Bulan Sya’aban yang sering dilalaikan pengisiannya?

betulkah demikian, Bulan Syaaban yang sering dilalaikan pengisiannya?

naudzubillahi…

JOM HAYATI KHUTBAH JUMAAT mengenai Sya’aban~ semoga bermanfaat jua!

sepatutnya, Syaaban adalah pemangkin Rejab kita; anjakan rindu ke Ramdhan!

Wah, sudah masuk hari ke 2 @ 3 Sya’aban 1436h hari ini, dan marilah kita menceriakan hidup dengan keberkatan bulan Sya’ban! indahnya Islam!

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili ra, berkata: Rasulullah saw. bersabda,

“Apabila masuk bulan Sya’ban , (cerialah) dan sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu.”

Khutbah Jumaat 2015: Keutamaan Bulan Sya’ban

KHUTBAH PERTAMA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَنْزَلَ عَلَى عَبْدِهِ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ لِيُخْرِجَ النَّاسَ بِهَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَيـُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ أَمَّا بَعْدُ

Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Kini kita telah memasuki bulan Sya’ban. Bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan oleh banyak orang sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ

“(Sya’ban) ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu (terletak) antara bulan Rajab dan Ramadhan”

(HR. An-Nasa’I; hasan)

Kelalaian manusia atas bulan Sya’ban bisa diketahui dari keterkejutan mereka ketika Ramadhan telah tiba. “Lho, kok sudah Ramadhan”, “Tiba-tiba sudah Ramadhan ya” dan komentar-komentar sejenisnya menggambarkan betapa Sya’ban telah dilalaikan. Ada pula yang sebenarnya tahu bahwa Sya’ban telah tiba. Ramadhan telah menjelang. Tetapi mereka justru meningkatkan kemaksiatan. “Semampang belum Ramadhan,” alasannya. Jamaah Shalat Jum’at yang dirahmati Allah,

Banyak orang yang melalaikan bulan Sya’ban. Padahal bulan ini adalah bulan yang istimewa. Di bulan Sya’ban inilah amal manusia diangkat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam kelanjutan hadits di atas:

وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam”

(HR. An-Nasa’I; hasan)

Inilah keutama’an pertama bulan Sya’ban. Bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Azza wa Jalla. Keutamaan kedua dari bulan Sya’ban ada pada pertengahannya, yakni Nisfu Sya’ban.

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang keutamaan nishfu Sya’ban :

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلاَّ لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nishfu Sya’ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranya”

(HR. Ibnu Majah; sya’ban)

Itulah dua keutamaan bulan Sya’ban berdasarkan hadits shahih.

Dan cukuplah kita dengan hadits shahih meskipun di masyarakat berkembang banyak keutamaan bulan Sya’ban namun didasari oleh hadits dhaif bahkan maudhu’. Misalnya:

رجب شهر الله وشعبان شهري ورمضان شهر أمتي

“Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku”

(HR. Dailami)

Hadits ini derajatnya dha’if. Demikian pula hadits-hadits sejenis yang menyebut bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan Rasulullah dan Ramadhan bulan umat Islam. Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Lalu amal apa yang dicontohkan Rasulullah di bulan Sya’ban? Di antara amal yang pertama, yang dicontohkan oleh Rasulullah di bulan Sya’ban adalah memperbanyak puasa sunnah.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Aku (Usamah bin Zaid) berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di satu bulan melebihi puasamu di bulan Sya’ban.” Rasulullah menjawab, “Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu aku ingin saat amalku diangkat kepada Allah, aku sedang berpuasa.” (HR. An-Nasa’I; hasan) Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu ‘anha juga meriwayatkan kebiasaan hadits yang menunjukkan amal di bulan Sya’ban ini.

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan yang lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. (HR. Al Bukhari) Ketika menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqalani menerangkan bahwa kalimat “berpuasa sebulan penuh” adalah ungkapan majaz. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan “berpuasa sebulan penuh” padahal yang dimaksud adalah “berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu”. Dari keterangan tersebut, kita menjadi tahu bahwa berpuasa sunnah di bulan Sya’ban menjadi begitu istimewa karena pada bulan ini amal diangkat, bulan ini dilalaikan oleh banyak manusia, dan sekaligus puasa Sya’ban merupakan persiapan puasa Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhyidin Mistu, Mushthafa Al-Bugha, dan ulama lainnya dalam Nuzhatul Muttaqin. Ulama yang lain menjelaskan bahwa memperbanyak puasa sunnah di bulan Sya’ban itu maksudnya adalah puasa-puasa sunnah. Yakni puasa Senin Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa Dawud dan puasa yang disunnahkan lainnya. Adapun mengkhususkan berpuasa pada satu atau dua hari terakhir Sya’ban hukumnya makruh. Kecuali puasa yang memang wajib akibat nadzar, qadha’ atau kafarat. Atau puasa sunnah yang biasa dilakukan baik Senin Kamis maupun puasa Dawud. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa” (HR. Al Bukhari) Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah, Amal kedua pada bulan Sya’ban ialah melunasi hutang-hutang puasa, khususnya bagi muslimah yang masih belum selesai mengqadha’ puasa Ramadhan. Aisyah mengatakan:

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ . قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِىِّ أَوْ بِالنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم

Aku punya hutang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Al Bukhari) Ma’asyiral muslimin hafidhakumullah, Amal ketiga pada bulan Sya’ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum. Baik menggiatkan shalat rawatib, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, sedekah, amal sosial dan lain-lain. Karena bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini.

KHUTBAH KEDUA

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَاحِبَ الْوَجْهِ اْلأَنْوَرِ، وَالْجَبِيْنِ اْلأَزْهَرِ، وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلأَرْبَعَةِ الْخُلَفَاءِ الرَّشِدِيْنَ وَاْلأَئِمَّةِ الْمَهْدِيِّيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بَالْحَقِّ وَبِهِ كَانُوْا يَعْدِلُوْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِى وَعَنِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعِنَا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ وَإِحْسَانِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

اَللهُمَّ أَعِزَّاْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُسْرِكِيْنَ، وَانْصُرْ عِبَادَكَ الْمُوَحِّدِيْنَ، اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَالْفِتَنِ مَاظَهَرَ مِنْهَا وَمَابَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ

رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى اْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ، عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِلْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَأَوْفُوْا بِعَهْدِ اللهِ إِذَا عَاهَدْتُمْ وَلاَ تَنْقُضُوااْلأَيْمَانَ بَعْدَ تَوْكِيْدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ اللهُ عَلَيْكُمْ كَفِيْلاً، إِنَّ اللهَ يَعْلَمُ مَاتَفْعَلُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاسْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

The post Khutbah Jumat 2015: Keutamaan Bulan Sya’ban appeared first on Bersama Dakwah.

Peristiwa-peristiwa penting di Bulan Syaaban…

1. Malam Nisfu Syaaban (15 Sya’aban)

(HR. Abu Hurairah): Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw.

” Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Sya’ban, seraya berkata, ” Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit .”

Rasulullah saw bertanya,

” Malam apa ini Jibril ?”

Jibril menjawab.

” Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .”

Rasulullah pun keluar rumah, lantas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :

” Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Mu Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu Maka bagi-Mu lah segala pujian-pujian itu Hingga Engkau rela .” (HR Abu Hurairah)

Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asy’ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“ “Sesungguhnya Allah pada malam Nishfu Sya’ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.” (HR Ibnu Majah)

2. Penukaran Arah Kiblat

Pada awal diwajibkan perintah solat kepada umat Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat berkiblatkan Baitul Muqaddis. Ini telah menjadi satu kontroversi pada waktu itu. Umat Yahudi telah mendakwa bahawa agama mereka adalah benar dan diredhai oleh Allah SWT kerana umat Islam telah meniru arah ibadat mereka iaitu menghadap Baitul Muqaddis. Umat Islam telah ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan dan ujian. Para Sahabat RA telah mengadu kepada Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW menyuruh mereka agar terus bersabar dengan ujian itu sehinggalah ada perintah baru dari Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Mendengar tentang apa yang berlaku pada ketika itu. Allah SWT telah mewahyukan agar Rasulullah SAW mengadap ke Baitullah Kaabah. Sebahagian ulama sirah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW menerima wahyu perintah mengadap Baitullah pada 15 Syaaban semasa beliau mengimamkan solat. Sebahagian ulamak mengatakan pada solat Asar, ada yang mengatakan Maghrib dan ada yang meriwayatkan pada solat Isya’. Rasulullah SAW sebagai imam terus mengadap ke Baitullah dan diikuti oleh para sahabat sebagai makmum

3. Peperangan Bani Mustaliq (Muraisi’)

Bani Mustaliq ialah salah satu puak dari kaum Yahudi. Mereka telah merancang untuk membunuh Rasulullah SAW dan berita ini disampaikan kepada Rasulullah SAW oleh seorang sahabat dari puak badwi. Peperangan ini adalah turutan dari peperangan bani Quraizah, kaum yahudi yang telah dihalau oleh Rasulullah SAW keluar dari Madinah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Syaaban, 5H. Pasukan kaum muslimin dapat melumpuhkan pasukan Bani Mustaliq. Sebagian pasukan Bani Mustaliq ada yang ditawan, termasuklah salah seorang puteri pemuka Bani Mustaliq yaitu Barrah, yang nama lengkapnya adalah Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. Al-Harris bin Dirar, ayah Barrah adalah pemimpin Bani Mustaliq. Barrah telah menjadi tawanan perang milik Sabit bin Qais. Disebabkan Barrah ini seorang perempuan yang cerdik, ia meminta untuk dibebaskan dari Sabit bin Qais, setelah diadakan pembicaraan, Sabit bin Qais meminta tebusan yang mahal. Tetapi, Barrah waktu itu langsung menemui Rasulullah SAW untuk membicarakan masalah tebusan bagi dirinya. Kemudian Rasulullah SAW pada waktu itu menyetujui membebaskan Barrah dan menebusnya dari Sabit bin Qais dan terus menikahi Barrah dan Rasulullah SAW mengganti nama Barrah menjadi Juwairiyah. Tindakan Rasulullah SAW ini telah memberi banyak faedah kepada umat Islam ketika itu, di antaranya ialah ramai dikalangan Bani Mustaliq yang memeluk Islam dan terpadamnya dendam permusuhan di antara umat Islam dan Bani Mustaliq. Juwairah meninggal dunia pada tahun 56H.

Doa Malam Nisfu Sya’ban

 

Berikut adalah Pendapat yang dikemukakan oleh Habib Habib Munzir Al Musawwa tentang Amalan-amalan yang dilakukan di Malam Nisfu Syaban: Doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah, dan memang jelas riwayat dimalam itu adalah ditentukannya takdir-takdir ketentuan kita hingga 15 sya’ban yg akan datang, walaupun pendapat terkuat adalah malam lailatulqadar, demikian dijelaskan pd Tasfir Imam Attabari, tafsir Imam Ibn Katsir, Tafsir Imam Qurtubi dll. Maka doa di malam itu adalah amal yg mulia, namun mengenai membaca Yaasiin 3x itu adalah saran para ulama, jika hal itu dikatakan bid’ah maka hal itu adalah bid’ah hasanah, sebagaimana banyak bid’ah-bid’ah hasanah yg juga dilakukan oleh para sahabat ra, karena telah diperbolehkan oleh Rasul saw dg hadits beliau saw :

“Barangsiapa membuat kebiasaan baru berupa kebaikan maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa yg membuat kebiasaan buruk berupa kebaikan maka baginya dosanya dan dosan orang yg mengamalkannya” (Shahih Muslim hadits no.1017).

Mengenai doa di malam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut : Sabda Rasulullah saw :

“Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin” (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755) berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Menurut Imam Syafii rahimahullah :

“Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Yang paling pokok adalah berdoa, karena memang ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu sya’ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat yg lebih kuat adalah pada malam lailatul qadar, namun bukan berarti pendapat yg pertama ini batil, karena diakui oleh para Muhadditsin.

c&p

SUMBER : http://www.iluvislam.com

http://www.pustakasekolah.com/malam-nisfu-saban.html

http://bersamadakwah.net/khutbah-jumat-2015-keutamaan-bulan-syaban/

Ekspo Selangkah ke UiTM, 2014 (sekarang!) c&p

terperasan poster Ekspo Selangkah ke UiTM, 2014′ petang tadi sewaktu nebeng p’we ke kelas terakhirnya di sana; selepas jenguk jap ke majlis perkahwinan anak member di Intec.. tapi x p ke ekspo tu sebab full & rasa penat lak and surely ‘parking menapak!

😉 

sok, ada lagi (hari terakhir!) ekspo tu.. so, kalu korang nak p situ, better gerak awai le untuk elak parking jauh! btw, ni ada c&p tentatif program tu.. klik link untuk more info, yo!

Universiti Teknologi MARA (UiTM) akan menganjurkan Ekspo Selangkah ke UiTM secara serentak di 15 lokasi seluruh negara pada 22 dan 23 Mac ini.

Program ini bertujuan memberi pendedahan dan menyalurkan maklumat terkini mengenai program-program yang ditawarkan kepada orang ramai terutamanya calon-calon lepasan SPM, STPM dan Matrikulasi dalam membuat pilihan yang tepat dan sesuai berdasarkan keputusan yang diperolehi.

Ekspo Selangkah ke UiTM juga memberi ruang kepada bakal calon bagi mengetahui secara keseluruhan program pilihan mereka dengan lebih teliti kerana sepanjang ekspo berlangsung, pensyarah dan staf yang terlibat akan memberi penerangan tentang program-program pilihan calon.

Taklimat fakulti, khidmat nasihat, semakan syarat kelayakan, ujian minat kerjaya dan perkhidmatan kaunter daripada 25 fakulti di UiTM adalah antara kemudahan yang akan disediakan untuk para pengunjung mendapatkan maklumat lebih lanjut.

Kaunter khas program Mengubah Destini Anak Bangsa (MDAB) turut dibuka bagi membantu calon-calon miskin dan tidak berkemampuan tetapi layak untuk melanjutkan pengajian ke peringkat tinggi.

Sila bawa bersama:

  1. Salinan Sijil SPM/ STPM/ Diploma
  2. Salinan Semakan Syarat Kelayakan Program

JADUAL TAKLIMAT FAKULTI & LOKASI EKSPO BAGI KAMPUS NEGERI/CAWANGAN

http://www.uitm.edu.my/index.php/en/upcoming-event/688-ekspo-selangkah-ke-uitm-2014

sumber: 

http://www.uitm.edu.my/index.php/en/upcoming-event/688-ekspo-selangkah-ke-uitm-2014

 

IKHLAS dalam Beribadah kepada ALLAH

cropped-cropped-start-e13874311262461.jpg

Awal setiap amalan adalah niat; mutu kiraan ilmu, amalan dan penghayatan adalah IKHLAS! Di mataNya, mungkin terhapus ibadah selain niat ikhlas untukNya, rahmat Nya pula melebihi segala kerana ikhlas pendamping ihsan… justeru, mari kita berburu mencari identiti ikhlas dalam diri; apakah perisainya kita miliki?

Allahumma Ya Allah…

( tanpaMU, siapalah kami? )

mudah2an, perkongsian ini memanfaatkan…

aameen..

ghurrabaa..

masya Allah…

terpana aku,

mendengar khabar yang bukan bualan biasa

menerokai paksi cerita yang bikin syahdu jiwa & terkesima airmata yang bukan paksa ~

namun mesra!

ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA ‘AAFIHI WA’FU ‘ANHU WA AKRIM NUZULAHU WA WASSI’ MUDKHALAHU WAGHSILHU BILMAA`I WATS TSALJI WAL BARADI WA NAQQIHI MINAL KHATHAAYAA KAMAA NAQQAITATS TSAUBAL ABYADLA MINAD DANASI WA ABDILHU DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHI WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI WA ADKHILHUL JANNATA WA A’IDZHU MIN ‘ADZAABIL QABRI AU MIN ‘ADZAABIN NAAR

Ertinya :
Ya ALLAH, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran dan gantilah rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat serta gantilah keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam syurgaMu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau azab api neraka...

Alhamdulillah,

mesej yang jelas :

kita jangan terlalu selesa

bersedia untuk kemungkinan

yang x disenangi nafsu;

merentas derita untuk bahagia

mempersada raga untuk ummah

walau nanti,

nyawa adalah calang ganti

tetap bererti

kerana untuk Islam yang suci!

jom..

SubhanAllah..

bergema tasbih memuji kebesaran Ilahi ~

bersama para syuhada dirimu disemadikan,

tahniah buatmu, Ammar…

(berbahagialah di sana sebagai tetamu Jannah yang diredha.. aameen….)

berakhir sudah deritanya…

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu

waj’ali al-jannata maswahu.

semoga dia berbahagia…cukuplah dia menahan derita … kembalilah ke pangkuan Penciptanya!

saya hanyalah pemerhati sekali-sekala.. d musim politik lewat lalu.. simpatiku tertumpah pada Ustaz Azizan Razak, mantan MB Kedah yang pada jam 11:10 pagi tadi diwartakan telah kembali ke rahmatullah,,, innalillahi wainna ilaihi rajiiun.. 

saya simpati bukan kerana kekalahannya mempertahankan jawatan MB Kedah, tetapi simpati kerana sampai hati pengundi2 Kedah menolak undi buatnya..!! pernah dulu saya mendengar ceramah tentangnya yang bersederhana & berhemah berbelanja demi meningkatkan $$$$$ Kedah dan menjelaskan sebahagian besar hutang terdahulunya.. dalam pembentangan di Dewan Rakyat?? wallahu’alam.. ( kene review semula bab ni..  lupa figure!)

peristiwa di mana kakinya terpaksa dipotong & dikebumikan dahulu juga menyayat hati… dan saya nampak wajah beliau masih jugak tersenyum di balik duka deritanya.. innalillahi…

alangkah… 

pabila disoroti kisah pemergian Almarhum Ustaz Azizan Razak ini, saya rasa lega kerana Allah menjemputnya kembali.. lega kerana lenyaplah derita zahir & batinnya…

semoga Allah ridha, ampun, lindung, rahmat, belas dan kasihinya sebagai penolong agamaNya! aameen..  x tergamak melihat keringat perjuangannya dipersenda sedang jasadnya uzur merana !

 details lanjut berkenaan kehilangan tokoh Islam kita, Ustaz Azizan boleh baca di sini!

POKOK SENA:Jenazah mantan Menteri Besar Kedah, Tan Sri Ustaz Azizan Razak selamat dikebumikan di Muassasah Darul Ulum, dekat sini pada jam 5.50 petang tadi dengan disaksikan para pemimpin dan ribuan rakyat negeri ini.  Talkin dibacakan Ketua Urusan Ulamak PAS Jerlun, Ustaz Mat Rejab Mat Akhir.

Antara yang hadir memberikan penghormatan terakhir ialah Timbalan Mursyidul Am PAS, Dr Haron Din; mantan Perdana Menteri, Tun Mahathir Mohamad; Menteri Besar Kedah, Datuk Mukhriz Mahathir; Ahli Majlis Mesyuarat Kerajaan Negeri Selangor, Iskandar Abdul Samad dan Ustaz Salehen Mukhyi; Pengarah Urusan Harakah, Datuk Kamaruddin Jafar; Ahli Jawatankuasa PAS Pusat, Dr Mohd Hatta Ramli dan mantan Menteri Besar, Tan Sri Mahdzir Khalid.

Solat jenazah dilaksanakan di Markaz PAS Pokok Sena, Jalan Langgar jam 4.15 petang dengan diimamkan anak lelaki Allahyarham, Izzatul Islam Azizan manakala doa dibacakan ulama tempatan, Tuan Guru Haji Salleh Musa.

Yang di-Pertuan Agong, Sultan Abdul Halim Mu’adzam Shah turut berangkat menziarahi jenazah Allahyarham .

kenali Ustaz Azizan sepintas lalu , klik di sini,,,

tektik & Strategi musuh menghancurkan Islam, sedarkah anda?

Islam datang dalam keadaan dagang,

dan kembali dalam keadaan dagang jua!

ghurrabaa..

 

Waspada kita akan rancangan jahat musuh,

 

tektik & strategi mereka untuk menghancurkan  Islam & 

menjahanamkan umat Islam secara halus.. (c&p).

 

Bagaimanakah kita memandang hal ini –

apakah dengan kerlingan di hujung mata sahaja?

 

AYUH, saudara2ku,

 

SEDARLAH ..,

 

BANGKIT & LURUSKAN BARISAN !

 

KLIK LINK PILIHAN, k?

 

http://www.arrahmah.com/read/2012/07/15/21646-beginilah-mereka-menghancurkan-kita-lalu-bagaimana-sikap-kita.html

 

http://www.youtube.com/watch?v=YYURW49wzUs

 

come 0n, men!