MAAF ZAHIR BATIN, ye awak!

assalaam wbt.

Maafkan saya, ye kengkawan..

di atas segala ketelanjuran bahasa & budibicara juga tingkahlaku yang mungkin telah, sedang & akan mengguris rasa selama persahabatan kita.. samada sengaja atau sebaliknya..

saya hanyalah insan kerdil & dhaif yang selalu lalai berbuat dosa terlebih kepada Sang Maha Pencipta..

di hari baik, bulan baik terutamanya di hari Malam Nisfu Sya’aban ini, saya merayu kalian sudi memaafkan dosa2 saya terhadap kalian..

esok-lusa bukan di tangan kita, semoga dikasihaniNya kita yang sering alpha ini untuk mensuci diri menujuNya…

aameen…

p/s agar kita diizini menghayati Ramadhan Kareem semolek2nya!

๐Ÿ™‚

aameen..

wassalaam wbt.

b613f-malam-nisfu-syaaban

klik tau,

https://p2sttj.wordpress.com/2015/05/31/malam-nisfu-syaaban-malam-ini-ye/ย 

doa ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย copy-ramadhan-kareem4.jpg

JOM, it’s Sya’aban !

JOM, it’s Sya’aban again…

ros

ceriakan Sya’aban dengan perbaiki amalan & perbanyakkan kesyukuran!

tingkatkan istighfar ~ pemutih kehidupan!!

hati apakah kau mengerti

it’s still available…

4a2fc-tumblr_mbik05wgj31qfwp61o1_500

Don’t miss it, my dear!

..

sayyidul_istighfar

Bulan Sya’aban yang sering dilalaikan pengisiannya?

betulkah demikian, Bulan Syaaban yang sering dilalaikan pengisiannya?

naudzubillahi…

JOM HAYATI KHUTBAH JUMAAT mengenaiย Sya’aban~ semoga bermanfaat jua!

sepatutnya, Syaaban adalah pemangkin Rejab kita; anjakan rindu ke Ramdhan!

Wah, sudah masuk hari ke 2ย @ 3ย Sya’aban 1436h hari ini, dan marilah kitaย menceriakan hidup dengan keberkatan bulan Syaโ€™ban! indahnya Islam!

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili ra, berkata: Rasulullah saw. bersabda,

โ€œApabila masuk bulan Syaโ€™ban , (cerialah) dan sukacitalah dirimu dan perbaiki niatmu.โ€

Khutbah Jumaat 2015: Keutamaan Bulan Syaโ€™ban

KHUTBAH PERTAMA

ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ุขูŠูŽุงุชู ุจูŽูŠู‘ูู†ูŽุงุชู ู„ููŠูุฎู’ุฑูุฌูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ุจูู‡ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ููˆู’ุฑู ุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุฃูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูู‡ู ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ู‘ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุตูŽุญู’ุจูู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุฃูŽูŠู€ู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูุŒ ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ู‘ูŽ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ู‘ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูู…ู’ ู…ูุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู

Maโ€™asyiral muslimin hafidhakumullah, Kini kita telah memasuki bulan Syaโ€™ban. Bulan yang terletak di antara Rajab dan Ramadhan ini seringkali dilalaikan oleh banyak orang sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu โ€˜alaihi wasallam:

ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œ(Syaโ€™ban) ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu (terletak) antara bulan Rajab dan Ramadhanโ€

(HR. An-Nasaโ€™I; hasan)

Kelalaian manusia atas bulan Syaโ€™ban bisa diketahui dari keterkejutan mereka ketika Ramadhan telah tiba. โ€œLho, kok sudah Ramadhanโ€, โ€œTiba-tiba sudah Ramadhan yaโ€ dan komentar-komentar sejenisnya menggambarkan betapa Syaโ€™ban telah dilalaikan. Ada pula yang sebenarnya tahu bahwa Syaโ€™ban telah tiba. Ramadhan telah menjelang. Tetapi mereka justru meningkatkan kemaksiatan. โ€œSemampang belum Ramadhan,โ€ alasannya. Jamaah Shalat Jumโ€™at yang dirahmati Allah,

Banyak orang yang melalaikan bulan Syaโ€™ban. Padahal bulan ini adalah bulan yang istimewa. Di bulan Syaโ€™ban inilah amal manusia diangkat kepada Allah Subhanahu wa Taโ€™ala. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda dalam kelanjutan hadits di atas:

ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

โ€œDi bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alamโ€

(HR. An-Nasaโ€™I; hasan)

Inilah keutamaโ€™an pertama bulan Syaโ€™ban. Bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Azza wa Jalla. Keutamaan kedua dari bulan Syaโ€™ban ada pada pertengahannya, yakni Nisfu Syaโ€™ban.

Rasulullah shallalahu โ€˜alaihi wasallam bersabda tentang keutamaan nishfu Syaโ€™ban :

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽูŠูŽุทู‘ูŽู„ูุนู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูุตู’ูู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽุŒ ููŽูŠูŽุบู’ููุฑู ู„ูุฌูŽู…ููŠุนู ุฎูŽู„ู’ู‚ูู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ู„ูู…ูุดู’ุฑููƒู ุฃูŽูˆู’ ู…ูุดูŽุงุญูู†ู

โ€œSesungguhnya Allah memeriksa pada setiap malam nishfu Syaโ€™ban. Lalu Dia mengampuni seluruh makhluk-Nya, kecuali yang berbuat syirik atau yang bertengkar dengan saudaranyaโ€

(HR. Ibnu Majah; syaโ€™ban)

Itulah dua keutamaan bulan Syaโ€™ban berdasarkan hadits shahih.

Dan cukuplah kita dengan hadits shahih meskipun di masyarakat berkembang banyak keutamaan bulan Syaโ€™ban namun didasari oleh hadits dhaif bahkan maudhuโ€™. Misalnya:

ุฑุฌุจ ุดู‡ุฑ ุงู„ู„ู‡ ูˆุดุนุจุงู† ุดู‡ุฑูŠ ูˆุฑู…ุถุงู† ุดู‡ุฑ ุฃู…ุชูŠ

โ€œRajab adalah bulan Allah, Syaโ€™ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatkuโ€

(HR. Dailami)

Hadits ini derajatnya dhaโ€™if. Demikian pula hadits-hadits sejenis yang menyebut bahwa bulan Rajab adalah bulan Allah, Syaโ€™ban adalah bulan Rasulullah dan Ramadhan bulan umat Islam. Maโ€™asyiral muslimin hafidhakumullah, Lalu amal apa yang dicontohkan Rasulullah di bulan Syaโ€™ban? Di antara amal yang pertama, yang dicontohkan oleh Rasulullah di bulan Syaโ€™ban adalah memperbanyak puasa sunnah.

ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุฑูŽูƒูŽ ุชูŽุตููˆู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ู…ูู†ู’ ุงู„ุดู‘ูู‡ููˆุฑู ู…ูŽุง ุชูŽุตููˆู…ู ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ูŠูŽุบู’ููู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุฌูŽุจู ูˆูŽุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุดูŽู‡ู’ุฑูŒ ุชูุฑู’ููŽุนู ูููŠู‡ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู†ูŽ ููŽุฃูุญูุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูุฑู’ููŽุนูŽ ุนูŽู…ูŽู„ููŠ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุตูŽุงุฆูู…ูŒ

Aku (Usamah bin Zaid) berkata kepada Rasulullah, โ€œWahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di satu bulan melebihi puasamu di bulan Syaโ€™ban.โ€ Rasulullah menjawab, โ€œIni adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan. Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu aku ingin saat amalku diangkat kepada Allah, aku sedang berpuasa.โ€ (HR. An-Nasaโ€™I; hasan) Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu โ€˜anha juga meriwayatkan kebiasaan hadits yang menunjukkan amal di bulan Syaโ€™ban ini.

ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู โ€“ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… โ€“ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽู‡ู’ุฑู‹ุง ุฃูŽูƒู’ุซูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽู‡ู

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan yang lebih banyak daripada bulan Syaโ€™ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Syaโ€™ban. (HR. Al Bukhari) Ketika menjelaskan hadits ini dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqalani menerangkan bahwa kalimat โ€œberpuasa sebulan penuhโ€ adalah ungkapan majaz. Dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang boleh mengatakan โ€œberpuasa sebulan penuhโ€ padahal yang dimaksud adalah โ€œberpuasa pada sebagian besar hari di bulan ituโ€. Dari keterangan tersebut, kita menjadi tahu bahwa berpuasa sunnah di bulan Syaโ€™ban menjadi begitu istimewa karena pada bulan ini amal diangkat, bulan ini dilalaikan oleh banyak manusia, dan sekaligus puasa Syaโ€™ban merupakan persiapan puasa Ramadhan. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhyidin Mistu, Mushthafa Al-Bugha, dan ulama lainnya dalam Nuzhatul Muttaqin. Ulama yang lain menjelaskan bahwa memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaโ€™ban itu maksudnya adalah puasa-puasa sunnah. Yakni puasa Senin Kamis, puasa ayyamul bidh, puasa Dawud dan puasa yang disunnahkan lainnya. Adapun mengkhususkan berpuasa pada satu atau dua hari terakhir Syaโ€™ban hukumnya makruh. Kecuali puasa yang memang wajib akibat nadzar, qadhaโ€™ atau kafarat. Atau puasa sunnah yang biasa dilakukan baik Senin Kamis maupun puasa Dawud. Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:

ู„ุงูŽ ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุจูุตูŽูˆู’ู…ู ูŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู ุŒ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ุฑูŽุฌูู„ูŒ ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุตููˆู…ู ุตูŽูˆู’ู…ูŽู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุตูู…ู’

โ€œJanganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasaโ€ (HR. Al Bukhari) Jamaah Jumโ€™at yang dirahmati Allah, Amal kedua pada bulan Syaโ€™ban ialah melunasi hutang-hutang puasa, khususnya bagi muslimah yang masih belum selesai mengqadhaโ€™ puasa Ramadhan. Aisyah mengatakan:

ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽูƒููˆู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽูˆู’ู…ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุŒ ููŽู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ุชูŽุทููŠุนู ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุถูู‰ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ููู‰ ุดูŽุนู’ุจูŽุงู†ูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุญู’ูŠูŽู‰ ุงู„ุดู‘ูุบู’ู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุฃูŽูˆู’ ุจูุงู„ู†ู‘ูŽุจูู‰ู‘ู ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…

Aku punya hutang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Syaโ€™ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu โ€˜alaihi wasallam. (HR. Al Bukhari) Maโ€™asyiral muslimin hafidhakumullah, Amal ketiga pada bulan Syaโ€™ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum. Baik menggiatkan shalat rawatib, shalat malam, tilawah Al-Qurโ€™an, sedekah, amal sosial dan lain-lain. Karena bulan Syaโ€™ban merupakan bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini.

KHUTBAH KEDUA

ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุตูŽู„ูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ููƒูŽ ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู ุตูŽุงุญูุจูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุฌู’ู‡ู ุงู’ู„ุฃูŽู†ู’ูˆูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุจููŠู’ู†ู ุงู’ู„ุฃูŽุฒู’ู‡ูŽุฑูุŒ ูˆูŽุงุฑู’ุถูŽ ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนูŽุฉู ุงู„ู’ุฎูู„ูŽููŽุงุกู ุงู„ุฑู‘ูŽุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ุฃูŽุฆูู…ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽู‡ู’ุฏููŠูู‘ูŠู’ู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู’ู†ูŽ ู‚ูŽุถูŽูˆู’ุง ุจูŽุงู„ู’ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุจูู‡ู ูƒูŽุงู†ููˆู’ุง ูŠูŽุนู’ุฏูู„ููˆู’ู†ูŽ ุฃูŽุจูู‰ ุจูŽูƒู’ุฑู ูˆูŽุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽุนูุซู’ู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูู‰ ูˆูŽุนูŽู†ู ุงู„ุตู‘ูŽุญูŽุงุจูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽุงุจูุนููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏูู‘ูŠู’ู†ูุŒ ูˆูŽุนูู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุนูŽูู’ูˆููƒูŽ ูˆูŽูƒูŽุฑูŽู…ููƒูŽ ูˆูŽุฅูุญู’ุณูŽุงู†ููƒูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุญูู…ููŠู’ู†ูŽ

ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูุฒู‘ูŽุงู’ู„ุฅูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดูู‘ุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู„ู’ู…ููˆูŽุญูู‘ุฏููŠู’ู†ูŽุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู„ู’ุบูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู„ู’ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ุจูŽุง ูˆูŽุงู„ุฒูู‘ู†ูŽุง ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽุงู„ู’ููุชูŽู†ู ู…ูŽุงุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ู‡ูŽุฐูŽุง ุฎูŽุงุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุณูŽุงุฆูุฑู ุจูู„ุงูŽุฏู ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนูŽุงู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุงุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขุชูู†ูŽุง ููู‰ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆู‘ูŽููู‰ ุงู’ู„ุงุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆู‘ูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูุŒ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู’ู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู’ู†ูŽุŒ ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ูุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑู ุจูู„ู’ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชูŽุงุกู ุฐูู‰ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุจูŽู‰ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ููŽุญู’ุดูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุบู’ูŠู ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽูˆู’ูููˆู’ุง ุจูุนูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุนูŽุงู‡ูŽุฏู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู†ู’ู‚ูุถููˆุงุงู’ู„ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽูˆู’ูƒููŠู’ุฏูู‡ูŽุง ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ุฌูŽุนูŽู„ู’ุชูู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽูููŠู’ู„ุงู‹ุŒ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุงุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆู’ู†ูŽ ููŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆู’ุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุณู’ูƒูุฑููˆู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑูุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ุชูŽุตู’ู†ูŽุนููˆู’ู†ูŽ

The post Khutbah Jumat 2015: Keutamaan Bulan Syaโ€™ban appeared first on Bersama Dakwah.

Peristiwa-peristiwa penting di Bulan Syaabanโ€ฆ

1. Malam Nisfu Syaaban (15 Sya’aban)

(HR. Abu Hurairah): Kebesaran hari ini diterangkan oleh Rasulullah saw.

โ€ Malaikat Jibril mendatangiku pada malam Nishfu (15) Syaโ€™ban, seraya berkata, โ€ Hai Muhammad, malam ini pintu-pintu langit dibuka. Bangunlah dan Shalatlah, angkat kepalamu dan tadahkan dua tanganmu ke langit .โ€

Rasulullah saw bertanya,

โ€ Malam apa ini Jibril ?โ€

Jibril menjawab.

โ€ Malam ini dibukakan 300 pintu rahmat. Tuhan mengampuni kesalahan orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, kecuali tukang sihir, tukang nujum, orang bermusuhan, orang yg terus menerus minum khamar (arak atau minuman keras), terus menerus berzina, memakan riba, durhaka kepada ibu bapak, orang yang suka mengadu domba dan orang yang memutuskan silaturahim. Tuhan tidak mengampuni mereka sampai mereka taubat dan meninggalkan kejahatan mereka itu .โ€

Rasulullah pun keluar rumah, lantas mengerjakan shalat (sendirian) dan menangis dalam sujudnya, seraya berdoa :

โ€ Ya Allah, aku berlindung kepada-Muย dari azab dan siksa-Mu serta kemurkaan-Muย Tiada kubatasi pujian-pujian kepada-Muย sebagaimana Engkau memuji diri-Muย Maka bagi-Mu lah segala pujian-pujian ituย Hingga Engkau rela .โ€ (HR Abu Hurairah)

Oleh karena itu sahabatku, malam tersebut sangatlah baik untuk beribadah dan memohon ampunan (bertaubat) atas segala hal buruk yang kita lakukan, dan semoga Allah swt menerima segala amal ibadah dan mengampuni dosa-dosa dan kesalahan kita. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al-Asyโ€™ari RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

โ€œ โ€œSesungguhnya Allah pada malam Nishfu Syaโ€™ban mengawasi seluruh mahluk-Nya dan mengampuni semuanya kecuali orang musyrik atau orang yang bermusuhan.โ€ย (HR Ibnu Majah)

2. Penukaran Arah Kiblat

Pada awal diwajibkan perintah solat kepada umat Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat berkiblatkan Baitul Muqaddis. Ini telah menjadi satu kontroversi pada waktu itu. Umat Yahudi telah mendakwa bahawa agama mereka adalah benar dan diredhai oleh Allah SWT kerana umat Islam telah meniru arah ibadat mereka iaitu menghadap Baitul Muqaddis. Umat Islam telah ditohmah dengan berbagai-bagai tohmahan dan ujian. Para Sahabat RA telah mengadu kepada Rasulullah SAW dan Rasulullah SAW menyuruh mereka agar terus bersabar dengan ujian itu sehinggalah ada perintah baru dari Allah SWT. Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Mendengar tentang apa yang berlaku pada ketika itu. Allah SWT telah mewahyukan agar Rasulullah SAW mengadap ke Baitullah Kaabah. Sebahagian ulama sirah meriwayatkan bahawa Rasulullah SAW menerima wahyu perintah mengadap Baitullah pada 15 Syaaban semasa beliau mengimamkan solat. Sebahagian ulamak mengatakan pada solat Asar, ada yang mengatakan Maghrib dan ada yang meriwayatkan pada solat Isyaโ€™. Rasulullah SAW sebagai imam terus mengadap ke Baitullah dan diikuti oleh para sahabat sebagai makmum

3. Peperangan Bani Mustaliq (Muraisiโ€™)

Bani Mustaliq ialah salah satu puak dari kaum Yahudi. Mereka telah merancang untuk membunuh Rasulullah SAW dan berita ini disampaikan kepada Rasulullah SAW oleh seorang sahabat dari puak badwi. Peperangan ini adalah turutan dari peperangan bani Quraizah, kaum yahudi yang telah dihalau oleh Rasulullah SAW keluar dari Madinah. Peristiwa ini terjadi pada bulan Syaaban, 5H. Pasukan kaum muslimin dapat melumpuhkan pasukan Bani Mustaliq. Sebagian pasukan Bani Mustaliq ada yang ditawan, termasuklah salah seorang puteri pemuka Bani Mustaliq yaitu Barrah, yang nama lengkapnya adalah Barrah binti al-Harris bin Dirar bin Habib bin Aiz bin Malik bin Juzaimah Ibnu al-Mustaliq. Al-Harris bin Dirar, ayah Barrah adalah pemimpin Bani Mustaliq. Barrah telah menjadi tawanan perang milik Sabit bin Qais. Disebabkan Barrah ini seorang perempuan yang cerdik, ia meminta untuk dibebaskan dari Sabit bin Qais, setelah diadakan pembicaraan, Sabit bin Qais meminta tebusan yang mahal. Tetapi, Barrah waktu itu langsung menemui Rasulullah SAW untuk membicarakan masalah tebusan bagi dirinya. Kemudian Rasulullah SAW pada waktu itu menyetujui membebaskan Barrah dan menebusnya dari Sabit bin Qais dan terus menikahi Barrah dan Rasulullah SAW mengganti nama Barrah menjadi Juwairiyah. Tindakan Rasulullah SAW ini telah memberi banyak faedah kepada umat Islam ketika itu, di antaranya ialah ramai dikalangan Bani Mustaliq yang memeluk Islam dan terpadamnya dendam permusuhan di antara umat Islam dan Bani Mustaliq. Juwairah meninggal dunia pada tahun 56H.

Doa Malam Nisfu Syaโ€™ban

ย 

Berikut adalah Pendapat yang dikemukakan oleh Habib Habib Munzir Al Musawwa tentang Amalan-amalan yang dilakukan di Malam Nisfu Syaban: Doaย dimalam nisfu syaโ€™ban adalah sunnah, dan memang jelas riwayat dimalam itu adalah ditentukannya takdir-takdir ketentuan kita hingga 15 syaโ€™ban yg akan datang, walaupun pendapat terkuat adalah malam lailatulqadar, demikian dijelaskan pd Tasfir Imam Attabari, tafsir Imam Ibn Katsir, Tafsir Imam Qurtubi dll. Makaย doaย di malam itu adalah amal yg mulia, namun mengenai membaca Yaasiin 3x itu adalah saran para ulama, jika hal itu dikatakan bidโ€™ah maka hal itu adalah bidโ€™ah hasanah, sebagaimana banyak bidโ€™ah-bidโ€™ah hasanah yg juga dilakukan oleh para sahabat ra, karena telah diperbolehkan oleh Rasul saw dg hadits beliau saw :

โ€œBarangsiapa membuat kebiasaan baru berupa kebaikan maka baginya pahalanya dan pahala orang yg mengikutinya, dan barangsiapa yg membuat kebiasaan buruk berupa kebaikan maka baginya dosanya dan dosan orang yg mengamalkannyaโ€ (Shahihย Muslimย hadits no.1017).

Mengenaiย doaย di malam nisfu syaโ€™ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut : Sabda Rasulullah saw :

โ€œAllah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu syaโ€™ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama musliminโ€ (Shahih Ibn Hibban hadits no.5755) berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqiโ€™, beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : โ€œSungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu syaโ€™ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan dombaโ€ (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)

Menurut Imam Syafii rahimahullah :

โ€œDoa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu syaโ€™banโ€ (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Yang paling pokok adalah berdoa, karena memang ada pendapat para Mufassirin bahwa malam nisfu syaโ€™ban adalah malam ditentukannya banyak takdir kita, walaupun pendapat yg lebih kuat adalah pada malam lailatul qadar, namun bukan berarti pendapat yg pertama ini batil, karena diakui oleh para Muhadditsin.

c&p

SUMBER : http://www.iluvislam.com

http://www.pustakasekolah.com/malam-nisfu-saban.html

http://bersamadakwah.net/khutbah-jumat-2015-keutamaan-bulan-syaban/

Saranan2 amalan di bulan Rejab, jom semak!

1 REJAB, 1436h

hari ini ye? huhu..

Alhamdulillah… kita diiziniNya berada di bulan haram yang disucikan ini lagi..

mudah2an kita lebih bersemangat menambah ilmu di bulan2 barakah ini agar semakin bermakna amalan2 baik yang telah dimulai atau terus membaiki amalan2 lalu berpandukan ilmu yang benar! insyaAllah..

#keutamaanmenuntutilmu#

aameen..

SALAM BARAKAH RAJAB ye!

โค

copy-ramadhan-kareem4.jpg

doa pendinding diri, keluarga, hartabenda

DOA ABU DARDA’ :

ย 

โ€œYa Allah,

ย Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan bagiku kecuali hanya Engkau.

Pada-Mu aku bertawakkal, dan Engkau Tuhan ‘arasy yang Agung.

Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti pula tidak akan terjadi.

Tiadalah daya upaya dan tiada pula kekuatan kecuali hanya dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Aku yakin, bahawasanya Allah berkuasa atas segala sesuatu dan bahawasanya Allah meliputi segala sesuatu dengan ilmuNya.

ย 

Ya Allah,

sesungguhnya aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan diriku dan dari kejahatan segala makhluk yang melata, Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya.

ย 

Sesungguhnya Tuhanku sentiasa berada di jalan yang lurus.โ€

ย aameen…

ย molek doa ini diamalkan dibaca sekurang2nya sekali pagi, sekali petang /sebelum tidur dan juga sebelum memulai perjalananย  ~ bersama ayat kursi & doa penggerak!

ย 

DOA PENGGERAK:

ย 

nsyaAllah, semoga perjalanan kita diberkati/ dilindungi / dirahmatiNya… aameeen…

ย 

ย KISAH BERKAITAN DOA ABU DARDA’ INI :

Menurut riwayat Ibnu Sunny, seorang lelaki datang kepada Abu Dardaโ€™ lalu berkata:

ย “Wahai Abu Dardaโ€™, saya lihat rumah engkau telah terbakar!โ€

ย Abu Darda’ menjawab: “Bukan rumahku, kerana aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa membaca doa ini (doa di atas) pada waktu pagi, terhindar dia dari bencana yang mungkin menimpa dirinya, ahli keluarganya dan hartanya.

Sekiranya doa ini dibaca pula di waktu petang hari, maka terpeliharalah dari bencana yang mungkin menimpa dirinya, ahli keluarganya dan hartanya di malam hari.ย Aku telah membaca doa itu pada waktu pagi hari ini.”

Lalu Abu Dardaโ€™ mengajak sahabatnya ke rumahnya untuk menyaksikan peristiwa kebakaran itu.

Maka ternyatalah bahawa rumah-rumah di sekitar rumah Abu Dardaโ€™ sudah habis terbakar semuanya, sedangkan rumah Abu Dardaโ€™ masih kekal terpelihara.

ย 

sepertiga malam…

lewat di sepertiga malam,

bangkitlah…

bersiaplah…

manfaatkanlah…

selagi ruang n peluang masih ada

denyut nadi masih berdetik

nafas belum terhenti..!!

latihi diri,

sujud pada illahi

syukur pada sang pemberi

mohon maghfirah bersungguh di hati

di sunyi dinihari…

ayuh2lah diri…

kita sedari & rebuti…

ameeen……

‘permudahkanlah niat visi kami!! irhamna ya rabb……’