Bulan Sya’aban yang sering dilalaikan pengisiannya?

betulkah demikian, Bulan Syaaban yang sering dilalaikan pengisiannya?

naudzubillahi…

JOM HAYATI KHUTBAH JUMAAT mengenai Sya’aban~ semoga bermanfaat jua!

sepatutnya, Syaaban adalah pemangkin Rejab kita; anjakan rindu ke Ramdhan!

Wah, sudah masuk hari ke 2 @ 3 Sya’aban 1436h hari ini, dan marilah kita menceriakan hidup dengan keberkatan bulan Sya’ban! indahnya Islam!

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili ra, berkata: Rasulullah saw. bersabda,

“Apabila masuk bulan Sya’ban , (cerialah) dan sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu.”

Khutbah Jumaat 2015: Keutamaan Bulan Sya’ban

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ النَّاسَ بِهَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Kini kita telah memasuki bulan Sya’ban. Bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan oleh banyak orang sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“(Sya’ban) ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu (terletak) antara bulan Rajab dan Ramadhan”

(HR. An-Nasa’I; hasan)

Kelalaian manusia atas bulan Sya’ban bisa diketahui dari keterkejutan mereka ketika Ramadhan telah tiba. “Lho, kok sudah Ramadhan”, “Tiba-tiba sudah Ramadhan ya” dan komentar-komentar sejenisnya menggambarkan betapa Sya’ban telah dilalaikan. Ada pula yang sebenarnya tahu bahwa Sya’ban telah tiba. Ramadhan telah menjelang. Tetapi mereka justru meningkatkan kemaksiatan. “Semampang belum Ramadhan,” alasannya. Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah,

Banyak orang yang melalaikan bulan Sya’ban. Padahal bulan ini adalah bulan yang istimewa. Di bulan Sya’ban inilah amal manusia diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam kelanjutan hadits di atas:

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam”

(HR. An-Nasa’I; hasan)

Inilah keutama’an pertama bulan Sya’ban. Bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Azza wa Jalla. Keutamaan kedua dari bulan Sya’ban ada pada pertengahannya, yakni Nisfu Sya’ban.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang keutamaan nishfu Sya’ban :

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nishfu Sya’ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranya”

(HR. Ibnu Majah; sya’ban)

Itulah dua keutamaan bulan Sya’ban berdasarkan hadits shahih.

Dan cukuplah kita dengan hadits shahih meskipun di masyarakat berkembang banyak keutamaan bulan Sya’ban namun didasari oleh hadits dhaif bahkan maudhu’. Misalnya:

رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي

“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”

(HR. Dailami)

Hadits ini derajatnya dha’if. Demikian pula hadits-hadits sejenis yang menyebut bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Rasulullah dan Ramadhan bulan umat Islam. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Lalu amal apa yang dicontohkan Rasulullah di bulan Sya’ban? Di antara amal yang pertama, yang dicontohkan oleh Rasulullah di bulan Sya’ban adalah memperbanyak puasa sunnah.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Aku (Usamah bin Zaid) berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di satu bulan melebihi puasamu di bulan Sya’ban.” Rasulullah menjawab, “Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu aku ingin saat amalku diangkat kepada Allah, aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’I; hasan) Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan kebiasaan hadits yang menunjukkan amal di bulan Sya’ban ini.

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. (HR. Al Bukhari) Ketika menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqalani menerangkan bahwa kalimat “berpuasa sebulan penuh” adalah ungkapan majaz. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan “berpuasa sebulan penuh” padahal yang dimaksud adalah “berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu”. Dari keterangan tersebut, kita menjadi tahu bahwa berpuasa sunnah di bulan Sya’ban menjadi begitu istimewa karena pada bulan ini amal diangkat, bulan ini dilalaikan oleh banyak manusia, dan sekaligus puasa Sya’ban merupakan persiapan puasa Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhyidin Mistu, Mushthafa Al-Bugha, dan ulama lainnya dalam Nuzhatul Muttaqin. Ulama yang lain menjelaskan bahwa memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban itu maksudnya adalah puasa-puasa sunnah. Yakni puasa Senin Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa Dawud dan puasa yang disunnahkan lainnya. Adapun mengkhususkan berpuasa pada satu atau dua hari terakhir Sya’ban hukumnya makruh. Kecuali puasa yang memang wajib akibat nadzar, qadha’ atau kafarat. Atau puasa sunnah yang biasa dilakukan baik Senin Kamis maupun puasa Dawud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa” (HR. Al Bukhari) Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah, Amal kedua pada bulan Sya’ban ialah melunasi hutang-hutang puasa, khususnya bagi muslimah yang masih belum selesai mengqadha’ puasa Ramadhan. Aisyah mengatakan:

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ . قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِىِّ أَوْ بِالنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم

Aku punya hutang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Al Bukhari) Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Amal ketiga pada bulan Sya’ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum. Baik menggiatkan shalat rawatib, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, sedekah, amal sosial dan lain-lain. Karena bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini.

KHUTBAH KEDUA

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَاحِبَ الْوَجْهِ اْلأَنْوَرِ، وَالْجَبِيْنِ اْلأَزْهَرِ، وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلأَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ وَاْلأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بَالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعِنَا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِلْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوااْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهُ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

The post Khutbah Jumat 2015: Keutamaan Bulan Sya’ban appeared first on Bersama Dakwah.

Peristiwa-peristiwa penting di Bulan Syaaban…

1. Malam Nisfu Syaaban (15 Sya’aban)

(HR. Abu Hurairah): Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw.

” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit .”

Rasulullah saw bertanya,

” Malam apa ini Jibril ?”

Jibril menjawab.

” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”

Rasulullah pun keluar rumah, lantas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :

” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu Maka bagi-Mu lah segala pujian-pujian itu Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

2. Penukaran Arah Kiblat

Pada awal diwajibkan perintah solat kepada umat Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat berkiblatkan Baitul Muqaddis. Ini telah menjadi satu kontroversi pada waktu itu. Umat Yahudi telah mendakwa bahawa agama mereka adalah benar dan diredhai oleh Allah SWT kerana umat Islam telah meniru arah ibadat mereka iaitu menghadap Baitul Muqaddis. Umat Islam telah ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan dan ujian. Para Sahabat RA telah mengadu kepada Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW menyuruh mereka agar terus bersabar dengan ujian itu sehinggalah ada perintah baru dari Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Mendengar tentang apa yang berlaku pada ketika itu. Allah SWT telah mewahyukan agar Rasulullah SAW mengadap ke Baitullah Kaabah. Sebahagian ulama sirah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW menerima wahyu perintah mengadap Baitullah pada 15 Syaaban semasa beliau mengimamkan solat. Sebahagian ulamak mengatakan pada solat Asar, ada yang mengatakan Maghrib dan ada yang meriwayatkan pada solat Isya’. Rasulullah SAW sebagai imam terus mengadap ke Baitullah dan diikuti oleh para sahabat sebagai makmum

3. Peperangan Bani Mustaliq (Muraisi’)

Bani Mustaliq ialah salah satu puak dari kaum Yahudi. Mereka telah merancang untuk membunuh Rasulullah SAW dan berita ini disampaikan kepada Rasulullah SAW oleh seorang sahabat dari puak badwi. Peperangan ini adalah turutan dari peperangan bani Quraizah, kaum yahudi yang telah dihalau oleh Rasulullah SAW keluar dari Madinah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Syaaban, 5H. Pasukan kaum muslimin dapat melumpuhkan pasukan Bani Mustaliq. Sebagian pasukan Bani Mustaliq ada yang ditawan, termasuklah salah seorang puteri pemuka Bani Mustaliq yaitu Barrah, yang nama lengkapnya adalah Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. Al-Harris bin Dirar, ayah Barrah adalah pemimpin Bani Mustaliq. Barrah telah menjadi tawanan perang milik Sabit bin Qais. Disebabkan Barrah ini seorang perempuan yang cerdik, ia meminta untuk dibebaskan dari Sabit bin Qais, setelah diadakan pembicaraan, Sabit bin Qais meminta tebusan yang mahal. Tetapi, Barrah waktu itu langsung menemui Rasulullah SAW untuk membicarakan masalah tebusan bagi dirinya. Kemudian Rasulullah SAW pada waktu itu menyetujui membebaskan Barrah dan menebusnya dari Sabit bin Qais dan terus menikahi Barrah dan Rasulullah SAW mengganti nama Barrah menjadi Juwairiyah. Tindakan Rasulullah SAW ini telah memberi banyak faedah kepada umat Islam ketika itu, di antaranya ialah ramai dikalangan Bani Mustaliq yang memeluk Islam dan terpadamnya dendam permusuhan di antara umat Islam dan Bani Mustaliq. Juwairah meninggal dunia pada tahun 56H.

Doa Malam Nisfu Sya’ban

 

Berikut adalah Pendapat yang dikemukakan oleh Habib Habib Munzir Al Musawwa tentang Amalan-amalan yang dilakukan di Malam Nisfu Syaban: Doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah, dan memang jelas riwayat dimalam itu adalah ditentukannya takdir-takdir ketentuan kita hingga 15 sya’ban yg akan datang, walaupun pendapat terkuat adalah malam lailatulqadar, demikian dijelaskan pd Tasfir Imam Attabari, tafsir Imam Ibn Katsir, Tafsir Imam Qurtubi dll. Maka doa di malam itu adalah amal yg mulia, namun mengenai membaca Yaasiin 3x itu adalah saran para ulama, jika hal itu dikatakan bid’ah maka hal itu adalah bid’ah hasanah, sebagaimana banyak bid’ah-bid’ah hasanah yg juga dilakukan oleh para sahabat ra, karena telah diperbolehkan oleh Rasul saw dg hadits beliau saw :

“Barangsiapa membuat kebiasaan baru berupa kebaikan maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa yg membuat kebiasaan buruk berupa kebaikan maka baginya dosanya dan dosan orang yg mengamalkannya” (Shahih Muslim hadits no.1017).

Mengenai doa di malam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut : Sabda Rasulullah saw :

“Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755) berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Menurut Imam Syafii rahimahullah :

“Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Yang paling pokok adalah berdoa, karena memang ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat yg lebih kuat adalah pada malam lailatul qadar, namun bukan berarti pendapat yg pertama ini batil, karena diakui oleh para Muhadditsin.

c&p

SUMBER : http://www.iluvislam.com

http://www.pustakasekolah.com/malam-nisfu-saban.html

http://bersamadakwah.net/khutbah-jumat-2015-keutamaan-bulan-syaban/

Advertisements

Saranan2 amalan di bulan Rejab, jom semak!

1 REJAB, 1436h

hari ini ye? huhu..

Alhamdulillah… kita diiziniNya berada di bulan haram yang disucikan ini lagi..

mudah2an kita lebih bersemangat menambah ilmu di bulan2 barakah ini agar semakin bermakna amalan2 baik yang telah dimulai atau terus membaiki amalan2 lalu berpandukan ilmu yang benar! insyaAllah..

#keutamaanmenuntutilmu#

aameen..

SALAM BARAKAH RAJAB ye!

copy-ramadhan-kareem4.jpg

Ahlan wa sahlan, Ya Rajab 1434h!

Alhamdulillah, esok 1 RAJAB, 1434h!

Malam ini bermula malam pertama Rajab (tonite?) ( 5 malam barakah )yang sedang dinanti penuh rindu oleh sang pencinta kalbu!

Malam penyucian yang diberkahi – JOM PERBAHARUI NIAT, ILMU, AMAL & IMAN dengan CEPUMAS ini!

doa-rejab-syaaban

memasuki bulan2 mulia Rejab, Sya’aban & Ramadhan…ibarat membeli tiket ke syurga… ???

Banyak hadis Rasulullah S.A.W. yang telah diriwayatkan oleh para sahabat Baginda mengenai kelebihan bulan Rejab, bulan ketujuh di dalam kalendar Islam. Rejab bermaksud ta’azim (kebesaran, keagungan, kemuliaan) kerana Allah S.W.T. akan melimpahkan rahmat-Nya, kemurahan-Nya.

Bulan Rejab mengandungi peristiwa-peristiwa bersejarah kepada orang Islam di mana berlakunya peperangan Tabuk, pembebasan Al-Aqsa dari tangan tentera Salib dan juga bulan inilah berlakunya peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw.

رجب شهر الله ، وشعبان شهري ، ورمضان شهر أمتي

hadis drp. Abi Said al-Khudriy : bahawa Rasulullah s.a.w bersabda :

“Rejab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan pula adalah bulan umatku”.

DOA BULAN REJAB

 

copy-doa-rejab.jpg

Aku bermohon keampunan Allah yang Maha Agung dan tiada Tuhan melainkan Dia, yang hidup, yang berdiri sendiri dan aku bertaubat kepadaNya. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Engkau yang mencipta aku. Aku adalah hambaMu dan aku dalam genggamanMu. Aku dalam perjanjian (beriman dan taat) kepadaMu sekadar kemampuan yang ada padaku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang (mungkin) aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang engkau berikan kepadaku dan mengakui dosa-dosaku. Kerana itu aku memohon keampunan-Mu dan sesungguhnya tiada yang dapat mengampuni dosa seseorang kecuali Engkau Ya-Allah.

Penghulu Istighfar

Aku bermohon keampunan Allah yang Maha Agung dan tiada Tuhan melainkan Dia, yang hidup, yang berdiri sendiri dan aku bertaubat kepadaNya.

doa tolak bala

Rejab merupakan sebuah bulan yang banyak keistimewaannya yang dijanjikan oleh Allah S.W.T kepada hamba2-Nya, kerana Rejab adalah bulan Allah. Pintu rahmat terbuka luas  untuk bertaubat dan memohon ampun di atas dosa-dosa yang lepas  dengan sifat ikhlas, rendah diri dan tawwaduk agar ganjaran yang akan diperolehi itu ada keberkatannya jua. In shaa Allah.

rejab bulan ALlah

Sabda Nabi s.a.w:

Hendaklah kamu memuliakan bulan Rejab, nescaya Allah muliakan kamu dengan seribu kemuliaan di hari kiamat.

..SELAMAT BERHIJRAH..

 Ahlan wa Sahlan, Ya Rajab 1434h!

sya’aban ~

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili Radiallahuahu, dia berkata:

Rasulullah S.A.W. bersabda yang maksudnya:

“Manakala masuk bulan Syaaban, sucikan dirimu dan perbaiki niatmu.”

(kitab Durratun Nasihin menyebutkan sebuah hadis berkenaan sabda Rasulullah Saw.) :

 “Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban dan tiga hari pada pertengahan Syaaban dan tiga hari pada akhir Syaaban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid.”

info2 sya’aban selanjutnya di sini…

Sabda Rasulullah S.A.W.:

“Barangsiapa yang mengagungkan bulan Syaaban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit.”

(Dipetik dari kitab Zubdatul Wa’izhin)

FASA REJAB: MALAM PENYUCIAN 1

ALHAMDULILLAH…….

ketemu jua kita di malam ini yang dikatakan antara 5 malam yang mustajab doa2… malam pertama di bulan Rejab… ( malam inilah… nsyaAllah..) ameen…

semoga bulan mulia ini dapat kita manipulasikan sesebaiknya kerana ianya adalah bulan istighfar; bulan solat (isra’ mi’raj) dan disebut jua sebagai bulan bercucuk-tanam amal kebaikan yang amat disarankan dalam Islam..

selamat beramal, ya!

hamparkan munajatmu, DIA mendengarnya…

ameen….

Rejab bulan Allah – bulan Palestine & bulan Solat’ ~

hah, nmpak x bulan malam ni??

udah masuk malam ke 26 jamadil akhir, 1433h pun sekarang nii…

nsyaAllah, 4 hari lagi akan muncul sinar 1 Rejab, 1433h (selasa : 22Mei, 2012)... teruja lak…

memasuki bulan2 mulia Rejab, Sya’aban & Ramadhan…ibarat membeli tiket ke syurga… ???

ameen…

رجب شهر الله ، وشعبان شهري ، ورمضان شهر أمتي

hadis drp. Abi Said al-Khudriy : bahawa

Rasulullah s.a.w bersabda :

“Rejab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan pula adalah bulan umatku”.

Hadis ini banyak dicatatkan dalam kitab-kitab jawi melayu. Tetapi apakah pandangan ulamak-ulamak hadis tentang kesahihan hadis ini?

ada artikel menarik lagi tentang bulan Rejab jugak yang molek direnungi bersama iaitu;

Rejab bulan Palestine, bulan Sembahyang / Solat!!! 

Rejab Dalam Al Quran Dan Hadis

jom r baca!!

hee..

MARHABAN YA RAJAB, SYA’ABAN WA RAMADHAN…

AMEEN…

~ munajat ramadhan ~

Hari Pertama

“Ya Allah, jadikanlah puasaku, puasa orang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku, ibadah orang benar-benar mengerjakan ibadah. Dan jagalah aku dari tidurnya orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku wahai Tuhan sekalian alam. Dan Ampunilah aku wahai Tuhan Maha Pengampun daripada segala dosa.”
Hari Kedua

“Ya Allah, dekatkan aku kepada keredaan Mu dan jauhkan aku daripada kemurkaan serta balasan Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat Mu dengan rahmat Mu, wahai Tuhan Maha Pengasih”

Hari Ketiga

Ya Allah limpahkan aku dengan kecerdikan fikiran dan kewaspadaan serta jauhkan aku daripada kebodohan dan kesesatan. Sediakan bahagian ku daripada kebaikan yang kau turunkan., demi kemurahan Mu, wahai Tuhan Maha Pemurah daripada segala dermawan.

Hari Keempat

Ya Allah berilah kekuatan kepada ku untuk melaksanakan perintah Mu dan berilah aku kemanisan berzikir. Berilah aku kekuatan melahirkan kesyukuran dengan kemuliaan Mu. Dan jagalah aku dengan jagaan dan perlindungan Mu, wahai Tuhan Maha Melihat.

Hari Kelima

Ya Allah, tempatkan aku di kalangan orang yang sentiasa memohon keampunan. Jadikanlah aku hamba Mu yang saleh serta jadikanlah aku di kalangan auliya (orang yang mendapat keutamaan Mu) yang hampir di sisi Mu dengan kelembutan Mu, wahai Tuhan yang Maha  Pengasih daripada segala pengasih.

Hari Keenam

Ya Allah, janganlah aku dihina kerana perbuatan maksiat ku kepada Mu dan janganlah menyeksa ku dengan balasan Mu. Jauhkan aku daripada sesuatu yang boleh mendatangkan kemurkaan Mu, dengan anugerah dan bantuan Mu, wahai Kemuncak Keinginan orang yang berkeinginan.

Hari Ketujuh

Ya Allah bantulah aku untuk mengerjakan puasa dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku daripada dosa-dosanya. Dan berilah aku zikir untuk mengingati Mu secara berterusan, dengan taufik (petunjuk) Mu wahai Pemberi Petunjuk kepada orang yang sesat.

Hari Kelapan

Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang kepada anak-anak yatim, pemberi makanan, penyebar salam dan bergaul dengan mulia, dengan kemuliaan Mu tempat berlindung orang yang berharap.

Hari Kesembilan

Ya Allah, sediakan bagi ku sebahagian daripada keluasan rahmat Mu. Berilah aku petunjuk dengan ajaran-ajaran Mu. Bimbinglah aku menuju keredaan Mu yang penuh dengan kecintaan Mu, wahai Harapan orang yang merindu.

Hari Kesepuluh

Ya Allah, jadikan aku di antara orang bertawakal kepada Mu dan jadikan aku di kalangan orang yang menang di sisi Mu. Ya Allah, jadikan aku di kalangan orang yang dekat di sisi Mu. Dengan ihsan Mu wahai Tempat Tuju orang yang memohon.

Hari Kesebelas

Ya Allah, tanamkan dalam diri ku kecintaan melakukan kebaikan dan kebencian melakukan perbuatan maksiat serta fasik. Ya Allah jauhkan ku daripada kemurkaan Mu dan seksaan api neraka, dengan pertolongan Mu wahai Tuhan yang menolong orang memerlukan pertolongan.

Hari Kedua Belas

Ya Allah, hiasilah diri ku dengan penutup dan kesucian. Tutuplah diri ku dengan pakaian kesederhanaan dan kerelaan. Tempatkan aku di jalan keadilan dan keikhlasan. Amankan diri ku daripada setiap perkara yang aku takut, dengan penjagaan Mu, wahai Penjaga orang yang takut.

Hari Ketiga Belas

Ya Allah, bersihkan diri ku daripada kekotoran dan kehinaan. Berilah kesabaran kepada ku untuk menerima segala ketentuan. Berilah kemampuan kepada ku untuk bertakwa dan bergaul dengan orang baik, dengan bantuan Mu wahai Pengharap orang yang miskin.

Hari Keempat Belas

Ya Allah, jangan aku dihukum disebabkan kekeliruan yang ku lakukan. Ampunkan aku daripada kesalahan dan kebodohan. Janganlah kau jadikan diri ku sasaran bala dan malapetaka, dengan kemuliaan Mu wahai Kemuliaan kaum Muslimin.

Hari Kelima Belas

Ya Allah limpahkan rezeki kepada ku berupa ketaatan orang yang khusyuk. Lapangkan dada ku dengan taubat orang yang menyesal, dengan keamanan Mu wahai keamanan orang yang takut

Hari Keenam Belas

Ya Allah, berilah kemampuan kepada ku untuk menjalani kehidupan seperti mana kehidupan orang baik. Jauhkan bagi ku kehidupan orang yang melakukan kejahatan. Lindungilah aku dengan rahmat Mu hingga ke alam akhirat, demi ketuhanan Mu wahai Tuhan sekalian alam.

Hari Ketujuh Belas

Ya Allah, tunjukkan bagi ku amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita ku, wahai Tuhan yang Maha Mengetahui segala keperluan tanpa ungkapan permohonan. Wahai yang Maha Mengetahui segala yang ada dalam hati sekalian makhluk. Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad saw. dan keluarga baginda yang suci.

Hari Kelapan Belas

Ya Allah, sedarkan aku untuk mencari keberkatan. Terangkan hati ku secerah cahaya dan bimbinglah aku serta anggota ku untuk mengikuti segala ajaran Mu, dengan cahaya Mu wahai Penerang Hati orang yang bijak.

Hari Kesembilan Belas

Ya Allah, penuhkan bahagian ku dengan keberkatan dan mudahkan bagi ku menuju ke arah kebaikan. Jangan kau jauhkan aku daripada ketenteraman kebaikan, wahai pemberi Petunjuk kepada Kebenaran.

Hari Kedua Puluh

Ya Allah, bukakan bagi ku pintu-pintu syurga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berilah kemampuan kepada ku untuk membaca ayat-ayat suci al-Quran, wahai Pemberi Ketenangan dalam hati orang beriman.

Hari Kedua Puluh Satu

Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk mendapat keredaan Mu. Janganlah engkau biarkan syaitan menguasai diri ku. Jadikan syurga tempat tinggal dan berehat bagi ku, wahai Pelaksana Keperluan orang meminta.

Hari Kedua Puluh Dua

Ya Allah, bukakan bagi ku pintu kelebihan dan turunkan bagi ku keberkatan mu. Berilah kepada ku untuk melakukan sesuatu yang mendatangkan keredaan Mu dan tempatkan aku dalam syurga Mu yang luas, wahai Penjawab doa orang dalam kesempitan.

Hari Kedua Puluh Tiga

Ya Allah bersihkan aku daripada segala dosa dan jauhkan diri ku daripada keaiban serta tanamkan ketakwaan dalam hati ku, wahai Pengampun kesalahan orang yang berdosa.

Hari Kedua Puluh Empat

Ya Allah, aku bermohon kepada Mu perkara yang mendatangkan keredaan Mu. Aku berlindung dengan Mu daripada perkara yang mendatangkan kemarahan Mu dan aku bermohon kepada Mu kemampuan untuk mentaati Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap Mu, wahai Pemberi kepada yang meminta

Hari Kedua Puluh Lima

Ya Allah, jadikan aku orang yang menyintai auliya? Mu dan memusuhi musuh Mu. Jadikan aku pengikut sunnah nabi Mu, wahai Penjaga hati para Nabi

Hari Kedua Puluh Enam

Ya Allah, jadikan usaha ku sebagai usaha yang sentiasa disyukuri, dosa-dosa ku sebagai dosa yang diampuni, kebaikan ku sebagai kebaikan yang diterima dan keaiban ku sebagai keaiban yang ditutupi, wahai Tuhan Maha Mendengar daripada semua pendengar~

Hari Kedua Puluh Tujuh

Ya Allah, berilah rezeki berbentuk ganjaran Lailatul Qadar kepada ku, ubahkan perkara sulit menjadi mudah, makbulkan permintaan maaf ku dan hapuskan dosa serta kesalahan ku, wahai Tuhan Maha Penyayang kepada hamba soleh~

Hari Kedua Puluh Lapan

Ya Allah, penuhkan hidup ku dengan amalan sunnah dan muliakan aku dengan diterimanya semua permintaan, wahai Tuhan yang tidak disibukkan oleh permintaan orang meminta

Hari Kedua Puluh Sembilan

Ya Allah, hiasilah aku dengan rahmat Mu dan berikanlah aku petunjuk serta penjagaan Mu. Bersihkan hati ku daripada fitnah, wahai Yang Maha Pengasih kepada hamba yang beriman.

Hari Ketiga Puluh

Ya Allah, jadikan puasa ku disertai dengan rasa syukur dan diterima oleh Mu melalui jalan keredhaan Mu serta keredhaan rasul Mu, cabangnya yang kukuh dan kekuatan keberkatan, demi kenabian Muhamad saw dan keluarga Baginda yang suci dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

ps. credit to zie & others.

source: http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=24030

isra’ mi’raj adalah perjalanan hati yang baik menuju Allah..

proses peristiwa isra’ mi’raj Rasulullah s.a.w  dimulai dengan pembersihan hati yang memang suci lagi disucikan..milik Nabi Muhammad s.a.w. inilah keutamaan langsung dalam menakluk cintaNya..

penyejuk jiwa kepada segala sifat mazhmumah dicairkan dengan bonus solat 5waktu sahaja sehari semalam untuk Rasulullah s.a.w. dan umat2nya  – kurniaan dari Yang Maha ESA! tempat tumpuan maksud, tempat rujukan alam…yang selalu bersedia memperkenankan hajat tapi tidak terikat dengan sesuatu..ESA!

solat adalah isra’ & mi’raj kita’ kepada Allah… bersamalah kita memperbaiki hati dan menjadikan solat senjata ampuh yang  bisa menongkah arus kepincangan umat yang amat goyah dewasa ini..

nsyaAllah…

ameeen…

ps. salam isra’ mi’raj 1432H ( today: 29 Jun, 2011 , Wednesday)!!

1.DO CLICK  TO KNOW MORE BOUT ‘POSA SUNAT I/M

http://soaljawab.jais.gov.my/index.php?option=com_content&task=view&id=253&Itemid=85

2. Menyingkap Beberapa Rahsia Di Sebalik Peristiwa Isra’ dan Mi’raj.

http://hafizfirdaus.com/content/view/158/81/1/0/

 

….alhamdulillah….

so it comes again…. the beginning of a blissful month

on a wonderful day –

the BEST FRIDAY..


 it’s TODAY….

1st REJAB, 1432H

~DON’T YOU AWARE???

a Menjelang Bulan Rejab


Ya Allah! Berkatilah kami dalam bulan Rejab dan dalam bulan Syaaban dan sampaikanlah kami ke dalam bulan Ramadhan.
Tiada tuhan melainkan Allah yang Maha lembut lagi Maha Mulia. Maha suci Allah, tuhan 7 petala langit dan tuhan yang mempunyai arasy yang agung. Dan tiada kekuatan melainkan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Imam As-Sayuti r.a meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w bersabda yang ertinya:

Rejab adalah bulan Allah,

Syaaban bulanku

& Ramadhan bulan umatku.

sabda Nabi s.a.w.

REJAB adalah bulan untuk bertanam. Maka berniagalah kamu semoga Allah merahmati kamu pada bulan Rejab kerana ianya adalah musim untuk berniaga.Dan makmurkanlah waktu waktu kamu(dengan beramal) di dalamnya kerana ianya adalah waktu berbuat amal.

 

Para ulama berkata bulan Rejab

adalah bulan istighfar.Maka perbanyakkanlah istighfar di dalamnya. Imam As-Sayuti r.a membawa sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ad-Dailami oleh Saiyidina Ali Ibn Abi Talib k.w. Nabi s.aw bersabda Yang ertinya:

Banyakkanlah beristighfar di bulan Rejab kerana pada setiap saat di dalamnya Allah menyelamatkan (seorang) dari api neraka.

Rejab adalah musim perniagaan,

iaitu perniagaan dengan amal soleh.

Mereka yang banyak membuat amal saleh pada bulan ini akan mendapat keuntungan besar di akhirat. Dalam Al-Quran di

surah Al-An’aam ayat 160 Allah Taala berfirman.Yang ertinya:

Barang siapa membawa amal kebaikan maka baginya sepuluh kali ganda. Tetapi amal kebajikan yang dilakukan pada bulan Rejab digandakan sebanyak 70 kali ganda. Begitu juga sembahyang pada waktu malam akan memberi cahaya kepada hati dan membawa kepada keredhaan Allah.

Rejab merupakan pembukaan bulan2 kebaikan dan berkat.

Jika tahun diibaratkan sebagai pohon, Rejab ibarat waktu keluarnya daun, Syaaban ibarat keluarnya bunga dan Ramadhan ibarat keluar buah- buahannya.

Imam As-Sayuti r.a membawa sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ibnu Asaakir r.a bahawa

Nabi s.a.w pernah bersabda.Yang ertinya:

Lima malam tidak ditolak di dalamnya doa.

Malam pertama di dalam bulan Rejab, malam Nisfu Syaaban, malam Jumaat, malam hari raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya aidil Adha.

Nabi s.a.w telah bersabda lagi.Yang ertinya:

Aku melihat pada malam Mikraj sebuah sungai yang airnya lebih manis daripada madu dan lebih sejuk daripada air batu dan (baunya) lebih harum daripada kasturi. Aku bertanya kepada Jibrail, “Ya Jibrail untuk siapakah ini? Beliau berkata, “Untuk mereka yang berselawat atas mu pada bulan Rejab.”

Imam As-Sayuti banyak meriwayatkan hadis Nabi s.a.w tentang puasa di bulan Rejab. Antaranya sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Said Ibn Abi Rashed r.a Nabi s.a.w bersabda.Yang ertinya:

Rejab adalah bulan yang mulia di mana Allah melipat gandakan

segala(pahala) kebajikan.

Dan barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan Rejab seperti dia berpuasa setahun.

Dan barang siapa yang berpuasa selama tujuh hari nescaya ditutupkan baginya pintu pintu neraka.

Dan barang siapa berpuasa selama delapan hari di bukakan baginya delapan pintu syurga.

Dan barang siapa berpuasa selama sepuluh hari tiada yang diminta kepada Allah sesuatu melainkan diberikannya.

Dan barang siapa yang berpuasa selama lima belas hari diseru (namanya) oleh malaikat dari langit (dan berkata) sesungguhnya Allah telah mengampunkan dosanya yang telah lalu dan bermulalah amal baru.

Dan barangsiapa yang melebihkannya akan dilebihkan Allah. Di bulan Rejab Allah telah mengangkatkan Nabi Nuh a.s ke dalam kapal dan baginda berpuasa di bulan Rejab dan memerintahkan semua yang bersamanya berpuasa.

Dalam hadis yang lain diriwayatkan oleh Abi Qilabah Nabi s.a.w bersabda.Yang ertinya:

Di syurga ada sebuah istana (yang dikhaskan) untuk mereka yang berpuasa di bulan Rejab.

Begitu juga imam Al-Baihaqqi r.a dalam meriwayatkan sebuah hadis dari Anas Ibn Malik r.a Nabi s.a.w bersabda.Yang ertinya:

Di syurga ada sebuah sungai yang dinamakan Rejab. Warnanya lebih putih daripada susu dan manisnya lebih daripada madu.Barang siapa yang berpuasa sehari di bulan Rejab nescaya diberi minum Allah Taala daripada sungai itu.

Dalam sebuah hadis Nabi s.a.w yang lain bersabda.Yang ertinya:

Semua insan lapar pada hari kiamat kecuali para Nabi dan keluarga mereka dan orang orang yang berpuasa pada bulan Rejab, Syaaban dan Ramadhan. Sesungguhnya mereka kenyang tidak akan lapar dan haus.

Diriwayatkan bahawa 4 perkara akan meringankan azab kubur.

Tetap dalam membaca Al-Quran.

Bersifat rahmat terhadap anak anak yatim.

Berpuasa 3 hari di bulan Rejab

Berpuasa 3 hari di bulan Syaaban

Tiga hari yang dimaksudkan itu ialah pada 13,14,15 haribulan.

Bagi mereka yang berpuasa pada hari Isnin dan Khamis di dalam bulan Rejab akan mendapat dua pahala

Kerana mengikut sunnah Nabi s.a.w

Kerana diamalkan didalam bulan Rejab.

Doa Rejab yang masyhur berupa istighfar yang diajarkan oleh Nabi s.a.w., Diamalkan sebanyak 70 kali setiap hari atau setiap pagi dan petang.

Ya Allah ampunilah daku dan rahmatilah daku dan aku bertaubat (kepadaMu Ya Allah)

Barang siapa yang beristighfar kepada Allah dibulan Rejab pada waktu siang dan malam dan berkata: Ya Allah, ampunilah daku dan rahmatilah daku dan aku bertaubat (kepadaMu ya Allah) sebanyak tujuh puluh kali nescaya tidak disentuh api neraka kulitnya sama sekali.

TAHUKAH ANDA???

Rejab ialah bulan yang cukup istimewa dalam takwim Islam.

Pelbagai peristiwa berlaku pada bulan ini dan satu daripadanya yang sangat penting ialah peristiwa Israk dan Mikraj pada 27 Rejab.

Peristiwa Israk dan Mikraj bukan sahaja banyak mengandungi pengajaran berguna kepada umat islam malah menjadi satu ujian kepada kepercayaan dan kekuatan akidah umat islam.

Peristiwa itu berlaku di luar kemampuan akal fikiran manusia untuk menerima dan memahaminya.Oleh itu ramai umat islam yang lemah iman akan tergelincir akidah dan pegangannya terhadap Islam kerana meragui peristiwa berkenaan dan mempertikaikannya daripada segi logik akal manusiawi.

Memang benar, jika peristiwa Israk dan Mikraj itu dinilai dari sudut akal fikiran semata mata sudah tentu manusia tidak mampu mempercayai berlakunya peristiwa itu terhadap Rasulullah.

Ini kerana akal fikiran manusia terbatas, tetapi jika diletakkan di atas dasar keimanan dan ketakwaan, sudah tentu ia dapat diyakini.

Aspek keyakinan ini diperkuatkan lagi dengan firman Allah yang menceritakan peristiwa Israk dan Mikraj dengan menyebutkan “Maha suci Allah” iaitu maha suci Allah daripada sebarang kelemahan dan kekurangan.

Firman Allah bermaksud:

“Maha suci Allah yang menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa yang kami (Allah) berkati sekelilingnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda (kekuasaan dan kebesaran) kami, Sesungguhnya Allah jualah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Al Israk;1).

Dalam penghidupan moden ini, apakah pengajaran dan iktibar yang boleh diteladani daripada peristiwa itu?

Antara pengajaran dan iktibar:-

Menyahut rintihan Rasulullah dalam usahanya menyampaikan dakwah terhadap umat jahiliah,yang ternyata baginda mendapat tentangan yang amat hebat.Antara yang paling hebat ialah ketika baginda berdakwah kepada penduduk Taif. Ketika itu Baginda diejek dan dilempar dengan batu hingga terluka.

Justeru itu, Rasulullah segera keluar dari kawasan itu dan berehat di sebuah kebun milik Uthbah dan Syibah Rabiah. Pada saat itu, baginda mengadu kepada Allah.

Sesungguhnya Allah mendengar apa yang diucapkan Rasullullah dan berdasarkan hadis Nabi bahawa Allah mengutuskan malaikat Jibril dengan menawarkan bantuan untuk menghempap mereka yang melakukan kekejaman terhadap Rasullullah dengan gunung-gunung yang ada di sekitar kota Taif itu.

Namun, Rasulullah menolak tawaran malaikat Jibril itu, bahkan baginda berdoa agar Allah menjadikan anak cucu mereka termasuk di kalangan yang menerima Islam di masa akan datang.

pengajaran penting berkaitan peristiwa Isra’ Mi’raj

Kepentingan solat fardu sehari semalam lima waktu;

Balasan baik kepada mereka yang melakukan kebaikan dan sebaliknya memperlihatkan balasan buruk kepada mereka yang melakukan kejahatan; dan

Umat Islam akan menghadapi banyak cabaran daripada musuh mereka sepanjang zaman.

Peristiwa Israk & Mikraj memperlihatkan betapa pentingnya solat lima waktu berbanding dgn. ibadat yang lain.

Kefardhuan ibadat solat ditentukan pada malam berlakunya Israk dan Mikraj dengan Nabi Muhammad dijemput menerimanya daripada Allah s.w.t di Sidratul Muntaha manakala ibadat lain difardhukan melalui wahyu yang dibawa malaikat Jibril a.s.

Kefardhuannya yang asal diperintahkan Allah s.w.t sebanyak 50 waktu sehari semalam bertukar menjadi 5 waktu sahaja setelah Nabi s.a.w memohon untuk dikurangkan atas nasihat Nabi Musa a.s. Namun pahalanya tetap diberikan Allah sebanyak 50 waktu pahala bersembahyang.

Beberapa perkara yang diperlihatkan kepada Rasulullah sewaktu Israk dan Mikraj.

Sekumpulan manusia menanam dan menuai gandum.Setiap kali dituai, gandum itu tumbuh kembali dan terus boleh dituai dan begitulah keadaannya.

Ini menggambarkan balasan kepada mereka yang berkorban apa sahaja untuk kepentingan agama Allah. Mereka akan mendapat balasan terus menerus.

Tempat yang sangat harum.Hal ini memperlihatkan balasan baik bagi mereka yang berkorban pada jalan Allah.

Sekumpulan manusia memakan daging mentah dan busuk sedangkan di sebelah mereka tersedia daging baik.

Ini menggambarkan keadaan mereka yang melakukan zina sedangkan sudah mempunyai isteri atau suami.

Manusia yang berperut besar sehingga tidak boleh bangun . Gambaran balasan orang yang memakan riba.

Manusia yang mengumpul dan mengikat kayu untuk dipikul. Apabila tidak terdaya memikul,makin ditambahnya .

Gambaran manusia yang tidak amanah,tetapi mahu menerima amanah dan tanggungjawab atau jawatan dengan banyak walaupun tidak mampu melaksanakannya.

Panggilan perempuan tua yang memakai perhiasan untuk mengajak berbual dan berbicara

Gambaran bahawa dunia dan pengaruh kebendaan pasti akan mempersonakan manusia.

Gangguan Iblis dan Jin untuk mengganggu perjalanan Rasulullah.

Ini menunjukkan iblis dan jin pasti mengganggu manusia supaya sesat daripada jalan Allah.

Golongan manusia yg memecahkan kepala mereka berkali2: Gambaran manusia yang meninggalkan solat kerana sibuk dengan urusan dunia.

Manusia yang memakai pakaian compang camping dan memakan sampah sarap serta rumput rampai

Gambaran manusia yang tidak membayar zakat, tidak mengeluarkan zakat, tidak bersedekah dan seumpamanya kerana sayangkan harta.

Kumpulan manusia yang memotong lidah sendiri secara berterusan

gambaran menunjukkan kumpulan manusia yang menyebar fitnah, pembohong dan seumpamanya.

Lembu besar keluar dari lubang kecil dan cuba masuk semula ke dalam lubang itu:

Gambaran manusia angkuh dan bercakap besar, selepas itu dia kesal dan mahu menarik balik percakapannya itu.

Pokok berduri yang mencarik pakaian orang yang lalu berhampirannya

Gambaran manusia yang suka berada di persimpangan jalan dan mengganggu orang lalu lalang di kawasan itu.

Perempuan digantung rambutnya ke dalam neraka:

Gambaran kaum wanita yang tidak menutup aurat.

Ternyata kesemua 13 peristiwa yang diperlihatkan itu menggambarkan keadaan manusia yang ada di muka bumi ini dan ternyata keadaan ini sedang berlaku.

apakah kita mengambil iktibar daripada peristiwa israk mi’raj ini sewajarnya?

Empat perkara yang berharga dalam diri manusia:

sabda Nabi Muhammad saw:

“Ada empat macam yang berharga dalam diri manusia dan ia boleh hilang dengan empat sebab.

Adapun yang berharga itu ialah akal, agama, malu dan amal soleh. Maka akal boleh hilang disebabkan marah. Agama boleh hilang disebabkan dengki. Malu boleh hilang disebabkan tamak dan amal soleh boleh terhapus disebabkan suka menceritakan keburukan orang lain.”

TODAY: 21 jamadil akhir, 1432H @ 24 mei, 2011

hampir seminggu je lagi akan menyusul bulan2 yang diberkahi…

bersedialahwahai diri yang alpha…

rejab bulan ALlah

Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa,

Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban;

dan sampaikan kami ke bulan Ramadan.

(HR. Ahmad dan Tabrani)

ameeen….irhamnaa, Ya Kareem..

menggapai lailatul qadar

kebanyakan kita mencarinya tapi sebahagian pula kurang menyedari keutamaannya…

bagaimana kalau kita merasakan sebahagian daripada kehadiran lailatul qadar itu sebagaimana dianjurkan oleh sebuah hadis dibawah (diriwayatkan oleh Anas bin Malik) yang menyatakan, barangsiapa yang menunaikan solat maghrib dan isya’ berjamaah sepanjang bulan Ramadhan sesungguhnya dia telah mendapat sebahagian dari Lailatul Qadar.!!

Bermaksud bukanlah suatu yang amat sukar untuk mendapatkan sebahagian dari malam Lailatul Qadar. Yang penting kita tidak mengabaikan mana-mana malam di bulan Ramadhan kecuali dengan melakukan ibadat dan paling minimum sembahyang berjamaah pada waktu maghrib dan isya.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sejahtera dan selamat dari segala kejahatan dari awal malam sehinggalah terbit fajar.

Memberi erti kebaikan menyelubungi sepanjang malam Lailatul Qadar. Tentulah hampa bagi mereka yang lalai yang tidak ambil berat tentang malam Lailatul Qadar, namun ia tetap datang di setiap bulan Ramadhan!!!

insyaAllah…


marhaban ya rajab…it starts today?

inilah doa 3-serangkai yang memuliakan ketiga2 bulan Rejab, Sya’aban & Ramadhan sebagai pemacu ke arah kebersihan jiwa, rohani & amalan untuk memupuk kecintaan kepada Ilahi dan memperteguhkan jatidiri agar selalu diberkati….

Imam As-Sayuti r.a membawa sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ibnu Asaakir r.a bahawa Nabi s.a.w pernah bersabda ertinya:

Lima malam tidak ditolak di

dalamnya doa:-

Malam pertama di dalam bulan Rejab, malam Nisfu Syaaban, malam Jumaat, malam hari raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya Aidil Adha.

Doa Rejab yang masyhur berupa istighfar yang diajarkan oleh Nabi s.a.w.,

Diamalkan sebanyak 70 kali setiap hari atau setiap pagi dan petang.

Ya Allah ampunilah daku dan rahmatilah daku dan aku bertaubat

(kepadaMu Ya Allah)

 

ameen…


MARHABAN YA RAJAB…..

 

SMILE…