اللّهمّ اجْعَلْهُمْ غَنِيْمَةً لِلْمُسْلِمِيْن..اللّهمّ اجْعَلْ سِلاَحَهُمْ فِي صُدُوْرِهِمْ وَكَيْدَهِمْ فِي نُحُورِهِمْ وَتَدْبِيْرَهِمْ تَدْمِيْراً لهَمُ , اللّهمّ اْجْعَلْ الملائكةَ تُعِيْنُ المسلمين ..اللّهمّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ .. اللّهمّ سَدِّدْ رَصَاصَهُمْ

Erti : Ya Allah, bantulah muslimin dan pejuang Islam dalam petempurannya dengan Yahudi, Ya Allah bantulah kami untuk mengalahkan mereka di mana-mana sahaja, Ya Allah tunjukkanlah kepada mereka keajaiban kuasaMu, Ya Allah jadikanlah mereka boleh dibilang, dan bunuhlah mereka sebinasanya, dan janganlah engkau lepaskan mereka walau seorang. Ya Allah jadikanlah senjata dan harta mereka sebagai harta rampasan di tangan kaum Muslim, Ya Allah jadikanlah senjata mereka mengenai dada mereka sendiri, dan helah mereka mengenai tengkuk mereka, dan perancangan mereka penghancur mereka sendiri, Ya Allah jadikanlah para Malaikat membantu kaum Muslimin, Ya Allah tepatkanlah tembakan dan lontaran mereka

اللّهمّ أَهْلِكْهُمْ كَمَا أَهْلَكْتَ إِرَمَ وَعَاد … اللّهمّ صُبَّ عَلَيْهِمْ سَوْطَ عَذَابِ فَإِنَّهُمْ أَفْسَدُوْا فِي البِلاَدِ وَقَتَلُوْا العِبَادَ  , اللهم انصُرْ إِخْوَانَناَ فِي فِلَسْطِين و سوريا وَافغانستان والعراق وَجَمِيْعِ بِلاَدِ المسلمين

 Erti : Ya Allah hancurkanlah mereka sebagaimana Engkau hancurkan kaum Iram dan ‘Ad , Ya Allah palulah mereka dengan paluan azab kerana mereka telah melakukan kerosakan dalam negara dan membunuh para hambaMu. Ya Allah bantulah saudara kami di Lubnan, Palestin, Afghanistan, Iraq dan seluruh negara umat Islam.

 sumber:

 Zaharuddin Abd Rahman

www.zaharuddin.net

IQRA’_ NUZUL al_QURAN

Kisah Perang Badar Al-Kubra (terjadi pada 17 Ramadhan tahun ke 2 Hijrah, ketika umat Islam pertama kali melaksanakan puasa Ramadhan) amat sinonim dengan peristiwa Nuzul al-Quran yang diraikan di negara kita. Kini, tarikh 17 Ramadhan tergolong sebagai cuti umum di Malaysia mengambilkira kepentingan Islam sebagai agama rasmi di negara ini.

Peristiwa Nuzul al-Quran berlaku pada malam Jumaat, 17 Ramadhan, tahun ke-41 daripada keputeraan Nabi Muhamad SAW; merupakan salah-satu tarikh penting dalam Islam. Mengikut sejarawan dan pengkaji hadith, hal tersebut berlaku 13 tahun sebelum penghijrahan Rasulullah saw. ke Madinah atau bersamaan 6 Ogos, 610Masihi.

Bagaimanapun, menurut pendapat yang lebih tepat , dikatakan Nuzul al_Quran berlaku pada 24 Ramadhan = 13 Ogos, 610Masihi berdasarkan surah al-Qadr dan ad-Dukhan. wallahu’alam..

Al-Quran sebagai sinar kebenaran, simbol ketenangan dan penawar kepada segala penyakit adalah mukjizat terakhir yang terpelihara sehingga ke hari qiamat nanti, dijamin Allah petunjuk ke jalan lurusNya selama tidak ditinggalkan intipati dan beriman penuh kepadanya.

Firman Allah:

 (Al-An’am:38)

Dan tidak seekor pun binatang yang melata di bumi, dan tidak seekor pun burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan mereka umat-umat seperti kamu. Tiada Kami tinggalkan sesuatu pun di dalam kitab Al-Quran ini; kemudian mereka semuanya akan dihimpunkan kepada Tuhan mereka (untuk dihisab dan menerima balasan).

al-Quran adalah hidayah, rahmat, syifa, nur, furqan dan pemberi penjelasan bagi manusia.. Segala isi kandungan al-Quran itu benar. Al-Quran juga dikenali sebagai Al-Nur bererti cahaya yang menerangi, al-Furqan bererti yang dapat membezakan di antara yang hak dan batil dan al-Zikr pula bermaksud yang memberi peringatan.

Sesungguhnya Kami telah menurunkan (Al-Quran) ini pada Malam Lailatul-Qadar, Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui apa dia kebesaran Malam Lailatul-Qadar itu? Malam Lailatul-Qadar lebih baik daripada seribu bulan. Pada Malam itu, turun malaikat dan Jibril dengan izin Tuhan mereka, kerana membawa segala perkara (yang ditakdirkan berlakunya pada tahun yang berikut); Sejahteralah Malam (yang berkat) itu hingga terbit fajar!

(al-Qadar:1-5)

IQRA’ adalah awalan ayat al-Quran yang pertama diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan malaikat Jibrail di Gua Hira’ daripada surah Al-‘Alaq yang menegaskan suruhan membaca sebagai satu kaedah utama meraih ilmu pengetahuan yang sangat berkesan.

”Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhan mu yang menciptakan (sekalian makhluk), Ia menciptakan manusia dari sebuku darah beku; Bacalah, dan Tuhan mu Yang Maha Pemurah, -Yang mengajar manusia melalui pena dan tulisan, -Ia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (al-‘alaq:1-5) 

Kupasan lanjut mengenai Nuzul al_Quran di sini.

 

Why should we read the Quran, even when we do not understand even a single arabic word? (c&p)

RECITE IT EVERYDAY~

Masya Allah!

Have u read this article before? I found it 3 years ago somewhere; and republished it here again in the event of NUZUL QURAN! 

May Allah bless us always ~ recite alQuran daily – it’s a sunnah!

An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa was up early sitting at the kitchen table reading his Quran. His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in every way he could.

One day the grandson asked,

“Grandpa! I try to read the Quran just like you but I don’t understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book. What good does reading the Qur’an do?”

The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied,

“Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water.”

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house. The grandfather laughed and said, “You’ll have to move a little faster next time,” and sent him back to the river with the basket to try again.

This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he returned home. Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket instead.

The old man said, “I don’t want a bucket of water; I want a basket of water. You’re just not trying hard enough,” and he went out the door to watch the boy try in.

At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would leak out before he got back to the house. The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he reached his grandfather the basket was again empty. Out of breath, he said, “See Grandpa, it’s useless!”

The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and out.

Son, that’s what happens when you read the Qur’an. You might not understand or remember everything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.”

Mengaji-Alquran

Menghidupkan Ramadhan Kareem ikut wasiat Khutbah Rasulullah saw.

mencari panduan kaedah berpuasa sesebaiknya??

JOM, hayatilah mesej khutbah wasiat Rasulullah saw. pada 30 Sya’aban lalu!

Semoga sempat kita perbaiki niat, amalan dan tindakan menjadi Muslim yang terlebih baik dari semalam… InsyaAllah..

aameen..

KHUTBAH RASULULLAH SAW. pada 30 SYA’ABAN( MENJELANG RAMADHAN ) :

“Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~

Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”

Rasulullah saw. meneruskan:

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

posa

kredit buat:

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”.

Ihya’ Ramadhan ~ Khutbah Rasulullah saw.

KHUTBAH RASULULLAH SAW. pada 30 SYA’ABAN( MENJELANG RAMADHAN ) :

“Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~

Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”

Rasulullah saw. meneruskan:

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

kredit buat:

Bârakallâhu lî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih.
Semoga Bermanfaat ya

Jakarta, 28 Juli 2010
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”

KLIK LINK, k? tQvm ~

keistimewaan ramadhan ~

Keistimewaan *berpuasa* Ramadhan ~ 

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadan dengan sungguh-sungguh beriman dan ikhlas kerana Allah semata-mata, nescaya diampuni Allah dosa-dosanya yang terdahulu”.

(Hadis riwayat Imam al-Bukhari)

Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w  pernah bersabda:

“Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa”

(Riwayat Muslim)

amalan sunat sepanjang sebulan pada bulan Ramadan ini bagaikan melakukan perkara-perkara wajib. Pahala itu memang berbeza. Manakala, perkara wajib pula, digandakan sebanyak 70 kali.

Baginda saw. menggelarkan bulan Ramadan sebagai `shahrul musawah’ atau bulan prihatin.

Doa di dalam bulan Ramadan adalah mustajab, sedekah diterima, kebaikan digandakan dan azab pula ditolak.

SEDEKAH antara amalan sosial yang amat digalakkan di bulan mulia, ramadhan ini :

~ BERSEDEKAH KEPADA KAUM KERABAT akan mendapat dua pahala, iaitu pahala menghubungkan silaturahim dan kedua, pahala khas bersedekah.

~ dijanjikan syurga dan sedekah akan menjadi pendinding daripada api neraka, dan boleh menjinakkan hati serta mengikis sifat sombong & mementingkan diri sendiri sahaja.

~ sebuah hadith daripada Anas r.a., Baginda saw. bersabda bermaksud:

Bersedekahlah kamu, sesungguhnya bersedekah itu melepaskan kamu daripada Jahanam.

al-Quran mendidik manusia supaya menyumbang atau bersedekah dengan apa yang kita sayang untuk mencapai darjat kebaikan.

KISAH MENARIK ~ sebagai RENUNGAN:

BIAYA MENUJU PERANG TABUK OLEH SEDEKAH SAIDINA UTSMAN BIN AFFAN r.a.

Rasulullah saw. berdiri, “siapa yang mau berinfak?”

Sayyidina Utsman berdiri

“Aku ya Rasulullah 100 ekor onta” (1 ekor onta itu harganya 40 ekor kambing) 100 ekor onta sudah dengan pelananya “Siap”, sahut sayyidina Utsman bin Affan ra,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,
“jazakallah khair ya Utsman”  lalu duduk Sayyidina Utsman,

Rasul berdiri lagi,
“ada lagi yang mau berinfak?”
Sayyidina Utsman berdiri lagi,
“ya Rasulullah, aku 200 ekor onta tambah yang tadi 100 jadi 300”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,
“cukup Utsman duduk, yang lain ada yang bantu?” 

Berdiri lagi Sayyidina Utsman,
“ya Rasulullah saw.300 ekor unta tambah 300 yang tadi 200 pertama 100, 200, 300 jadi jumlahnya 600 ekor unta dengan pelananya dengan perlengkapannya fisabilillah”

Maka berkatalah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
“tidak ada lagi musibah yang akan menimpa Utsman bin Affan setelah ini”

# seluruh biaya menuju perang Tabuk telah ditanggung Utsman bin Affan r.a.

Semoga sesama kitaberusaha meningkatkan amalan kebaikan di bulan mubarak ini ~ nsyaAllah..

ameeen…

HPP RAMADHAN ~ RAMADHAN _KAREEM!!!

~ smile ~

bagaimanakah diri sesudah madrasah ramadhan kali ini?

tidak sudikah bertanya jiwa, bagaimanakah diri sesudah madrasah ramadhan kali ini?

tetamu mulia kita telah hampir 5 hari mengundur diri…

apakah tidak terasa kerinduan kehilangannya di sisi?

laungan takbir eidul fitri sejak diputuskan raya esoknya juga telah tidak segah dulu lagi…rata-rata laungan ALLAHUAKBAR…seolah hanya bergema di sebalik telinga kanan & mudahnya dilupai di sebalik kuping telinga kiri…

hatta, di kampung-kampungpun sekarang ini,  gema takbir dari bibir penduduknya pun sudah tidak bertaring lagi, hampir tidak berseri malam raya  tanpa mengagungkan seruan kebesaran Allah (takbir raya)… semakin asing dan terasing…

aduhai saudara/i ku…

bangkitlah dan renungkan sesama kenyataan ini.., sejak era IT bertambah meningkat, apakah bisa ramadhan cukup diluahkan di fb, twitter, dsb? sebokkah menghantar/membalas/menyemak whatsapp, tele, wechat, line dll di malam raya dengan gumbiranya lalu melupakan sebulan ramadhan yang baru kita terokai bersama???

di mana laungan takbir raye dari lisan kita semua, sudah bisukah kita dengan hanya cukup mendengarkan dendangannya dari corong radio @ di gadjet kita???

astaghfirullahal adziim..

inilah fenomena dunia moden kita kini yang menggerunkan jiwa dan jasad yang hidup, sungguh malang dan kasihan…

14-dosa--iman-GIF

barangkali kebanyakan kita terlupa, bahawa salah-satu detik mustajab doa terletak di malam syawal (raye posa & raye haji!), selain di malam nisfu syaaban,malam pertama di bulan Rajab dan malam Jumaat!

Menurut Imam Syafii rahimahullah :

“Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban”

(Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

SubhanAllah! 

siaran tv bersilih ganti dengan pelbagai tayangan yang melalaikan menyelubungi kesibukan persiapan di malam raya hanyut dibuai dendangan sia-sia… kosong bersama gelak-tawa sukaria… esok merdeka kita! kembali fitrah dengan pelbagai juadah x muat meja, yang kebiasaannya menjelang malam dah x terlarat nak masuk lagi sebab poyut besenya ponuh berisi’  yang akhirnya menjadi buangan di tong sampah dan makanan sang lalat; jika pon boleh disedekahkan ke binatang ternakan ( ayam/itik/kucing) – bagi mereka yang ada membela binatang...

masyaAllah... lihatlah kerakusan kita berlebihan berhari-raya, walhal baru sehari sahaja posa kita tinggalkan, berjemaah solat terawih dll kita,..alangkah sedihnya andainya ramadhan berlalu sederas air laju & mengalir pilu ke fitrah’ yang membinasakan.

Astaghfirullahal adziim..

sayyidul_istighfar

Ya Rabb,

ampunilah segala ketelanjuran & kedhaifan kami

tunjuki dan bimbinglah kami yang sering alpha ini menuruti jalanMu yang lurus lagi bercahaya;

kurniai kami : hati yang tulus ingin kembali ke pangkuanMu

memohon kasih ke pangkal jalan merembat taubat…

mendamba ridha & ampunan selamat dari azab neraka…

* kebaikan di sini, di sana….!!

irhamnaa… ameeen…

MOHON MAAF ZAHIR BATIN, ye!

menggapai lailatul qadar

kebanyakan kita mencarinya tapi sebahagian pula kurang menyedari keutamaannya…

bagaimana kalau kita merasakan sebahagian daripada kehadiran lailatul qadar itu sebagaimana dianjurkan oleh sebuah hadis dibawah (diriwayatkan oleh Anas bin Malik) yang menyatakan, barangsiapa yang menunaikan solat maghrib dan isya’ berjamaah sepanjang bulan Ramadhan sesungguhnya dia telah mendapat sebahagian dari Lailatul Qadar.!!

Bermaksud bukanlah suatu yang amat sukar untuk mendapatkan sebahagian dari malam Lailatul Qadar. Yang penting kita tidak mengabaikan mana-mana malam di bulan Ramadhan kecuali dengan melakukan ibadat dan paling minimum sembahyang berjamaah pada waktu maghrib dan isya.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sejahtera dan selamat dari segala kejahatan dari awal malam sehinggalah terbit fajar.

Memberi erti kebaikan menyelubungi sepanjang malam Lailatul Qadar. Tentulah hampa bagi mereka yang lalai yang tidak ambil berat tentang malam Lailatul Qadar, namun ia tetap datang di setiap bulan Ramadhan!!!

insyaAllah…


prakira: bagaimana kita sesudah ramadhan kali ini?

kita sekarang di pertengahan ramadhan 1431 h…

tidak salah mungkinnya kita tinjau kondisi posa’ yang sedang kita lalui setakad ini… saya temukan artikel agak terkedu’ ini yang ingin dikongsi bersama – semoga ada manfaatnya jua.. insyaAllah…

nuzul Quran yang bakal dirai pada setiap 17ramadhan; biarkan ia menjadi pemangkin untuk kita perbaiki sisa-sisa ramadhan kali ini…  biarpun cuma separuh sahaja lagi yang masih kita punya; tidak bermakna ia hampir luput ..bahkan seperti emas – semakin lama disimpan, semakin berharga nilaiannya…

usah dipersia!! insyaAllah, kita tingkatkan usaha …

‘sesungguhnya, solatku, ibadahku, hidupku dan matiku – hanya untuk ALLAH RABBUL JALIIL..’


‘ramadhan ini tetap dijalani meski dalam kekerdilan kerana kerinduan…

syawal nanti alangkah malunya untuk disambut kerana cacat-celanya segala persembahan…

sedang Engkau penilik hati yang penuh kegersangan tanpa selindungan…

dhaifnya aku tetap memohon belas-ehsanMu, oh Tuhan…

(dek keluasan rahmatMu yang tanpa sempadan..

izinkanlah ya Khaliq…..)

ameeen….

——————————————


SIKAP KITA SETELAH RAMADHAN BERLALU (c&p)

Wahai saudaraku, berikut ini adalah beberapa sikap setelah Ramadhan berlalu

Sikap pertama:

Hari-hari Ramadhan telah berlalu dan malam-malamnya telah pergi

Ramadhan telah selesai dan pergi untuk kembali lagi di tahun depan.   Ramadhan telah berlalu, bulan puasa dan shalat malam, bulan ampunan dan rahmat.

Ramadhan telah berlalu, seolah-olah ia tidak ada.

Wahai Ramadhan, apakah amal ibadah yang kusimpan padamu,

apakah yang telah kutulis padamu dari rahmat (kasih sayang).

Ramadhan telah berlalu, di hati orang-orang shalih terasa kepedihan yang mendalam

dan di dalam jiwa orang-orang abrar bagaikan terbakar.

Bagaimana tidak demikian, pintu-pintu syurga ditutup kembali dan pintu-pintu neraka dibuka kembali, serta jin-jin yang nakal dilepas kembali setelah Ramadhan.

Ramadhan telah berlalu, andaikan aku tahu siapakah yang diterima (amal ibadahnya) maka kami memberikan ucapan selamat kepadanya, dan siapakah yang ditolak (amal ibadahnya) maka kami mengucapkan ta’ziyah kepadanya.

Ramadhan telah berlalu, bagaimana setelah Ramadhan?

Salafus shahih dari umat ini menjalani kehidupan di antara rasa takut dan harap.

Mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah, maka apabila (Ramadhan) telah berlalu, salah seorang dari mereka merasakan kesedihan: Apakah Allah menerima hal itu darinya ataukah menolaknya. Inilah keadaan salafus shalih, bagaimanakah keadaan kita?

Demi Allah, sesungguhnya keadaan kita sangat aneh dan mengherankan…

Maka demi Allah, shalat kita tidak seperti shalat mereka, puasa kita tidak seperti puasa mereka, sedekah kita tidak seperti sedekah mereka, dan zikir kita tidak seperti zikir mereka?

Sungguh mereka bersungguh-sungguh dalam beramal, sempurna dan sangat baik. Kemudian setelah (Ramadhan) berlalu, salah seorang dari mereka merasa khawatir Allah tidak menerima amal ibadahnya.

Dan salah seorang dari kita sedikit beribadah, tidak mantap dan tidak sempurna. Kemudian ia berlalu dan kondisinya seolah-olah ia sudah mendapat jaminan diterima dan masuk syurga.

Wahai saudaraku, kamu harus hidup di antara rasa khauf (khawatir/takut) dan raja` (berharap). Apabila engkau teringat kekuranganmu dalam puasa dan shalat, engkau merasa khawatir Allah tidak menerima amal ibadahmu. Dan apabila engkau memandang keluasan rahmat Allah, dan sesungguhnya Allah menerima sedikit dan memberi yang banyak atasnya, engkau berharap bahwa Allah menerimamu bersama orang-orang yang diterima… ameeen….

Sikap kedua:

Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada tandanya, dan para ulama menyebutkan bahwa di antara tanda diterimanya amal kebaikan bahwa hamba meneruskannya dengan amal kebaikan lainnya.

Maka bagaimana keadaanmu setelah Ramadhan?

Apakah engkau telah lulus dari sekolah taqwa di bulan Ramadhan lalu jadilah engkau termasuk orang-orang yang bertaqwa. Apakah engkau telah lulus dari bulan Ramadhan, sedangkan engkau tetap punya semangat untuk terus bertaubat dan istiqamah?

Apakah kondisimu menjadi lebih baik setelah Ramadhan dari pada sebelum Ramadhan?

Jika engkau seperti itu, maka pujilah Allah. Dan jika tidak demikian, maka tangisilah dirimu wahai si miskin, kemungkinan amal ibadahmu tidak diterima, dan bisa jadi engkau termasuk orang-orang terhalang (dari rahmat), sedangkan engkau tidak mengetahui…

Naudzubillahimindzaliik…

source : islamhouse.com