Solat Tasbih & keutamaannya..

real connection

Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!

Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..

tasbih tangan jer..

Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)

Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:

Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!

irhamna

Niat Shalat Tasbih:

Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Niat untuk solat tasbih dengan 1x salam (4 rakaat)@ siang hari pula:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.

Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,

Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,

Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,

Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,

Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,

Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,

Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri  untuk rakaat yang kedua).

https://youtu.be/6t5c8PSamy8

Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)

Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.

Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.

Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: أَنََّ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلََّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ !! أَلاَ أُعْطِيْكَ؟ أَلاَ أُمْنِحُكَ؟ أَلاَ أُحِبُّكَ؟ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشَرَ خِصَالٍ, إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبِكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ, قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ, خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ, صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ, سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ. عَشَرَ خِصَالٍ, أَنْ تُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ, وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاََّّ اللهِ وَالله ُأَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً, ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ, إِذَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً, فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ .فَفِي عُمْرِكَ مَرَّةً

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.

Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”

 (HR. Abu Daud no. 1297)

Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:

كَبِّرِى اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِى اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِى مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِى رَافِعٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- غَيْرُ حَدِيثٍ فِى صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَىْءٍ. وَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ. حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِى يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا. ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِى كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ. قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِى الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَفِى السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ. قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِى رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِى سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِىَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ.

Artinya:

“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.

 (HR. Tirmidzi no. 481)

Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.

4997f-32265_396093339354_291202364354_4322573_5647008_n

Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:

  • Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  • Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
  • Al-Âjurry.
  • Ibnu Mandah.
  • Al-Baihaqy.
  • Ibnu As-Sakan.
  • Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  • Abu Musa Al-Madiny.
  • Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  • Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  • Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  • Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
  • An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
  • Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  • Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  • Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  • Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  • As-Subki.
  • Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  • Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  • Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh.
  • As-Suyûthy.
  • Al-Laknawy.
  • As-Sindy.
  • Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain

Do’a Setelah Shalat Tasbih:

  • اللّهُمَّاِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِاْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِوَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَاَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ .

  • اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْمَعَاصِيْكَحَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّىاُنَاصِحَكَ فِىالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَالنَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَعَلَيْكَ فِى اْلأُمُوْرِكُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَااَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَاوَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّّاحِمِيْن.

doa

 

Bid’ah yang sering ditemukan dalam Shalat Tasbih:

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:

  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

– Wallâhu A’lam bi ash-Shawâb

#copied &edited & pasted from:

http://afifulikhwan.blogspot.my/2012/11/tata-cara-shalat-tasbih-lengkap-dan.html

 

Advertisements

permudahkanlah, Ya Ilahi..

in syaa Allah, mudah2an dengan terbenamnya mentari hari ini (16 Syawal, 1437h) – memasuki waktu Maghrib di Malaysia, dapat mencukupkan posa qada’ Ramadhanku di tahun ini sebanyak 15 hari… aameen…

inilah ekspedisi pertamaku mengganti posa secara direct sejak Syawal ke-2!(dengan izinNya!)

images

Alhamdulillah…

tentulah tenang dan merasa layak sedikit untuk merayakan lebaran di tahun ini kerana posa dah cukup sebulan..aameen.. agar diterimaNya amalan kerdil ini yang tersangat celanya, Ya Ghafur.. Ya Rauf..

walau agak terlewat, pastinya akan terbit kepuasan dan kesyukuran kerana diberiNya kekuatan menjalaninya di lebaran ini.. hutang terbayar, mestilah lega kan?

aameen…

Ilahi, irhamni…

permudahkanlah… Ya Wadood!

images

rumi1

Salam Eidul Fitri 1437h!

eid_mubarak3.jpg

assalaam wbt.

MAAF ZAHIR BATIN, YE!!

Saya mengambil peluang ini memohon kemaafan dari kalian atas segala ketelanjuran bicara dan sikap sepanjang perkenalan di sini..

eid_mubarak 1433h

Harap sudi juga dihalalkan segala bentuk perkongsian ilmu yang disentap tanpa rela.. uhh2x.. sekadar niat pengamatan diri untuk semua..

SALAM EID MUBARAK, 1433H

MAAF ZAHIR BATIN, k!

EID MUBARAK!

EID MUBARAK!

Eid-Mubarak-Greeting-Cards

wassalaam wbt.

#1Syawal,1437h=6Julai,2016(Khamis)

 

Solat Tasbih & keutamaannya..

real connection

Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!

Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..

tasbih tangan jer..

Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)

Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:

Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!

irhamna

Niat Shalat Tasbih:

Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Niat untuk solat tasbih dengan 1x salam (4 rakaat)@ siang hari pula:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,
Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri  untuk rakaat yang kedua).

https://youtu.be/6t5c8PSamy8

Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)

Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.

Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.

Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: أَنََّ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلََّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ !! أَلاَ أُعْطِيْكَ؟ أَلاَ أُمْنِحُكَ؟ أَلاَ أُحِبُّكَ؟ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشَرَ خِصَالٍ, إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبِكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ, قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ, خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ, صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ, سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ. عَشَرَ خِصَالٍ, أَنْ تُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ, وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاََّّ اللهِ وَالله ُأَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً, ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ, إِذَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً, فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ .فَفِي عُمْرِكَ مَرَّةً

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.
Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”

 (HR. Abu Daud no. 1297)

Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:

كَبِّرِى اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِى اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِى مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِى رَافِعٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- غَيْرُ حَدِيثٍ فِى صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَىْءٍ. وَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ. حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِى يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا. ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِى كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ. قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِى الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَفِى السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ. قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِى رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِى سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِىَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ.

Artinya:
“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.

 (HR. Tirmidzi no. 481)

Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.

4997f-32265_396093339354_291202364354_4322573_5647008_n

Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:

  • Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  • Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
  • Al-Âjurry.
  • Ibnu Mandah.
  • Al-Baihaqy.
  • Ibnu As-Sakan.
  • Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  • Abu Musa Al-Madiny.
  • Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  • Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  • Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  • Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
  • An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
  • Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  • Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  • Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  • Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  • As-Subki.
  • Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  • Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  • Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh.
  • As-Suyûthy.
  • Al-Laknawy.
  • As-Sindy.
  • Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain

Do’a Setelah Shalat Tasbih:

  • اللّهُمَّاِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِاْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِوَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَاَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ .

  • اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْمَعَاصِيْكَحَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّىاُنَاصِحَكَ فِىالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَالنَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَعَلَيْكَ فِى اْلأُمُوْرِكُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَااَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَاوَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّّاحِمِيْن.

doa

 

Bid’ah yang sering ditemukan dalam Shalat Tasbih:

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:

  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

– Wallâhu A’lam bi ash-Shawâb

#copied &edited & pasted from:

http://afifulikhwan.blogspot.my/2012/11/tata-cara-shalat-tasbih-lengkap-dan.html

 

2016 my Ramadhan’s remarks

huhu..

bukan apa, sekadar mencatat kenangan, mencoret peristiwa supaya esok tidak lupa ~ bisa dikenang lelama… memori posa di musim ini (yang separuh telah terhutang kini!)..  begitulah, kesayangan … ;D special cuti kurniaan Ilahi.. jangan jealous, k!

MasyaAllah laquwwata illa billah! Rencana Allah Baik, Dia mengetahui yang terbaik buat hamba kerdil ini.. Apa sahaja yang ditakdirkan adalah mengikut kehendakNya yang Maha Bijaksana lagi Amat Pengasih dan Sungguh Pengasihani..

Kita merancang, Dia merencanakan, dan ditakdirkan apa yang telah ditetapkanNya ke atas kita, hamba yang serba dhoif ini mengikut daya keupayaan kita dan tidak dikurangkan sedikitpun… begitu berhalus dan Maha Lembut Allah itu! SubhanAllah..

Dalam kita cuba ingin mengutip apa yang tercicir dalam sendu, Allah Tahu walau kita sembunyikan malu-malu… Dia beri kita kekuatan dan keyakinan, jangan ragu!

Sesungguhnya, sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Sesungguhnya, sesudah kepayahan itu pasti ada kesenangan!

Janji Allah itu Benar, cuma kita yang kerap celopor, jahat sangka, tidak tahan diuji dengan musibah yang bukan mahu kita; (ditakdirkan kita menjalaninya) untuk latihan mensucikan diri dan jiwa agar dekat padaNya.. sedarlah diriku yang alpha..

Astaghfirullah al Adziim.. manusia memang tidak sunyi dari berbuat noda dan dosa, baru sebentar terbuka hijab menginsafi diri, kemudian sekelip mata itu juga diburui nafsu mazmumah yang tercela… naudzubillahi min dzaliik.. perjuangan yang tidakkan selesai selagi hayat dikandung badan, berdenyut nadi di maya ini..

Dosa pahala beriringan dicatatkan bersama pantasnya gerakan syaitan menghasuti, dan pujukan malaikat menghalangi! Aduhai jiwa, gunalah pertimbangan akal yang waras kerana kita adalah musafir kelana di tanah gersang, bekalan kita di mana: cukupkah untuk rempuhan hangat yang panjang?

Semuanya milik Allah, kita tidak memiliki tapi dimiliki.. apa yang kepunyaan (kononnya) kita hanyalah pinjaman, bakal ditanya seluruh soalan! Pancaindera, ke mana telah dihalakan, kelebihan ke mana dicampakkan, Allahu… banyaknya soalan kubur yang bocor diketahui jawapannya tapi di dunia ini masih belum diamalkan..

Kecutnya hati, andai esok bukan lagi hariku di sini, bagaimana khabar anda nanti.. apakah kembali atau terus menyepi.. ?? Sungguh aku gusar, melihat kalian dari sini, melarikan atau membenci ? Ya Tuhan, berilah jalan, tunjuki kami… jangan Engkau sisihkan kami kerana beban dosa2 bertimbun kami  – usahlah lupakan kami yang hina ini tatkala Engkau makbulkan doa hamba-hambaMu yang soleh menadah tangan memohon keampunan dan keridhaanMu di Ramadhan Mubarak ini..

Andai kelewatan lalu menjarakkan apa yang telah pergi, mohon belas rahmatMu yang Maha Meluas – sedikit terakhir kini mencukupkan segala yang telah terlepas!

<img src="adh-duha.jpg" alt="Surat Adh-Dhuha lengkap dengan terjemahan dan Latinnya ">

Surat adh-Dhuha : ( ayat 1 – 11 )

Bismillahirrahmanirrahiim

1. Wadhdhuhaa


2. Wallayli idzaa sajaa


3. Maa wadda'aka rabbuka wamaa qalaa


4. Walal-aakhiratu khayrul laka mina l-uulaa


5. Walasawfa yu'thiika rabbuka fatardaa

6. Alam yajidka yatiiman faaawaa


7. Wawajadaka daallan fahadaa


8. Wawajadaka 'aa-ilan fa-aghnaa


9. Fa-ammaa lyatiima falaa taqhar


10. Wa-ammaa ssaa-ila falaa tanhar


 11. Wa-ammaa bini'mati rabbika fahaddits

Artinya :


 Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang


 1. Demi waktu matahari sepenggalahan naik,”


 2. dan demi malam apabila telah sunyi (gelap),”


 3. Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci” kepadamu.


 4. Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).”


 5. Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.


 6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu ?”


 7. Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk.”


 8. “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.”


 9. “Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.”


 10. “Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.”


 11. “Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.”
 

 

Apakah kita sudah terlambat? Belum sahabat!. Selagi ada kesempatan walaupun hanya sedikit, kita perbanyak amalan-amalan kebaikan kita. Sempurnakan amalan-amalan kita di hari-hari terakhir bulan Ramadhan.

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

أحسن فيما بقي يغفر لك ما مضى، فاغتنم ما بقي فلا تدري متى تدرك رحمة الله…

“Perbaiki apa yang tersisa bagimu, maka Allah akan mengampuni atas apa yang telah lalu, maka manfaatkan sebaik-baiknya apa yang masih tersisa!”

Jadi, kita fokuskan untuk hari-hari terakhir ramadhan tahun ini untuk menyempurnakan amalan-amalan kita.

Imam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

العبرة بكمال النهايات لا بنقص البدايات “

Yang akan menjadi ukuran adalah kesempurnaan akhir dari sebuah amal, dan bukan buruknya permulaan…” .
.

Jadi, perbanyak dan sempurnakanlah amalan-amalan kita di hari-hari terakhir ramadhan tahun ini agar kita bisa mendapatkan pahala dari Allah Subhaanahu Wa Ta’ala. Semoga kita termasuk umat yang senantiasa menghidupkan Ramadhan dengan amalan-amalan kebaikan kita, dan semoga Allah mempertemukan kita kembali di bulan Ramadhan tahun depan.

Wallahu Ta’alaa A’lam
.
.

Allohummaj’al khoiro ‘amaliy khowatimahu.
(Ya Allah jadikanlah sebaik-baik amalanku adalah pada penutupannya)

بارك اللّٰه فيكم وتقبل الله منا ومنكم

aameen..

sayyidul_istighfar4997f-32265_396093339354_291202364354_4322573_5647008_ndoa

 

Promosi Nuzul Qur’an

Ramadhan Bulan Al Qur’an..

bulan nuzul (turunnya) Al Qur’an..!!

NEW OFFER!!

Promo: Tafsir Qur’an Per Kata 

Penerbit : Maghfirah

    
“Tafsir Qur’an Per Kata, Dilengkapi Dengan Asbabun Nuzul danTerjemah”

Penyusun : Dr. Ahmad Hatta, MA

Kelebihan Tafsir Qur’an Per Kata ini adalah :

* Tafsir ijmali (global) yang ringkas, bukan sekedar terjemah, yang disusun berdasarkan kata per kata dari setiap ayat al-Qur’an
* Mudah dibaca dan dipahami, baik secara terpotong-potong kata per kata atau pun secara utuh ayat per ayat.
* Disusun dengan merujuk kepada buku-buku Tafsir yang mu’tabar (diakui)
* Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul, yang memberikan informasi tentang kondisi dan latar belakang turunnya setiap ayat.
* Dilengkapi juga dengan terjemahan Departemen Agama.
* Tersedia 4 pilihan warna cover: merah, biru, hijau, dan ungu (tergantung persediaan)
* Cocok untuk hadiah (kado) kepada orang yang anda kasihi.
* Lengkap 30 Juz al Qur’an hanya dalam satu buku

Tafsir Qur’an per kata adalah salah satu solusi terbaik bagi mereka yang ingin belajar memahami tafsir Alqur’an kata per kata dengan mudah dan cepat. Tafsir ini sangat ringkas (hanya satu jilid) yang disusun berdasarkan kata per kata dari setiap ayat al Qur’an sehingga mudah untuk dibaca dan dipahami, baik secara terpotong-potong kata per kata maupun secara utuh ayat per ayat. Anda tak perlu khawatir, kitab tafsir ini disusun dengan merujuk kepada sumber-sumber terpercaya dari berbagai kitab tafsir yang mu’tabar (diakui) seperti tafsir ibnu katsir, dan lainnya.

Meskipun ringkas, Tafsir Qur’an perkata dilengkapi dengan asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya ayat al Qur’an) dan terjemahan lengkap bahasa Indonesia sehingga sangat mudah untuk dibaca dan dipahami oleh orang awam sekalipun. Wajar bila kitab ini mendapat banyak pujian dari ulama dan ahli tafsir di Indonesia.

Tebal 624 halaman

Justeru, sukacita ingin dikongsi kesempatan ini bagi menyemarakkan kecintaan kita kepada kitab suci, mukjizat sepanjang zaman ~ AlQur’an Kareem; untuk rujukan & amalan kita bersama..

Mudah-mudahan usaha kecil ini diterimanya sebagai amal soleh yang dapat menghapuskan dosa-dosa yang tidak sunyi pada diri.. aameen…

Silakan kengkawan yang berminat untuk membeli naskah terhad ini, menghubungi segera (emel/teleg/wsapp/sms) saya di ruangan komen di bawah, ye?

#kos penghantaran percuma

Harga Tafsir Qur’an Per Kata Super Special Mampu Milik!

# buku di bawah juga dalam promosi RAMADHAN kali ini jer! 

PAT, EDISI TERHAD!!

   

Sinopsis

Isi buku INDAHNYA HIDUP BERSYARIAT ini merupakan panduan untuk diri sendiri (fardu ain), seisi keluarga, masyarakat dan umat sejagat (fardu kifayah). Ia merangkumi syariat ketika kelahiran, fardu ain kanak-kanak, penekanan pendidikan remaja, hukum-hakam muamalat (jual beli), munakahat (nikah kahwin dan rumah tangga) serta amalan zikir, doa dan adab. Semua ilmu bersumberkan al-Quran dan hadis sahih. Teknik penyampaian buku ini ringkas dan tepat dalam bentuk carta, jadual dan rajah.

Semua doa, bacaan dan zikir boleh dibaca dan dihafal dengan mudah. Langkah amalan disampaikan mengikut turutan step by step. Media fotografi warna penuh digunakan untuk menunjukkan perkara yang realistik. Buku ini seharusnya menjadi kewajipan untuk dimiliki oleh setiap rumah, pusat sumber, sekolah dan individu.

 

Taraweeh Makkah 1436h @ 2015 Ramadhan

silakan klik ke www.haramain.info untuk maklumat info solat teraweeh dan sekitarnya lively!

https://www.youtube.com/watch?v=KbywgzCYdxk

Di tahun-tahun kebelakangan ini, sering terdapat masjid-masjid utama di Malaysia, amnya, mengundang imam-imam favorit Haramain untuk memeriahkan Ramadhan kita di tanah air; selain menambah feel‘ seakan berada di tanah suci sewaktu menunaikan solat berjemaah di negara kita, seminimalnya…

pasti, terubat sedikit kerinduan tidak dapat menghayati Ramadhan di Mekah/ Madinah yang tersohor keasyikannya dengan mengikuti majlis berterawih bersama para imam-imam Haramain.. atau, bikin kerinduan semakin bertambah hangat sehingga menambahkan kekhusyukan solat berjemaah bersama mereka! SubhanAllah, alangkah terpanggilnya keasyikan tersebut dengan gemersik getaran bacaan imam-imam Haramain.. MasyaAllah..

mungkin link di bawah ini, boleh jadi tambatan untuk kita yang tidak berkesempatan bersiaran secara langsung solat terawih dari Mekah, untuk membungakan kerinduan beribadah di tanah suci!

klik ye, solat terawih mekah malam 1@ 17/Jun/2015:

https://www.youtube.com/watch?v=GcXw6GDE2KU

sayyidul_istighfar

malam ke 2: solat terawih Mekah 1436h @2015

klik : https://www.youtube.com/watch?v=JyWK16qD4f8

]

RECITE IT EVERYDAY~

ngat7

yes

tiada lagi di sini, tapi kekal di hati mendoakan…

ros

insyaAllah…

sekira panjang umur, ingatan masih jelas

tiada lagi di sini, tapi kekal di hati mendoakan,

titipan keamanan, keharmonian hati

dari jauh, namun dekat

buat sahabat!

hadirlah,

bersama nur suci mengharum:

bagai ikatan dengan penjual minyak wangi

yang menjelas meski tanpa bekas…

terkelas!

suatu waktu,

jika ada ruang temu

jangan lagi menunggu –

cukuplah Allah bagi kita, DIAlah sesebaik wakil!

Maha Pengadil!

mari sucikan Sya’aban.

bulan kecintaan Rasul Pilihan saw.

bulan kelahiran kita kini

bersama doa & kesyukuran

munajatkan keampunan / keberkahan,,,,

aameen,,,

#tiadalagidisini,tapikekaldihatimendoakan…

fren-n-me

smile..
smile..

sahabat sejati

awek 4tune.. hehe..   awek7.. huhu..

marhaban-ya-ramadhan

MAAF ZAHIR BATIN, ye..!!

Saranan2 amalan di bulan Rejab, jom semak!

1 REJAB, 1436h

hari ini ye? huhu..

Alhamdulillah… kita diiziniNya berada di bulan haram yang disucikan ini lagi..

mudah2an kita lebih bersemangat menambah ilmu di bulan2 barakah ini agar semakin bermakna amalan2 baik yang telah dimulai atau terus membaiki amalan2 lalu berpandukan ilmu yang benar! insyaAllah..

#keutamaanmenuntutilmu#

aameen..

SALAM BARAKAH RAJAB ye!

copy-ramadhan-kareem4.jpg

Menghidupkan Ramadhan Kareem ikut wasiat Khutbah Rasulullah saw.

mencari panduan kaedah berpuasa sesebaiknya??

JOM, hayatilah mesej khutbah wasiat Rasulullah saw. pada 30 Sya’aban lalu!

Semoga sempat kita perbaiki niat, amalan dan tindakan menjadi Muslim yang terlebih baik dari semalam… InsyaAllah..

aameen..

KHUTBAH RASULULLAH SAW. pada 30 SYA’ABAN( MENJELANG RAMADHAN ) :

“Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~

Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”

Rasulullah saw. meneruskan:

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

posa

kredit buat:

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”.

doa kumail (doa Nabi Hidhir)

DOA KUMAIL @

DOA HADRAT HIDHIR):

Mungkin baiknya dikongsi bersama berkenaan doa Kumail ni agar dapat kita praktikkan bersama.. terlebih di malam Jumaat – malam ini!! doa yang amat berhalus, bersantun dan penuh sayu & hiba doa ini bila dihayati bagi sesiapa yang tulus mahu mendamba kebaikannya..nsyaAllah..

ameen..

“Doa Kumail dikenal juga sebagai doa nabi Hidhir (as). Doa Kumail diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (ra) kepada Kumail bin Ziyad salah seorang murid dan sahabat kepercayaannya.

Menurut Sayyid Ibn Thawwus dalam kitab Iqbal,riwayat ini disampaikan oleh Kumail:

” Pada suatu hari, saya duduk di masjid Basrah bersama Maulana Amirul Mu’minin Ali ra. membicarakan hal Nisfu Sya’ban. Ketika ditanya tentang ayat,

” Fiha yufraqu kullu amrin hakim,” (Surah al-Dukhaan:4),

Imam Ali ra. mengatakan bahawa ayat ini mengenai Nisfu Sya’ban; orang yang beribadat di malam itu, tidak tidur, dan membaca Doa Hadrat Hidhir ra. akan diterima doanya.”

“Ketika Imam Ali pulang ke rumahnya, di malam itu, saya menyusulinya. Melihat saya, Imam Ali bertanya,” Apakah keperluan anda ke mari?” Jawab saya, ” Saya ke sini untuk mendapatkan Doa Hadrat Hidhir.”
” Imam mempersilakan saya duduk, seraya mengatakan,

” Ya Kumail, apabila anda menghafal doa ini dan membacanya setiap malam Juma’at,cukuplah itu untuk melepaskan anda dari kejahatan, anda akan ditolong Allah, diberi rezeki, dan doa ini akan dimakbulkan.

Ya Kumail, lamanya persahabatan serta perkhidmatan anda, menyebabkan anda dikurniai nikmat dan kemuliaan untuk belajar (doa ini).”

Terjemahan DOA KUMAIL:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah saw.dan keluarganya

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu
Dan dengan Kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu
Dan merunduk segala sesuatu
Dan merendah segala sesuatu
Dan dengan keagungan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu
Dan dengan kemuliaan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu
Dan dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
Dan dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu
Dan dengan wajah-Mu yang kekal setelah fana segala sesuatu
Dan dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu
Dan dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu
Dan dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu
Wahai Nur, Wahai Yang Maha Suci

Wahai Yang Awal dari segala yang awal dan Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir,
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku penyebab hukum karma
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak nikmat
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merintangi doa
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bencana
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang memutuskan tali harapan
Ya Allah, ampunilah segala dosa yang telah kulakukan
Dan segala kesalahan yang telah kukerjakan

Ya Allah, aku datang menghampiri-Mu dengan berdzikir (kepada)-Mu
Kumohon pertolongan pada diri-Mu
Aku bermohon kepada-Mu dengan kemurahan-Mu agar Kau dekatkan daku ke haribaan-Mu
Sempatkan daku untuk bersyukur kepada-Mu
Bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu
Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan penuh kerendahan, hina dan kekhusyukan
Agar Engkau maafkan dan sayangi daku
Dan jadikan daku rela dan puas akan pemberian-Mu
Dan dalam segala keadaan tunduk dan patuh (kepada-Mu)

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu laksana permohonan orang-orang yang terdesak oleh kesulitannya
Yang menghampiri-Mu ketika terpojok urusannya
Yang besar dambaannya untuk meraih apa yang ada disisi-Mu

Ya Allah, Maha Besar kekuasaan-Mu
Maha Tinggi kedudukan-Mu
Selalu tersembunyi rencana-Mu
Selalu tampak kuasa-Mu
Selalu tegak kekuatan-Mu
Selalu berlaku kodrat-Mu
Tak mungkin lari dari kekuasaan-Mu

Ya Allah, tiada kudapat pengampun bagi dosa-dosaku
Tiada penutup bagi kejelekan-kejelekanku
Dan tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan melainkan Engkau

Tiada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau dengan segala puji-Mu
Telah aku aniaya diriku
Dan telah berani aku melanggar, kerana kebodohanku
Tetapi kusandarkan diri pada ingatan dan karunia-Mu yang berkekalan atasku

Ya Allah, pelindungku
Betapa banyak kejelekanku yang Kau tutupi
Betapa banyak malapetaka yang telah Kau hindarkan
Betapa banyak rintangan yang telah Kau singkirkan
Betapa banyak bencana yang telah Kau gagalkan
Betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan

Ya Allah, besar sudah bencanaku
Berlebihan sudah kejelekan keadaanku
Sedikit sekali amal-amalku
Berat benar belenggu (kemalasan)ku
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dariku
Dunia telah memperdayaku dengan tipuannya
Dan jiwaku (telah terpedaya) oleh pengkhianatan serta kelalaian

Wahai Junjunganku, kumohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu janganlah Kau halangi doaku pada-Mu
(oleh kerana) kejelekan amal dan perangaiku
jangan Kau ungkap dengan pantauan-Mu rahsiaku yang tersembunyi
jangan Kau segerakan siksa atas perbuatanku dalam kesendirianku
dari jeleknya perbuatanku dan kejahatanku
dan berkekalannya aku dalam dosa dan kebodohanku
dan banyaknya nafsu dan kelalaianku

Ya Allah, dengan kemuliaan-Mu, sayangilah aku dalam segala suasana
Dan kasihi aku dalam segala perkara

Illahi, Rabbi, siapa lagi bagiku selain Engkau yang kumohon
Agar melepaskan deritaku dan memperhatikan urusanku
Illahi, Pelindungku, akankah Kau tetapkan hukuman padaku kala kuikuti hawa nafsuku
Dan ketidakwaspadaanku terhadap tipuan musuhku
Hingga kuterbujuk oleh (selera) nafsuku
Dan terlena dalam impianku
Lalu kulanggar sebahagian peraturan-peraturan yang Kau tetapkan bagiku
Dan kulanggar sebahagian perintah-perintah-Mu

Cukup sudah bagi-Mu bukti (dalam menjatuhkan hukuman) padaku atas semua kelakuanku itu
Dan tiada alasan bagiku (menolak) hukuman yang akan Kau jatuhkan padaku atas semua salahlaku itu
(demikian pula) atas hukum dan bencana yang harus menimpaku

kini aku datang menghadap kepada-Mu, ya Illahi
setelah semua kecerobohan dan pelanggaranku atas diriku
memohon maaf, mengungkapkan penyesalan dengan hati luluh
merasa serik, mengharap ampunan menginsafi kesalahan
mengakui kelalaian, menyedari kecerobohan menginsafi kesalahan
tiada kutemui tempat melarikan diri, dari (dosa-dosa) yang telah kulakukan
dan tiada tempat berlindung agar kuterlepas dari segala noda dan beban
melainkan Kau kabulkan permohonan ampunanku
dan memasukkan daku ke dalam lautan kasih-Mu

Ya Allah, terimalah alasan (pengakuan)ku ini
Dan kasihanilah beratnya kepedihanku
Dan bebaskanlah daku dari kekuatan belengguku

Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku 3X

Kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku
Wahai Yang mula-mula menciptakanku, menyebut dan mendidikku
Memperlakukanku dengan baik dan memberiku kehidupan
Berikanlah aku kurnia-Mu kerana Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan-Mu kepadaku

Ya Illahi, Tuhanku, Pemeliharaku
Apakah Engkau akan menyiksaku dengan api-Mu setelah aku mengesakan-Mu
Setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu
Setelah lidahku bergetar menyebut-Mu
Setelah jiwaku terikat dengan cinta-Mu
Setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku seraya tunduk bersimpuh pada kekuasaan-Mu?

Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Engkau belai
Atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan
Atau menyisihkan orang yang Kau naungi
Atau menjatuhkan pada bencana orang yang Engkau cukupi dan sayangi

Aduhai diriku, ya Tuhanku, Illahi, Pelindungku
Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka wajah-wajah yang tunduk rebah kerana kebesaran-Mu?
Dan lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keesaan-Mu
Dan dengan pujian mensyukuri nikmat-Mu?
Kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui ketuhanan-Mu?
Hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau sehingga bergetar ketakutan?
Tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu?
Dan dengan merendah memohon ampunan-Mu?

Tidak sedemikian itu dugaan (kami) pada-Mu
Dan juga tidak demikian kami diberitahukan tentang kemuliaan-Mu
Wahai Pemberi Kurnia, Wahai Pemelihara 3X

Engkau mengetahui kelemahanku dalam menanggung beban dunia serta (derita) akibatnya
Serta kesusahan-kesusahan yang menimpa penghuninya
Padahal semua bencana dan kesusahan itu singkat masanya
Sebentar lalunya, pendek usianya

Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat
Dan siksaan-siksaan yang dahsyat di sana … ?
Bencana yang panjang masanya
Dan kekal posisinya
Serta tidak diringankan bagi penghuninya
Sebab semuanya tidak terjadi kecuali kerana murka, balasan dan amarah-Mu
Inilah yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya

Wahai Tuhanku, bagaimana (mungkin) aku (menanggungnya)?
Padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa
Ya Illahi, Rabbi, Tuhanku, Pelindungku
Urusan apa lagi kiranya yang aku adukan kepada-Mu
Mestikah aku menangis, menjerit
Apakah kerana pedihnya azab dan beratnya siksa … ?
Ataukah kerana lamanya derita dan langgengnya bencana … ?

Sekiranya Engkau siksa aku beserta musuh-musuh-Mu
Dan Kau himpunkan aku bersama penghuni siksa-Mu
Dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaan-Mu

Oh,  seandainya aku, Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemeliharaku
(anggaplah) aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu?

Dan (anggaplah) aku dapat bersabar menahan panas api-Mu
Mana mungkin aku dapat bersabar melihat pada kemuliaan-Mu?
Mana mungkin aku tinggal di neraka padahal harapanku hanyalah maaf-Mu?

Demi kemuliaan-Mu, wahai Tuhanku, Pelindungku
Aku bersumpah dengan tulus
Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara (di sana)
Di tengah penghuninya aku akan menangis, seperti tangisan mereka yang menyimpan harapan
Aku akan menjerit, jeritan mereka yang memohon pertolongan
Aku akan merintih, rintihan orang yang kehilangan (harapan)
Sungguh aku akan menyeru-Mu di manakah Engkau, wahai Pelindung kaum mukminin
Wahai tujuan harapan kaum arifin
Wahai Lindungan kaum yang memohon perlindungan 3X
Wahai Kekasih hamba-hamba(Mu) yang tulus
Wahai Tuhan seru sekalian alam
Akankah Engkau perlakukan demikian … ?

Maha Suci Engkau Ya Illahi, dengan segala puji-Mu
Kala Kau dengar suara hamba muslim (di dalam neraka) yang terkurung kerana keingkarannya
Yang merasakan siksa kerana kedurhakaannya
Yang terperosok ke dalamnya kerana dosa dan nistanya …?
Sedangkan ia merintih kepada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu
Ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu
Ia bertawassul kepada-Mu dengan Ketuhanan-Mu

Wahai Pelindungku, bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa …?
Padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang dahulu
Mana mungkin neraka menyakitinya …?
Padahal ia mendambakan kurnia dan kasih-Mu
Mana mungkin jilatannya menghanguskannya …?
Padahal Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat posisinya
Mana mungkin kobarannya mengurungnya …?
Padahal Engkau mengetahui kelemahannya
Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya …?
Padahal Engkau mengetahui ketulusannya
Mana mungkin Malaikat Zabaniyyah menghempaskannya …?
Padahal ia memanggil-Mu Ya Rabbi … Ya Allah …
Mana mungkin ia mengharapkan kurnia kebebasan daripadanya
Lalu Engkau meninggalkannya di sana … ?

Tidak, tidak demikian itu sangkaku kepada-Mu
(juga) tidak pula menunjukkan kesohoran kurniaan-Mu
(juga) tidak seperti itu dengan kebaikan serta kurniaan-Mu Engkau akan perlakukan orang-orang yang bertauhid
dengan yakin ..

aku berani berkata; kalau bukan kerana keputusan-Mu untuk menyiksa orang yang mengingkari-Mu
dan ketetapan dari-Mu agar mengekalkan di sana orang-orang yang melawan-Mu
niscaya Kau jadikan neraka seluruhnya sejuk dan damai
tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal dan menetap bagi siapa pun
tetapi Maha Kudus asma-Mu
Engkau telah bersumpah untuk memenuhi neraka dengan orang-orang kafir dari golongan jin dan manusia seluruhnya
Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka
Engkau dengan segala kemuliaan puji-Mu, Engkau telah berkata
Setelah menyebut nikmat yang Engkau berikan,
“Akan samakah orang mukmin seperti orang durjana/fasiq? Sungguh tidak sama mereka itu.”

Illahi, Tuhanku
Aku memohon kepada-Mu dengan kodrat yang telah Engkau tentukan
Dengan Qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan
Dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang yang berkenaan
Limpahkanlah (ampunan-Mu) padaku di malam ini, disaat ini
Pada semua nista yang pernah aku kerjakan
Pada semua dosa yang pernah aku lakukan
Pada semua kejelekan yang pernah aku rahsiakan
Pada semua kejahilan yang pernah aku kerjakan
Yang aku sembunyikan atau aku tampakkan
Yang aku tutupi atau aku tunjukkan
(ampuni) semua keburukan yang telah Engkau suruhkan malaikat yang mulia mencatatnya
mereka yang Engkau tugaskan untuk merakam segala yang ada padaku
mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota badanku
dan Engkau sendiri pengawas di belakang mereka
dan saksi bagi apa yang tak terpantau oleh mereka
dengan rahmat-Mu sembunyikanlah (keburukan-keburukan itu)
dengan kurnia-Mu tutupilah itu
dan perbanyaklah bahagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan
atau setiap kurnia yang Kau limpahkan
atau setiap keberuntungan yang Kau sebarkan
atau setiap rezeki yang Kau curahkan
atau setiap dosa yang Kau ampunkan
atau setiap kesalahan yang Kau sembunyikan
Wahai Tuhanku, wahai yang menciptakanku, wahai yang memeliharaku
Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemilik Nyawaku
Wahai Zat Yang di Tangan-Nya ubun-ubunku
Wahai Yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku
Wahai Yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku
Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku, Wahai Yang memeliharaku
Aku memohon kepada-Mu demi kebenaran dan kesucian-Mu
Dan demi keagungan sifat dan asma-Mu
Jadikan waktu malam dan siangku dipenuhi dengan dzikir pada-Mu
Senantiasa mengabdi kepada-Mu
Diterima amal-amalku di sisi-Mui
Sehingga perbuatan dan ucapan-ucapanku seluruhnya menyatu
Dan kekekalan selalu keadaanku dalam berbakti kepada-Mu
Wahai Tuanku, Wahai Zat yang kepada-Nya aku percayakan diriku
Yang kepada-Nya aku adukan keadaanku
Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku,Wahai Yang memeliharaku 3X

Kokohkan anggota badanku untuk berbakti kepada-Mu
Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku
Kurniakan kepadaku kesungguhan agar takut kepada-Mu
Sentiasa untuk berbakti kepada-Mu
Sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama pendahulu
Dan berlari ke arah-Mu bersama orang-orang yang berpacu
Merindukan dekat kepada-Mu bersama yang merindukan-Mu
Jadikan daku dekat pada-Mu, dekatnya orang-orang yang ikhlas
Dan takut pada-Mu, takutnya orang-orang yang yakin
Dan berkumpul di hadirat-Mu bersama kaum mukminin

Ya Allah siapa saja bermaksud buruk kepadaku, tahanlah dia
Siapa saja yang memperdayaku, perdayakanlah dia 3X

Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya di sisi-Mu
Yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu
Yang paling istimewa tempatnya di dekat-Mu
Sungguh semua ini tidak akan tercapai kecuali dengan karunia-Mu

Limpahkan kepadaku kemurahan-Mu
Sayangi daku dengan kebaikan-Mu
Jaga diriku dengan rahmat-Mu
Gerakkan lidahku untuk selalu berdzikir pada-Mu
Penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu
Berikan kepadaku dari yang terbaik dari ijabah-Mu
Hapuskan bekas kejatuhanku
Ampunilah ketergelinciranku

Sungguh Engkau telah wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah kepada-Mu
Dan Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu
Dan Engkau jaminkan kepada mereka ijabah-Mu
(kerana itu) kepada-Mu ya Rabbi kini kuhadapkan wajahku
kepada-Mu ya Rabbi kupanjatkan tanganku

demi kebesaran-Mu perkenankanlah doaku sampaikan daku pada cita-citaku
jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu
lindungi aku dari kejahatan jin dan manusia musuh-musuhku

Wahai Yang Maha Cepat ridha-Nya

Ampunilah orang yang tidak memiliki apa pun kecuali hanya doa
Kerana sesungguhnya Engkau akan melakukan apa-apa yang Kau kehendaki

Wahai Yang Asma-Nya adalah penawar dan dzikir (pada-Nya) adalah obat dan ketaatan kepada-Nya adalah kekayaan
Sayangilah orang yang modalnya hanya harapan dan senjatanya hanya tangisan

Wahai Penabur kurnia, Wahai Penolak Bencana
Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas dalam kegelapan
Wahai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu

Kurniailah Muhammad s.a.w. dan keluarga Muhammad s.a.w.
Lakukan padaku apa yang layak bagi-Mu

sesungguhnya Engkau layak memberi ampunan

Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada Rasul-Nya serta pada Imam yang mulia dari keluarganya dan sampaikan sebanyak-banyaknya salam kepada mereka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Paling Pengasih di antara para pengasih.

Dengan Rahmat-Mu Wahai Yang Maha Pengasih…

irhamna…

ameeen….

sihir & ruqyah syariah (c&P)

MAKLUMAT BERKAITAN SIHIR Takrif Dan Pengertian Sihir:

Syeikh al-Zahri menafsirkan sihir sebagai berikut: “Sihir ialah amal perbuatan yang dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada syaitan dan meminta tolong kepadanya.” Pengertian asal kalimat ‘sihir’ itu sendiri ialah ‘memalingkan sesuatu dari hakikatnya kepada selainnya.’ Maka, orang yang kena sihir melihat kebatilan sebagai kebenaran dan membayangkan sesuatu tidak menurut yang sebenarnya.

Pendapat Ibnu Qadamah: ‘Sihir ialah ikatan, jampi dan perkataan yang diucapkan atau ditulis atau dibuat sesuatu yang mendatangkan kesan dan akibat buruk terhadap tubuh orang yang disihir atau terhadap hati dan akalnya tanpa menyentuhnya secara langsung.’

Teknik Merawat Orang Yang Kena Sihir:

Doa Abu Darda'

Firman Allah s.w.t yang bermaksud. :

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Israa’:82)

Sesetengah ulama mengatakan bahawa maksud ‘syifa’ (penawar) di sini ialah syifa’ maknawi (ubat spiritual) seperti keraguan, unsur syirik, kefasikan dan kejahatan. Ada juga mengatakan syifa’ maknawi sekaligus sebagai syifa’ hissi (ubat fizikal).

Dalam hadis yang diriwayatkan dari A’isyah r.ha. bahawa Rasulullah s.a.w. masuk kepadanya ketika ada seorang wanita yang sedang dirawat dan dibacakan ruqyah, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya:” Ubatilah dengan kitab Allah.’

Dari hadis di atas dapat diperhatikan Rasulullah s.a.w. menyebutkan secara umum dan baginda tidak menyebutkan ayat-ayat tertentu atau surah-surah tertentu. Dengan itu jelas sekali bahawa al-Quran seluruhnya adalah syifa’ (penawar/ubat). Pengertian Ruqyah: Ruqyah biasa dikenali sebagai jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar’i (Ruqyah Syar’iyah) adalah jampi-jampi yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya dengan HANYA menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadis-hadis Rasulullah s.a.w. yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan

. Jenis-jenis Sihir: 1.Sihir Pemisah

Takrif: Sihir pemisah ialah sihir yang digunakan untuk memisahkan pasangan suami-isteri atau untuk menimbulkan kebencian dan permusuhan antara dua sahabat atau antara dua rakan kongsi. Jenis-jenis Sihir Pemisah: – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan ibunya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan ayahnya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan saudaranya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan kawannya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan rakan kongsinya dalam perniagaan atau seumpamnya. – Memisahkan hubungan antara seorang suami dengan isterinya. Inilah jenis yang palng bahaya dan paling banyak berlaku di dalam masyarakat. Tanda-tanda Sihir Pemisahan: – Perubahan tiba-tiba dari cinta menjadi benci. – Berlaku keraguan antara suami-isteri. – Enggan meminta maaf. – Membesar-besarkan perselisihan walaupun penyebabnya amat kecil. – Pandangan yang buruk seorang suami terhadap isterinya dan sebaliknya. sehingga seseorang suami melihat isterinya sangat hodoh, walalupun di mata orang lain isterinya itu sangat cantik. Berlaku juga isteri melihat suaminya dalam keadaan wajah yang menakutkan. – Orang yang kena sihir pemisah akan merasa benci setiap perbuatan yang dilakkan oleh isterinya atau suaminya. – Orang kena sihir pemisah ini benci kepada suaminya ada di rumah, misalnya isteri melihat suami di luar rumah seperti biasa, tetapi ketika masuk rumah, dia merasa amat benci

. Al-Hafiz Ibnu Kathir menjelaskan: Sebab perceraian antara suami isteri akibat sihir ialah bayangan suami atau isteri terhadap pasangannya dalam rupa atau perilaku yang buruk atau sebab-sebab lainnya yang boleh menimbulkan perceraian.

 

2012/2013 posa2 sunat ‘CHECKLIST’… udey ke lom?

ramadhan almubarak telahpun berlalu, dan kelansungan ibadah serupanya bolehlah diteruskan melalui posa2 sunat yang tidak kurang pahalanya jika dilakukan dengan penuh ikhlas dan sebaik mungkin…nsyaAllah.. ngat, ibadah posa hanyalah kerana Allah untuk meraih ridhaNya…  aamiiin..

so, meh kita scan check-list posa2 sunat  2012/13, yang masih berbaki, k…

(dari awal syawal, 1433h – 30 syaaban, 1434h!

(sumber: SOLUSI bil.  47/ CahayaHati)

amalan paling utama di bulan ramadhan ~

EVER….

Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib bertanyakan Rasulullah saw . tentangAMALAN yang PALING UTAMA di bulan RAMADHAN:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

MUNAJAT HARI KE-6 :

Ya Allah, janganlah aku dihina kerana perbuatan maksiat ku kepada Mu dan janganlah menyeksa ku dengan balasan Mu. Jauhkan aku daripada sesuatu yang boleh mendatangkan kemurkaan Mu, dengan anugerah dan bantuan Mu, wahai kemuncak keinginan orang yang berkeinginan.

ameen….

 

6 Ramadhan, 1433h

Ihya’ Ramadhan ~ Khutbah Rasulullah saw.

KHUTBAH RASULULLAH SAW. pada 30 SYA’ABAN( MENJELANG RAMADHAN ) :

“Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~

Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”

Rasulullah saw. meneruskan:

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

kredit buat:

Bârakallâhu lî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih.
Semoga Bermanfaat ya

Jakarta, 28 Juli 2010
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”

KLIK LINK, k? tQvm ~

sya’aban ~

Diriwayatkan dari Umamah Al Bahili Radiallahuahu, dia berkata:

Rasulullah S.A.W. bersabda yang maksudnya:

“Manakala masuk bulan Syaaban, sucikan dirimu dan perbaiki niatmu.”

(kitab Durratun Nasihin menyebutkan sebuah hadis berkenaan sabda Rasulullah Saw.) :

 “Barangsiapa berpuasa tiga hari pada permulaan Syaaban dan tiga hari pada pertengahan Syaaban dan tiga hari pada akhir Syaaban, maka Allah Taala mencatat untuknya pahala seperti pahala tujuh puluh nabi dan seperti orang-orang yang beribadat kepada Allah Taala selama tujuh puluh tahun dan apabila dia mati pada tahun itu maka dia seperti orang yang mati syahid.”

info2 sya’aban selanjutnya di sini…

Sabda Rasulullah S.A.W.:

“Barangsiapa yang mengagungkan bulan Syaaban, bertaqwa kepada Allah, taat kepada-Nya serta menahan diri dari perbuatan maksiat, maka Allah Taala mengampuni semua dosanya dan menyelamatkannya di dalam tahun itu dari segala macam bencana dan penyakit.”

(Dipetik dari kitab Zubdatul Wa’izhin)

FASA REJAB: MALAM PENYUCIAN 1

ALHAMDULILLAH…….

ketemu jua kita di malam ini yang dikatakan antara 5 malam yang mustajab doa2… malam pertama di bulan Rejab… ( malam inilah… nsyaAllah..) ameen…

semoga bulan mulia ini dapat kita manipulasikan sesebaiknya kerana ianya adalah bulan istighfar; bulan solat (isra’ mi’raj) dan disebut jua sebagai bulan bercucuk-tanam amal kebaikan yang amat disarankan dalam Islam..

selamat beramal, ya!

hamparkan munajatmu, DIA mendengarnya…

ameen….

Rejab bulan Allah – bulan Palestine & bulan Solat’ ~

hah, nmpak x bulan malam ni??

udah masuk malam ke 26 jamadil akhir, 1433h pun sekarang nii…

nsyaAllah, 4 hari lagi akan muncul sinar 1 Rejab, 1433h (selasa : 22Mei, 2012)... teruja lak…

memasuki bulan2 mulia Rejab, Sya’aban & Ramadhan…ibarat membeli tiket ke syurga… ???

ameen…

رجب شهر الله ، وشعبان شهري ، ورمضان شهر أمتي

hadis drp. Abi Said al-Khudriy : bahawa

Rasulullah s.a.w bersabda :

“Rejab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan pula adalah bulan umatku”.

Hadis ini banyak dicatatkan dalam kitab-kitab jawi melayu. Tetapi apakah pandangan ulamak-ulamak hadis tentang kesahihan hadis ini?

ada artikel menarik lagi tentang bulan Rejab jugak yang molek direnungi bersama iaitu;

Rejab bulan Palestine, bulan Sembahyang / Solat!!! 

Rejab Dalam Al Quran Dan Hadis

jom r baca!!

hee..

MARHABAN YA RAJAB, SYA’ABAN WA RAMADHAN…

AMEEN…

o bonda!

berlalu sudah 2 minggu kepulanganmu mengadap Sang Pencipta Yang Maha Belas & Penyayang….semoga alam baru mengalukanmu dengan santun dan ramah….agar dilapangkanNya kuburmu dan dipelihara daripada azab kubur & neraka… naudzubillahi mindzalik…

beruntungnya bonda kerana terpilih kembali di hari Jumaat berbahagia seperti hari ini…Alhamdulillah… biarlah mimpi & kenangan indah  bersamamu menemani kesepianku…kerinduan pada ketiadaanmu di sisi..akan kusemadikan di lubuk hati yang paling dalam buatmu, bonda… guruku yang amat tercinta! ameen..

aku akan selalu mengenangi bonda – GURU UTAMA & PERTAMA yang mengenalkanku kepada dunia ini.. dunia yang penuh pancaroba, penuh tipudaya! nsyaAllah…

IBU,

dikaulah RATU HATI yang sangat prihatin tentang bahagia kami, anak2mu… kau curahkan segala daya yang kau miliki untuk memenuhi janjimu sebagai BONDA!

apakah yang terlebih layak bagiku untuk mengungkapkan setinggi penghargaan buatmu, ibu yang telah mengorbankan segala jiwaraga & penatlelah membesarkan kami SELAIN kalimah ALHAMDULILLAHI RABBAL ‘ALAMIIN..??

TERIMAKASIH ALLAH!!!

kukenal awal erti hidup berkat didikan ayahbonda _ yang mengenalkan erti perjuangan, kesederhanaan, kebersihan, kehambaan…dengan izin Allah…

MAK,

dikaulah orangnya yang amat memprihatinkan hal KEBERSIHAN… bukan hanya kebersihan zahir tapi juga kebersihan batin… kau ajarku nilai2 kebersihan dan kau tunjukiku sikap konsistenmu yang pembersih! aku amat mengagumimu mak meski tidak pernah kusebut ini di hayatmu dulu… uhh2..

betapa aku terharu atas kebaikanmu mak.. mak yang selalu ingin memberi walaupun kekadang tidak memiliki… terkadang juga, mak sanggup menebalkan muka meminjam tetapi bukan untuk kegunaan mak sendiri! bengang semua memikirkan ini; orang luar akan menyangka mak dipersia kerana semacam tiada walhal telah disediakan keperluannya… innalillahi…. sikap pemurah mak ini kekadang menaikkan marah kakak2 yang lain kerana persepsi asing yang kurang selesa! aku diam membisu seribu bahasa kerana aku pasti, mak tahu apa yang terbaik untuk dilakukannya meski dicurigai…  kini mak telah tiada…dan aku belajar menerima hakikat!

mak telah mengajarku untuk prihatin menjadi insan yang menghulur dengan contoh2 kepemurahan sanak-saudara… dengan simbolik & berhalus diselitkan nasihat agar selalulah ringan tulang, baikhati, pemurah, berhati mulia! o ibu, mulia sungguh hatimu..!!

sebagai anak perempuan bongsu yang selalu bersama ibu di zaman persekolahan dulu, aku beruntung kerana dikurniakan seorang ibu yang pandai & cekap meski tidak pernah menjejakkan kaki  ke sekolah! Mak cekap menghitung (mengira) sehingga dulu dipilih sebagai ketua yang memegang duit kutu! hoho.. bukan yang di kepala tu, k! hee..

jika diberi tugas, mak akan melaksanakannya dengan cermat, kemas dan cekap _ sering menjadi rujukan di majlis2 saudara-mara! mak yang penjimat dan pandai memasak! pelbagai lauk-pauk, kuih-muih tradisional pandai dibuatnya – serimuka, kasui, tepung pulit, koci, dodol, bingka pulut & ubi, lepat, abuk2 adalah antara kuih2 lama yang sangat digemari kami hasil air tangan bonda! Tapi, ibu juga expert buat kek marble dan kek kukus! serunding daging, sambal bilis, rendang, candy kelapa adalah signatures mak yang sangat sedap!!! Kami pastinya merindui semua ini bila terkenangkannya…

aku rasakan (perasan…hee..) akulah anak yang paling paham emak meskipun jarang bertemu selepas beranak 6!! huhu.. aku paham masalah mak, renungan dan jelingan mak! gelak dan gurau mak, senyum & tangisnya, kepedihan, harapan & kerinduan mu, bonda!! ( walau tidak kau ucapnya!)

suami dan bondalah yang mengapit Rasulullah saw.(semoga benar mimpiku dan bukan mengada2kannya _ naudzubillahi mindzalik) mengadapku yang terbaring sakit (di awal2 perkahwinanku dulu..) ~ hadiah bulan madu! Alhamdulillah…

 

 

 

 

 

Allah panjangkan umur ibu yang kelihatan nazak di malam idulfitri tahun ini; lewat tengah malam penuh debar tapi pasrah _ baru aku sekeluarga sampai ke hospital! semua ahli famili yang lain telah berkumpul kecuali kami! suspens semua – apakah kami akan mengenangi idulfitri2 yang lain nanti dengan tragedi ini? Alhamdulillah, aku berjaga di sisi bonda seterdayanya penuh debar! menjelang subuh, bersama suara yang hampir tidak difahami, ibu terasa hendak minum airkopi, teh, nasi… kerana telah seminggu tidak boleh makan…longlai dan tidak bermaya…  pedih hatiku menyaksi ini…

………..2b continued….. nsyaAllah..

bagaimana seharusnya kita menyambut idulfitri?

 

kebanyakan kita kerap terlupa dengan keutamaan sepatutnya beramal setelah terbenamnya mentari di ramadhan terakhir – petanda bermulanya malam idulfitri!

 

dalam kesibukan kita membuat persiapan untuk menyambut raya esoknya, seringkali kita terlupa kerana menganggap sambutan raya dengan juadah yang pelbagai dan pakaian beranika warna terlebih bererti  dari laungan takbir yang sepatutnya.. dentuman mercun dan gelaktawa jenaka dari siaran tv menenggelamkan laungan takbir di malam raya… masya Allah..

 

marilah kita semak semula keutamaan cara sambutan yang seeloknya melalui artikel menarik yang ditemui di link di bawah ini- semoga ada manfaatnya jua… nsyaAllah..

http://al-fanshuri.blogspot.com/2011/08/jangan-lupa-malam-ini.html

 

wallahu’alam..

 

 

30 ogos, 2011 = 1 syawal, 1432h ( kabonye!)

 

assalaamualaikum wbt.

yang datang akan pergi jua… pertemuan disalami perpisahan, yang bererti ‘ apakah bermakna kehadiran itu selama ia bertandang?’

… syawal adalah hari kemenangan buat insan yang berjaya menawan ramadhannya.. dengan puasa, solat dan segala amal kebaikan bersama ketelusan hati; memahami makna pengorbanan dan penyerahan… tiada amal seindah ikhlas!

 

madrasah ramadhan akan berpanjangan selama tarbiahnya diteruskan selagi hayat dikandung badan ~ pengisian ilmu sepatutnya bercambah dengan benih ramadhan!

 

semoga diizini Ilahi untuk bertemu setiap ramadhan bersama amalan ketaqwaan… ameeen..

 

jom..

 

 

 

malam ganjil 27ramadhan, 1432h (malam ini)..

masyaAllah.. kita telah melalui ramadhan di musim ini sejauh ini.. cuma tinggal 3 – 4 hari sahaja lagi ramadhan bakal berlabuh pergi …

 

lailatul Qadar yang dirahsiakanNya masih berpeluang dijejaki di sisa 3/4 malam ini… jika belum ia mendatangi… tapi ramadhan dan setiap detiknya memang bernilai jika dimanfaati.. irhamna, Ya Rabb…

 

janganlah berputusasa dan teruslah berusaha selagi nadi tidak terhenti, dan nyawa tidak tersekat di halkum… nsyaAllah… peluang tetap ada!!

 

selamat beramal – menghayati ramadhan sesebaiknya!

ameeen…..

 

mencari halaman juzuk alQuran kaedah matematik~

Alhamdulillah...

saya baru tahu kaedah ini dan ianya menarik untuk dikongsikan (sekiranya korang pun belum tau lagi…tapi, kalu dah tau tuu…sonyap2 je jap, k!)

SubhanAllah....

indahnya ilmu yang dititipNya buat kita ~ dalam sedar & jaga; tersurat mahupun tersirat!! MasyaAllah…

Tahukan kita semua bahawa kehebatan Al-Quran merangkumi semua aspek, baik luaran mahupun dalaman. Al-Quran juga mempunyai kehebatan sifir matematik yang luar biasa yang jarang diketahui umum.
Bagaimanakah kita mencari juzuk Al-Quran dengan kaedah matematik? Ilmu Allah begitu hebat hingga tidak terfikir oleh kita semua. Setiap yang Allah jadikan bukan sia-sia, pasti ada hikmah tersendiri yang tersembunyi dan memerlukan ianya direnung, dikaji dah diamalkan oleh manusa selaku hamba dan Dialah pencipta.

JOM SEMAK!

1.  Rumus Al-Banna

(Mencari Halaman Juz Al-Qur’an Standar)– Ambya Abu Fathin

H = [(n-1) x 20] + 2,

n {bilangan Juz yang sedang dicari (1-30)}

andaian untuk ke mukasurat Juz ke-26!

Cara:

Gantikan “n” dengan bilangan 26 yang merupakan bilangan juz yang sedang kita cari.

H = [(n-1) x 20] + 2

H = [(26-1) x 20] + 2
H = [(25) x 20] + 2
H = [500] + 2
H = 502

Jadi Juz ke-26 dimulai dari halaman 502. Silakan sahabat buka halaman 502, dan sahabat akan membuktikan ‘keajaiban’ rumus ini. Sahabat pun bisa membuktikan untuk membuka atau mencari halaman juz yang lain.

NB : Rumus ini berlaku untuk mushaf standar medinah (timur tengah) dan atau mushaf yang standar halamannya sama seperti Qur’an Syamil.

Adapun untuk Al-Qur’an Indonesia yang standarD halamannya terdiri dari 18 baris, rumusnya sebagai berikut :

H = [(n-1) x 16] + 1,

n {bilangan Juz yang sedang dicari (1-30)}

jika hendak ke halaman  Juz ke-26!

Caranya :

Gantikan “n” dengan bilangan 11 yang merupakan bilangan juz yang sedang kita cari.

H = [(n-1) x 16] + 1
H = [(26-1) x 16] + 1
H = [(25) x 16] + 1
H = [400] + 1
H = 401

Jadi Juz ke-26 pada Al-Qur’an cetakan Indonesia standard 18 baris dimulai dari halaman 401. silakan buktikan juga untuk juz2 yang lainnya, InsyaAllah bermanfaat.

Wallahu a’lam bish-showab.

source: http://ngajiquranonline.com/

KAEDAH KEDUA:

bagaimana kita hendak mencari halaman atau muka surat bagi sesuatu Juz dalam Al-Quran tanpa melihat indeks mukasurat pada bahagian belakang Al-Quran?

Sebagai contoh, kita ingin melihat Juz-3, maka nombor Juz iaitu 3, ditolak dengan angka 1, kemudian jawapan itu didarab dengan 2. Hasilnya kemudian akan dicantumkan dengan meletakkan nombor 2 dibelakang jumlah hasil darab tersebut.

Mari kita tengok keberkesanan ilmu matematik ini:

Juz 5, maka 5 – 1 = 4, maka 4 X 2 = 8, letak angka 2 dibelakang 8, maka Juz 5 terletak dimukasurat 82.

Juz 10, maka 10 – 1 = 9, maka 9 X 2 = 18, letak angka 2 dibelakang 18, maka Juz 10 terletak dimukasurat 182.

Kecuali Juz 7 dan 11 yang istimewa dimana nombor belakang adalah 1, yang mana cara kiraannya sama cuma nombor pada bahagian belakang adalah 1 dan bukan 2.

Cubalah sendiri, kita akan menemui keajaiban ini dan sungguh menakjubkan.

wallahu’alam…

source:http://surauat-tarbiyyah.blogspot.com/2011/08/keajaiban-al-quran-mencari-halaman-bagi.html

3. apa kata mereka tentang alQuran!

Gustave Le Bon, Sejarawan besar:

“Sungguh, kitab Al-Quran ini sangat mulia dan agung kerana dalam usia 14 abad yang dilaluinya tidak mengalami perubahan meskipun hanya sedikit dalam gayanya yang sentiasa indah. Ia selalu tampak segar seperti pada waktu diturunkan, seakan-akan ia baru diturunkan kelmarin”

George Bernard Shaw, seorang pengarang kenamaan Inggeris:

“Agama Islam boleh digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit kemanusiaan. Orang-orang yang berfikir maju sekarang sudah mulai menyedari akan hakikatnya. Berat persangkaanku untuk mengatakan bahwa dua abad lagi, semua orang akan beragama Islam.”

Mr. Ridolf seorang jurnalis kebangsaan Inggris yang terkenal :

“ Di dalam al Qur’an banyak sekali segala sesuatu yang menyorongkan ke lingkaran hidup baru. Al Qur’an itu menerangkan apa yang benar dengan seterang-terangnya. Al Qur’an itulah yang mengikat dunia Islam dengan amat kuat. Dunia Islam sekarang ini sedang berpecahan dan berceraian, dan al Qur’anlah yang akan mengikatnya  kembali dengan eratnya.”

source:

http://nukilansiswa.blogspot.com/2010/07/al-quran-apa-kata-orang-baratbukan.html

smiLe~

bulan penuh ~ purnama malam ke 15 ~

seketika menjenguk ke langit sebentar tadi – kulihat bulan penuh’ mengambang! masyaAllah, kita kini sedang di pertengahan ramadhan upenye!!

berbaur rasa di dada ~ pada pengharapan 10 terakhirnya (lailatul Qadar) ~ juga sayup2 lambaiannya yang akan bersilih pula selepas itu…. meninggalkan kita yang masih kehausan ampunan & rahmatNya yang berterusan… Irhamna, Ya Rabb…

sebak bila mengenangkan kebaikan yang belum terisi…. malunya pada diri sendiri! namun, selagi ada pengharapan, sejauh ada keyakinan ~ tetap dipohon keluasan rahmatMu yang tiada batasan….. izinkan, setiap ramadhan hidup bersama belasMU! Ya Rauf… irhamna..

 

 

ramadhan…

ada rindu yang jauh lebih dari itu~

 

Kaedah mencari Lailatul Qadar Mengikut Panduan Imam Al-Ghazali

 

*Jika awal Ramadhannya jatuh pada hari Ahad atau Rabu,
malam Lailatul Qadar nya pada malam yang ke-29.


Jika awal Ramadhannya jatuh pada hari Isnin,
malam Lailatul Qadar nya pada malam yang ke-21

 

*Jika awal Ramadhannya jatuh pada hari Selasa atau Jumaat,
malam Lailatul Qadar nya pada malam yang ke-27

 

*Jika awal Ramadhannya jatuh pada hari Khamis,
malam Lailatul Qadar nya pada malam yang ke-25

 

*Jika awal Ramadhannya jatuh pada hari Sabtu,
malam Lailatul Qadar nya pada malam yang ke-23

 

 

ps. macamane, ingat x hari apa mula kita berpuasa tahun ni?

hee..

 

 

smile…

 

 

anyway, ALL DAYS IN RAMADHAN ARE GOOD DAYS!

let’s try to make the last 10 of ramadhan’ the MOST (coz, we don’t have much left….)

 

insyaAllah..

 

permudahkanlah, Ya Allah…

 

ameeen…

 

 

~ munajat ramadhan ~

Hari Pertama

“Ya Allah, jadikanlah puasaku, puasa orang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku, ibadah orang benar-benar mengerjakan ibadah. Dan jagalah aku dari tidurnya orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku wahai Tuhan sekalian alam. Dan Ampunilah aku wahai Tuhan Maha Pengampun daripada segala dosa.”
Hari Kedua

“Ya Allah, dekatkan aku kepada keredaan Mu dan jauhkan aku daripada kemurkaan serta balasan Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat Mu dengan rahmat Mu, wahai Tuhan Maha Pengasih”

Hari Ketiga

Ya Allah limpahkan aku dengan kecerdikan fikiran dan kewaspadaan serta jauhkan aku daripada kebodohan dan kesesatan. Sediakan bahagian ku daripada kebaikan yang kau turunkan., demi kemurahan Mu, wahai Tuhan Maha Pemurah daripada segala dermawan.

Hari Keempat

Ya Allah berilah kekuatan kepada ku untuk melaksanakan perintah Mu dan berilah aku kemanisan berzikir. Berilah aku kekuatan melahirkan kesyukuran dengan kemuliaan Mu. Dan jagalah aku dengan jagaan dan perlindungan Mu, wahai Tuhan Maha Melihat.

Hari Kelima

Ya Allah, tempatkan aku di kalangan orang yang sentiasa memohon keampunan. Jadikanlah aku hamba Mu yang saleh serta jadikanlah aku di kalangan auliya (orang yang mendapat keutamaan Mu) yang hampir di sisi Mu dengan kelembutan Mu, wahai Tuhan yang Maha  Pengasih daripada segala pengasih.

Hari Keenam

Ya Allah, janganlah aku dihina kerana perbuatan maksiat ku kepada Mu dan janganlah menyeksa ku dengan balasan Mu. Jauhkan aku daripada sesuatu yang boleh mendatangkan kemurkaan Mu, dengan anugerah dan bantuan Mu, wahai Kemuncak Keinginan orang yang berkeinginan.

Hari Ketujuh

Ya Allah bantulah aku untuk mengerjakan puasa dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku daripada dosa-dosanya. Dan berilah aku zikir untuk mengingati Mu secara berterusan, dengan taufik (petunjuk) Mu wahai Pemberi Petunjuk kepada orang yang sesat.

Hari Kelapan

Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang kepada anak-anak yatim, pemberi makanan, penyebar salam dan bergaul dengan mulia, dengan kemuliaan Mu tempat berlindung orang yang berharap.

Hari Kesembilan

Ya Allah, sediakan bagi ku sebahagian daripada keluasan rahmat Mu. Berilah aku petunjuk dengan ajaran-ajaran Mu. Bimbinglah aku menuju keredaan Mu yang penuh dengan kecintaan Mu, wahai Harapan orang yang merindu.

Hari Kesepuluh

Ya Allah, jadikan aku di antara orang bertawakal kepada Mu dan jadikan aku di kalangan orang yang menang di sisi Mu. Ya Allah, jadikan aku di kalangan orang yang dekat di sisi Mu. Dengan ihsan Mu wahai Tempat Tuju orang yang memohon.

Hari Kesebelas

Ya Allah, tanamkan dalam diri ku kecintaan melakukan kebaikan dan kebencian melakukan perbuatan maksiat serta fasik. Ya Allah jauhkan ku daripada kemurkaan Mu dan seksaan api neraka, dengan pertolongan Mu wahai Tuhan yang menolong orang memerlukan pertolongan.

Hari Kedua Belas

Ya Allah, hiasilah diri ku dengan penutup dan kesucian. Tutuplah diri ku dengan pakaian kesederhanaan dan kerelaan. Tempatkan aku di jalan keadilan dan keikhlasan. Amankan diri ku daripada setiap perkara yang aku takut, dengan penjagaan Mu, wahai Penjaga orang yang takut.

Hari Ketiga Belas

Ya Allah, bersihkan diri ku daripada kekotoran dan kehinaan. Berilah kesabaran kepada ku untuk menerima segala ketentuan. Berilah kemampuan kepada ku untuk bertakwa dan bergaul dengan orang baik, dengan bantuan Mu wahai Pengharap orang yang miskin.

Hari Keempat Belas

Ya Allah, jangan aku dihukum disebabkan kekeliruan yang ku lakukan. Ampunkan aku daripada kesalahan dan kebodohan. Janganlah kau jadikan diri ku sasaran bala dan malapetaka, dengan kemuliaan Mu wahai Kemuliaan kaum Muslimin.

Hari Kelima Belas

Ya Allah limpahkan rezeki kepada ku berupa ketaatan orang yang khusyuk. Lapangkan dada ku dengan taubat orang yang menyesal, dengan keamanan Mu wahai keamanan orang yang takut

Hari Keenam Belas

Ya Allah, berilah kemampuan kepada ku untuk menjalani kehidupan seperti mana kehidupan orang baik. Jauhkan bagi ku kehidupan orang yang melakukan kejahatan. Lindungilah aku dengan rahmat Mu hingga ke alam akhirat, demi ketuhanan Mu wahai Tuhan sekalian alam.

Hari Ketujuh Belas

Ya Allah, tunjukkan bagi ku amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita ku, wahai Tuhan yang Maha Mengetahui segala keperluan tanpa ungkapan permohonan. Wahai yang Maha Mengetahui segala yang ada dalam hati sekalian makhluk. Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad saw. dan keluarga baginda yang suci.

Hari Kelapan Belas

Ya Allah, sedarkan aku untuk mencari keberkatan. Terangkan hati ku secerah cahaya dan bimbinglah aku serta anggota ku untuk mengikuti segala ajaran Mu, dengan cahaya Mu wahai Penerang Hati orang yang bijak.

Hari Kesembilan Belas

Ya Allah, penuhkan bahagian ku dengan keberkatan dan mudahkan bagi ku menuju ke arah kebaikan. Jangan kau jauhkan aku daripada ketenteraman kebaikan, wahai pemberi Petunjuk kepada Kebenaran.

Hari Kedua Puluh

Ya Allah, bukakan bagi ku pintu-pintu syurga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berilah kemampuan kepada ku untuk membaca ayat-ayat suci al-Quran, wahai Pemberi Ketenangan dalam hati orang beriman.

Hari Kedua Puluh Satu

Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk mendapat keredaan Mu. Janganlah engkau biarkan syaitan menguasai diri ku. Jadikan syurga tempat tinggal dan berehat bagi ku, wahai Pelaksana Keperluan orang meminta.

Hari Kedua Puluh Dua

Ya Allah, bukakan bagi ku pintu kelebihan dan turunkan bagi ku keberkatan mu. Berilah kepada ku untuk melakukan sesuatu yang mendatangkan keredaan Mu dan tempatkan aku dalam syurga Mu yang luas, wahai Penjawab doa orang dalam kesempitan.

Hari Kedua Puluh Tiga

Ya Allah bersihkan aku daripada segala dosa dan jauhkan diri ku daripada keaiban serta tanamkan ketakwaan dalam hati ku, wahai Pengampun kesalahan orang yang berdosa.

Hari Kedua Puluh Empat

Ya Allah, aku bermohon kepada Mu perkara yang mendatangkan keredaan Mu. Aku berlindung dengan Mu daripada perkara yang mendatangkan kemarahan Mu dan aku bermohon kepada Mu kemampuan untuk mentaati Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap Mu, wahai Pemberi kepada yang meminta

Hari Kedua Puluh Lima

Ya Allah, jadikan aku orang yang menyintai auliya? Mu dan memusuhi musuh Mu. Jadikan aku pengikut sunnah nabi Mu, wahai Penjaga hati para Nabi

Hari Kedua Puluh Enam

Ya Allah, jadikan usaha ku sebagai usaha yang sentiasa disyukuri, dosa-dosa ku sebagai dosa yang diampuni, kebaikan ku sebagai kebaikan yang diterima dan keaiban ku sebagai keaiban yang ditutupi, wahai Tuhan Maha Mendengar daripada semua pendengar~

Hari Kedua Puluh Tujuh

Ya Allah, berilah rezeki berbentuk ganjaran Lailatul Qadar kepada ku, ubahkan perkara sulit menjadi mudah, makbulkan permintaan maaf ku dan hapuskan dosa serta kesalahan ku, wahai Tuhan Maha Penyayang kepada hamba soleh~

Hari Kedua Puluh Lapan

Ya Allah, penuhkan hidup ku dengan amalan sunnah dan muliakan aku dengan diterimanya semua permintaan, wahai Tuhan yang tidak disibukkan oleh permintaan orang meminta

Hari Kedua Puluh Sembilan

Ya Allah, hiasilah aku dengan rahmat Mu dan berikanlah aku petunjuk serta penjagaan Mu. Bersihkan hati ku daripada fitnah, wahai Yang Maha Pengasih kepada hamba yang beriman.

Hari Ketiga Puluh

Ya Allah, jadikan puasa ku disertai dengan rasa syukur dan diterima oleh Mu melalui jalan keredhaan Mu serta keredhaan rasul Mu, cabangnya yang kukuh dan kekuatan keberkatan, demi kenabian Muhamad saw dan keluarga Baginda yang suci dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

ps. credit to zie & others.

source: http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=24030

kira tidak terlalu lewat…

ingin berdatang sembah di sini,

setelah seminggu yang belum kesampaian..

memagari langkah!

detik ini teruja,

mampukah diri menempa sisa

ramadhan yang berbaki

seoptimanya?

dapat dirasa – meriahnya di sana;

dan jika langkah pertama membuka:

memasuki rumahMu yang mesra ~

lapang derita, mendamai sukma….

aku ingin berlari,

mengheret  rindu yang sangsi;

mengutip puing harap yang tinggi;

menghempas leka, menokok peribadi

biar teguh sejati..

(di madrasah ramadhan kali ini…)

seandai,

inilah yang terakhir buatku…

naudzubillahi…

hayati solat terawih di mekah di kaca tv1@tvjakim!

sudahkah bersama menghayati live terawih dari mekah di musim ini?

uhh2..saya belum lagi mengikutinya setakad ini kerana tertidur awal..cuma di malam pertama sahaja ada sahut2 kedengaran gemersik lantunan bacaan solat2 di sana~diselangi waktu antara sedar & jagaku! masyaAllah.. memang terasa kepingin ingin berada seolah2 di sana sebulan ramadhan! betapa jiwa hanyut dibuai damai jika di tv pun sudah basah hati merendam kusyuk… subhanallah.. kuatnya tarikan magnet lambaian baitullah…. tapi, ku akur ~ sebagai insan kerdil dhaif ini siapalah diri di mataMu, ya Rabb?? (namun, akan terus berharap, dalam takut & harap)…insyaAllah… ameeen….

pada kalian yang berkelapangan, hayatilah persembahan ramadhan di musim ini selain solat2, tadarus alQuran dll amalan mulia di bulan berkat ini di tv anda… semoga ada keasyikan / kerinduan yang berganda ~ menghayati ramadhan mubarak seoptimanya… insyaAllah..

silakanlah~ meski anda bukan di tanah suci HARAMs ketika ini…

FEEL IT…

ABSORB….,  FEEL the DIFFERENCE!!

(UNIQUE..)

Siaran Langsung Solat Terawih Dari Mekah akan disiarkan sepanjang Ramadhan 1432H melalui TV1. Dijangka akan bermula pada 1 Ogos 2011M bersamaan 1 Ramadhan 1432H sehingga 29 Ogos 2011M bersamaan 29 Ramadhan 1432H bermula pada jam 0130 hingga 0300 pagi.
Untuk makluman, ia juga boleh juga ditonton melalui Jakim.TV (www.jakim.tv).

source:

http://www.islam.gov.my/siaran-langsung-solat-terawih-dari-mekah-0

tanda2 TAUBAT diterimaNya ~

PETIKAN (C&P)

Seorang ahli hikmah ditanya mengenai taubat. Bagaimanakah kita hendak mengetahui taubat kita telah diterima Allah atau tidak? Maka jawabnya, ini adalah urusan Allah,kita tidak berupaya menentukannya…tetapi kita boleh melihat pada tanda-tandanya iaitu:

1. Bagi hamba-hamba yang bertaubat itu bila dia merasakan di dalam dirinya masih ada dosa-dosa yang masih belum terhakis.

2. Hatinya lebih tenteram dan suka mendekati orang-orang yang soleh daripada mendekati mereka-mereka yang fasik.

3. Bila dia merasakan di dalam dirinya telah hilang perasaan gembira, sebaliknya sentiasa datang perasaan sedih kerana takutkan azab Allah.

4. Bila dia melihat pada dirinya yang sentiasa sibuk dengan menunaikan kewajipan terhadap Allah sebaliknya sedikit pun dia tidak sibuk meguruskan rezekinya yang telah dijamin oleh Allah.

5. Sungguhpun sedikit rezeki yang dia dapat di dunia ini namun ia tetap melihatnya banyak, tetapi walaupun banyak amalan untuk akhirat yang telah dikerjakannya namun ia tetap merasa sedikit.

6. Bila dia melihat pada dirinya yang sentiasa menjaga lidah dan ucapannya, sering bertafakur dan selalu berada di dalam keadaan sedih dan menyesal.

Sama-samalah kita memperbanyakkan lafaz istighfar memohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun. Semoga kita semua mendapat maghfirah daripada Allah…
Insya Allah…

ameeen…

keistimewaan ramadhan ~

Keistimewaan *berpuasa* Ramadhan ~ 

“Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadan dengan sungguh-sungguh beriman dan ikhlas kerana Allah semata-mata, nescaya diampuni Allah dosa-dosanya yang terdahulu”.

(Hadis riwayat Imam al-Bukhari)

Dari Abu Ayub al-Ansari berkata bahawa Nabi Muhammad s.a.w  pernah bersabda:

“Sesiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian dia berpuasa pula sebanyak enam hari pada bulan Syawal, seolah-olah dia berpuasa sepanjang masa”

(Riwayat Muslim)

amalan sunat sepanjang sebulan pada bulan Ramadan ini bagaikan melakukan perkara-perkara wajib. Pahala itu memang berbeza. Manakala, perkara wajib pula, digandakan sebanyak 70 kali.

Baginda saw. menggelarkan bulan Ramadan sebagai `shahrul musawah’ atau bulan prihatin.

Doa di dalam bulan Ramadan adalah mustajab, sedekah diterima, kebaikan digandakan dan azab pula ditolak.

SEDEKAH antara amalan sosial yang amat digalakkan di bulan mulia, ramadhan ini :

~ BERSEDEKAH KEPADA KAUM KERABAT akan mendapat dua pahala, iaitu pahala menghubungkan silaturahim dan kedua, pahala khas bersedekah.

~ dijanjikan syurga dan sedekah akan menjadi pendinding daripada api neraka, dan boleh menjinakkan hati serta mengikis sifat sombong & mementingkan diri sendiri sahaja.

~ sebuah hadith daripada Anas r.a., Baginda saw. bersabda bermaksud:

Bersedekahlah kamu, sesungguhnya bersedekah itu melepaskan kamu daripada Jahanam.

al-Quran mendidik manusia supaya menyumbang atau bersedekah dengan apa yang kita sayang untuk mencapai darjat kebaikan.

KISAH MENARIK ~ sebagai RENUNGAN:

BIAYA MENUJU PERANG TABUK OLEH SEDEKAH SAIDINA UTSMAN BIN AFFAN r.a.

Rasulullah saw. berdiri, “siapa yang mau berinfak?”

Sayyidina Utsman berdiri

“Aku ya Rasulullah 100 ekor onta” (1 ekor onta itu harganya 40 ekor kambing) 100 ekor onta sudah dengan pelananya “Siap”, sahut sayyidina Utsman bin Affan ra,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,
“jazakallah khair ya Utsman”  lalu duduk Sayyidina Utsman,

Rasul berdiri lagi,
“ada lagi yang mau berinfak?”
Sayyidina Utsman berdiri lagi,
“ya Rasulullah, aku 200 ekor onta tambah yang tadi 100 jadi 300”

Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam berkata,
“cukup Utsman duduk, yang lain ada yang bantu?” 

Berdiri lagi Sayyidina Utsman,
“ya Rasulullah saw.300 ekor unta tambah 300 yang tadi 200 pertama 100, 200, 300 jadi jumlahnya 600 ekor unta dengan pelananya dengan perlengkapannya fisabilillah”

Maka berkatalah Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam
“tidak ada lagi musibah yang akan menimpa Utsman bin Affan setelah ini”

# seluruh biaya menuju perang Tabuk telah ditanggung Utsman bin Affan r.a.

Semoga sesama kitaberusaha meningkatkan amalan kebaikan di bulan mubarak ini ~ nsyaAllah..

ameeen…

HPP RAMADHAN ~ RAMADHAN _KAREEM!!!

~ smile ~

THURSDAY @ FRIDAY’S SPECIAL

(Munajat pembuka orang bertaubat)

Doa Imam Ali Zainal Abidin


Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang


Ya Allah, aku bermohon pada-Mu
hendaklah Kau jaga aku
sehingga aku tidak lagi menentang-Mu
Sungguh, aku bingung dan ketakutan
karena banyaknya dosa dan kemaksiatan
bersamaan dengan banyaknya Anugerah-Mu
dan kebaikan


Lidahku telah kelu karena banyaknya dosa-dosaku
Telah hilang wibawa wajahku
Maka dengan wajah yang mana
aku harus menemui-Mu
setelah dosa-dosa membuat wajahku muram?
Dengan lidah yang mana
aku harus menyeru-Mu
setelah maksiat membuat lidahku bungkam?


Ya Allah,
Bagaimana aku menyeru-Mu,
Padahal aku pendosa?
Tetapi, Bagaimana aku tidak menyeru-Mu
Padahal Engkau Maha Pemberi Karunia?
Bagaimana aku bergembira
Padahal aku pendosa?
Tetapi, Bagaimana aku berduka
Padahal Engkau Maha Pemberi Karunia?


Ya Allah,
Bagaimana aku menyeru-Mu,
Padahal aku, aku?
Tetapi, Bagaimana aku tidak menyeru-Mu,
Padahal Engkau, Engkau?
Bagaimana aku bergembira
Padahal aku telah melawan-Mu?
Tetapi, Bagaimana aku berduka
Padahal aku telah mengenal-Mu?


Wahai Zat yang Maha Kasih
Wahai Zat Yang Maha Sayang
Wahai Zat Yang Maha Pengampun
Wahai Zat Yang Maha Pemurah


Ya Allah,
Sungguh aku malu menyeru-Mu
Padahal aku selalu mengulangi dosa-dosaku
Tetapi, bagaimana mungkin seorang hamba
tidak menyeru junjungannya
Kemanakah pelariannya dan perlindungannya
Jika Kau usir dia?


Ya Allah,
Kepada siapa lagi aku berlindung
jika tidak Kau tegakkan aku
dari ketergelinciranku?

Siapakah yang akan mengasihiku
Jika Engkau tidak mengasihiku?
Siapakah yang akan menyambutku
Jika Engkau tidak menyambutku?

Kemana hendak berlari
Jika harapanku terhempas di sisi-Mu?


Ya Allah,
aku berada antara cemas dan harap
kecemasanku pada-Mu
mematikanku
harapku pada-Mu
menghidupkanku


Ya Allah,
Dosa-dosa adalah sifat kami
Sedangkan maaf adalah sifat-Mu


Ya Allah,
Uban itu adalah cahaya-Mu
Bagaimana mungkin Kau bakar cahaya-Mu
Dengan api-Mu

Ya Allah,
Surga itu tempatnya orang-orang baik
Tetapi jalannya melewati neraka
Duhai beruntungnya
Sekiranya aku mendapatkan syurga
aku tidak masuk neraka


Ya Allah,
Bagaimana mungkin aku menyeru-Mu
dan mengharapkan syurga
dengan perbuatan ku yang buruk?
tetapi,
bagaimana mungkin aku tidak menyeru-Mu
dan tidak mengharapkan syurga
dengan perbuatan-Mu yang baik dan indah?

Ya Allah,
akulah yang menyeru-Mu,
walaupun bermaksiat pada-Mu,
hatiku tidak pernah melupakan zikir-Mu

Ya Allah,
akulah yang mengharapkan-Mu,
walaupun bermaksiat pada-Mu,
tak kan putus harapku akan kasih-Mu


Ya Allah,
akulah yang bertambah panjang usiaku,
bertambah banyak dosa-dosaku,
bertambah panjang musibahku
karena banyaknya dosaku,
bertambah panjang pula harapanku
karena banyaknya ampunan-Mu


duhai junjunganku, Tuhanku
dosa-dosaku besar
tetapi ampunan-Mu
lebih besar
dari dosa-dosaku
wahai Dia Yang Ampunan-Nya besar
ampunilah dosa-dosaku yang besar
karena tidak ada yang mengampuni dosa besar
kecuali Tuhan Yang Maha Besar


wahai Tuhanku
akulah yang telah membuat perjanjian dengan-Mu
kemudian aku putuskan janjiku
aku lepaskan tekadku
ketika nafsu menguasaiku
sehingga pagi berbuat sia-sia
dan sore berbuat alpa
Kau tuliskan apa yang kulakukan
dalam siang dan malamku


Ya Allah, Ya Tuhanku
dosa-dosaku
tidak menyusahkan-Mu
ampunan-Mu padaku
tidak mengurangi kebesaran-Mu
berikanlah padaku ampunan
yang tidak menyusahkan-Mu
berikanlah padaku anugerah
yang tidak mengurangi kebesaran-Mu


Ya Allah
jika kau bakar aku
tidak ada manfaatnya bagi-Mu
jika kau ampuni aku
tidak ada mudharatnya bagi-Mu
lakukanlah padaku
apa yang tidak menimbulkan mudharat bagi-Mu
dan janganlah Kau lakukan padaku
apa yang tidak menggembirakan-Mu
sesungguhnya Engkau
Maha Pengasih
Maha Penyayang
Maha Pengampun
Maha Pemurah


Ya Allah,
sekiranya maaf bukan sifat-Mu
tak kan ada seorangpun yang mengenal-Mu
akan menentang-Mu
sekiranya Engkau tidak pemurah dengan ampunan-Mu
aku takkan bermaksiat pada-Mu
dan tidak akan mengulangi dosa-dosaku
sekiranya ampunan bukan hal yang paling Engkau cintai
takkan ada seorang mahklukpun yang paling engkau cintai
berani menentang-Mu


Ya Allah,
harapanku dariMu hanyalah ampunan
sangkaku padaMu hanyalah kebaikan
selamatkanlah aku dari ketergelinciran


Ya Rabb,

sudah terjadi apa yang terjadi
wahai Dia yang penuh santun pada yang memusuhi-Nya
apakah lagi pada yang mencintai-Nya dan menyeru-Nya
wahai Dia yang menjawab, bila ada seruan
wahai Dia yang dengan kebesaran-Nya, menebarkan awan


Engkaulah yang berkata:
siapakah yang menyeru pada-Ku, tidak Aku jawab?
Siapakah yang meminta pada-Ku, tidak Aku beri?
Siapakah yang berdiri di depan pintu-Ku, tidak Aku sambut?

Engkaulah yang berkata:

Aku Maha Pemurah, dari-Ku Kemurahan
Aku Maha Pemberi Anugerah, dari-Ku Anugerah
Diantara anugerah-Ku pada para pendosa
Aku lindungi mereka di tempat tidur mereka
Seakan-akan mereka tidak pernah berbuat maksiat pada-Ku
Aku jaga mereka
Seakan-akan mereka tidak pernah berbuat dosa pada-Ku


Siapakah yang berbuat dosa?
Siapakah yang mengampuni dosa?
akulah yang banyak melakukan dosa
dan Engkaulah yang paling banyak mengampuni dosa

Ya Allah,
buruk benar apa yang kulakukan,
karena banyaknya dosa dan kemaksiatan
indah benar yang Kau lakukan,
dengan segala anugerah dan kebaikan

Ya Allah,
Engkaulah yang menenggelamkan aku
Ke dalam karunia, anugerah dan pemberian
akulah yang menenggelamkan diriku
ke dalam dosa, kebodohan dan kesalahan
Engkaulah yang terkenal karena kebaikan
akulah yang terkenal karena kemaksiatan

Ya Allah,
telah sempit dadaku
dan aku tidak tahu
dengan obat apa bisa kusembuhkan dosa-dosaku
berapa banyak lagi
aku harus bertaubat daripadanya?
berapa kali
aku harus kembali padanya?
berapa banyak
aku harus menyebutnya pada siang dan malamku?
Sampai kapan ya Allah?
Padahal telah kuhabiskan sisa umurku.

Ya Allah,
Lama deritaku
Rapuh tulangku
Ringkih tubuhku
Tetapi,
Dosa-dosaku
Terus bertumpuk
Di atas punggungku
Oleh karena itu, duhai junjunganku
ku adukan padaMu
kemiskinan dan kefakiranku
kelemahan dan ketakberdayaanku


Ya Allah,
telah tidur semua yang punya mata,
dan beristirahat ditempat tinggalnya
sedangkan kini, gemetar hatiku dan kedua belah mataku
menanti kasihMu
maka kuseru Engkau, wahai junjunganku
perkenankan doaku
penuhi hajatku
cepatkan ijabahku


Ya Allah,
aku menunggu ampunan dariMu
seperti yang ditunggu para pendosa
aku takkan berputus asa dari rahmatMu
yang dinantikan mereka yang berbuat kebajikan
apakah akan kau bakar dengan neraka
wajah yang telah rebah beribadat padaMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
mata yang telah menangis takut padaMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
lidah yang telah membaca Al-Qur’an
apakah akan kau bakar dengan neraka
hati yang telah mencintaiMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
tubuh yang telah tunduk merendah di hadapanMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
seluruh anggota badan yang telah sujud rukuk padaMu


Ya Allah,
Kau perintahkan kami berbuat kebajikan
padahal Engkau lebih utama daripada mereka yang diperintahkan
Kau perintahkan kami memberi orang yang meminta
padahal Engkau yang ter baik yang diminta


Ya Allah
jika Kau siksa aku
akulah seorang hamba yang Kau ciptakan
untuk apa yang Kau kehendaki
lalu Kau siksa dia
jika Kau selamatkan aku
akulah seorang hamba yang Kau dapati berbuat kesalahan
lalu Kau selamatkan dia


Ya Allah,
Tidak ada jalan bagiku untuk melindungi diri dari dosa
Kecuali dengan penjagaanMu
Tidak ada cara lain bagiku untuk mencapai amal yang baik
Kecuali dengan kehendakMu
Ya Allah tiada daya dan upaya kecuali dariMu
Bagaimana aku melindungi diri
Jika tak Kau sampaikan padaku penjagaanMu


Ya Allah,
Kau tutupi bagiku dosa didunia dan tidak Kau sebarkan
Maka janganlah Kau permalukan aku
Pada hari kiamat di hadapan penghuni alam semesta


Ya Allah,
KemurahanMu meluaskan harapanku
syukurMu menerima amalku
maka bahagiakanlah aku
dalam pertemuan denganMu
di penghujung ajalku


Ya Allah
sekiranya iman menjadi saksi bagiku
atas keesaanMu
sekiranya lidahku berbicara untuk memujiMu
sekiranya Al-Quran menunjukkan padaku
akan keutamaan anugerahMu
maka bagaimana mungkin hilang harapanku akan janjiMu?


Ya Allah,
akulah yang membunuh diriku dengan pedang kemaksiatan
sehingga pasti memperoleh dari sisiMu
penolakan dan pemutusan
selamatkanlah aku Ya Rabb, selamatkan aku
masihkah ada bagiku sedikit wajah kebaikan di hadiratMu

Ya Allah
Adam telah menentangMu
lalu Kau ampunkan dia
mahkluk dari keturunannya juga menentangMu
wahai yang memaafkan penentangan ayah
ampuni juga anak yang maksiat kepadaMu
dari keturunannya


Ya Allah
Kau ciptakan syurga
Untuk orang yang mentaatiMu
Kau janjikan didalamnya
Apa yang tak tergetar dalam hati
Lalu kuperhatikan amalku
kulihat amalku lemah
ku hitung-hitung diriku
aku tidak mampu mensyukuri nikmat
yang Kau anugerahkan kepadaku
dan
Kau ciptakan neraka
Untuk orang yang maksiat padaMu
Kau janjikan didalamnya
Belenggu nyala api dan siksa


Ya Rabb,

aku takut, dipastikan masuk kedalamnya (naudzubillahi..)
Karena besarnya dosaku
Banyaknya kesalahanku
Terdahulunya kemaksiatanku

Tetapi ya Allah,
Tidak ada dosa yang terlalu besar bagiMu
Untuk Kau ampunkan bagiku
Dan bagi siapapun yang dosanya lebih besar dariku
Karena kecilnya derajat kami dalam KerajaanMu


Dengan segala keyakinan, harapan, dan kepasrahanku
Wahai Dzat yang Maha Besar
Maha Agung
Maha Tinggi
Maha Suci
Maha Benar
Maha Agung Engkau ya Allah dengan segala sifat dan Asma-Mu

Ya Allah,
Kau jadikan bagiku musuh yang memasuki hati,
Menempati bayangan dan fikiranku
Maka ke manakah aku harus berlindung
Jika tidak ada perlindungan dariMu


Ya Allah
Sungguh syaitan itu jahat dan buruk
Banyak makarnya
Berat permusuhannya
Lama persengketaannya
Bagaimana mungkin selamat
Orang sekampung
Sedang dia penipunya
Hanya saja kudapati tipuannya lemah
Hanya kepadaMu kami beribadah
Dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan
Hanya kepadaMu kami memohon penjagaan
Tiada daya dan upaya kecuali dariMu

Ya Karim ya Karim ya Karim
Amin ya Rabbal alamin…

………………………

(copied&pasted)

source: kacabidang.wordpress.com


Salam & maaf…

—————————————————————————————-

….PLEASE CLICK FOR MORE INFO….

 

1.  MUNAJAT Para Pecinta Allah

(Dari Imam ‘Ali Zainal Abidin as. dalam

Shahifah Sajjadiyah)

https://p2sttj.wordpress.com/2010/10/15/mari-kita-sama2-bermunajat-cp/

2.  DOA KUMAIL 3-IN-1

https://p2sttj.wordpress.com/2011/03/04/doa-kumail-3-in-1/

3. DOA KUMAIL (Doa Nabi Hidhir)

https://p2sttj.wordpress.com/2009/04/01/doa-kumail-doa-nabi-hidhir/

4.  DOA KUMAIL :

The Supplication of Imam Ali bin Abi Talib (a.s.)

(ARABIC & ENGLISH VERSION)

https://p2sttj.wordpress.com/2010/01/21/selamat-menghayati-doa-kumail-di-malam-jumaat-ini/





menggapai lailatul qadar

kebanyakan kita mencarinya tapi sebahagian pula kurang menyedari keutamaannya…

bagaimana kalau kita merasakan sebahagian daripada kehadiran lailatul qadar itu sebagaimana dianjurkan oleh sebuah hadis dibawah (diriwayatkan oleh Anas bin Malik) yang menyatakan, barangsiapa yang menunaikan solat maghrib dan isya’ berjamaah sepanjang bulan Ramadhan sesungguhnya dia telah mendapat sebahagian dari Lailatul Qadar.!!

Bermaksud bukanlah suatu yang amat sukar untuk mendapatkan sebahagian dari malam Lailatul Qadar. Yang penting kita tidak mengabaikan mana-mana malam di bulan Ramadhan kecuali dengan melakukan ibadat dan paling minimum sembahyang berjamaah pada waktu maghrib dan isya.

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sejahtera dan selamat dari segala kejahatan dari awal malam sehinggalah terbit fajar.

Memberi erti kebaikan menyelubungi sepanjang malam Lailatul Qadar. Tentulah hampa bagi mereka yang lalai yang tidak ambil berat tentang malam Lailatul Qadar, namun ia tetap datang di setiap bulan Ramadhan!!!

insyaAllah…


peranan hati….

Aset terpenting yang ditelek sebelum diterima amalan hanyalah hati yang bersih…niat lillahi ta’ala..

semoga kita selalu memperhatikan soal hati kerana hati yang paling dikasihi Allah hanyalah hati yang bersih dalam pegangannya dan  lembut terhadap saudaranya……

……ikhlas dalam amalannya...

‘apakah hati kita telah cukup selamat untuk menemuiNya?’

‘layakkah kita mendapat ridhaNya…???’

 

DOA AGAR DIKURNIAKAN KEAMPUNAN, HIDAYAH, REZEKI DAN KESELAMATAN


اللهُمَّ اغْفِرْلِي، واهْدِنـِي، وَارْزُقْنِي، وَ عَافِنـِي، أَعُوذُ بِاللَّـهِ مِنْ ضِيقِ الْمَقَامِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

“Ya Allah , ampunilah aku, berilah hidayah padaku, anugerahkanlah aku dengan rezki, berilah afiat kepadaku, aku mohon perlindunganMu dari kesempitan tempat berdiri di hari akhirat kelak.


DOA MEMOHON HATI YANG BERSIH

اللَّّـهُمَّ إنِّي أَعُوذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَاْلجُبْـنِ وَالبُخْلِ، وَالهَرَمِ، وَعَذَابِ الْقَـبْرِ، اللَّّـهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيـُّهَا وَمَولاهَا، اللَّّـهُمَّ إِنِّي أَعُوذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لا يُسْتَجَابُ لَهَا

“Allohumma inni a’uudzu buka minal ‘ajzi wal kasali wal jubni wal bukhli wal haromi wa ‘adzaabal qobri. Allohumma aati nafsii taqwaahaa wa zakkihaa, anta khoiru man zakkaahaa. Anta waliyyuhaa wa maulaahaa. Allhomma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’u wa min qolbin laa yakhsya’u wa min nafsin laa tasyba’u wa min da’watin laa yustajaabu lahaa.”

maksudnya:

“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon perlindunganMu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kedekut, nyanyuk dan azab qubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan kepadaku dan sucikanlah ia, kerana Engkaulah sebaik-baik Tuhan yang menyucikan , Engkau pelindung dan memeliharanya. Ya Allah, aku memohon perlindunganMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk , nafsu yang tidak puas dan doa yang tidak dikabulkan “.


DOA AGAR DIBERI KEKUATAN UNTUK SENTIASA BERZIKIR, SYUKUR DAN TAAT


اللَّـهُمَّ أعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

 Ya Allah, tolonglah aku agar dapat berzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan memperelokkan ibadah kepadaMu ..

SOURCE:

http://www.al-bakriah.com.my/index.php?option=com_content&view=article&id=161:doa-daripada-hadis-nabi-saw&catid=12:doa&Itemid=30&Itemid=1



hati yang baik anugerah Allah kepada hamba pilihanNya;

bukan mustahil dicapai tapi sentiasa berbolak-balik:

mesti selalu berusaha mensucikannya…

berbahagialah hati yang hidup – meski tercalit ingin kembali terus menggilapnya…

sekalipun jatuh terus merangkak mengutipnya;

betapapun tercela tidak putus-asa mengharap & berkekalan dalam memperbaikinya…

hidupkan hati dengan muhasabah, bajainya dengan zikrullah – sirami ia dengan doa & taqwa

irhamnaa ya Rabb….

ameeen…


salam mujahadah…



marhaban ya rajab…it starts today?

inilah doa 3-serangkai yang memuliakan ketiga2 bulan Rejab, Sya’aban & Ramadhan sebagai pemacu ke arah kebersihan jiwa, rohani & amalan untuk memupuk kecintaan kepada Ilahi dan memperteguhkan jatidiri agar selalu diberkati….

Imam As-Sayuti r.a membawa sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ibnu Asaakir r.a bahawa Nabi s.a.w pernah bersabda ertinya:

Lima malam tidak ditolak di

dalamnya doa:-

Malam pertama di dalam bulan Rejab, malam Nisfu Syaaban, malam Jumaat, malam hari raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya Aidil Adha.

Doa Rejab yang masyhur berupa istighfar yang diajarkan oleh Nabi s.a.w.,

Diamalkan sebanyak 70 kali setiap hari atau setiap pagi dan petang.

Ya Allah ampunilah daku dan rahmatilah daku dan aku bertaubat

(kepadaMu Ya Allah)

 

ameen…


MARHABAN YA RAJAB…..

 

SMILE…