Solat Tasbih & keutamaannya..

real connection

Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!

Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..

tasbih tangan jer..

Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)

Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:

Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!

irhamna

Niat Shalat Tasbih:

Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Niat untuk solat tasbih dengan 1x salam (4 rakaat)@ siang hari pula:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.

Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,

Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,

Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,

Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,

Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,

Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,

Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri  untuk rakaat yang kedua).

https://youtu.be/6t5c8PSamy8

Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)

Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.

Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.

Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: أَنََّ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلََّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ !! أَلاَ أُعْطِيْكَ؟ أَلاَ أُمْنِحُكَ؟ أَلاَ أُحِبُّكَ؟ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشَرَ خِصَالٍ, إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبِكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ, قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ, خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ, صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ, سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ. عَشَرَ خِصَالٍ, أَنْ تُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ, وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاََّّ اللهِ وَالله ُأَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً, ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ, إِذَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً, فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ .فَفِي عُمْرِكَ مَرَّةً

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.

Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”

 (HR. Abu Daud no. 1297)

Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:

كَبِّرِى اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِى اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِى مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِى رَافِعٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- غَيْرُ حَدِيثٍ فِى صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَىْءٍ. وَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ. حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِى يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا. ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِى كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ. قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِى الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَفِى السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ. قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِى رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِى سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِىَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ.

Artinya:

“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.

 (HR. Tirmidzi no. 481)

Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.

4997f-32265_396093339354_291202364354_4322573_5647008_n

Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:

  • Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  • Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
  • Al-Âjurry.
  • Ibnu Mandah.
  • Al-Baihaqy.
  • Ibnu As-Sakan.
  • Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  • Abu Musa Al-Madiny.
  • Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  • Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  • Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  • Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
  • An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
  • Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  • Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  • Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  • Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  • As-Subki.
  • Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  • Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  • Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh.
  • As-Suyûthy.
  • Al-Laknawy.
  • As-Sindy.
  • Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain

Do’a Setelah Shalat Tasbih:

  • اللّهُمَّاِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِاْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِوَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَاَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ .

  • اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْمَعَاصِيْكَحَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّىاُنَاصِحَكَ فِىالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَالنَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَعَلَيْكَ فِى اْلأُمُوْرِكُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَااَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَاوَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّّاحِمِيْن.

doa

 

Bid’ah yang sering ditemukan dalam Shalat Tasbih:

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:

  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

– Wallâhu A’lam bi ash-Shawâb

#copied &edited & pasted from:

http://afifulikhwan.blogspot.my/2012/11/tata-cara-shalat-tasbih-lengkap-dan.html

 

Advertisements

10 Nasihat (wasiat) Imam Shafie:

sayyidul_istighfar

https://youtu.be/GM_rqeCi_qs

10 Nasihat Imam Syafie:

SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah,beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya seperti berikut:

Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh (10) perkara.

PERTAMA: HAK KEPADA DIRI.

Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT

Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat
persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

KETIGA : HAK KEPADA KUBUR

Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.

KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR

Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

KELIMA : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT)

Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.

KEENAM : HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT)

Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

KETUJUH : HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)

Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.

KELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA SYURGA)

Iaitu : Berasa redha dengan Qadha’ Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.

KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI S.A.W

Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.

KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH SWT

Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

http://cetusanmuallim.blogspot.my/2013/02/10-nasihat-imam-syafie.html

10 Wasiat Imam Shafie

 

ea793-indukhikmah

Salam Eidul Fitri 1437h!

eid_mubarak3.jpg

assalaam wbt.

MAAF ZAHIR BATIN, YE!!

Saya mengambil peluang ini memohon kemaafan dari kalian atas segala ketelanjuran bicara dan sikap sepanjang perkenalan di sini..

eid_mubarak 1433h

Harap sudi juga dihalalkan segala bentuk perkongsian ilmu yang disentap tanpa rela.. uhh2x.. sekadar niat pengamatan diri untuk semua..

SALAM EID MUBARAK, 1433H

MAAF ZAHIR BATIN, k!

EID MUBARAK!

EID MUBARAK!

Eid-Mubarak-Greeting-Cards

wassalaam wbt.

#1Syawal,1437h=6Julai,2016(Khamis)

 

Solat Tasbih & keutamaannya..

real connection

Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!

Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..

tasbih tangan jer..

Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)

Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:

Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!

irhamna

Niat Shalat Tasbih:

Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Niat untuk solat tasbih dengan 1x salam (4 rakaat)@ siang hari pula:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,
Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri  untuk rakaat yang kedua).

https://youtu.be/6t5c8PSamy8

Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)

Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.

Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.

Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: أَنََّ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلََّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ !! أَلاَ أُعْطِيْكَ؟ أَلاَ أُمْنِحُكَ؟ أَلاَ أُحِبُّكَ؟ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشَرَ خِصَالٍ, إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبِكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ, قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ, خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ, صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ, سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ. عَشَرَ خِصَالٍ, أَنْ تُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ, وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاََّّ اللهِ وَالله ُأَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً, ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ, إِذَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً, فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ .فَفِي عُمْرِكَ مَرَّةً

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.
Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”

 (HR. Abu Daud no. 1297)

Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:

كَبِّرِى اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِى اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِى مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِى رَافِعٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- غَيْرُ حَدِيثٍ فِى صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَىْءٍ. وَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ. حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِى يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا. ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِى كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ. قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِى الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَفِى السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ. قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِى رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِى سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِىَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ.

Artinya:
“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.

 (HR. Tirmidzi no. 481)

Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.

4997f-32265_396093339354_291202364354_4322573_5647008_n

Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:

  • Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  • Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
  • Al-Âjurry.
  • Ibnu Mandah.
  • Al-Baihaqy.
  • Ibnu As-Sakan.
  • Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  • Abu Musa Al-Madiny.
  • Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  • Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  • Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  • Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
  • An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
  • Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  • Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  • Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  • Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  • As-Subki.
  • Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  • Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  • Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh.
  • As-Suyûthy.
  • Al-Laknawy.
  • As-Sindy.
  • Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain

Do’a Setelah Shalat Tasbih:

  • اللّهُمَّاِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِاْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِوَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَاَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ .

  • اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْمَعَاصِيْكَحَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّىاُنَاصِحَكَ فِىالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَالنَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَعَلَيْكَ فِى اْلأُمُوْرِكُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَااَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَاوَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّّاحِمِيْن.

doa

 

Bid’ah yang sering ditemukan dalam Shalat Tasbih:

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:

  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

– Wallâhu A’lam bi ash-Shawâb

#copied &edited & pasted from:

http://afifulikhwan.blogspot.my/2012/11/tata-cara-shalat-tasbih-lengkap-dan.html

 

Raye Day~

huhu..

i raye @ my own kampung yesterday! huhu.. smpai gak hjat walau smp a bit lewat!

bertolak bout 3pm fo kmman on 2nd rye n smp mlka bout 3pagi (3rd rye!)… kesian kNgah sorang je yg mndu!

jzkk.

opqrst…..xyz,

banyak kesah rye thun ni…

i.A. lpang2 t den smbung citer kat sni lg!

penat tp fulfilled!

Alhamdulillah..

eh2.. u all dh start posa 6 ko?

mesti cuba posa tau..!!

Alhamdulillah,

i’ve started qadha my posa ramadhan this year snc 2nd rye g.. sementara masih larat lg ni.. i.A. jika selesai berposa smp msuk mghrib ni, dh dpt byar 3hari (ganti)! ada hutang lg bout seminggu, wc i expcted ’em to be settled (aameen!) by 29/july’15 t! itupun jika diziniNya posa direct since day 2rye!!

uhh2.. rse x sdap/ selesa nk gumbira beraye sbb posa xponuh bganti g wl sbb Abc!

hee… semoga dapat ganti posa hbih directly n dapat dikira ALLAH  jugak sbg sebahagian posa sunat 6, isnin, khamis bl mne bersamaan mse tsbt. aameen…

tolong doakan same, bole?

ngeH!!

smile

MAAF ZAHIR BATIN, tau!

Eid-Mubarak-Greeting-Cards

MENUTUP AURAT DALAM ISLAM

Aurat (Bahasa Arabعورة‎) merupakan istilah Islam yang melambangkan sesuatu bahagian dari anggota badan, samada lelaki ataupun perempuan, yang haram dibuka atau dipamerkan. Dalam erti kata lain sesuatu anggota badan yang wajib ditutup dan disembunyikan dan haram orang bukan mahram melihatnya.
Kewajipan menutup aurat adalah wajib bagi perempuan dan lelaki yang telah baligh. Berpandukan dalil-dalil daripada Al Quran dan Hadis, aurat lelaki dan aurat perempuan adalah seperti berikut:
Mengikut mazhab Ahlul Sunnah Wal Jamaahaurat lelaki ialah di antara pusat dengan lutut. Maknanya, mereka seharusnya menutup alat kemaluan dan bahagian di antara pusat dan lutut setiap masa kecuali atas dasar privasi. Mereka juga wajib memakai pakaian yang longgar dan tidak jarang bagi mengelakkan warna kulit dan juga bentuk badan dilihat oleh golongan bukan ajnabi.
Wanita:
Aurat wanita sangat komplikated dan berubah mengikut situasi:Di hadapan mahram (saudara lelaki rapat), seseorang wanita itu wajib menutup seluruh badannya kecuali kepala dan tangan.
Di hadapan sesama wanita muslim, aurat perempuan ialah di antara pusat hingga lutut.
Aurat di hadapan sesama wanita bukan Islam menjadi perdebatan. Sesetengah ilmuwan menyatakan wajib menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan pergelangan tangan. Sementara, sesetengah ilmuwan lain berpendapat aurat perempuan muslim kepada bukan wanita bukan Islam ialah sama ketika mana mereka berada dengan sesama wanita Islam.
Aurat di hadapan lelaki yang tiada pertalian tidak kira Islam mahupun bukan Islam adalah menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan tapak tangan.
Aurat ketika solat ialah wajib menutup seluruh anggota badan kecuali muka dan tapak tangan.Sesetengah ilmuwan berpendapat suara wanita juga adalah aurat.

DALIL Al-QURAN:

Wahai anak-anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepada kamu (bahan-bahan untuk) pakaian menutup aurat kamu dan pakaian perhiasan dan pakaian yang berupa takwa itulah yang sebaik-baiknya. Yang demikian itu adalah dari tanda-tanda (limpah kurnia) Allah (dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya) supaya mereka mengenangnya (dan bersyukur). (Surah Al-A’raaf : Ayat 26)

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram) dan memelihara kehormatan mereka dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka (terjemahan langsung adalah: ‘dan hendaklah mereka menutup dada mereka dengan penutup’); dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada;
suami mereka atau
bapa mereka atau
bapa mertua mereka atau
anak-anak mereka, atau
anak-anak tiri mereka atau
saudara-saudara mereka atau
anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki atau
anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau
perempuan-perempuan Islam atau hamba-hamba mereka atau
orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan
kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan
dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (Surah An Nur : Ayat 31)

“Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani.” (Surah Al-Ahzab : Ayat 59)

“Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya.” (Surah An-Nur:31)

  HADIS NABI S.A.W

“Sesungguhnya wanita itu adalah aurat, setiap kali mereka keluar, syaitan akan memperhatikannya.” (Riwayat Bazzar dan At-Tirmizi)


“Allah merahmati wanita-wanita Muhajirin yang pertama, apabila turunnya ayat (yang bermaksud) “…dan hendaklah mereka menutup belahan leher baju mereka dengan tudung kepala mereka…”, serta-merta mereka mengoyakkan apa sahaja kain (yang ada di sekeliling mereka) lalu bertudung dengannya.” (Riwayat Al-Bukhari)

3) Bahawa Asma’ bint Abi Bakr (kakaknya) datang bertemu Nabi s.a.w. dalam keadaan pakaiannya nipis sehingga nampak kulit badannya, lalu Nabi s.a.w. pun berpaling daripadanya dan bersabda: “Wahai Asma’, seorang perempuan yang telah sampai haidh (baligh) tidak boleh dilihat (hendaklah bertutup) pada badannya melainkan ini dan ini” (sambil baginda menunjukkan ke arah wajah dan kedua pergelangan tangannya). (Riwayat Abu-Dawud)

UNTUK huraian lanjut berkenaan aurat, silalah KLIK details AURAT di sini!

DOA PENGGERAK

Bismillahirrahmanirrahiim..

 

Ayat Penggerak:

 

Bismillahillazi La Yadhurru Ma’as Mihi Syai’un Fil Ardhi Wa la FisSamaa_i wahuas Samiiul ‘Aliim

Rasulullah s.a.w. mengajarkan kepada umatnya satu doa yang jika dibaca tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu petang maka akan terhindarlah kepada yang membacanya daripada segala kemudaratan di sepanjang hari tersebut (doa Penggerak di atas) 

Mengikut kamus Dewan Bahasa Edisi Ketiga”Mudharat” membawa maksud seperti berikut;

  1. Tidak Beruntung, Menanggung Rugi2. Tidak Berhasil, Tidak Berjaya, Gagal3. Berbahaya4. Melarat, Bertambah Payah

Dengan itu jika kita amalkan doa yang tersebut di atas, insya’Allah kita akan terhindar daripada ”mudarat” yang disebutkan. Maka dengan itu faedahnya yang diperolehi ialah kita akan;

  1. Beruntung, Tidak Menanggung Rugi.2. Berhasil, Berjaya dan Tidak Gagal.3. Selamat dari bahaya.4. Tidak melarat, Menjadi Senang.

Keberuntungan beramal dengan doa ini:

Terhindar Daripada Bahaya

Tuan Guru Dato’ Dr. Haron Din menamakan doa ini sebagai ”Ayat Pengerak” kerana dengan membaca doa ini boleh mengerakkan hati kita untuk meneruskan atau tidak bila hendak melakukan sesuatu kerja-kerja yang berbahaya. Tuan Guru memberikan petua bagaimana untuk beramal dengan doa ini seperti berikut;

• Bila hendak memulakan perjalanan samaada perjalanan yang dekat ataupun jauh, mengembara ke tempat yang telah biasa ataupun yang belum pernah dikunjungi dan sebagainya atau untuk memulakan sesuatu pekerjaan yang mungkin biasa atau berisiko seperti masuk hutan untuk berburu, memancing, menyembelih binatang, bekerja di tempat pembinaan, dan seumpamanya, maka sebelum itu bacalah doa ini sebanyak tujuh kali. Insya’Allah, Allah s.w.t akan melindungi kita daripada segala bentuk kemudaratan, kejahatan dan bahaya yang mungkin ada di sekeliling kita.

• Jika bacaan tersekat-sekat atau terlupa atau ketika sedang membaca ada gangguan seperti gangguan telefon berdering, gangguan daripada anak-anak, gangguan daripada rakan-rakan yang menyapa dan sebagainya yang menyebabkan kosentrasi bacaan terganggu, maka berehatlah dahulu. Jangan diteruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Setelah berehat beberapa ketika, baca sekali lagi sehingga tujuh kali bacaan. Jika sekiranya bacaan tujuh kali itu lancar baru teruskan perjalanan atau pekerjaan tersebut. Jika diteruskan juga perjalanan atau pekerjaan sedangkan bacaannya tidak lancar, mengikut pengalaman Tuan Guru, kita boleh terkena dengan kemudaratan yang mungkin ada dihadapan kita.

Perlu diingatkan disini bahawa, insya’Allah kita boleh terlepas daripada kemudaratan yang dinamakan Qada’ Muaalaq iaitu ketentuan Allah yang boleh berubah dengan kita berusaha melalui berdoa kepada-Nya. Bagaimanapun jika ianya Qada’ Mubram iaitu ketentuan Allah yang tidak boleh berubah seperti mati maka kalau ajal telah tiba kita membaca doa ini seribu kali sekali pun pasti kita akan mati.

Terhindar Daripada Kemudaratan Makanan

Makanan dan minuman yang masuk ketubuh badan kita sebahagiannya mengandungi bahan kimia yang beracun. Racun tersebut tidak memberi kesan untuk jangkamasa pendek tetapi terbukti sebahagiannya memudaratkan tubuh badan untuk jangkamasa panjang. Penyakit yang begitu sinonim dewasa ini dalam masyarakat kita seperti kanser, diabetes, dan sebagainya adalah berpunca daripada makanan dan juga minuman. Untuk mengelakkan makanan yang kita makan membawa mudarat kepada tubuh badan adalah disarankan agar mengamalkan doa ini sekurang-kurangnya tiga kali sebelum menjamah apa sahaja makanan dan minuman. Insya’Allah dengan keberkatan membaca doa ini semua makanan dan minuman yang halal, yang dimakan dan diminum tidak memudaratkan tubuh badan kita.

Terhindar Daripada Sihir

Perbuatan belajar dan mengamalkan ilmu sihir hukumnya adalah syirik dan mereka yang syirik akan mendapat balasan laknat Allah s.w.t. dan mereka akan ditempatkan di dalam neraka selama-lamanya melainkan jika sempat bertaubat sebelum mati.

Kesan perbuatan sihir boleh terkena kepada sesiapa sahaja dengan izin Allah s.w.t. Ada sihir untuk tujuan kecantikan seperti memakai susuk dan kebanyakan amalan sihir adalah untuk tujuan khianat yang boleh memudaratkan seseorang dan sesetengahnya boleh membawa maut. Ada perbuatan sihir yang sememangnya ditujukan kepada seseorang kerana dorongan hasad dengki, dan ada juga yang terkena sihir dengan tidak disengajakan seperti secara tidak sengaja termakan makanan dan minuman yang mengandungi santau.

Pengalaman penulis berhenti makan dengan seorang sahabat di sebuah gerai makan. Gerai tersebut terletak di tepi jalanraya. Ketika hendak menjamah makanan, tiba-tiba pinggan kaca yang berisi nasi terbelah dua. Dalam peristiwa yang lain, sahabat penulis itu menceritakan dia pernah minum di sebuah restoran dimana gelas ditangannya pecah sebelum sempat sampai ke mulutnya. Kedua-dua kejadian ini berlaku kerana makanan dan minuman tersebut ada mengandungi sihir santau. Dia terhindar daripada mudarat sihir dengan berkat beramal dengan doa ini setiap kali sebelum menjamah makanan dan minuman.

Dalam hal yang lain pula, ada juga sihir digunakan untuk tujuan melariskan jualan makanan. Unsur-unsur bahan sihir tertentu dimasukkan ke dalam makanan yang menyebabkan sesiapa yang menjamah makanan tersebut akan merasakan masakan tersebut sungguh sedap. Dengan mengamalkan doa ini insyaAllah kita hanya akan merasa yg asal tanpa dipengaruhi faktor lain.

Terhindar Daripada Gangguan Makhluk Halus

Apabila kita pergi ke sesuatu tempat yang pada kebiasaannya tempat tersebut makhluk halus berkeliaran atau tinggal seperti di tepi tasek, di dalam hutan, di bangunan yang telah lama di tinggalkan dan sebagainya, maka kita terdedah kepada gangguan makhluk ini. Namun begitu jika kita beramal dengan doa ini insya’Allah mereka tidak berjaya untuk mengusik, manakut-nakutkan dan memudaratkan kita.

Satu perkara yang penting juga, apabila kita pulang ke rumah dari tempat yang disebutkan di atas, kadang kala makhluk itu akan mengekori kita dan masuk ke dalam rumah kita tanpa kita sedari. Jika kita mempunyai anak-anak kecil mereka mudah diganggu oleh makhluk ini, akibatnya anak kecil kita menangis tidak henti-henti. Untuk mengelakkan mereka masuk ke rumah kita, bacalah doa ini tiga kali kemudian ludah ke sebelah kiri sebelum kita masuk ke dalam rumah.

Di dalam hadis yang tersebut di atas, Rasulullah s.a.w. mengajarkan supaya membaca doa ini tiga kali, dengan itu mungkin kurang berkesan jika kita membacanya kurang daripada tiga.

Semoga artikel pendek ini memberi manfaat kepada yang membaca dan mengamalkannya, insya’Allah.

doa penggerakdoa penggerak

doa kumail (doa Nabi Hidhir)

DOA KUMAIL @

DOA HADRAT HIDHIR):

Mungkin baiknya dikongsi bersama berkenaan doa Kumail ni agar dapat kita praktikkan bersama.. terlebih di malam Jumaat – malam ini!! doa yang amat berhalus, bersantun dan penuh sayu & hiba doa ini bila dihayati bagi sesiapa yang tulus mahu mendamba kebaikannya..nsyaAllah..

ameen..

“Doa Kumail dikenal juga sebagai doa nabi Hidhir (as). Doa Kumail diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (ra) kepada Kumail bin Ziyad salah seorang murid dan sahabat kepercayaannya.

Menurut Sayyid Ibn Thawwus dalam kitab Iqbal,riwayat ini disampaikan oleh Kumail:

” Pada suatu hari, saya duduk di masjid Basrah bersama Maulana Amirul Mu’minin Ali ra. membicarakan hal Nisfu Sya’ban. Ketika ditanya tentang ayat,

” Fiha yufraqu kullu amrin hakim,” (Surah al-Dukhaan:4),

Imam Ali ra. mengatakan bahawa ayat ini mengenai Nisfu Sya’ban; orang yang beribadat di malam itu, tidak tidur, dan membaca Doa Hadrat Hidhir ra. akan diterima doanya.”

“Ketika Imam Ali pulang ke rumahnya, di malam itu, saya menyusulinya. Melihat saya, Imam Ali bertanya,” Apakah keperluan anda ke mari?” Jawab saya, ” Saya ke sini untuk mendapatkan Doa Hadrat Hidhir.”
” Imam mempersilakan saya duduk, seraya mengatakan,

” Ya Kumail, apabila anda menghafal doa ini dan membacanya setiap malam Juma’at,cukuplah itu untuk melepaskan anda dari kejahatan, anda akan ditolong Allah, diberi rezeki, dan doa ini akan dimakbulkan.

Ya Kumail, lamanya persahabatan serta perkhidmatan anda, menyebabkan anda dikurniai nikmat dan kemuliaan untuk belajar (doa ini).”

Terjemahan DOA KUMAIL:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Sampaikan shalawat kepada Rasulullah saw.dan keluarganya

Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu
Dan dengan Kekuatan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu
Dan merunduk segala sesuatu
Dan merendah segala sesuatu
Dan dengan keagungan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu
Dan dengan kemuliaan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu
Dan dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu
Dan dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu
Dan dengan wajah-Mu yang kekal setelah fana segala sesuatu
Dan dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu
Dan dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu
Dan dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu
Wahai Nur, Wahai Yang Maha Suci

Wahai Yang Awal dari segala yang awal dan Wahai Yang Akhir dari segala yang akhir,
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku penyebab hukum karma
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak nikmat
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merintangi doa
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bencana
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang memutuskan tali harapan
Ya Allah, ampunilah segala dosa yang telah kulakukan
Dan segala kesalahan yang telah kukerjakan

Ya Allah, aku datang menghampiri-Mu dengan berdzikir (kepada)-Mu
Kumohon pertolongan pada diri-Mu
Aku bermohon kepada-Mu dengan kemurahan-Mu agar Kau dekatkan daku ke haribaan-Mu
Sempatkan daku untuk bersyukur kepada-Mu
Bimbinglah daku untuk selalu mengingat-Mu
Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu dengan penuh kerendahan, hina dan kekhusyukan
Agar Engkau maafkan dan sayangi daku
Dan jadikan daku rela dan puas akan pemberian-Mu
Dan dalam segala keadaan tunduk dan patuh (kepada-Mu)

Ya Allah, aku bermohon kepada-Mu laksana permohonan orang-orang yang terdesak oleh kesulitannya
Yang menghampiri-Mu ketika terpojok urusannya
Yang besar dambaannya untuk meraih apa yang ada disisi-Mu

Ya Allah, Maha Besar kekuasaan-Mu
Maha Tinggi kedudukan-Mu
Selalu tersembunyi rencana-Mu
Selalu tampak kuasa-Mu
Selalu tegak kekuatan-Mu
Selalu berlaku kodrat-Mu
Tak mungkin lari dari kekuasaan-Mu

Ya Allah, tiada kudapat pengampun bagi dosa-dosaku
Tiada penutup bagi kejelekan-kejelekanku
Dan tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan melainkan Engkau

Tiada Tuhan selain Engkau Maha Suci Engkau dengan segala puji-Mu
Telah aku aniaya diriku
Dan telah berani aku melanggar, kerana kebodohanku
Tetapi kusandarkan diri pada ingatan dan karunia-Mu yang berkekalan atasku

Ya Allah, pelindungku
Betapa banyak kejelekanku yang Kau tutupi
Betapa banyak malapetaka yang telah Kau hindarkan
Betapa banyak rintangan yang telah Kau singkirkan
Betapa banyak bencana yang telah Kau gagalkan
Betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan

Ya Allah, besar sudah bencanaku
Berlebihan sudah kejelekan keadaanku
Sedikit sekali amal-amalku
Berat benar belenggu (kemalasan)ku
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dariku
Dunia telah memperdayaku dengan tipuannya
Dan jiwaku (telah terpedaya) oleh pengkhianatan serta kelalaian

Wahai Junjunganku, kumohon kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu janganlah Kau halangi doaku pada-Mu
(oleh kerana) kejelekan amal dan perangaiku
jangan Kau ungkap dengan pantauan-Mu rahsiaku yang tersembunyi
jangan Kau segerakan siksa atas perbuatanku dalam kesendirianku
dari jeleknya perbuatanku dan kejahatanku
dan berkekalannya aku dalam dosa dan kebodohanku
dan banyaknya nafsu dan kelalaianku

Ya Allah, dengan kemuliaan-Mu, sayangilah aku dalam segala suasana
Dan kasihi aku dalam segala perkara

Illahi, Rabbi, siapa lagi bagiku selain Engkau yang kumohon
Agar melepaskan deritaku dan memperhatikan urusanku
Illahi, Pelindungku, akankah Kau tetapkan hukuman padaku kala kuikuti hawa nafsuku
Dan ketidakwaspadaanku terhadap tipuan musuhku
Hingga kuterbujuk oleh (selera) nafsuku
Dan terlena dalam impianku
Lalu kulanggar sebahagian peraturan-peraturan yang Kau tetapkan bagiku
Dan kulanggar sebahagian perintah-perintah-Mu

Cukup sudah bagi-Mu bukti (dalam menjatuhkan hukuman) padaku atas semua kelakuanku itu
Dan tiada alasan bagiku (menolak) hukuman yang akan Kau jatuhkan padaku atas semua salahlaku itu
(demikian pula) atas hukum dan bencana yang harus menimpaku

kini aku datang menghadap kepada-Mu, ya Illahi
setelah semua kecerobohan dan pelanggaranku atas diriku
memohon maaf, mengungkapkan penyesalan dengan hati luluh
merasa serik, mengharap ampunan menginsafi kesalahan
mengakui kelalaian, menyedari kecerobohan menginsafi kesalahan
tiada kutemui tempat melarikan diri, dari (dosa-dosa) yang telah kulakukan
dan tiada tempat berlindung agar kuterlepas dari segala noda dan beban
melainkan Kau kabulkan permohonan ampunanku
dan memasukkan daku ke dalam lautan kasih-Mu

Ya Allah, terimalah alasan (pengakuan)ku ini
Dan kasihanilah beratnya kepedihanku
Dan bebaskanlah daku dari kekuatan belengguku

Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku 3X

Kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku
Wahai Yang mula-mula menciptakanku, menyebut dan mendidikku
Memperlakukanku dengan baik dan memberiku kehidupan
Berikanlah aku kurnia-Mu kerana Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan-Mu kepadaku

Ya Illahi, Tuhanku, Pemeliharaku
Apakah Engkau akan menyiksaku dengan api-Mu setelah aku mengesakan-Mu
Setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu
Setelah lidahku bergetar menyebut-Mu
Setelah jiwaku terikat dengan cinta-Mu
Setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku seraya tunduk bersimpuh pada kekuasaan-Mu?

Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Engkau belai
Atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan
Atau menyisihkan orang yang Kau naungi
Atau menjatuhkan pada bencana orang yang Engkau cukupi dan sayangi

Aduhai diriku, ya Tuhanku, Illahi, Pelindungku
Apakah Engkau akan melemparkan ke neraka wajah-wajah yang tunduk rebah kerana kebesaran-Mu?
Dan lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keesaan-Mu
Dan dengan pujian mensyukuri nikmat-Mu?
Kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui ketuhanan-Mu?
Hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau sehingga bergetar ketakutan?
Tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu?
Dan dengan merendah memohon ampunan-Mu?

Tidak sedemikian itu dugaan (kami) pada-Mu
Dan juga tidak demikian kami diberitahukan tentang kemuliaan-Mu
Wahai Pemberi Kurnia, Wahai Pemelihara 3X

Engkau mengetahui kelemahanku dalam menanggung beban dunia serta (derita) akibatnya
Serta kesusahan-kesusahan yang menimpa penghuninya
Padahal semua bencana dan kesusahan itu singkat masanya
Sebentar lalunya, pendek usianya

Maka apakah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat
Dan siksaan-siksaan yang dahsyat di sana … ?
Bencana yang panjang masanya
Dan kekal posisinya
Serta tidak diringankan bagi penghuninya
Sebab semuanya tidak terjadi kecuali kerana murka, balasan dan amarah-Mu
Inilah yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya

Wahai Tuhanku, bagaimana (mungkin) aku (menanggungnya)?
Padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa
Ya Illahi, Rabbi, Tuhanku, Pelindungku
Urusan apa lagi kiranya yang aku adukan kepada-Mu
Mestikah aku menangis, menjerit
Apakah kerana pedihnya azab dan beratnya siksa … ?
Ataukah kerana lamanya derita dan langgengnya bencana … ?

Sekiranya Engkau siksa aku beserta musuh-musuh-Mu
Dan Kau himpunkan aku bersama penghuni siksa-Mu
Dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih dan kecintaan-Mu

Oh,  seandainya aku, Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemeliharaku
(anggaplah) aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dari-Mu?

Dan (anggaplah) aku dapat bersabar menahan panas api-Mu
Mana mungkin aku dapat bersabar melihat pada kemuliaan-Mu?
Mana mungkin aku tinggal di neraka padahal harapanku hanyalah maaf-Mu?

Demi kemuliaan-Mu, wahai Tuhanku, Pelindungku
Aku bersumpah dengan tulus
Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara (di sana)
Di tengah penghuninya aku akan menangis, seperti tangisan mereka yang menyimpan harapan
Aku akan menjerit, jeritan mereka yang memohon pertolongan
Aku akan merintih, rintihan orang yang kehilangan (harapan)
Sungguh aku akan menyeru-Mu di manakah Engkau, wahai Pelindung kaum mukminin
Wahai tujuan harapan kaum arifin
Wahai Lindungan kaum yang memohon perlindungan 3X
Wahai Kekasih hamba-hamba(Mu) yang tulus
Wahai Tuhan seru sekalian alam
Akankah Engkau perlakukan demikian … ?

Maha Suci Engkau Ya Illahi, dengan segala puji-Mu
Kala Kau dengar suara hamba muslim (di dalam neraka) yang terkurung kerana keingkarannya
Yang merasakan siksa kerana kedurhakaannya
Yang terperosok ke dalamnya kerana dosa dan nistanya …?
Sedangkan ia merintih kepada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu
Ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu
Ia bertawassul kepada-Mu dengan Ketuhanan-Mu

Wahai Pelindungku, bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa …?
Padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang dahulu
Mana mungkin neraka menyakitinya …?
Padahal ia mendambakan kurnia dan kasih-Mu
Mana mungkin jilatannya menghanguskannya …?
Padahal Engkau dengar suaranya dan Engkau lihat posisinya
Mana mungkin kobarannya mengurungnya …?
Padahal Engkau mengetahui kelemahannya
Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya …?
Padahal Engkau mengetahui ketulusannya
Mana mungkin Malaikat Zabaniyyah menghempaskannya …?
Padahal ia memanggil-Mu Ya Rabbi … Ya Allah …
Mana mungkin ia mengharapkan kurnia kebebasan daripadanya
Lalu Engkau meninggalkannya di sana … ?

Tidak, tidak demikian itu sangkaku kepada-Mu
(juga) tidak pula menunjukkan kesohoran kurniaan-Mu
(juga) tidak seperti itu dengan kebaikan serta kurniaan-Mu Engkau akan perlakukan orang-orang yang bertauhid
dengan yakin ..

aku berani berkata; kalau bukan kerana keputusan-Mu untuk menyiksa orang yang mengingkari-Mu
dan ketetapan dari-Mu agar mengekalkan di sana orang-orang yang melawan-Mu
niscaya Kau jadikan neraka seluruhnya sejuk dan damai
tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal dan menetap bagi siapa pun
tetapi Maha Kudus asma-Mu
Engkau telah bersumpah untuk memenuhi neraka dengan orang-orang kafir dari golongan jin dan manusia seluruhnya
Engkau akan mengekalkan di sana kaum durhaka
Engkau dengan segala kemuliaan puji-Mu, Engkau telah berkata
Setelah menyebut nikmat yang Engkau berikan,
“Akan samakah orang mukmin seperti orang durjana/fasiq? Sungguh tidak sama mereka itu.”

Illahi, Tuhanku
Aku memohon kepada-Mu dengan kodrat yang telah Engkau tentukan
Dengan Qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan
Dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang yang berkenaan
Limpahkanlah (ampunan-Mu) padaku di malam ini, disaat ini
Pada semua nista yang pernah aku kerjakan
Pada semua dosa yang pernah aku lakukan
Pada semua kejelekan yang pernah aku rahsiakan
Pada semua kejahilan yang pernah aku kerjakan
Yang aku sembunyikan atau aku tampakkan
Yang aku tutupi atau aku tunjukkan
(ampuni) semua keburukan yang telah Engkau suruhkan malaikat yang mulia mencatatnya
mereka yang Engkau tugaskan untuk merakam segala yang ada padaku
mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota badanku
dan Engkau sendiri pengawas di belakang mereka
dan saksi bagi apa yang tak terpantau oleh mereka
dengan rahmat-Mu sembunyikanlah (keburukan-keburukan itu)
dengan kurnia-Mu tutupilah itu
dan perbanyaklah bahagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan
atau setiap kurnia yang Kau limpahkan
atau setiap keberuntungan yang Kau sebarkan
atau setiap rezeki yang Kau curahkan
atau setiap dosa yang Kau ampunkan
atau setiap kesalahan yang Kau sembunyikan
Wahai Tuhanku, wahai yang menciptakanku, wahai yang memeliharaku
Ya Illahi, Tuhanku, Pelindungku, Pemilik Nyawaku
Wahai Zat Yang di Tangan-Nya ubun-ubunku
Wahai Yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku
Wahai Yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku
Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku, Wahai Yang memeliharaku
Aku memohon kepada-Mu demi kebenaran dan kesucian-Mu
Dan demi keagungan sifat dan asma-Mu
Jadikan waktu malam dan siangku dipenuhi dengan dzikir pada-Mu
Senantiasa mengabdi kepada-Mu
Diterima amal-amalku di sisi-Mui
Sehingga perbuatan dan ucapan-ucapanku seluruhnya menyatu
Dan kekekalan selalu keadaanku dalam berbakti kepada-Mu
Wahai Tuanku, Wahai Zat yang kepada-Nya aku percayakan diriku
Yang kepada-Nya aku adukan keadaanku
Wahai Tuhanku, Wahai Yang menciptakanku,Wahai Yang memeliharaku 3X

Kokohkan anggota badanku untuk berbakti kepada-Mu
Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku
Kurniakan kepadaku kesungguhan agar takut kepada-Mu
Sentiasa untuk berbakti kepada-Mu
Sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama pendahulu
Dan berlari ke arah-Mu bersama orang-orang yang berpacu
Merindukan dekat kepada-Mu bersama yang merindukan-Mu
Jadikan daku dekat pada-Mu, dekatnya orang-orang yang ikhlas
Dan takut pada-Mu, takutnya orang-orang yang yakin
Dan berkumpul di hadirat-Mu bersama kaum mukminin

Ya Allah siapa saja bermaksud buruk kepadaku, tahanlah dia
Siapa saja yang memperdayaku, perdayakanlah dia 3X

Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya di sisi-Mu
Yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu
Yang paling istimewa tempatnya di dekat-Mu
Sungguh semua ini tidak akan tercapai kecuali dengan karunia-Mu

Limpahkan kepadaku kemurahan-Mu
Sayangi daku dengan kebaikan-Mu
Jaga diriku dengan rahmat-Mu
Gerakkan lidahku untuk selalu berdzikir pada-Mu
Penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu
Berikan kepadaku dari yang terbaik dari ijabah-Mu
Hapuskan bekas kejatuhanku
Ampunilah ketergelinciranku

Sungguh Engkau telah wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah kepada-Mu
Dan Engkau perintahkan mereka untuk berdoa kepada-Mu
Dan Engkau jaminkan kepada mereka ijabah-Mu
(kerana itu) kepada-Mu ya Rabbi kini kuhadapkan wajahku
kepada-Mu ya Rabbi kupanjatkan tanganku

demi kebesaran-Mu perkenankanlah doaku sampaikan daku pada cita-citaku
jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu
lindungi aku dari kejahatan jin dan manusia musuh-musuhku

Wahai Yang Maha Cepat ridha-Nya

Ampunilah orang yang tidak memiliki apa pun kecuali hanya doa
Kerana sesungguhnya Engkau akan melakukan apa-apa yang Kau kehendaki

Wahai Yang Asma-Nya adalah penawar dan dzikir (pada-Nya) adalah obat dan ketaatan kepada-Nya adalah kekayaan
Sayangilah orang yang modalnya hanya harapan dan senjatanya hanya tangisan

Wahai Penabur kurnia, Wahai Penolak Bencana
Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas dalam kegelapan
Wahai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu

Kurniailah Muhammad s.a.w. dan keluarga Muhammad s.a.w.
Lakukan padaku apa yang layak bagi-Mu

sesungguhnya Engkau layak memberi ampunan

Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada Rasul-Nya serta pada Imam yang mulia dari keluarganya dan sampaikan sebanyak-banyaknya salam kepada mereka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat yang Paling Pengasih di antara para pengasih.

Dengan Rahmat-Mu Wahai Yang Maha Pengasih…

irhamna…

ameeen….

Bicara ini Demi Ilahi

Alhamdulillah,

seronok tahu mengenai pelancaran buku terbaru Bicara ini Demi Ilahi karya Tuan Guru Dato Nik Abdul Aziz Nik Mat (Menteri Besar Kelantan) terbitan Karya Bestari Sdn Bhd, anak syarikat Kumpulan Media Karangkraf yang telah selamat dilancarkan pada 15 April, 2013
Pelancaran tersebut adalah seiring dengan program anjuran Sinar Harian – wacana intelek – Bicara Minda yang kerap mendapat tempat sebagai medium alternatif terpecaya (orait le daripada yang sediada tuu… hee..) mengenai isu-isu semasa yang sangat relevan!

 SINOPSIS BUKU:

ALLAH Maha Benar.
Firman-NYA benar dan janji-NYA juga benar.
Cuma ada kala, sebagai hamba kita terlupa
merenungi kalam-NYA, al-Quran. Ya, di situlah kita
mengenali diri, di situ jugalah kita kenal siapa DIA…
Seorang Muslim, langkahnya adalah perjuangan.
Fikirannya adalah tajam. Bicaranya adalah kebaikan.
Ya, bicara yang penuh berhemah.
Namun, ada yang kurang mengerti. Teguran disangka bisa.
Nasihat dikatakan tiada gunanya.
Maka biarkanlah diri ini berbicara
hanya demi DIA, Maha Pencipta.
Moga BICARA INI DEMI ILAHI mampu menjentik rasa
untuk kita membimbing diri, menjadi Mukmin sejati.
Mudah-mudahan hidup di dunia diberkati,
di akhirat pula Jannah menanti. Insya-ALLAH.

Antara Pengisian Menarik:

• Izinkan Aku Berbicara
• Bicara Ini Demi DIA
• Bicara Ini Demi Umat
• Bicara Ini Demi Nurani
• Bicara Ini Demi Akhlak
• Bicara Ini Demi Anak Kita
• Bicara Ini Demi Hari Pengadilan
• Andai Mampu Lagi Aku Bicara

HARGA BUKU: RM19.90

ISBN : 978-967-86-0413-0
Halaman : 304 mukasurat
Berat : 400 gm
Tarikh Terbit : 31 Mac 2013
Kategori : Agama

MasyaAllah!

let’s explore it!

CARA MAKAN IKUT SUNNAH RASULULLAH saw.

Banyak penyakit bermula daripada penyalah-gunaan makanan seperti penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung & keracunan makanan. Diriwayatkan, Rasullulah s.a.w. tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya kerana pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah saw., anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

cropped-ilmu.jpg


JANGAN MAKAN:

SUSU bersama DAGING; DAGING bersama IKAN; IKAN bersama SUSU; AYAM bersama SUSU; IKAN bersama TELURIKAN bersama DAUN SALAD; SUSU bersama CUKA; BUAH bersama SUSU ( i.e. KOKTEL)

SUNNATULLAH:

  MAKANLAH BUAH TERLEBIH DAHULU,sebelum MAKAN NASI.
 TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.

 JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM . ( DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN BERGANDA)

 Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.

Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. Kerana akan cepat mendapat penyakit.

Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merosak usus kita. 

AMALKAN:

Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang-kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.

 Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air ais) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).

Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (iaitu sujud sekurang-kurangnya seminit setelah membaca doa).

Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud.

 Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah, so, bersujud membantu darah mengalir ke ruang tersebut.

 Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari.

Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari-jari, iaitu 10 kali ganda dari yang  terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan)

wallahu’alam..

JOM, mari berusaha sesama mengamalkannya!

amalan2 membawa ke syurga

nsyaAllah..

true

aduhai diri yang kerdil,

bagaimanakah diri tatkala tersua dengan mereka yang berumur lanjut…??

tentu terhiris juga perasaan pabila kita melihat memana kelibat warga emas yang seolah merempat di tempat-tempat yang sepatutnya bukan tumpuan mereka lagi bersama kedhaifan diri…

semoga Kisah Nenek Si Pemungut Daun yang dikongsi ini dapat menilai diri kita & mereka dengan terlebih mulus lagi… insyaAllah..

menarik untuk renungan Jumaat Barakah!

aameeen…

mutiara-kata.jpg

 

Kisah Nenek Si Pemungut Daun:

 

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke Masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Dzuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berselerakan di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu helaipun ditinggalkan. Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringat membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh hiba kepadanya. Pada suatu hari takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang.

Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia menanyakan mengapa daun-daun itu sudah dibersihkan sebelum kedatangannya. Orang-orang di situ menjelaskan bahawa mereka kasihan kepadanya.

“Jika kalian kasihan kepadaku,” kata nenek itu, “Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya!”

Disingkatkan cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa. Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada perempuan itu mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu.

Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahsianya; kedua, rahsia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan anda dapat mendengarkan rahsia itu:

“Saya ini perempuan bodoh, Pak Kiai,” tuturnya. “Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad saw. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah (shalawat Nabi). Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi saw. menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahawa saya membacakan salawat kepadanya.”

Kisah hikmah ini saya dengar dari Kiai Madura, D. Zawawi Imran, membuat bulu kuduk saya merinding. Perempuan tua dari kampung itu bukan sahaja mengungkapkan cinta Rasul saw. dalam bentuknya yang tulus. Ia juga menunjukkan kerendahan hati, kehinaan diri, dan keterbatasan amal di hadapan Allah swt. Lebih dari itu, ia juga memiliki kesedaran spiritual yang luhur: Ia tidak dapat menggandalkan amalnya. Ia sangat bergantung pada rahmat Allah. Dan siapa lagi yang menjadi rahmat semua alam selain Rasulullah SAW?

 SUMBER: (c,e & p)

Jalaluddin Rakhmat, Rindu Rosul [penerbit rosda-bandung]

http://disinidandisini.blogspot.com/2011/10/kisah-nenek-pemungut-daun.html

 

EKSPO SELANGKAH KE UiTM 2013 (23&24 MAC, 2013)

MESTI RAMAI YANG TERNANTI-NANTI KEDATANGAN EKSPO SELANGKAH KE UiTM’13 ini, terutamanya bakal-bakal siswa/i ; termasuklah ayah-bonda & famili masing-masing..

SILALAH DATANG BERAMAI-RAMAI MEMERIAHKAN MUSIM PERMOHONAN BAGI KEMASUKAN AKADEMIK TERDEKAT @ UNTUK MENGETAHUI TERLEBIH LANJUT MENGENAI UiTM & KURSUS-KURSUS YANG DITAWARKAN BERSERTA SYARAT KELAYAKAN KEMASUKAN..

ENTRI ADALAH TOTALLY GRATIS!

😉

Ekspo Selangkah Ke UiTM 2013

Attention: open in a new window. PDF Print E-mail

Universiti Teknologi MARA (UiTM) akan menganjurkan Ekspo Selangkah Ke UiTM 2013 seperti butiran berikut:

Tarikh : 23 & 24 Mac 2013 (Sabtu & Ahad)
Masa : 8.30 pagi hingga 5.30 petang
Tempat : Dewan Agung Tuanku Canselor, UiTM Shah Alam~ datang awal untuk elak kesesakan, k~

Objektif Penganjuran Ekspo Selangkah Ke UiTM 2013 adalah sebagai paltform untuk bakal mahasiswa khususnya mendapatkan informasi berkaitan program-program yang disediakan oleh UiTM dan secara langsung membantu bakal mahasiswa dalam memastikan mereka mempunyai pengetahuan dalam bidang yang dipilih serta mengurangkan kadar ‘tersalah pilih program’ dan ‘pertukaran program’. Bakal mahasiswa juga amat digalakkan untuk membuat semakan kelayakan melalui laman web http://www.selangkah.uitm.edu.my

Ekspo Selangkah Ke UiTM 2013 turut menyediakan slot Taklimat Fakulti. Taklimat Fakulti ini  akan memberi pendedahan dan ruang kepada bakal mahasiswa untuk mendapatkan maklumat terperinci mengenai program yang disediakan oleh 25 buah fakulti di UiTM.

Ekspo Selangkah Ke UiTM 2013 ini juga diadakan di seluruh UiTM Kampus Cawangan.

SUMBER: http://www.uitm.edu.my/images/stories/events/posterekspo2013.jpg

24/mac/2013 juga di Masjid UiTM ada tetamu jauh! MEET HIM!

MASJID UiTM SHAH ALAM ( 24MAC, 2013)

sharing is caring is sharing!

C, E & P…

Menangani Tipu Helah Makhluk Halus-saka

Ayat2 di bawah ini di susun oleh Rahim bin Md. Salleh atas keizinan Ustaz Prof Dr Ustaz Jumadi Mustar

Ayat Ruqyah:

Pesakit mula-mula baca
1) Al-Isti’adzah, kemudian bacalah
2) Wala haula wala kuuwata illa billahill aliyil azhim
3) Bismillaa-hil ladzii laa yadurru ma asmihii shai’un fil ardi wa laa fis samaa-i-wahuwas samii-‘ul-aliim 3x
4) A’u-dzu-bikalimaa-til-laa-hit-taam-maati minsh-sharri maa kholaq 3x

Kemudian baca ayat ayat Ruqyah:-

1) Surah Al-Fatihah ayat 1 – 7
2) Surah Al-Baqarah ayat 1 – 5
3) Surah A-Baqarah ayat 102 di ulang sebanyak 7x
4) Surah Al-Baqarah ayat 163 – 164
5) Surah Al-Baqarah ayat 255
6) Surah Al-Baqarah ayat 285 – 286
7) Surah Aali-Imraan ayat 18 – 19
Surah Al-‘Araf ayat 54 – 56
9) Surah Al-A’raaf ayat 117 – 122 di ulang sebanyak 7 x kemudian ayat 120 di ulang sebanyak 30x secara bersendirian
10) Surah Yunus ayat 81 – 82 di ulang 7 x, selepas itu di ulang ayat innallaha sayub tiluh sebanyak 7x bersendirian
11) Surah Taha ayat 69 di ulang 7x
12) Surah Al-Mukminin ayat 115 – 118
13) Surah As-Soffaat ayat 1 – 10
14) Surah Al-Ahqaaf ayat 29 – 32 ulang ayat pendek ini 7 x – yakau manaa ajiibuu daiyallah
15) Surah Ar-Rahman ayat 33 – 36
16) Surah Al-Hasyr ayat 21 – 24
17) Surah Al-Jin ayat 1 – 9
1 Surah Al-Ikhlas
19) Surah Al-Falaq, di ulang surah ini 9 x
20) Surah An-Naas

Ayat-ayat Wirid Mangsa Sihir:

1) Surah Yunus ayat 80 – 81
2) Surah Al-A’raf ayat 117 – 121
3) Surah Taha ayat 67 – 70
4) Surah Al-Furqan ayat 32
5) Surah Anbiya’ ayat 70
6) Surah An-Nur ayat 39
7) Surah Al-Israk ayat 81
Surah Fussilat ayat 42
9) Surah Fatir ayat 10
10) Surah Anbiya ayat 18
11) Surah Al-A’raf ayat 18
12) Surah Kahfi ayat 98
13) Surah Taha ayat 69
14) Surah Al-Falaq

Ayat-ayat Wirid Mangsa Hasad :

1) Surah Al Fatehah 7 x
2) Ayat Kursi 7 x
3) Surah Mulk 1 x
4) Surah Al-Qalam 7 x (ayat 51)
5) Ayat 3 Qul 7 X

Ayat-ayat Azab

1) Al-Baqarah surah 2 : ayat 206
2) Al Maidah surah 5 : ayat 33 – 37
3) An Nisa’ – surah 4 : ayat 166 – 169
4) Al Anfal – surah 8 : ayat 9 – 14
5) Al Isra’ – surah 17 : ayat 110 – 111
6) Al Hijr – surah 15 : ayat 16 – 18
7) Al Anbiya’ – surah 21 : ayat 70
As Saffat – surah 37 : ayat 1 – 10
9) Ad Dukhan – surah 44 : ayat 43 – 50
10) Al Jathiya – surah 45 : ayat 7 – 11
11) Al Ahqaf – surah 46 : ayat 29 – 34
12) Ar Rahman – surah 55 : ayat 32 – 44
13) Al Haqqah – surah 69 : ayat 25 – 37
14) Al Buruj – surah 85
15) Al A’la – surah 87
16) Az Zalzalah – surah 99
17) An Nasr – surah 110

Ayat-ayat Shifa’

1) At Taubah – surah 9 : ayat 14 – 15
2) Yunus – surah 10 : ayat 57
3) An Nahl – surah 16 : ayat 67 – 69
4) Al Isra’ – surah 17 : ayat 82
5) As Syu’ara – surah 26 : ayat 75 – 80
6) Al Fushilat – surah 41 : ayat 44

Pesakit yang tidak mampu membaca ayat2 ruqyah keseluruhannya atau yang tidak dapat membaca Al-Quran dengan baik cukup mengamalkan doa2 dan zikir di bawah ini sebagai perisai untuk dirinya :

1) Baca doa ini setiap selepas solat subuh dan solat asar:

A’u-dzu-bikalimaa-til-laa-hit-taam-maati minsh-sharri maa kholaq 3x
Aku berlindung dengan kalimah2 (ayat) Allah yang sempurna dari semua kejahatan yang di ciptakan-Nya.

2) dan doa ini

Bismillaa-hil ladzii laa yadurru ma asmihii shai’un fil ardi wa laa fis samaa-i-wahuwas samii-‘ul-aliim 3x
Dengan nama Allah yang dengan-Nya segala sesuatu yang ada dibumi dan langit tidak sekali2 akan membahayakan. Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

3) dan zikir ini 100x pagi (lepas subuh) dan petang (lepas asar atau magrib)

Laa ilahaa illaulaah wahdahu laa shariika lah lahul mulku walahul hamdu wahuwa’ alaa kulli shai-inq-qodiir. 100x
Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya hanya Allah yang mempunyai semua kerajaan dan semua puji2an dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Selain doa di atas baca Ayat Kursi 313 x sekali gus dan banyakkan baca Tasbih Nabi Yunus

Laa ilaaha illa anta subhaanaka innii kuntu minadh-zhaalimiin
Tiada tuhan yang di sembah melainkan Allah, Maha Suci Engkau, akulah orang yang membuat zalim atas diriku.

Kalau tak dapat membaca kerana gangguan terlalu kuat, boleh juga pasang CD ayat ruqyah dan ayat shifa, pasangkan di rumah dan konsentrasi sambil pejamkan mata. Jika keadaan sukar di kawal, saudari bacakan ayat kursi 70 x di dalam botol berisi air dan suruhlah suami minum sambil niat supaya Allah sembuhkannya, tetapi air itu jangan di tambah jika habis, buatlah yang baru. Selain pada itu bacalah Al-Fatehah 70 x dan Al Baqarah selama 40 hari, inshallah keadaan akan lebih baik……

4 pintu besar untuk jin memasuki tubuh manusia

1) Terlalu marah
2) Terlalu gembira
3) Terlalu sedih
4) Nafsu syahwat terlalu kuat

in progress

sihir & ruqyah syariah (c&P)

MAKLUMAT BERKAITAN SIHIR Takrif Dan Pengertian Sihir:

Syeikh al-Zahri menafsirkan sihir sebagai berikut: “Sihir ialah amal perbuatan yang dilakukan dengan cara mendekatkan diri kepada syaitan dan meminta tolong kepadanya.” Pengertian asal kalimat ‘sihir’ itu sendiri ialah ‘memalingkan sesuatu dari hakikatnya kepada selainnya.’ Maka, orang yang kena sihir melihat kebatilan sebagai kebenaran dan membayangkan sesuatu tidak menurut yang sebenarnya.

Pendapat Ibnu Qadamah: ‘Sihir ialah ikatan, jampi dan perkataan yang diucapkan atau ditulis atau dibuat sesuatu yang mendatangkan kesan dan akibat buruk terhadap tubuh orang yang disihir atau terhadap hati dan akalnya tanpa menyentuhnya secara langsung.’

Teknik Merawat Orang Yang Kena Sihir:

Doa Abu Darda'

Firman Allah s.w.t yang bermaksud. :

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Israa’:82)

Sesetengah ulama mengatakan bahawa maksud ‘syifa’ (penawar) di sini ialah syifa’ maknawi (ubat spiritual) seperti keraguan, unsur syirik, kefasikan dan kejahatan. Ada juga mengatakan syifa’ maknawi sekaligus sebagai syifa’ hissi (ubat fizikal).

Dalam hadis yang diriwayatkan dari A’isyah r.ha. bahawa Rasulullah s.a.w. masuk kepadanya ketika ada seorang wanita yang sedang dirawat dan dibacakan ruqyah, lalu Rasulullah s.a.w. bersabda kepadanya:” Ubatilah dengan kitab Allah.’

Dari hadis di atas dapat diperhatikan Rasulullah s.a.w. menyebutkan secara umum dan baginda tidak menyebutkan ayat-ayat tertentu atau surah-surah tertentu. Dengan itu jelas sekali bahawa al-Quran seluruhnya adalah syifa’ (penawar/ubat). Pengertian Ruqyah: Ruqyah biasa dikenali sebagai jampi-jampi atau mantera. Ruqyah secara syar’i (Ruqyah Syar’iyah) adalah jampi-jampi yang dibacakan oleh seseorang untuk mengubati penyakit atau menghilangkan gangguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan sebagainya dengan HANYA menggunakan ayat-ayat Al-Quran dan doa-doa yang bersumber dari hadis-hadis Rasulullah s.a.w. yang dapat difahami maknanya selama tidak mengandungi unsur kesyirikan

. Jenis-jenis Sihir: 1.Sihir Pemisah

Takrif: Sihir pemisah ialah sihir yang digunakan untuk memisahkan pasangan suami-isteri atau untuk menimbulkan kebencian dan permusuhan antara dua sahabat atau antara dua rakan kongsi. Jenis-jenis Sihir Pemisah: – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan ibunya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan ayahnya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan saudaranya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan kawannya. – Memutuskan hubungan antara seseorang dengan rakan kongsinya dalam perniagaan atau seumpamnya. – Memisahkan hubungan antara seorang suami dengan isterinya. Inilah jenis yang palng bahaya dan paling banyak berlaku di dalam masyarakat. Tanda-tanda Sihir Pemisahan: – Perubahan tiba-tiba dari cinta menjadi benci. – Berlaku keraguan antara suami-isteri. – Enggan meminta maaf. – Membesar-besarkan perselisihan walaupun penyebabnya amat kecil. – Pandangan yang buruk seorang suami terhadap isterinya dan sebaliknya. sehingga seseorang suami melihat isterinya sangat hodoh, walalupun di mata orang lain isterinya itu sangat cantik. Berlaku juga isteri melihat suaminya dalam keadaan wajah yang menakutkan. – Orang yang kena sihir pemisah akan merasa benci setiap perbuatan yang dilakkan oleh isterinya atau suaminya. – Orang kena sihir pemisah ini benci kepada suaminya ada di rumah, misalnya isteri melihat suami di luar rumah seperti biasa, tetapi ketika masuk rumah, dia merasa amat benci

. Al-Hafiz Ibnu Kathir menjelaskan: Sebab perceraian antara suami isteri akibat sihir ialah bayangan suami atau isteri terhadap pasangannya dalam rupa atau perilaku yang buruk atau sebab-sebab lainnya yang boleh menimbulkan perceraian.

 

posa sunat 9 & 10 muharram (assyura) : tuntutan, kelebihan & ganjaran

Seafdhal-afdhal puasa selepas puasa Ramadhan ialah puasa di bulan Allah yang diharamkan (Muharram). Seafdhal-afdhal solat selepas solat fardhu ialah solat malam.

 

kisah sirahnya KLIK di sini…

 

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ فَقَالَ : يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَّةَ

Bahawasanya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa-sallam ditanya tentang puasa Assyura, maka Baginda saw.bersabda:

Ia menghapuskan dosa setahun yang lalu”.

(Hadis Riwayat at-Tirmizi)

 

MAKLUMAT LANJUT TENTANG FAKTA & KELEBIHAN PUASA SUNAT2 MUHARRAM DI SINI…

INFO TENTANG TUNTUTAN & GANJARAN PUASA SUNAT2 MUHARRAM PULA, KLIKlah DI SINI, k!

🙂

hehe…

tentang HOT MUHARRAM pula di sini, ye!

 

SELAMAT BERPUASA &

SEMOGA DIPERMUDAHKANNYA BUAT KITA…

Aameeen…..

~ SMILE ~

pat SAHUR, JOM POSA 9 Zulhijjah, 1433h @ 25 Oktober,2012(posa sunat Arafah/Wukuf)!

nsyaAllah…

Mahkamah Agung Arab Saudi Tetapkan Wukuf Di Arafah 25 Oktober 2012 M

JOM SAHUR  PAT …

DON’T MISS IT ...

POSA SUNAT ARAFAH 25/10/2012 (KHAMIS) – today lah..

 

Disunnahkan berpuasa pada hari Arafah bagi selain orang yang melakukan haji berdasarkan hadits riwayat Abu Qatadah bahwa Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهَا وَالسَّنَةَ الَّتِيْ بَعْدَهَا

Berpuasa pada hari Arafah aku mengharap Allah menghapus dosa-dosa pada tahun lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang.

 [HR. Muslim (116)]

aameeen…

 

Ihya’ Ramadhan ~ Khutbah Rasulullah saw.

KHUTBAH RASULULLAH SAW. pada 30 SYA’ABAN( MENJELANG RAMADHAN ) :

“Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~

Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”

Rasulullah saw. meneruskan:

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

kredit buat:

Bârakallâhu lî wa lakum, Matur syukran n Terima kasih.
Semoga Bermanfaat ya

Jakarta, 28 Juli 2010
Billahit taufiq wal hidayah
Wassalamualaikum wr.wb

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”

KLIK LINK, k? tQvm ~

doa pendinding diri, keluarga, hartabenda

DOA ABU DARDA’ :

 

“Ya Allah,

 Engkaulah Tuhanku, tiada Tuhan bagiku kecuali hanya Engkau.

Pada-Mu aku bertawakkal, dan Engkau Tuhan ‘arasy yang Agung.

Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak dikehendaki-Nya pasti pula tidak akan terjadi.

Tiadalah daya upaya dan tiada pula kekuatan kecuali hanya dengan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.

Aku yakin, bahawasanya Allah berkuasa atas segala sesuatu dan bahawasanya Allah meliputi segala sesuatu dengan ilmuNya.

 

Ya Allah,

sesungguhnya aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan diriku dan dari kejahatan segala makhluk yang melata, Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya.

 

Sesungguhnya Tuhanku sentiasa berada di jalan yang lurus.”

 aameen…

 molek doa ini diamalkan dibaca sekurang2nya sekali pagi, sekali petang /sebelum tidur dan juga sebelum memulai perjalanan  ~ bersama ayat kursi & doa penggerak!

 

DOA PENGGERAK:

 

nsyaAllah, semoga perjalanan kita diberkati/ dilindungi / dirahmatiNya… aameeen…

 

 KISAH BERKAITAN DOA ABU DARDA’ INI :

Menurut riwayat Ibnu Sunny, seorang lelaki datang kepada Abu Darda’ lalu berkata:

 “Wahai Abu Darda’, saya lihat rumah engkau telah terbakar!”

 Abu Darda’ menjawab: “Bukan rumahku, kerana aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda:

“Barangsiapa membaca doa ini (doa di atas) pada waktu pagi, terhindar dia dari bencana yang mungkin menimpa dirinya, ahli keluarganya dan hartanya.

Sekiranya doa ini dibaca pula di waktu petang hari, maka terpeliharalah dari bencana yang mungkin menimpa dirinya, ahli keluarganya dan hartanya di malam hari. Aku telah membaca doa itu pada waktu pagi hari ini.”

Lalu Abu Darda’ mengajak sahabatnya ke rumahnya untuk menyaksikan peristiwa kebakaran itu.

Maka ternyatalah bahawa rumah-rumah di sekitar rumah Abu Darda’ sudah habis terbakar semuanya, sedangkan rumah Abu Darda’ masih kekal terpelihara.

 

sttj- where it all begins….

@@@

di sini segala bermula ~

sttj yang masih terpahat di hati

nostalgia kenakalan alam persekolahan

yang bermula segalanya di sini…

TERIMAKASIH STTJ!!

 

YES,

 

STTJ ~ WHERE IT ALL BEGINS!!!

 

 


lagu sekolah – sttj bergerak


STTJ SEKOLAH KAMI
BAGAIKAN PELITA ILMU
MELALUI TEKNOLOGI
BERGERAK MAJU

AMALKANLAH NILAI MURNI
PADA NUSA TABUR BAKTI
BERSOPAN BERBUDI MULIA
STTJ JAYA

KEPADA YANG ESA
KAMI BERDOA
AGAR BERKATI SEGALA CITA

STTJ YANG TERCINTA
JASAMU TAKKAN KU LUPA
WALAU DI MANA PUN JUA
MAJU DAN JAYA

Alumni ~

 

Senarai AJK Alumni STTJ 2011:

 

Penasihat :YB Dato Zakaria Bin Nordin  

Presiden : Tn.Hj.Rusli Bin Hassan@Nasution(73/74)

Timbalan:Tn.Hjh.Shamsul Bahri B.Shamsudin (78/79)

Setiausaha Kehormat:Pn.Norliza Bt.Abd. Wahab (83/84)

Pen.Setiausaha Kehormat :Tn.hj.Mohd Faudzy b.M.Yasir ( 79/80 )

Bendahari Kehormat : Pn.Massuhut Hayati bt Yusof ( 79 /80 )

AJK

En.Azmi bin Hamzah (75/76)

En.Anuar b Mohd Noh (79/80)

En.Halim bin M.Dzin (84/85)

En.mustafa kamal bin Abdul Jalil (83/84)

JOM, JOIN US!

Pendaftaran ALUMNI Sekolah Teknik/Vokasional Malaysia

 

Apakah DOA anda TERPILIH??

masih menunggu…,

mimpi @ doa yang belum kesampaian??

jemu menanti??

harapan yang belum terpenuhi

hasrat yang menggunung tinggi…

cita & cinta yang menrencam hari???

perbanyakkanlah berDOA!

berSABARlah…

dan mohonlah pertolongan pada ALLAH dengan jalan sabar & SOLAT!….

kita cuma merancang,

ALLAH sahaja sesebaik PERENCANA ~

POHON HANYA PADA DIA yang MEMILIKI SEGALA ~

BerDOAlah kepada TUHANmu dengan MERENDAH DIRI dan (dengan SUARA) yang LEMBUT. Sesungguhnya ALLAH tidak menyukai orang yang melampaui batas’.

( Al-Araaf : ayat 55)

 

TIPS AGAR TERPILIH / MUSTAJAB DOA KITA:

 

1. Doa sesama muslim tanpa sepengetahuan saudaranya:

Dari Abu Darda’ ra., bersabda Nabi Muhammad saw.

“Tidak seorang muslim berdoa untuk saudaranya yang tidak ada di hadapannya kecuali ada seorang malaikat yang ditugaskan berkata kepadanya:’Aamiin, dan bagimu seperti yang kau do’akan.”

(HR Muslim)

 

2. Orang yang memperbanyak berdoa pada saat lapang dan bahagia:
Dari Abu Hurairah ra., Rasulullah saw.bersabda:

“Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang.”

(HR At-Tirmidzi, Dishahihkan oleh Dzahabi dan dihasankan oleh Al-albani)

 

3. Orang yang teraniaya :

Dari Mu’adz bin Jabal ra. Rasulullah saw. bersabda:

“Hati-hatilah dengan doa orang-orang yang teraniaya, sebab tidak ada hijab antaranya dengan Allah (untuk mengabulkan).”

(HR Bukhari & Muslim)

 

4.  Doa orangtua  (ibubapa) kepada anaknya dan doa seorang musafir:

Dari Abu Hurairah ra. Rasulullah saw. bersabda:

”Tiga orang yang doanya pasti terkabullkan; doa orang yang teraniaya, doa seorang musafir dan doa orangtua terhadap anaknya.”

HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani

 

5.  Doa orang yang sedang berpuasa:

Dari Anas bin Malik ra., dia Rasulullah saw. bersabda:

“Tiga doa yang tidak ditolak; doa orangtua terhadap anaknya, doa orang yang sedang puasa, dan doa seorang musafir.”

HR Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani

 

@@@@

WAKTU2 UTAMA  MUSTAJAB DOA:

 

1. Sepertiga Akhir Malam

Dari Abu Hurairah ra. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia pada sepertiga akhir malam terakhir, lalu berfirman:

Barangsiapa yang berdoa, pasti akan Kukabulkan, barangsiapa yang memohon pasti akan Aku perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti akan Ku ampuni.”

(HR Bukhari)

 

2.  Tatkala berbuka puasa bagi orang yang berpuasa:

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash ra., dia mendengar Rasulullah saw. bersabda:

“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.”

(HR Ibnu Majah)

 

3.  Pada setiap dubur shalat fardhu (sesudah tasyahud akhir, sebelum salam)
Dari Abu Umamah ra. Sesungguhnya Rasulullah saw.  ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah swt, beliau menjawab:

“Di pertengahan malam yang akhir dan pada setiap dubur shalat fardhu.”

(HR At Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani)

 

4.  Pada saat perang berkecamuk:
Dari Sahl bin Sa’ad ra.  bahwa Rasulullah saw. bersabda:

“Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk.”

(HR Abu Daud dishahihkan oleh Imam Nawawi dan Al-Albani)

 

5.  Sesaat pada hari Jum’at:

Dari Abu Hurairah ra.  Abul Qasim saw.  bersabda:

“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada sesaat yang tidak bertepatan seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan dikabulkan. Beliau berisyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut.”

(HR Al Bukhari)

 

6.  Pada waktu bangun tidur malam hari bagi orang yg bersuci/berdzikir sebelum tidur

Dari ‘Amr bin ‘Anbasah ra. bahwa Rasulullah saw.  bersabda:

“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun pada malam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya.”

(HR Ibnu Majah)

 

7.  Di antara adzan dan iqamah:
Dari Anas bin Malik ra., Rasulullah saw. bersabda:

“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah.”

(HR Abu Daud, dishahihkan Al-Albani)

 

8.  Pada waktu sujud dalam shalat:

Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw. bersabda:

“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab doa saat itu sangat diharapkan untuk terkabul.”

(HR Muslim)

 

9.  Pada saat sedang turun hujan:
Dari Sahl bin Sa’ad  ra. , Rasulullah saw.  bersabda:

“Dua doa yang tidak pernak ditolak; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu turun hujan.”

(HR Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)

 

10.  Pada saat ada orang yang baru saja meninggal:
Dari Ummu Salamah ra. , Rasulullah saw. bersabda tatkala Abu Salamah sakaratul maut:

“Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya.” Semua keluarga histeria. Beliau bersabda:”Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengaminkan apa yang kamu ucapkan.”

(HR Muslim)

 

11.  Pada malam lailatul qadr

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(Qs Al Qadr: 3-5)

 

12.  Doa pada hari Arafah

Dari ‘Amr bin Syu’aib ra. dari bapaknya dari kakeknya, Nabi saw.bersabda:

“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah.”

(HR At Tirmidzi dishahihkan Al-Albani)

 

 

sumber : c,p & e)

credit to :

http://muslimah.or.id/akhlak-dan-nasehat/berburu-doa-mustajab.html

tuntutan & ganjaran di 10 Muharram (Hari Asyura) ~ esok 6/12/2011~ insyaAllah…

Alhamdulillah..

 

saya baru je tahu tentang hal tersebut (tuntutan & ganjaran di Hari Asyura) ni semasa cari image berkaitan.. so, nak share sama its content dengan u all… ..

 

( c&p)  Ω credits to FaizahJamaluddin’s blog ©!!  maaf daku! huhu..

TUNTUTAN & GANJARAN AMALAN pada HARI ASYURA:

a) Mandi sunat Asyura –

Tidak mengalami sakit berat pada tahun itu, sekiranya mandi awal hari dengan berniat:

b) Memakai celak –

Tidak sakit mata pada tahun berkenaan.

 

 

c) Memelihara kehormatan diri –

Allah akan mengurniakan hidupnya sentiasa diterangi cahaya keimanan.

 

 

d) Menahan marah –

Allah akan memasukkannya ke dalam golongan yang diredhai-Nya.

 

 

e) Membaca surah Al-Ikhlas 1,000 kali –

Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat pada hari akhirat nanti.

 

 

f) Solat sunat hari ASYURA 4 raka’at –

Allah akan mengampunkan dosa yang dilakukannya dalam jangka masa 50 tahun.

 

 

g) Membaca  “Hasbiallah-hu wa nik mal wakila nikmal maula wa nikman nasiru”

Tidak dimatikan pada tahun ini.

 

 

h) BERPUASA-

Allah menghapuskan dosa kecil setahun lalu atau dosa besarnya diringankan dan darjatnya akan ditingkatkan; serta diberi pahala 10 000 malaikat, 10 000 kali haji dan umrah, 10 000 kali syahid dan diharamkan daripada neraka.

 

 

i) Menjamu orang berbuka puasa –

Diberi pahala seperti memberi orang Islam lain berbuka puasa sehingga mengenyangkan perut mereka.

 

j) Bersedekah –

Allah akan menjauhkannya daripada neraka sejauh seekor gagak terbang tak berhenti-henti dari kecil sehingga ia mati dan diberi pahala seperti bersedekah kepada semua fakir miskin di dunia ini.

 

k) Melapangkan masa dan berbelanja untuk anak dan isteri –

Allah akan memperbanyakkan pemberian, meluaskan rezekinya untuk sepanjang tahun dan melapangkan hidupnya pada tahun berkenaan.

 

 

l) Mengusap kepala anak yatim –

Allah menaikkan satu darjat dan mengurniakan sepohon pokok di syurga bagi setiap rambut yang disapunya.

 

 

m) memuliakan fakir miskin-

Allah akan melapangkan dirinya ketika di dalam kubur.

 

n) Menunjukkan orang sesat –

Allah akan memenuhkan cahaya dalam hatinya.

 

 

SELAMAT BERAMAL~

ingin tahu tentang puasa sunat asyura Muharram?

seandai diberi pilihan:

antara ilmu & amal –

dahulukan ilmu supaya tahu duduknya amal

sekira dibanjir puji & cela mencaci _

kajiselidiklah hati2 supaya tidak memakan diri

akal memenangi pilihan dengan hidayah ilmu kurniaan,

nafsu tertewas

kerana kebijaksanaan ikhlas menyaring amalan..

LAA HAWLAWA LAA QUWWATA ILLA

BILLAA HIL A’LI YIL A’ZIM

tiada daya kekuatan selain

dgn. kuasa Allah Yg Maha Tinggi lagi Maha Agung!

semoga kita diiziniNya untuk menambah amal

berdasar ilmu dan peningkatan iman…

nsyaAllah…

ameen…

HPP FASTING, ALL…

smile..

BERKAITAN PUASA SUNAT MUHARRAM / HARI ASYURA-

Para ulama telah bersepakat bahawa puasa Asyura dan Tasu`a adalah puasa sunat.

Puasa Asyura adalah puasa pada 10 Muharam, manakala

puasa Tasu`a pula adalah pada 9 Muharam.

1. Allah menghitung (ganjaran pahala puasa tersebut) dengan dibersihkan dosa (orang yang berpuasa pada hari tersebut) selama setahun sebelumnya.

[Diriwayatkan oleh Muslim]

2. Hari ini adalah hari Asyura, tidak diwajibkan kepada kamu semua untuk berpuasa, maka siapa yang mahu maka berpuasalah, siapa yang mahu (tidak berpuasa) maka tidak berpuasalah.

[Diriwayatkan oleh Al-Bukhari]

FAKTA:

Sesungguhnya puasa Hari Asyura pernah diwajibkan pada permulaan Islam, kemudian hukum tersebut telah dimansuhkan dengan kewajipan Puasa Ramadhan. Nabi saw memberi pilihan kepada umat islam untuk berpuasa pada hari tersebut.

KELEBIHAN PUASA ASYURA:

# Sepertimana yang telah disebutkan dalam hadis di atas, puasa Hari Asyura dapat menghapuskan dosa-dosa kecil setahun yang lalu.

Imam ad-Dasuqi berkata: Seandainya dosa-dosa kecil itu tidak ada, maka ia digantikan dengan penghapusan dosa-dosa besar pula selama setahun.. sekiranya dosa-dosa besar pun tidak ada, maka darjatnya (disisi Allah) akan diangkat.

# GALAKAN PUASA 9 MUHARAM:

Para ulama Hanafiah telah menyatakan kemakruhan berpuasa hari Asyura tanpa berpuasa pada hari sebelumnya (Hari Tasu`a) atau selepasnya.

Mazhab Hanafi dan Maliki pula tidak memakruhkan puasa tunggal sedemikian.

Sebahagian ulama yang menggalakkan puasa hari ke 9 bulan Muharam berdasarkan hujah berikut:

1- Bagi membezakan ibadah umat Islam dan orang Yahudi.

Rasulullah saw. pernah bersabda:

Berpuasalah pada hari Asyura, dan berbezalah dengan orang Yahudi dengan berpuasa sebelumnya selama sehari, atau selepasnya selama sehari.

[Diriwayatkan oleh Ahmad]

2- Untuk menyambung puasa hari Asyura dengan ibadah puasa juga, sepertimana tegahan berpuasa tunggal hari Jumaat.

3- Berjaga-jaga dengan kesalahan hari. Boleh jadi hari kesembilan tersebut adalah hari kesepuluh, jika berlaku kesalahan dalam mengira anak bulan.

Ulama dalam Mazhab Syafiie dan Hanafi pula menggalakkan puasa pada hari ke 11 Muharam sekiranya tidak sempat berpuasa pada hari ke 9.

Bahkan, Asy-Syarbini menyatakan bahawa: Terdapat bukti dari Imam Asy-Syafiie yang menyatakan galakan berpuasa selama tiga hari (9, 10, 11 Muharam) di dalam kitab al-Uum dan al-Imla`.

RUJUKAN:

Al-Mausu`ah Al-Fiqhiyyah, Kementerian Waqaf dan Hal-Ehwal IslamKuwait, Jilid 29, ms 89-90, Kuwait, 1993.

Syihabudin Ahmad MY,

Mas`ul Halaqah Maya

c,e & p:

http://www.halaqahmaya.com/v2/index.php?option=com_content&view=article&id=228%3Apuasa-asyura-dan-tasua&catid=45%3Aibadah&Itemid=103

catatan Lillah : Malaysia -> 9 & 10 Muharam bersamaan 5 & 6 Disember, 2011

pameran buku @ kapal MV Logos Hope @ West Port,Klang vs Bigbadwolf Book Fair @ MAEPS

Logo’s Hope Floating Book Fair in Port Klang

Port Klang Cruise Centre, West Port, Klang.

(former Star Cruises Terminal)

29th September –  23rd October 2011

Tuesday to Saturday 10.00am to 10.00pm
Sunday  only     ~        3.00pm to 10.00pm
Monday             ~        CLOSE

Logos Hope, the world’s largest floating book fair is now at West Port, Klang.

Entrance fee is RM1, free for children 12 and below accompanied by adult.

The book fair offers an expanded selection of over 5,000 books at affordable prices.

THEY cover a range of subjects including science, sports, hobbies, cookery, arts, medicine, languages and philosophy.

MV Logos Hope is operated by GBA Ships e.V. – an international, charitable organisation registered in Germany.

Also coming to:

Kuching                       28th Oct to 14th Nov, 2011
Kota Kinabalu             18th Nov to 04th Dec, 2011

amacam, berhajat ke nak ke sana ?

tengok & naik kapal, BOLEH!

baca, SURVEY, beli BUKU pun BOLEH!!

PENTINGNYA~

BETULKAN NIAT DULU, PILIHLAH MANA PERLU !!

SMILE ~

 

 

SOURCE:

http://www.goodreads.com/topic/show/658541-the-star-port-klang-stop-for-floating-book-fair-is-this-the-ship-with

 

 

lagi satu BERITA SENSASI, BEST in TOWN now~~~

tengok di bawah ni…

hee…

hoho… terlambat tahu sebab korang tak sounds awai…. uhh2..

( Big Bad Wolf Book Fair –  October, 2011) until this Sunday (16th. Oct, 2011)

…sounds interesting gak sbb banyak diskaun above 75%… teruja lak nak pergi…

hee… mula cadang nak nek kapal kat atas jer tapi lambat g habis (23/11/2011)

… so, mungkin terjah kat tapak MAHA dulu kot… nsyaAllah…

korang nak join ??

hee…

JOM….

JUMPA DI SANA… DI SANA…

DI MAHA…. hahahah…

JEMPUT KE SANA YE…

  SMILE ~

mencari halaman juzuk alQuran kaedah matematik~

Alhamdulillah...

saya baru tahu kaedah ini dan ianya menarik untuk dikongsikan (sekiranya korang pun belum tau lagi…tapi, kalu dah tau tuu…sonyap2 je jap, k!)

SubhanAllah....

indahnya ilmu yang dititipNya buat kita ~ dalam sedar & jaga; tersurat mahupun tersirat!! MasyaAllah…

Tahukan kita semua bahawa kehebatan Al-Quran merangkumi semua aspek, baik luaran mahupun dalaman. Al-Quran juga mempunyai kehebatan sifir matematik yang luar biasa yang jarang diketahui umum.
Bagaimanakah kita mencari juzuk Al-Quran dengan kaedah matematik? Ilmu Allah begitu hebat hingga tidak terfikir oleh kita semua. Setiap yang Allah jadikan bukan sia-sia, pasti ada hikmah tersendiri yang tersembunyi dan memerlukan ianya direnung, dikaji dah diamalkan oleh manusa selaku hamba dan Dialah pencipta.

JOM SEMAK!

1.  Rumus Al-Banna

(Mencari Halaman Juz Al-Qur’an Standar)– Ambya Abu Fathin

H = [(n-1) x 20] + 2,

n {bilangan Juz yang sedang dicari (1-30)}

andaian untuk ke mukasurat Juz ke-26!

Cara:

Gantikan “n” dengan bilangan 26 yang merupakan bilangan juz yang sedang kita cari.

H = [(n-1) x 20] + 2

H = [(26-1) x 20] + 2
H = [(25) x 20] + 2
H = [500] + 2
H = 502

Jadi Juz ke-26 dimulai dari halaman 502. Silakan sahabat buka halaman 502, dan sahabat akan membuktikan ‘keajaiban’ rumus ini. Sahabat pun bisa membuktikan untuk membuka atau mencari halaman juz yang lain.

NB : Rumus ini berlaku untuk mushaf standar medinah (timur tengah) dan atau mushaf yang standar halamannya sama seperti Qur’an Syamil.

Adapun untuk Al-Qur’an Indonesia yang standarD halamannya terdiri dari 18 baris, rumusnya sebagai berikut :

H = [(n-1) x 16] + 1,

n {bilangan Juz yang sedang dicari (1-30)}

jika hendak ke halaman  Juz ke-26!

Caranya :

Gantikan “n” dengan bilangan 11 yang merupakan bilangan juz yang sedang kita cari.

H = [(n-1) x 16] + 1
H = [(26-1) x 16] + 1
H = [(25) x 16] + 1
H = [400] + 1
H = 401

Jadi Juz ke-26 pada Al-Qur’an cetakan Indonesia standard 18 baris dimulai dari halaman 401. silakan buktikan juga untuk juz2 yang lainnya, InsyaAllah bermanfaat.

Wallahu a’lam bish-showab.

source: http://ngajiquranonline.com/

KAEDAH KEDUA:

bagaimana kita hendak mencari halaman atau muka surat bagi sesuatu Juz dalam Al-Quran tanpa melihat indeks mukasurat pada bahagian belakang Al-Quran?

Sebagai contoh, kita ingin melihat Juz-3, maka nombor Juz iaitu 3, ditolak dengan angka 1, kemudian jawapan itu didarab dengan 2. Hasilnya kemudian akan dicantumkan dengan meletakkan nombor 2 dibelakang jumlah hasil darab tersebut.

Mari kita tengok keberkesanan ilmu matematik ini:

Juz 5, maka 5 – 1 = 4, maka 4 X 2 = 8, letak angka 2 dibelakang 8, maka Juz 5 terletak dimukasurat 82.

Juz 10, maka 10 – 1 = 9, maka 9 X 2 = 18, letak angka 2 dibelakang 18, maka Juz 10 terletak dimukasurat 182.

Kecuali Juz 7 dan 11 yang istimewa dimana nombor belakang adalah 1, yang mana cara kiraannya sama cuma nombor pada bahagian belakang adalah 1 dan bukan 2.

Cubalah sendiri, kita akan menemui keajaiban ini dan sungguh menakjubkan.

wallahu’alam…

source:http://surauat-tarbiyyah.blogspot.com/2011/08/keajaiban-al-quran-mencari-halaman-bagi.html

3. apa kata mereka tentang alQuran!

Gustave Le Bon, Sejarawan besar:

“Sungguh, kitab Al-Quran ini sangat mulia dan agung kerana dalam usia 14 abad yang dilaluinya tidak mengalami perubahan meskipun hanya sedikit dalam gayanya yang sentiasa indah. Ia selalu tampak segar seperti pada waktu diturunkan, seakan-akan ia baru diturunkan kelmarin”

George Bernard Shaw, seorang pengarang kenamaan Inggeris:

“Agama Islam boleh digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit kemanusiaan. Orang-orang yang berfikir maju sekarang sudah mulai menyedari akan hakikatnya. Berat persangkaanku untuk mengatakan bahwa dua abad lagi, semua orang akan beragama Islam.”

Mr. Ridolf seorang jurnalis kebangsaan Inggris yang terkenal :

“ Di dalam al Qur’an banyak sekali segala sesuatu yang menyorongkan ke lingkaran hidup baru. Al Qur’an itu menerangkan apa yang benar dengan seterang-terangnya. Al Qur’an itulah yang mengikat dunia Islam dengan amat kuat. Dunia Islam sekarang ini sedang berpecahan dan berceraian, dan al Qur’anlah yang akan mengikatnya  kembali dengan eratnya.”

source:

http://nukilansiswa.blogspot.com/2010/07/al-quran-apa-kata-orang-baratbukan.html

smiLe~

~ munajat ramadhan ~

Hari Pertama

“Ya Allah, jadikanlah puasaku, puasa orang benar-benar berpuasa. Dan ibadah malamku, ibadah orang benar-benar mengerjakan ibadah. Dan jagalah aku dari tidurnya orang yang lalai. Hapuskanlah dosaku wahai Tuhan sekalian alam. Dan Ampunilah aku wahai Tuhan Maha Pengampun daripada segala dosa.”
Hari Kedua

“Ya Allah, dekatkan aku kepada keredaan Mu dan jauhkan aku daripada kemurkaan serta balasan Mu. Berilah aku kemampuan membaca ayat-ayat Mu dengan rahmat Mu, wahai Tuhan Maha Pengasih”

Hari Ketiga

Ya Allah limpahkan aku dengan kecerdikan fikiran dan kewaspadaan serta jauhkan aku daripada kebodohan dan kesesatan. Sediakan bahagian ku daripada kebaikan yang kau turunkan., demi kemurahan Mu, wahai Tuhan Maha Pemurah daripada segala dermawan.

Hari Keempat

Ya Allah berilah kekuatan kepada ku untuk melaksanakan perintah Mu dan berilah aku kemanisan berzikir. Berilah aku kekuatan melahirkan kesyukuran dengan kemuliaan Mu. Dan jagalah aku dengan jagaan dan perlindungan Mu, wahai Tuhan Maha Melihat.

Hari Kelima

Ya Allah, tempatkan aku di kalangan orang yang sentiasa memohon keampunan. Jadikanlah aku hamba Mu yang saleh serta jadikanlah aku di kalangan auliya (orang yang mendapat keutamaan Mu) yang hampir di sisi Mu dengan kelembutan Mu, wahai Tuhan yang Maha  Pengasih daripada segala pengasih.

Hari Keenam

Ya Allah, janganlah aku dihina kerana perbuatan maksiat ku kepada Mu dan janganlah menyeksa ku dengan balasan Mu. Jauhkan aku daripada sesuatu yang boleh mendatangkan kemurkaan Mu, dengan anugerah dan bantuan Mu, wahai Kemuncak Keinginan orang yang berkeinginan.

Hari Ketujuh

Ya Allah bantulah aku untuk mengerjakan puasa dan ibadah malamnya. Jauhkanlah aku daripada dosa-dosanya. Dan berilah aku zikir untuk mengingati Mu secara berterusan, dengan taufik (petunjuk) Mu wahai Pemberi Petunjuk kepada orang yang sesat.

Hari Kelapan

Ya Allah, berilah aku rezeki berupa kasih sayang kepada anak-anak yatim, pemberi makanan, penyebar salam dan bergaul dengan mulia, dengan kemuliaan Mu tempat berlindung orang yang berharap.

Hari Kesembilan

Ya Allah, sediakan bagi ku sebahagian daripada keluasan rahmat Mu. Berilah aku petunjuk dengan ajaran-ajaran Mu. Bimbinglah aku menuju keredaan Mu yang penuh dengan kecintaan Mu, wahai Harapan orang yang merindu.

Hari Kesepuluh

Ya Allah, jadikan aku di antara orang bertawakal kepada Mu dan jadikan aku di kalangan orang yang menang di sisi Mu. Ya Allah, jadikan aku di kalangan orang yang dekat di sisi Mu. Dengan ihsan Mu wahai Tempat Tuju orang yang memohon.

Hari Kesebelas

Ya Allah, tanamkan dalam diri ku kecintaan melakukan kebaikan dan kebencian melakukan perbuatan maksiat serta fasik. Ya Allah jauhkan ku daripada kemurkaan Mu dan seksaan api neraka, dengan pertolongan Mu wahai Tuhan yang menolong orang memerlukan pertolongan.

Hari Kedua Belas

Ya Allah, hiasilah diri ku dengan penutup dan kesucian. Tutuplah diri ku dengan pakaian kesederhanaan dan kerelaan. Tempatkan aku di jalan keadilan dan keikhlasan. Amankan diri ku daripada setiap perkara yang aku takut, dengan penjagaan Mu, wahai Penjaga orang yang takut.

Hari Ketiga Belas

Ya Allah, bersihkan diri ku daripada kekotoran dan kehinaan. Berilah kesabaran kepada ku untuk menerima segala ketentuan. Berilah kemampuan kepada ku untuk bertakwa dan bergaul dengan orang baik, dengan bantuan Mu wahai Pengharap orang yang miskin.

Hari Keempat Belas

Ya Allah, jangan aku dihukum disebabkan kekeliruan yang ku lakukan. Ampunkan aku daripada kesalahan dan kebodohan. Janganlah kau jadikan diri ku sasaran bala dan malapetaka, dengan kemuliaan Mu wahai Kemuliaan kaum Muslimin.

Hari Kelima Belas

Ya Allah limpahkan rezeki kepada ku berupa ketaatan orang yang khusyuk. Lapangkan dada ku dengan taubat orang yang menyesal, dengan keamanan Mu wahai keamanan orang yang takut

Hari Keenam Belas

Ya Allah, berilah kemampuan kepada ku untuk menjalani kehidupan seperti mana kehidupan orang baik. Jauhkan bagi ku kehidupan orang yang melakukan kejahatan. Lindungilah aku dengan rahmat Mu hingga ke alam akhirat, demi ketuhanan Mu wahai Tuhan sekalian alam.

Hari Ketujuh Belas

Ya Allah, tunjukkan bagi ku amal kebajikan dan penuhilah hajat serta cita-cita ku, wahai Tuhan yang Maha Mengetahui segala keperluan tanpa ungkapan permohonan. Wahai yang Maha Mengetahui segala yang ada dalam hati sekalian makhluk. Selawat dan salam ke atas Nabi Muhammad saw. dan keluarga baginda yang suci.

Hari Kelapan Belas

Ya Allah, sedarkan aku untuk mencari keberkatan. Terangkan hati ku secerah cahaya dan bimbinglah aku serta anggota ku untuk mengikuti segala ajaran Mu, dengan cahaya Mu wahai Penerang Hati orang yang bijak.

Hari Kesembilan Belas

Ya Allah, penuhkan bahagian ku dengan keberkatan dan mudahkan bagi ku menuju ke arah kebaikan. Jangan kau jauhkan aku daripada ketenteraman kebaikan, wahai pemberi Petunjuk kepada Kebenaran.

Hari Kedua Puluh

Ya Allah, bukakan bagi ku pintu-pintu syurga dan tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berilah kemampuan kepada ku untuk membaca ayat-ayat suci al-Quran, wahai Pemberi Ketenangan dalam hati orang beriman.

Hari Kedua Puluh Satu

Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk mendapat keredaan Mu. Janganlah engkau biarkan syaitan menguasai diri ku. Jadikan syurga tempat tinggal dan berehat bagi ku, wahai Pelaksana Keperluan orang meminta.

Hari Kedua Puluh Dua

Ya Allah, bukakan bagi ku pintu kelebihan dan turunkan bagi ku keberkatan mu. Berilah kepada ku untuk melakukan sesuatu yang mendatangkan keredaan Mu dan tempatkan aku dalam syurga Mu yang luas, wahai Penjawab doa orang dalam kesempitan.

Hari Kedua Puluh Tiga

Ya Allah bersihkan aku daripada segala dosa dan jauhkan diri ku daripada keaiban serta tanamkan ketakwaan dalam hati ku, wahai Pengampun kesalahan orang yang berdosa.

Hari Kedua Puluh Empat

Ya Allah, aku bermohon kepada Mu perkara yang mendatangkan keredaan Mu. Aku berlindung dengan Mu daripada perkara yang mendatangkan kemarahan Mu dan aku bermohon kepada Mu kemampuan untuk mentaati Mu serta menghindari kemaksiatan terhadap Mu, wahai Pemberi kepada yang meminta

Hari Kedua Puluh Lima

Ya Allah, jadikan aku orang yang menyintai auliya? Mu dan memusuhi musuh Mu. Jadikan aku pengikut sunnah nabi Mu, wahai Penjaga hati para Nabi

Hari Kedua Puluh Enam

Ya Allah, jadikan usaha ku sebagai usaha yang sentiasa disyukuri, dosa-dosa ku sebagai dosa yang diampuni, kebaikan ku sebagai kebaikan yang diterima dan keaiban ku sebagai keaiban yang ditutupi, wahai Tuhan Maha Mendengar daripada semua pendengar~

Hari Kedua Puluh Tujuh

Ya Allah, berilah rezeki berbentuk ganjaran Lailatul Qadar kepada ku, ubahkan perkara sulit menjadi mudah, makbulkan permintaan maaf ku dan hapuskan dosa serta kesalahan ku, wahai Tuhan Maha Penyayang kepada hamba soleh~

Hari Kedua Puluh Lapan

Ya Allah, penuhkan hidup ku dengan amalan sunnah dan muliakan aku dengan diterimanya semua permintaan, wahai Tuhan yang tidak disibukkan oleh permintaan orang meminta

Hari Kedua Puluh Sembilan

Ya Allah, hiasilah aku dengan rahmat Mu dan berikanlah aku petunjuk serta penjagaan Mu. Bersihkan hati ku daripada fitnah, wahai Yang Maha Pengasih kepada hamba yang beriman.

Hari Ketiga Puluh

Ya Allah, jadikan puasa ku disertai dengan rasa syukur dan diterima oleh Mu melalui jalan keredhaan Mu serta keredhaan rasul Mu, cabangnya yang kukuh dan kekuatan keberkatan, demi kenabian Muhamad saw dan keluarga Baginda yang suci dan segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.

ps. credit to zie & others.

source: http://virtualfriends.net/article/articleview.cfm?AID=24030

ingin berkenalan?

huhu.. saya rasa saya tidak tersilap pandangan dalam menilai dia, sekalipun tidak pernah bersapa atau bertentang mata… dari jauh sebagai pemerhati sesekali, cukup buat hati terpaut dan ingin berkenalan.. haha… sapa ye, insan yang telah mencuri pandangan & membuka persepsi minda ini?

syyyyytt….baca sampai habih tau..

ada komen agak menarik tentang insan pilihan yang dirasa molek untuk dikongsikan bersama… ingat, baca ini dengan open-minded, tau ! semoga tidak disalahtafsirkan..

Dr. Lo’Lo’ yang saya kenali … bacalah sampai habis

(al-fatihah untuknya…)

Dr Lo’lo’ yang Saya Kenali:

oleh Dr Mohd Asri Zainul Abidin
Jul 19, 11 8:46am

Kita hanyalah bilangan hari. Apabila sebahagian bilangan hari itu pergi, sebahagian diri kita juga pergi. Apabila kesemua telah habis pergi, maka berakhirlah riwayat ini.

Hidup hanyalah sebuah perjalanan, pasti ada tarikh perhentiannya. Tiada siapa dapat menghalang, walau sehebat mana pun dia merancang.
Dunia hanya ladang untuk menuai bekalan. Dataran menuju ke persada sebenar kehidupan. Dunia ini amat sementara; ada hari datang dan ada pula hari perginya.
Apabila saya menerima berita kematian YB Dr Lo’lo’ Mohd Ghazali, perasaan saya menjadi sugul. Saya teringatkan sikap prihatin beliau kepada saya sepanjang saya mengenalinya.
Paling sayu, saya teringat permintaan beliau beberapa minggu lepas ketika saya menziarahi beliau dalam keadaan yang amat uzur. Beliau meminta saya menulis sebuah puisi untuknya. Ternyata saya tidak menunaikan harapan itu sehingga beliau meninggal. Padahal, saya telah sebut ‘insyaAllah’.
Hari ini jenazah beliau dikebumikan, malang sekali lagi saya tidak dapat hadir kerana ada viva student di USM.
Namun doa saya untuknya sejak saya mendengar kematiannya. Saya juga harap tulisan ini dapat memberikan manfaat yang lebih dengan saya merayu kepada pembacanya agar berdoa kepada Allah untuk diberikan rahmat dalam keampunan kepada Lo’lo Ghazali, hamba Allah yang telah pulang ke kehidupan yang hakiki.
Saya ingin mencoret sedikit mengenai beliau dengan kadar sedikit yang saya kenal. Saya mulakan dengan apa yang Nabi SAW nasihati kita:
“Sesiapa dalam kalangan kamu yang terpaksa memuji saudaranya, maka hendaklah dia berkata: ‘aku menilainya demikian, Allah jua yang menjadi penilainya yang sebenar, aku tidak akan memuji sesiapa atas nama Allah”
(Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
Ya, hanya Allah yang mengetahui hakikat kita. Kita menilai apa yang zahir, Allah jua mengetahui apa yang batin. Mungkin apa yang ada di sisi Allah lebih baik dari apa yang kita sangka dan tahu. Demikian juga sebaliknya.

Peringatan jawatan mufti:

Saya bukan terlalu mengenali Dr Lo’lo’. Cuma ada beberapa coretan sekadar yang saya kenal beliau. Saya mula mengenali Dr Lo’lo’ sejak sebelum saya menjadi mufti Perlis lagi. Beliau menghadiri beberapa majlis ucapan saya.
Kali terakhir seingat saya di UIA, semasa saya berforum. Apabila saya ditawarkan menjadi mufti pada tahun 2006, Dr Lo’lo’ menghantar email mengingatkan saya tentang bahaya jawatan tersebut.
Sebagai anak bekas Mufti Perak, beliau menceritakan pengalamannya. Saya masih simpan peringatan itu. Antara yang beliau sebut “Saya juga seorang manusia yang daif tetapi saya ingin berkongsi pengalaman kerana pernah hidup sebagai anak mufti dan berkongsi pahit maungnya serta cabaran seorang mufti bagi kerajaan yang tidak mengamalkan Islam sepenuhnya.
“Banyak kali arwah bapa saya bersungut dan menyatakan kesal kerana nasihat dan pandangannya tidak dipedulikan, keputusan majlis fatwa yang dianggotainya dibuang dalam tong sampah, bagaimana payahnya berhadapan dengan sultan-sultan yang kehidupan mereka dikelilingi dengan pelbagai adat dan kebiasaan yang tidak selaras dengan Islam.
“Itu belum kira kerenah MB, exco-exco dan YB-YB lagi…itu cerita 30 tahun lalu, saya percaya kini cabaran untuk seorang mufti kerajaan adalah lebih hebat lagi. Saya berdoa agar Dr Asri dipandu untuk memilih keputusan yang terbaik dunia dan akhirat”.
Itulah antara kandungan email beliau.
Lahir dari jiwa yang ikhlas terhadap saya dan naluri yang prihatin terhadap agama. Saya merenung kata-katanya ketika itu. Kali ini apabila saya membaca sekali lagi, saya dapat rasakan indahnya kejujuran yang terkandung dalam nasihat itu.
Ya, sering kali sesuatu lebih bernilai kita rasakan, apabila empunya telah pergi. Semoga menimbang kata-kata nasihatnya itu sebagai himpunan amalan soleh beliau.
Apabila saya menjadi mufti Perlis, saya agak terputus dengan beliau. Hanya sekali-sekala beliau bertanya beberapa perkara. Mungkin beliau rasa ketika itu saya rapat dengan pemimpin Umno.
Apabila berhenti dari jawatan mufti, pada hari yang berikutnya saya terus ke United Kongdom. Di UK, saya sempat bertemu dan berhubung baik dengan anak beliau Saudara Fawwaz yang ketika itu tinggal Manchester.
Layanan baik Fawwaz kepada saya dan keluarga ketika melawat dan berceramah di Manchester tidak dapat saya lupakan. Ini menjadikan kembali saya mengingat sikap baik ibunya kepada saya.
Apabila pulang ke Malaysia, kemudian berlaku peristiwa saya ditahan JAIS dan ke mahkamah, ramai pemimpin politik dan NGOs yang hadir. Dr Lo’Lo’ yang ketika itu uzur juga turut hadir ke mahkamah di Gombak.
Sempat saya bercakap dengan beliau. Saya ingat lagi, beliau kata kepada saya:
“Ini ada hikmahnya, ujian dan cabaran, Allah mahu ustaz memimpin rakyat, turut ke medan, bersama-sama mengubah keadaan yang ada”.
Saya diam. Saya akur. Saya tahu beliau jujur. Hati nuraninya yang sayangkan kebaikan dan bencikan kezaliman itu tidak dapat disembunyikan sekalipun di sebalik tubuh yang uzur. Selepas hari itu, agak kerap juga kami bertanya khabar.

Masuk Umno

Kadang-kala beliau bertanya saya pandangan dalam pelbagai isu agama. Beliau fahami pendirian saya. Beliau saya rasa suka dengan cara apa yang saya faham mengenai beberapa perkara dalam Islam ini.
Apabila timbul berita saya akan masuk Umno, Dr Lo’lo’ menghubungi saya dengan tegas. Kata beliau: “Janganlah ustaz tambahkan sakit saya dengan berita-berita yang macam ini. Saya pernah teramat kecewa apabila Anwar Ibrahim masuk Umno. Saya harap ustaz tidak mengulangi kesilapan itu. Saya akan amat kecewa jika ustaz membuat tindakan yang sama”.
Saya meminta beliau memberikan masa agar spekulasi itu berakhir lagi dua tiga hari. Beliau terus mengingatkan saya agar jangan tersilap langkah. Keesokannya, barangkali beliau mendengar desus-desas itu makin kuat, maka beliau sms kepada saya dengan tegas, katanya: “mati hidup semula saya tidak akan mempercayai ustaz lagi jika ustaz masuk Umno.
“Apakah ustaz takut kepada cabaran di dunia ini? Atau mengharapkan kedudukan di dunia sehingga sanggup hendak masuk Umno? Jika ustaz tidak mahu masuk PAS pun, janganlah masuk Umno”.
Saya simpati dan rasa bersalah memandang beliau uzur. Saya terus bercakap dengannya dengan memberikan jaminan bahawa apa yang beliau khuatiri itu insyaAllah tidak berlaku. Saya beritahu bahawa pimpinan PAS lain, khusus Ketua Dewan Ulama PAS juga telah bercakap dengan saya dan memberikan nasihat.
Namun, apabila 40 orang ulama muda masuk Umno, Dr Lo’lo sekali lagi berhubung dengan saya dan berkata: “Tergamak ustaz membiarkan sahabat-sahabat ustaz masuk Umno, sedangkan saya ini bersusah payah hendak memastikan mereka yang berpegang dengan manhaj al-Quran dan as-Sunnah masuk ke dalam PAS.
“Jika Tuan Guru Nik Aziz tidak ada nanti, macam manalah perjalanan PAS ini. Ini, ustaz pula biarkan kawan-kawan masuk Umno”.
Saya diam. Ada perkara yang saya tahu yang mungkin beliau tidak tahu. Begitulah sebaliknya. Apa pun, saya amat berterima kasih, sikap beliau yang sentiasa prihatin kepada perkembangan Islam dan masa depan dakwah. Beliau seorang serikandi, seorang mujahidah, seorang yang jujur dengan keyakinannya.
Saya tahu, ya kadang-kala apabila saya mengkritik tokoh utama Pakatan Rakyat Dr Lo’lo’ kurang selesa. Dia akan sms melahirkan ketidakpuasan hatinya. Kadang-kala bahasanya ‘tegas’.
Saya sering tersenyum apabila membaca smsnya. Ya, bukan semua perkara kita dapat sama dan seiya sekata. Namun, yang pasti ia adalah kata-kata yang datang dari seorang yang prihatin.
Namun, beliau lama-lama biasa dengan sikap saya yang memberikan pandangan kepada kedua belah pihak. Sebelum muktamar PAS beliau memohon agar saya mewar-warkan semula artikel lama saya ‘Ulama atau professional jadi pemimpin’ (http://drmaza.com/home/?p=605).
Beliau kata, beliau ingin meminta supaya Harakah menyiarkannya semula. Saya tahu aliran pemikiran yang ingin ramaikan professional dalam kepimpinan PAS.

Ziarah Hospital:

Apabila saya mendapat berita beliau amat uzur dan berada dalam keadaan kritikal di hospital, saya hubungi Fawwaz. Saya pohon untuk menziarahinya. Saya pergi dengan beberapa orang sahabat, sebahagian mereka ustaz-ustaz.
Dr Lo’lo meminta untuk hanya saya sahaja yang masuk dahulu. MasyaAllah, saya melihat seorang serikandi mujahidah dalam kedaan yang uzur terbaring di katil.
Wajahnya sudah kelihatan bengkak. Pun, begitu masih lagi dengan pakaian muslimahnya. Beliau menangis ketika itu. Dalam celahan itu saya mendengar indahnya kata-kata beliau: “ustaz, saya bimbang saya tidak dapat menjadi hamba Allah yang baik”.
Kata-kata itu menusuk ke dalam jantung saya bagaikan cahaya ruhi yang menyelinap masuk ke dalam urat nadi. Ia adalah kata-kata yang lebih murni dari segala lafaz seni, kata-kata yang lahir dari nurani insani yang mendambakan kasih-sayang Allah.
Kata-kata yang tidak lahir di saat-demikian melainkan dari jiwa yang sentiasa berhubungan cinta dengan Allah. Demikian penilaian saya. Hakikat yang sebenar kembali kepada Allah.
Kemudian, sempat beliau berpesan kepada saya untuk terus memberikan pandangan kepada PAS dan beliau bersyukur segala usaha beliau dan sahabat-sahabatnya mula melihatkan hasil dalam PAS.
Beliau meminta saya tuliskan sebuah puisi untuk beliau. Saya berjanji insyaAllah. Nampaknya, puisi itu akan lahir selepas pemergian beliau.

Ustaz Sampul:

Selepas habis berbicara dengan saya, beliau mengizinkan sahabat-sahabat yang bersama saya masuk. Dalam keuzuran yang amat sangat itu, beliau masih sempat memberikan nasihat.
Antara yang beliau kata; “Maaflah saya ingin sebut, ustaz-ustaz ini jangan asyik fikirkan sampul sahaja. Ramai yang rasa selesa, hanya dok berkuliah dalam masjid, selepas itu seronok dapat sampul duit tapi tidak mengambil tahu apa yang berlaku kepada umat; khususnya anak-anak muda kita kat luar sana”.
Ya, itulah kata-kata beliau. Ia amat benar. Itu penyakit yang menimpa ramai yang memakai gelaran ustaz atau ‘pendakwah’.
Pahit yang terpaksa diakui, bukan sedikit yang fikirannya berlegar kepada wang dalam sampul yang akan menjadi habuan selepas kuliah atau ceramah. Bukan salah. Namun, apabila itu dijadikan buruan, maka ramai yang mengelak diri dari arus dan tribulasi perjuangan.
Kata-kata Dr Lo’lo’ itu terbit dari hati nurani seorang daiyah (pendakwah). Bukan singkat masa beliau menelusuri pengalaman dan perjuangan.
Ya, beliau banyak di medan politik. Sebahagian ijtihad siyasi dan pandangan politiknya mungkin berbeza dengan saya. Namun, saya tetap hormati jasa dan sumbangannya. Zahir pada kehidupan sebagai seorang muslimah dan mujahidah. Berjuang membela keyakinannya mengenai Islam dan keadilan.
Sebagai seorang sahabat dan insan yang masih hidup atas bumi ini, saya hanya mampu berdoa untuknya agar dilimpahi rahmat dan keampunan, kemudian meneruskan perjalanan hidup ini sehingga sampai ke destinasi seperti mana beliau pun telah menamatkannya.

~sekian~

credit to:

http://www.tranungkite.net/v11/modules.php?name=Forums&file=viewtopic&t=18126#582929

read more :

http://mynewshub.my/2011/07/18/titiwangsa-mp-dr-lo-lo-laid-to-rest/

….alhamdulillah….

so it comes again…. the beginning of a blissful month

on a wonderful day –

the BEST FRIDAY..


 it’s TODAY….

1st REJAB, 1432H

~DON’T YOU AWARE???

a Menjelang Bulan Rejab


Ya Allah! Berkatilah kami dalam bulan Rejab dan dalam bulan Syaaban dan sampaikanlah kami ke dalam bulan Ramadhan.
Tiada tuhan melainkan Allah yang Maha lembut lagi Maha Mulia. Maha suci Allah, tuhan 7 petala langit dan tuhan yang mempunyai arasy yang agung. Dan tiada kekuatan melainkan kekuatan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.

Imam As-Sayuti r.a meriwayatkan bahawa Nabi s.a.w bersabda yang ertinya:

Rejab adalah bulan Allah,

Syaaban bulanku

& Ramadhan bulan umatku.

sabda Nabi s.a.w.

REJAB adalah bulan untuk bertanam. Maka berniagalah kamu semoga Allah merahmati kamu pada bulan Rejab kerana ianya adalah musim untuk berniaga.Dan makmurkanlah waktu waktu kamu(dengan beramal) di dalamnya kerana ianya adalah waktu berbuat amal.

 

Para ulama berkata bulan Rejab

adalah bulan istighfar.Maka perbanyakkanlah istighfar di dalamnya. Imam As-Sayuti r.a membawa sebuah hadis yang diriwayatkan dari Ad-Dailami oleh Saiyidina Ali Ibn Abi Talib k.w. Nabi s.aw bersabda Yang ertinya:

Banyakkanlah beristighfar di bulan Rejab kerana pada setiap saat di dalamnya Allah menyelamatkan (seorang) dari api neraka.

Rejab adalah musim perniagaan,

iaitu perniagaan dengan amal soleh.

Mereka yang banyak membuat amal saleh pada bulan ini akan mendapat keuntungan besar di akhirat. Dalam Al-Quran di

surah Al-An’aam ayat 160 Allah Taala berfirman.Yang ertinya:

Barang siapa membawa amal kebaikan maka baginya sepuluh kali ganda. Tetapi amal kebajikan yang dilakukan pada bulan Rejab digandakan sebanyak 70 kali ganda. Begitu juga sembahyang pada waktu malam akan memberi cahaya kepada hati dan membawa kepada keredhaan Allah.

Rejab merupakan pembukaan bulan2 kebaikan dan berkat.

Jika tahun diibaratkan sebagai pohon, Rejab ibarat waktu keluarnya daun, Syaaban ibarat keluarnya bunga dan Ramadhan ibarat keluar buah- buahannya.

Imam As-Sayuti r.a membawa sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ibnu Asaakir r.a bahawa

Nabi s.a.w pernah bersabda.Yang ertinya:

Lima malam tidak ditolak di dalamnya doa.

Malam pertama di dalam bulan Rejab, malam Nisfu Syaaban, malam Jumaat, malam hari raya Aidil Fitri dan malam Hari Raya aidil Adha.

Nabi s.a.w telah bersabda lagi.Yang ertinya:

Aku melihat pada malam Mikraj sebuah sungai yang airnya lebih manis daripada madu dan lebih sejuk daripada air batu dan (baunya) lebih harum daripada kasturi. Aku bertanya kepada Jibrail, “Ya Jibrail untuk siapakah ini? Beliau berkata, “Untuk mereka yang berselawat atas mu pada bulan Rejab.”

Imam As-Sayuti banyak meriwayatkan hadis Nabi s.a.w tentang puasa di bulan Rejab. Antaranya sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Said Ibn Abi Rashed r.a Nabi s.a.w bersabda.Yang ertinya:

Rejab adalah bulan yang mulia di mana Allah melipat gandakan

segala(pahala) kebajikan.

Dan barang siapa yang berpuasa satu hari di bulan Rejab seperti dia berpuasa setahun.

Dan barang siapa yang berpuasa selama tujuh hari nescaya ditutupkan baginya pintu pintu neraka.

Dan barang siapa berpuasa selama delapan hari di bukakan baginya delapan pintu syurga.

Dan barang siapa berpuasa selama sepuluh hari tiada yang diminta kepada Allah sesuatu melainkan diberikannya.

Dan barang siapa yang berpuasa selama lima belas hari diseru (namanya) oleh malaikat dari langit (dan berkata) sesungguhnya Allah telah mengampunkan dosanya yang telah lalu dan bermulalah amal baru.

Dan barangsiapa yang melebihkannya akan dilebihkan Allah. Di bulan Rejab Allah telah mengangkatkan Nabi Nuh a.s ke dalam kapal dan baginda berpuasa di bulan Rejab dan memerintahkan semua yang bersamanya berpuasa.

Dalam hadis yang lain diriwayatkan oleh Abi Qilabah Nabi s.a.w bersabda.Yang ertinya:

Di syurga ada sebuah istana (yang dikhaskan) untuk mereka yang berpuasa di bulan Rejab.

Begitu juga imam Al-Baihaqqi r.a dalam meriwayatkan sebuah hadis dari Anas Ibn Malik r.a Nabi s.a.w bersabda.Yang ertinya:

Di syurga ada sebuah sungai yang dinamakan Rejab. Warnanya lebih putih daripada susu dan manisnya lebih daripada madu.Barang siapa yang berpuasa sehari di bulan Rejab nescaya diberi minum Allah Taala daripada sungai itu.

Dalam sebuah hadis Nabi s.a.w yang lain bersabda.Yang ertinya:

Semua insan lapar pada hari kiamat kecuali para Nabi dan keluarga mereka dan orang orang yang berpuasa pada bulan Rejab, Syaaban dan Ramadhan. Sesungguhnya mereka kenyang tidak akan lapar dan haus.

Diriwayatkan bahawa 4 perkara akan meringankan azab kubur.

Tetap dalam membaca Al-Quran.

Bersifat rahmat terhadap anak anak yatim.

Berpuasa 3 hari di bulan Rejab

Berpuasa 3 hari di bulan Syaaban

Tiga hari yang dimaksudkan itu ialah pada 13,14,15 haribulan.

Bagi mereka yang berpuasa pada hari Isnin dan Khamis di dalam bulan Rejab akan mendapat dua pahala

Kerana mengikut sunnah Nabi s.a.w

Kerana diamalkan didalam bulan Rejab.

Doa Rejab yang masyhur berupa istighfar yang diajarkan oleh Nabi s.a.w., Diamalkan sebanyak 70 kali setiap hari atau setiap pagi dan petang.

Ya Allah ampunilah daku dan rahmatilah daku dan aku bertaubat (kepadaMu Ya Allah)

Barang siapa yang beristighfar kepada Allah dibulan Rejab pada waktu siang dan malam dan berkata: Ya Allah, ampunilah daku dan rahmatilah daku dan aku bertaubat (kepadaMu ya Allah) sebanyak tujuh puluh kali nescaya tidak disentuh api neraka kulitnya sama sekali.

TAHUKAH ANDA???

Rejab ialah bulan yang cukup istimewa dalam takwim Islam.

Pelbagai peristiwa berlaku pada bulan ini dan satu daripadanya yang sangat penting ialah peristiwa Israk dan Mikraj pada 27 Rejab.

Peristiwa Israk dan Mikraj bukan sahaja banyak mengandungi pengajaran berguna kepada umat islam malah menjadi satu ujian kepada kepercayaan dan kekuatan akidah umat islam.

Peristiwa itu berlaku di luar kemampuan akal fikiran manusia untuk menerima dan memahaminya.Oleh itu ramai umat islam yang lemah iman akan tergelincir akidah dan pegangannya terhadap Islam kerana meragui peristiwa berkenaan dan mempertikaikannya daripada segi logik akal manusiawi.

Memang benar, jika peristiwa Israk dan Mikraj itu dinilai dari sudut akal fikiran semata mata sudah tentu manusia tidak mampu mempercayai berlakunya peristiwa itu terhadap Rasulullah.

Ini kerana akal fikiran manusia terbatas, tetapi jika diletakkan di atas dasar keimanan dan ketakwaan, sudah tentu ia dapat diyakini.

Aspek keyakinan ini diperkuatkan lagi dengan firman Allah yang menceritakan peristiwa Israk dan Mikraj dengan menyebutkan “Maha suci Allah” iaitu maha suci Allah daripada sebarang kelemahan dan kekurangan.

Firman Allah bermaksud:

“Maha suci Allah yang menjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari masjidil Haram ke masjidil Aqsa yang kami (Allah) berkati sekelilingnya untuk memperlihatkan kepadanya tanda (kekuasaan dan kebesaran) kami, Sesungguhnya Allah jualah yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Al Israk;1).

Dalam penghidupan moden ini, apakah pengajaran dan iktibar yang boleh diteladani daripada peristiwa itu?

Antara pengajaran dan iktibar:-

Menyahut rintihan Rasulullah dalam usahanya menyampaikan dakwah terhadap umat jahiliah,yang ternyata baginda mendapat tentangan yang amat hebat.Antara yang paling hebat ialah ketika baginda berdakwah kepada penduduk Taif. Ketika itu Baginda diejek dan dilempar dengan batu hingga terluka.

Justeru itu, Rasulullah segera keluar dari kawasan itu dan berehat di sebuah kebun milik Uthbah dan Syibah Rabiah. Pada saat itu, baginda mengadu kepada Allah.

Sesungguhnya Allah mendengar apa yang diucapkan Rasullullah dan berdasarkan hadis Nabi bahawa Allah mengutuskan malaikat Jibril dengan menawarkan bantuan untuk menghempap mereka yang melakukan kekejaman terhadap Rasullullah dengan gunung-gunung yang ada di sekitar kota Taif itu.

Namun, Rasulullah menolak tawaran malaikat Jibril itu, bahkan baginda berdoa agar Allah menjadikan anak cucu mereka termasuk di kalangan yang menerima Islam di masa akan datang.

pengajaran penting berkaitan peristiwa Isra’ Mi’raj

Kepentingan solat fardu sehari semalam lima waktu;

Balasan baik kepada mereka yang melakukan kebaikan dan sebaliknya memperlihatkan balasan buruk kepada mereka yang melakukan kejahatan; dan

Umat Islam akan menghadapi banyak cabaran daripada musuh mereka sepanjang zaman.

Peristiwa Israk & Mikraj memperlihatkan betapa pentingnya solat lima waktu berbanding dgn. ibadat yang lain.

Kefardhuan ibadat solat ditentukan pada malam berlakunya Israk dan Mikraj dengan Nabi Muhammad dijemput menerimanya daripada Allah s.w.t di Sidratul Muntaha manakala ibadat lain difardhukan melalui wahyu yang dibawa malaikat Jibril a.s.

Kefardhuannya yang asal diperintahkan Allah s.w.t sebanyak 50 waktu sehari semalam bertukar menjadi 5 waktu sahaja setelah Nabi s.a.w memohon untuk dikurangkan atas nasihat Nabi Musa a.s. Namun pahalanya tetap diberikan Allah sebanyak 50 waktu pahala bersembahyang.

Beberapa perkara yang diperlihatkan kepada Rasulullah sewaktu Israk dan Mikraj.

Sekumpulan manusia menanam dan menuai gandum.Setiap kali dituai, gandum itu tumbuh kembali dan terus boleh dituai dan begitulah keadaannya.

Ini menggambarkan balasan kepada mereka yang berkorban apa sahaja untuk kepentingan agama Allah. Mereka akan mendapat balasan terus menerus.

Tempat yang sangat harum.Hal ini memperlihatkan balasan baik bagi mereka yang berkorban pada jalan Allah.

Sekumpulan manusia memakan daging mentah dan busuk sedangkan di sebelah mereka tersedia daging baik.

Ini menggambarkan keadaan mereka yang melakukan zina sedangkan sudah mempunyai isteri atau suami.

Manusia yang berperut besar sehingga tidak boleh bangun . Gambaran balasan orang yang memakan riba.

Manusia yang mengumpul dan mengikat kayu untuk dipikul. Apabila tidak terdaya memikul,makin ditambahnya .

Gambaran manusia yang tidak amanah,tetapi mahu menerima amanah dan tanggungjawab atau jawatan dengan banyak walaupun tidak mampu melaksanakannya.

Panggilan perempuan tua yang memakai perhiasan untuk mengajak berbual dan berbicara

Gambaran bahawa dunia dan pengaruh kebendaan pasti akan mempersonakan manusia.

Gangguan Iblis dan Jin untuk mengganggu perjalanan Rasulullah.

Ini menunjukkan iblis dan jin pasti mengganggu manusia supaya sesat daripada jalan Allah.

Golongan manusia yg memecahkan kepala mereka berkali2: Gambaran manusia yang meninggalkan solat kerana sibuk dengan urusan dunia.

Manusia yang memakai pakaian compang camping dan memakan sampah sarap serta rumput rampai

Gambaran manusia yang tidak membayar zakat, tidak mengeluarkan zakat, tidak bersedekah dan seumpamanya kerana sayangkan harta.

Kumpulan manusia yang memotong lidah sendiri secara berterusan

gambaran menunjukkan kumpulan manusia yang menyebar fitnah, pembohong dan seumpamanya.

Lembu besar keluar dari lubang kecil dan cuba masuk semula ke dalam lubang itu:

Gambaran manusia angkuh dan bercakap besar, selepas itu dia kesal dan mahu menarik balik percakapannya itu.

Pokok berduri yang mencarik pakaian orang yang lalu berhampirannya

Gambaran manusia yang suka berada di persimpangan jalan dan mengganggu orang lalu lalang di kawasan itu.

Perempuan digantung rambutnya ke dalam neraka:

Gambaran kaum wanita yang tidak menutup aurat.

Ternyata kesemua 13 peristiwa yang diperlihatkan itu menggambarkan keadaan manusia yang ada di muka bumi ini dan ternyata keadaan ini sedang berlaku.

apakah kita mengambil iktibar daripada peristiwa israk mi’raj ini sewajarnya?

Empat perkara yang berharga dalam diri manusia:

sabda Nabi Muhammad saw:

“Ada empat macam yang berharga dalam diri manusia dan ia boleh hilang dengan empat sebab.

Adapun yang berharga itu ialah akal, agama, malu dan amal soleh. Maka akal boleh hilang disebabkan marah. Agama boleh hilang disebabkan dengki. Malu boleh hilang disebabkan tamak dan amal soleh boleh terhapus disebabkan suka menceritakan keburukan orang lain.”

cinta dengar pertama ‘ilaika’mu..

( mula mengenalimu dalam malu...tapi ingin lebih mendekat..dalam sipuku..)

Imam Syafie: sekilas lalu:

Nama lengkapnya Abu Abdullah bin Idris As-Syafie Al-Mutthalibi Al-Quraisyi. Lahir di Gazza, Palestin pd tahun 150 H, tempat wafat Hasyim nenekanda Rasulullah SAW. Ketika masih anak2, ayahnya meninggal dunia. Ia diasuh oleh ibunya. Kehidupannya sangat sulit. Ketika berumur 2 tahun dibawa ke Makkah dan belajar di sana. Beliau rajin belajar dan cerdas.

Semua ilmu yg diperolehnya dicatatnya pd tulang2 hingga penuh satu ruangan. Umur 7 tahun telah hafal Al-Quran, umur 10 tahun hafal kitab Hadith “Al-Muwathta” karangan Imam Malik, dan umur 15 tahun telah diizinkan memberi fatwa.

Di antara gurunya di Makkah, Soufyan bin Uyainah dan mufti Muslim bin Khalid Az-Zanji. Umur 20 tahun pindah ke Madinah, memperdalam ilmunya dengan belajar kepada Imam Malik. Kemudian berangkat ke Iraq, menemui sahabat2 Abu Hanifah dan mengambil ilmu dari mereka. Mengadakan perjalanan ke Parsi, Iraq bahagian Utara dan berbagai negara. Setelah 2 tahun mengembara, menetap di Madinah selama 2 tahun. Dari perjalanan ini, ilmu pengetahuan dan pengalamannya bertambah terutama mengenai masalah kehidupan dan tabiat manusia.

Pada 195 H, beliau berpindah ke Baghdad, mengajar dan mengarang beberapa kitab. Selama 2 tahun di situ, ramai orang berpindah mazhab kepadanya.

Pendapatnya selama di Baghdad dinamakan dengan “Qaul Qadim” (pendapat lama). Kemudian pindah ke Makkah dan sesudah 2 tahun di situ, pd tahun 198 H, kembali menetap di Baghdad, kemudian ke Mesir dan memperdalam ilmunya di perguruan tinggi Al-Azhar, Kaherah. Pendapat dan fatwanya selama di Mesir dinamakan “Qaul Jadid” (pendapat baru).

Imam Syafie adalah seorang imam mutjahid yang banyak diikuti alim ulama, Wali yang soleh, seorang suku Quraisy yang amat mendalam ilmu pengetahuannya, terutama mengenai hadith.

Dialah yang dimaksudkan Rasulullah SAW dengan sabdanya,

Dialah orang alim dari suku Quraisy yang ilmunya memenuhi seluruh tingkatan bumi.

Ia pernah melihat Nabi SAW dan beliau memberinya sebuah neraca. Peristiwa itu ditafsirkan orang bahawa mazhabnya adalah paling adil di antara semua mazhab, dan lebih sesuai dengan sunnah.

Imam Ahmad menyatakan bahawa Syafie membahagi malam itu kepada 3 bahagian: sepertiga untuk solat (ibadah) sepertiga untuk ilmu dan sepertiga untuk tidur. Dalam sehari semalam membaca Al-Quran satu khatam dan pada bulan Ramadan dua khatam. Semuanya itu dibacanya dalam solat.

Syafie pernah berkata ,

Aku tidak pernah makan kenyang sejak berumur 16 tahun, kerana banyak makan itu akan memberatkan badan, mengeraskan hati, mengurangi kecerdasan, menumpulkan otak, membawa kepada tidur dan melemahkan kemahuan untuk beribadah. Aku tidak pernah bersumpah seumur hidup, baik untuk kebenaran mahupun tidak.

Beliau wafat pada waktu Asar, Jumaat bulan Rejab 204 H, dan dikebumikan di Qarafah. Beberapa tahun kemudian orang ingin hendak memindahkan jenazahnya ke Baghdad. Tetapi ketika kuburannya dibongkar, terciumlah bau yg harum dari dalamnya, sehingga pemindahan jenazahnya itu dibatalkan.

source: http://fiqhulmanhaji.fotopages.com

(c&p)

………………………………..

LIRIK NASYID ILAIKA

adalah antara bait-bait syair Imam Syafie ketika beliau sakit sebelum menghembuskan nafas terakhir..

…subhanallah…

إلـيــك إلـــه الـخـلـق أرفــــع رغـبـتــي

kupersembahkan kepadaMu harapanku wahai Tuhan

وإن كـنـتُ يــا ذا الـمــن والـجــود مـجـرمـا

sekalipun aku seorang yang berdosa wahai Zat yang Maha Pemberi dan Maha Pemurah

ولـمــا قـســا قـلـبـي وضـاقــت مـذاهـبــي

tatkala sesak dadaku dan sempit perjalanan hidupku

جـعـلـت الـرجــا مـنــي لـعـفـوك سـلـمــا

kujadikan rayuanku sebagai jalan mengharap keampunanMu

فـمـا زلــتَ ذا عـفـو عــن الـذنـب لــم تـزل

hanya Engkau sahaja yang memiliki keampunan untuk dosa yang tidak akan terhapus ini.

تــجــود و تـعــفــو مــنـــة وتـكــرمــا

bila Engkau belas dan Engkau ampun, itu kebaikanMu dan kasih sayangMu.

ألــســت الــــذي غـذيـتـنـي وهـديـتـنــي

bukankah Engkau yang memberi aku makan dan hidayah?

ولا زلــــت مـنـانــا عــلـــيّ ومـنـعـمــا

dan memang selamanyalah Engkau yang memberi anugerah dan ni’mat itu kepadaku

عـسـى مــن لــه الإحـســان يـغـفـر زلـتــي

semoga sesiapa yang memiliki ihsan mengampunkan kesalahanku

ويـسـتــر أوزاري ومــــا قــــد تـقــدمــا

dan menutup dosa2ku dan setiap perkara yang telah lalu

فــإن تـعـف عـنــي تـعــف عـــن مـتـمـرد

sekiranya Engkau ampunkan aku, ampunkanlah dari kederhakaan

ظــلــوم غــشــوم لا يــزايـــل مـأتــمــا

kezaliman, penganiayaan yang tak pernah terpisah dariku

و إن تنـتـقـم مــنــي فـلـســت بــآيــس

dan jika Engkau membalas siksa terhadapku, aku tidak akan berputus asa

ولـــو أدخـلــوا نـفـسـي بـجــرم جـهـنـمـا

sekalipun kesemuanya memasukkan diriku bersama salahku ke dalam neraka

فصيـحـا إذا مــا كــان فـــي ذكـــر ربـــه

dia menjadi ramah ketika mengingat tuhannya

وفيما سواه في الورى كان أعجما

tetapi bila bersama yang lain di dunia ini dia membisu

 

يـقــول: حبـيـبـي أنـــت سـؤلــي وبغـيـتـي

dia berkata: Kekasih, Engkaulah harapanku

 

كـفــى بـــك للـراجـيـن ســـؤلا ومـغـنـمـا

cukuplah hanya Engkau bagi orang2 yang berharap,

harapan dan kekayaan..

أصـــــون ودادي أن يـدنــســه الـــهـــوى

kupelihara kasihku yang dicemari nafsu

 

وأحــفــظ عــهــد الــحـــب أن يـتـثـلـمـا

dan aku jaga janji kasih yang telah tercalar

فـفـي يقظـتـي شــوق وفــي غـفـوتـي مـنــى

di saat ku berjaga, aku rindu, dan di saat ku terlelap aku berharap

 

تــلاحــق خــطــوي نــشــوة وتـرنــمــا

yang selalu mengiringi langkahku; bersemangat dan berirama,

 

فـجـرمـي عـظـيـم مـــن قـديــم وحــــادث

maka dosaku adalah besar dari dulu dan kini

 

وعـفــوك يـأتــي الـعـبـد أعـلــى وأجـسـمـا

dan keampunanMu yang mendatangi hamba; meninggikan dan memuliakan (martabatnya).

 

(c.e.p) sumber:

http://downloadnasyid.blogspot.com/2008/12/muhammad-ubaid-elaika.html

 

…smile…

DOA ANGIN AHMAR (C&P)

FADHILAT DOA ANGIN AHMAR

1. Selamat Dari Terkena Penyakit.

Barangsiapa membaca doa Angin Ahmar ini walaupun sekali dalam seumur hidupnya, Insya Allah nescaya terselamat dari terkena penyakit Angin Ahmar atau Angin Merah.

2. terSelamat Dari Mengalami Penyakit Angin   Ahmar Dari Berterusan.

Diriwayatkan bahawa ketika cucunda Rasulullah SAW Saidina Hasan sakit, Rasulullah SAW membaca doa Angin Ahmar dengan sebentar sahaja ia sembuh, dapat bangun dan berdiri serta hilang dari sakit yang dialaminya.

Rasulullah SAW lalu menyuruh pada sahabatnya agar membaca doa Angin Ahmar ini dan mengajarnya kepada umat Islam.

Barangsiapa yang pernah mengalami penyakit Angin Ahmar, maka hendaklah sentiasa mambaca doa ini agar dapat diringankan atau disembuhkan dengan izin Allah SWT.

Cara lain untuk merawat penyakit Angin Ahmar ialah dengan menulis doa ini dengan dakwat yang bersih pada cawan atau pinggan putih, kemudian basuhkan dengan air bersih, lalu sebagainya diminum, disapu atau diusap pada seluruh anggota tubuh badan yang terkena atau dibuat mandi. Insya Allah dapat disembuhkan dengan izin Allah SWT.

Makna doa:

BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM.

stroke-warning-signs

Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang;

dan dengan-Nya kami memohon pertolongan; dan dengan Allah; dan dari Allah; dan kepada Allah; dan segala pujian tertentu bagi Allah; dan tiada Tuhan melainkan Allah; dan Allah Maha Besar, yang Maha Mulia dan Maha Agong; yang aku takut dan bimbang terhadap-Nya. Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya; segala pujian tertentu bagi Allah, sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah pagi-pagi dan petang-petang. Dengan nama Allah yang menyembuhkan, dengan nama Allah yang mencukupkan; dan dengan nama Allah yang menyihatkan; dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tiada memberi mudharat sesuatu apa jua di bumi dan di atas langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan Kami turunkan sesetengah dari Al-Quran yang menjadi penawar dan rahmat untuk orang-orang yang beriman.

Ya Allah, aku yang menjampi dan Engkau yang menyembuhkan. Aku berlindung dengan-Mu daripada kejahatan yang telah Engkau takdirkan. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Aku berlindung dengan Allah, Tuhanku dan Penciptaku, Pembentukku dan Pencipta Rupabentukku dan Pemberi Rezeki sekalian manusia. Aku berlindung dengan Allah daripada sekalian kebinasaan, dan segala maksiat, bala bencana, penyakit dan segala kesakitan, kemalasan, kemunduran dan kebinasaan.

Ya Allah, lindungilah penanggung (pengguna) suratku ini dengan nama-Mu yang Maha Mulia dan Maha Agung; dan sifat-sifat-Mu yang sempurna, wahai Yang Mempunyai Kebesaran dan Kekayaan. Wahai Tuhan yang memiliki kerajaan alam malakut; wahai Tuhan yang memiliki keagongan dan kegagahan. Maha Suci Engkau, alangkah besarnya Engkau wahai Pencipta segala langit dan bumi. Wahai Tuhan tempat berlindung mereka yang menyesal (akan dosa-dosa mereka); wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang-orang miskin; wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kekuasaan, wahai Tuhan yang mempunyai belas kasihan dan memberi kebajikan dan ihsan; wahai Tuhan yang banyak kasih sayang, wahai Tuhan yang banyak memberi; wahai Tuhan yang Maha Gagah dan tiada sesiapapun yang mampu mengalahkan-Nya; wahai Yang Melindungi dan Dia tidak memerlukan perlindungan, aku berlindung dengan-Mu dari azab ke atas badan dan kesempitan; dan aku berlindung dengan-Mu dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit yang besar yang menimpa ke atas diri dan roh, darah dan daging, tulang dan kulit, urat dan urat saraf.

Maha Suci Engkau; yang apabila Engkau menghendaki sesuatu maka Engkau hanya mengatakan “Jadilah! Maka jadilah ia”. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Wahai Tuhan yang menjadikan; wahai Tuhan yang membuat kebajikan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai Tuhan yang Maha Adil, wahai Tuhan yang Berdiri dengan Keadilan, wahai Tuhan yang mendengar tangisan orang-orang yang meminta pertolongan. Wahai Tuhan yang memulakan (dari tiada kepada ada), wahai Tuhan yang mengembalikan, wahai Tuhan yang menolak, wahai Tuhan yang Mencukupkan. Wahai Tuhan yang menyembuhkan, wahai Tuhan yang meng’afiatkan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan terhadap orang yang memohon pertolongan.

Wahai Tuhan yang menerima kesyukuran, wahai Tuhan yang banyak memberi balasan atas kesyukuran. Wahai Tuhan yang Maha Kasih Sayang, wahai Tuhan yang Maha Belas Kasihan, wahai Tuhan yang memberi pertolongan, wahai Tuhan yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Gagah, wahai yang Maha Berkuasa, wahai Tuhan yang Maha Agung, wahai Tuhan yang mendahulukan, wahai Tuhan yang mengkemudiankan. Wahai Tuhan yang hidup, wahai Tuhan yang berdiri dengan sendiri-Nya, yang membalas mereka yang jujur dengan balasan ke atas tiap-tiap diri dengan apa yang mereka usahakan. Wahai Tuhan yang memerintahku, wahai Tuhanku yang memiliki aku, wahai Tuhan yang memberi perlindungan.

Wahai yang Maha Mengetahui sesuatu yang kami sembunyikan dan kami dedahkan; wahai Hakim yang menjatuhkan hukuman, wahai Tuhan yang memerintah sekalian orang-orang yang beriman; wahai Tuhan pembantu orang-orang yang dhaif dan miskin; wahai Tuhan yang Mencukupi keperluan orang-orang yang bertawakkal.

Wahai Tuhan yang mendatangkan malam ke atas siang dan siang ke atas malam; wahai Tuhan yang Gagah (mengalahkan) setiap syaitan yang sangat durhaka, wahai Tuhan yang mengalahkan setiap orang yang sombong lagi degil; wahai Tuhan sebaik-baik Pemerintah; wahai Tuhan yang sebaik-baik memberi pertolongan, wahai Tuhan yang memberi rezeki kanak-kanak yang kecil, wahai Tuhan yang Maha Pengasih terhadap orang tuan (yang sangat tua), wahai Tuhan yang memerintah orang-orang yang beriman; wahai Tuhan bagi orang-orang yang dahulu dan orang-orang yang kemudian; wahai Tuhan yang pengasih kepada orang-orang yang bertaubat, wahai Tuhan yang Maha Pengasih dari kalangan yang mengasihi. Wahai Tuhan sebaik-baik pengampun dari yang mengampuni; wahai Tuhan sebaik-baik pewaris; wahai Tuhan sebaik-baik Pemberi Keputusan; wahai Tuhan yang memerintah pada Hari Pembalasan.

Ya Allah, hanya Engkaulah yang aku sembah dan hanya kepada Engkaulah aku memohon pertolongan. Dan kepada-Mu aku bertawakkal. Dan kepada-Mu aku gemar dengan apa yang ada di sisi-Mu. Kepada-Mu aku berharap dan hanya Engkau yang aku takuti. Ya Allah, peliharalah aku dari segala kepayahan hidup dan penyakit-penyakit dan segala kesakitan dan kesusahan dan darah hitam.

Ya Allah, peliharalah aku dari penyakit yang merbahaya dan dari penyakit Angin Ahmar dan penyakit darah kuning, dan segala kebinasaan dan segala maksiat dan pengsan, dan kerunsingan dan kesedihan dan dukacita dan dari di penjara. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan binatang buas, dan binatang yang melata, serta permusuhan (benci membenci) orang awam, dan dari kekalahan dan kejahatan syaitan; dan raja, kemarau, kemahalan barang keperluan, dan gempabumi, dan bala bencana, dan keruntuhan bangunan, dan serangan musuh. Ya Allah, peliharalah aku dari kejahatan orang-orang yang jahat dan tipudaya orang-orang yang melampau, dan dari sesuatu yang silih berganti atasnya oleh malam dan siang melainkan yang datang itu adalah dengan baik, wahai Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku berlindung dengan Engkau dari kejahatan setiap kejadian yang Engkaulah pemegang ubun-ubunnya; sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang tegak dan lurus. Engkau ialah Tuhanku dan di atas Engkau jua aku bertawakkal, dan Engkaulah yang Mencukupkan aku, dan sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik Pemerintah dan sebaik-baik yang Memberi Pertolongan. Dan tiada daya upaya bagiku melainkan dengan Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agong.

Dan cukuplah kami oleh Allah, dan sebaik-baik yang mewakili sebagai Pemerintah dan Engkau sebaik-baik pemberi pertolongan. Allah yang mencukupkan, Allah yang menyembuhkan, Allah yang memberi a’fiat. Dan ucap selawat oleh Allah ke atas penghulu kami Nabi Muhammad saw. & ke atas keluarga & sahabat-sahabatnya; selamat sejahtera; dan segala pujian bagi Allah Tuhan Pemerintah Seluruh Alam.

…. Ameen…

NSYAALLAH!

happening…??

assalamualaikum wbt…
kabare kengkawan? semoga bahagia bersama famili …. ameeen..
huhu…ttiba je ase nk call chaep _isabella ( gurau, k).. so, i did it…

Alhamdulillah,

orait lah no.lame dia tu…!! dpt citer mcm2 gak.. chaep baru 3minggu balik melaka lpas wat phd @ melbourne… so, Dr. Safiah lah yo… her eldest daughter, Hajar pun wat masters di Melbourne sama ngan Chaep!
teringat pernah p umah parents Chaep kt Batu Berendam…(area RTM) ngan Dr. Rozina p1sttjspm80 (UIA) n her husband sewaktu mereka menetap di Bukit Katil -area TTR 1989! Hajar masih kecik g mase tuh n baru sedar hampir 22tahun ianya berlalu… now Chaep n family menetap @ Tmn. Akasyah, Bt. Berendam – opposite Sek. Men. Munsyi Abdullah ..
Chaep: 013-6306034

tahniah Chaep & Isa sefamili!

gembira mendengar berita terkini chaep… baru tau anak bongsu hero’ (3rd – only son) Chaep dah 17 now, Jannah (2nd) @ Vancouver -econs, n her eldest – Hajar ‘s going 2get married on 16th. April ni @ Masjid Putrajaya (nikah)…

doa pengantin

so, on behalf of ’em ——-kengkawan sume;  p2sttjspm’80 dijemput memeriahkan majlis perkahwinan puteri sulung Safiah & Isa @ Dewan Serbaguna Precinct 16, Putrajaya selepas majlis akadnikah nanti ye?( 12-4pm)
amacam, korang nak serbu depa x?

jom r!

nsyaAllah..
mkasih ye 4 d invitations!

oooooOOOPPPPPPsssss!

btw, Neil @ Naili Akmal pun sok menjemput korang @ majlis makan2 kt umah dia di Ukay Heights (pl refer 2 ur fb)…on 26th.March,2011.
016-67153224 Neil
silalah ke rumah neil sok ye !
ps.  semoga citer baru kita bole dipanjangkan selepas ni, ye?

do keep in touch!

smile….

DOA UNTUK PASANGAN PENGANTIN

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمـنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى جعل لنا متزوجين وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ سيدنا محمد رحمة للعالمين وَعَلَى ءَالِهِ الطاهرين واصحابه الذين كالنجوم للمهتدين

Segala puji hanya untuk-Mu ya Allah yang telah menjadikan kami berpasang-pasangan. Selawat dan salam di atas junjungan kami Saiyidina Muhammad rahmat sekelian alam serta keluarga dan sahabat-sahabatnya sekelian.
Ya Allah, pada malam yang berkat ini, kami berhimpun di sini sebagai tanda kesyukuran kami atas nikmat-Mu bersempena dengan majlis perkahwinan yang diadakan oleh keluarga kedua-dua mempelai dengan selamat dan sempurna bagi pernikahan anakanda mereka.

  اَللَّهُمَّ يَا رَحِيْمُ يَا وَدُوْدُ ياذاالعرش المجيد فعال لما يريد

 Ya Allah Ya Tuhan Kami Yang telah Engkau kehendaki dan berkatilah majlis yang diadakan ini dengan keberkatan dari permulaan hingga ke akhirnya. Sesungguhnya pertemuan ini adalah dengan izinMu. Maha Sempurna, rahmatilahmajlis ini semoga ianya berjalan dengan sempurna seperti mana yang dihajati..
Ya Allah Ya Tuhan kami Yang Amat Mengasihani, limpahkanlah rahmat dan keampunanMu kepada pasangan pengantin. Kurniakanlah keduanya ketenangan, kebahagiaan dan jiwa yang tabah menghadapi setiap dugaan dan cubaan hidup berumahtangga lebih lebih lagi di akhir zaman yang penuh pancaroba ini.
 Mudah-mudahan perkongsian hidup yang dibina ini di kurniakan zuriat yang soleh dan solehah serta berkekalan hingga ke akhir hayat. Amiin Ya Rabbal A’lamin.

اَللَّهُمَّ أَلِّفْ بَيْنَ اْلعَرُوْسَيْنِ كَمَا أَلَّفْتَ بَيْنَ الْمَاءِ وَالطِّيْنِ وَ بَيْنَ آدَمَ وَحَوَّاء، وَبَيْنَ إِبْرَاهِيْمَ وَهَاجَرَ وَسَارَه، وَبَيْنَ يُوْسُفَ وَزُلَيْخَة، وَبَيْنَ أَيُّوْبَ وَرَحْمَةَ، وَبَيْنَ مُوْسَى وَصَفُوْرَه، وَبَيْنَ سُلَيْمَانَ وَبَلْقِيْس، وَبَيْنَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى الله ُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَزَوْجَاتِهِ الْمُطَهَّرَاتِ رِضْوَانُ اللهِ عَلَيْهِنَّ أَجْمَعِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

Ya Allah kurniakanlah restu dan kasih sayang di antara kedua pengantin ini serta eratkan hubungan keduanya sepertimana telah Engkau hubungkan di antara air & tanah, Adam & Hawa, Ibrahim & Siti Hajar, seperti Yusuf & Zulaika, Ayub & Rahmah, Musa & Safurah, Sulaiman & Puteri Balqis dan seperti Baginda Muhammad s.a.w & Khadijah.
 Ya Allah, satukanlah keduanya dalam inayah dan barakahMu. Semoga menjadi Nur ibadah yang mendambakan rahmatMu.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا وَتَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا وَلاَتَجْعَلْ فِيْنَا وَلاَ مَعَنَا شَقِيًّا وَلاَمَحْرُوْمًا يَا أَكْرَمَ اْلأَكْرَمِيْنَ.

{رَبَّنَا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ}

وَصَلَّى الله ُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ءَالِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

credit to:

http://madrasahaliyah.blogspot.com/2009/04/doa-untuk-pasangan-pengantin.html

tQvm..

THURSDAY @ FRIDAY’S SPECIAL

(Munajat pembuka orang bertaubat)

Doa Imam Ali Zainal Abidin


Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Kasih dan Maha Penyayang


Ya Allah, aku bermohon pada-Mu
hendaklah Kau jaga aku
sehingga aku tidak lagi menentang-Mu
Sungguh, aku bingung dan ketakutan
karena banyaknya dosa dan kemaksiatan
bersamaan dengan banyaknya Anugerah-Mu
dan kebaikan


Lidahku telah kelu karena banyaknya dosa-dosaku
Telah hilang wibawa wajahku
Maka dengan wajah yang mana
aku harus menemui-Mu
setelah dosa-dosa membuat wajahku muram?
Dengan lidah yang mana
aku harus menyeru-Mu
setelah maksiat membuat lidahku bungkam?


Ya Allah,
Bagaimana aku menyeru-Mu,
Padahal aku pendosa?
Tetapi, Bagaimana aku tidak menyeru-Mu
Padahal Engkau Maha Pemberi Karunia?
Bagaimana aku bergembira
Padahal aku pendosa?
Tetapi, Bagaimana aku berduka
Padahal Engkau Maha Pemberi Karunia?


Ya Allah,
Bagaimana aku menyeru-Mu,
Padahal aku, aku?
Tetapi, Bagaimana aku tidak menyeru-Mu,
Padahal Engkau, Engkau?
Bagaimana aku bergembira
Padahal aku telah melawan-Mu?
Tetapi, Bagaimana aku berduka
Padahal aku telah mengenal-Mu?


Wahai Zat yang Maha Kasih
Wahai Zat Yang Maha Sayang
Wahai Zat Yang Maha Pengampun
Wahai Zat Yang Maha Pemurah


Ya Allah,
Sungguh aku malu menyeru-Mu
Padahal aku selalu mengulangi dosa-dosaku
Tetapi, bagaimana mungkin seorang hamba
tidak menyeru junjungannya
Kemanakah pelariannya dan perlindungannya
Jika Kau usir dia?


Ya Allah,
Kepada siapa lagi aku berlindung
jika tidak Kau tegakkan aku
dari ketergelinciranku?

Siapakah yang akan mengasihiku
Jika Engkau tidak mengasihiku?
Siapakah yang akan menyambutku
Jika Engkau tidak menyambutku?

Kemana hendak berlari
Jika harapanku terhempas di sisi-Mu?


Ya Allah,
aku berada antara cemas dan harap
kecemasanku pada-Mu
mematikanku
harapku pada-Mu
menghidupkanku


Ya Allah,
Dosa-dosa adalah sifat kami
Sedangkan maaf adalah sifat-Mu


Ya Allah,
Uban itu adalah cahaya-Mu
Bagaimana mungkin Kau bakar cahaya-Mu
Dengan api-Mu

Ya Allah,
Surga itu tempatnya orang-orang baik
Tetapi jalannya melewati neraka
Duhai beruntungnya
Sekiranya aku mendapatkan syurga
aku tidak masuk neraka


Ya Allah,
Bagaimana mungkin aku menyeru-Mu
dan mengharapkan syurga
dengan perbuatan ku yang buruk?
tetapi,
bagaimana mungkin aku tidak menyeru-Mu
dan tidak mengharapkan syurga
dengan perbuatan-Mu yang baik dan indah?

Ya Allah,
akulah yang menyeru-Mu,
walaupun bermaksiat pada-Mu,
hatiku tidak pernah melupakan zikir-Mu

Ya Allah,
akulah yang mengharapkan-Mu,
walaupun bermaksiat pada-Mu,
tak kan putus harapku akan kasih-Mu


Ya Allah,
akulah yang bertambah panjang usiaku,
bertambah banyak dosa-dosaku,
bertambah panjang musibahku
karena banyaknya dosaku,
bertambah panjang pula harapanku
karena banyaknya ampunan-Mu


duhai junjunganku, Tuhanku
dosa-dosaku besar
tetapi ampunan-Mu
lebih besar
dari dosa-dosaku
wahai Dia Yang Ampunan-Nya besar
ampunilah dosa-dosaku yang besar
karena tidak ada yang mengampuni dosa besar
kecuali Tuhan Yang Maha Besar


wahai Tuhanku
akulah yang telah membuat perjanjian dengan-Mu
kemudian aku putuskan janjiku
aku lepaskan tekadku
ketika nafsu menguasaiku
sehingga pagi berbuat sia-sia
dan sore berbuat alpa
Kau tuliskan apa yang kulakukan
dalam siang dan malamku


Ya Allah, Ya Tuhanku
dosa-dosaku
tidak menyusahkan-Mu
ampunan-Mu padaku
tidak mengurangi kebesaran-Mu
berikanlah padaku ampunan
yang tidak menyusahkan-Mu
berikanlah padaku anugerah
yang tidak mengurangi kebesaran-Mu


Ya Allah
jika kau bakar aku
tidak ada manfaatnya bagi-Mu
jika kau ampuni aku
tidak ada mudharatnya bagi-Mu
lakukanlah padaku
apa yang tidak menimbulkan mudharat bagi-Mu
dan janganlah Kau lakukan padaku
apa yang tidak menggembirakan-Mu
sesungguhnya Engkau
Maha Pengasih
Maha Penyayang
Maha Pengampun
Maha Pemurah


Ya Allah,
sekiranya maaf bukan sifat-Mu
tak kan ada seorangpun yang mengenal-Mu
akan menentang-Mu
sekiranya Engkau tidak pemurah dengan ampunan-Mu
aku takkan bermaksiat pada-Mu
dan tidak akan mengulangi dosa-dosaku
sekiranya ampunan bukan hal yang paling Engkau cintai
takkan ada seorang mahklukpun yang paling engkau cintai
berani menentang-Mu


Ya Allah,
harapanku dariMu hanyalah ampunan
sangkaku padaMu hanyalah kebaikan
selamatkanlah aku dari ketergelinciran


Ya Rabb,

sudah terjadi apa yang terjadi
wahai Dia yang penuh santun pada yang memusuhi-Nya
apakah lagi pada yang mencintai-Nya dan menyeru-Nya
wahai Dia yang menjawab, bila ada seruan
wahai Dia yang dengan kebesaran-Nya, menebarkan awan


Engkaulah yang berkata:
siapakah yang menyeru pada-Ku, tidak Aku jawab?
Siapakah yang meminta pada-Ku, tidak Aku beri?
Siapakah yang berdiri di depan pintu-Ku, tidak Aku sambut?

Engkaulah yang berkata:

Aku Maha Pemurah, dari-Ku Kemurahan
Aku Maha Pemberi Anugerah, dari-Ku Anugerah
Diantara anugerah-Ku pada para pendosa
Aku lindungi mereka di tempat tidur mereka
Seakan-akan mereka tidak pernah berbuat maksiat pada-Ku
Aku jaga mereka
Seakan-akan mereka tidak pernah berbuat dosa pada-Ku


Siapakah yang berbuat dosa?
Siapakah yang mengampuni dosa?
akulah yang banyak melakukan dosa
dan Engkaulah yang paling banyak mengampuni dosa

Ya Allah,
buruk benar apa yang kulakukan,
karena banyaknya dosa dan kemaksiatan
indah benar yang Kau lakukan,
dengan segala anugerah dan kebaikan

Ya Allah,
Engkaulah yang menenggelamkan aku
Ke dalam karunia, anugerah dan pemberian
akulah yang menenggelamkan diriku
ke dalam dosa, kebodohan dan kesalahan
Engkaulah yang terkenal karena kebaikan
akulah yang terkenal karena kemaksiatan

Ya Allah,
telah sempit dadaku
dan aku tidak tahu
dengan obat apa bisa kusembuhkan dosa-dosaku
berapa banyak lagi
aku harus bertaubat daripadanya?
berapa kali
aku harus kembali padanya?
berapa banyak
aku harus menyebutnya pada siang dan malamku?
Sampai kapan ya Allah?
Padahal telah kuhabiskan sisa umurku.

Ya Allah,
Lama deritaku
Rapuh tulangku
Ringkih tubuhku
Tetapi,
Dosa-dosaku
Terus bertumpuk
Di atas punggungku
Oleh karena itu, duhai junjunganku
ku adukan padaMu
kemiskinan dan kefakiranku
kelemahan dan ketakberdayaanku


Ya Allah,
telah tidur semua yang punya mata,
dan beristirahat ditempat tinggalnya
sedangkan kini, gemetar hatiku dan kedua belah mataku
menanti kasihMu
maka kuseru Engkau, wahai junjunganku
perkenankan doaku
penuhi hajatku
cepatkan ijabahku


Ya Allah,
aku menunggu ampunan dariMu
seperti yang ditunggu para pendosa
aku takkan berputus asa dari rahmatMu
yang dinantikan mereka yang berbuat kebajikan
apakah akan kau bakar dengan neraka
wajah yang telah rebah beribadat padaMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
mata yang telah menangis takut padaMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
lidah yang telah membaca Al-Qur’an
apakah akan kau bakar dengan neraka
hati yang telah mencintaiMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
tubuh yang telah tunduk merendah di hadapanMu
apakah akan kau bakar dengan neraka
seluruh anggota badan yang telah sujud rukuk padaMu


Ya Allah,
Kau perintahkan kami berbuat kebajikan
padahal Engkau lebih utama daripada mereka yang diperintahkan
Kau perintahkan kami memberi orang yang meminta
padahal Engkau yang ter baik yang diminta


Ya Allah
jika Kau siksa aku
akulah seorang hamba yang Kau ciptakan
untuk apa yang Kau kehendaki
lalu Kau siksa dia
jika Kau selamatkan aku
akulah seorang hamba yang Kau dapati berbuat kesalahan
lalu Kau selamatkan dia


Ya Allah,
Tidak ada jalan bagiku untuk melindungi diri dari dosa
Kecuali dengan penjagaanMu
Tidak ada cara lain bagiku untuk mencapai amal yang baik
Kecuali dengan kehendakMu
Ya Allah tiada daya dan upaya kecuali dariMu
Bagaimana aku melindungi diri
Jika tak Kau sampaikan padaku penjagaanMu


Ya Allah,
Kau tutupi bagiku dosa didunia dan tidak Kau sebarkan
Maka janganlah Kau permalukan aku
Pada hari kiamat di hadapan penghuni alam semesta


Ya Allah,
KemurahanMu meluaskan harapanku
syukurMu menerima amalku
maka bahagiakanlah aku
dalam pertemuan denganMu
di penghujung ajalku


Ya Allah
sekiranya iman menjadi saksi bagiku
atas keesaanMu
sekiranya lidahku berbicara untuk memujiMu
sekiranya Al-Quran menunjukkan padaku
akan keutamaan anugerahMu
maka bagaimana mungkin hilang harapanku akan janjiMu?


Ya Allah,
akulah yang membunuh diriku dengan pedang kemaksiatan
sehingga pasti memperoleh dari sisiMu
penolakan dan pemutusan
selamatkanlah aku Ya Rabb, selamatkan aku
masihkah ada bagiku sedikit wajah kebaikan di hadiratMu

Ya Allah
Adam telah menentangMu
lalu Kau ampunkan dia
mahkluk dari keturunannya juga menentangMu
wahai yang memaafkan penentangan ayah
ampuni juga anak yang maksiat kepadaMu
dari keturunannya


Ya Allah
Kau ciptakan syurga
Untuk orang yang mentaatiMu
Kau janjikan didalamnya
Apa yang tak tergetar dalam hati
Lalu kuperhatikan amalku
kulihat amalku lemah
ku hitung-hitung diriku
aku tidak mampu mensyukuri nikmat
yang Kau anugerahkan kepadaku
dan
Kau ciptakan neraka
Untuk orang yang maksiat padaMu
Kau janjikan didalamnya
Belenggu nyala api dan siksa


Ya Rabb,

aku takut, dipastikan masuk kedalamnya (naudzubillahi..)
Karena besarnya dosaku
Banyaknya kesalahanku
Terdahulunya kemaksiatanku

Tetapi ya Allah,
Tidak ada dosa yang terlalu besar bagiMu
Untuk Kau ampunkan bagiku
Dan bagi siapapun yang dosanya lebih besar dariku
Karena kecilnya derajat kami dalam KerajaanMu


Dengan segala keyakinan, harapan, dan kepasrahanku
Wahai Dzat yang Maha Besar
Maha Agung
Maha Tinggi
Maha Suci
Maha Benar
Maha Agung Engkau ya Allah dengan segala sifat dan Asma-Mu

Ya Allah,
Kau jadikan bagiku musuh yang memasuki hati,
Menempati bayangan dan fikiranku
Maka ke manakah aku harus berlindung
Jika tidak ada perlindungan dariMu


Ya Allah
Sungguh syaitan itu jahat dan buruk
Banyak makarnya
Berat permusuhannya
Lama persengketaannya
Bagaimana mungkin selamat
Orang sekampung
Sedang dia penipunya
Hanya saja kudapati tipuannya lemah
Hanya kepadaMu kami beribadah
Dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan
Hanya kepadaMu kami memohon penjagaan
Tiada daya dan upaya kecuali dariMu

Ya Karim ya Karim ya Karim
Amin ya Rabbal alamin…

………………………

(copied&pasted)

source: kacabidang.wordpress.com


Salam & maaf…

—————————————————————————————-

….PLEASE CLICK FOR MORE INFO….

 

1.  MUNAJAT Para Pecinta Allah

(Dari Imam ‘Ali Zainal Abidin as. dalam

Shahifah Sajjadiyah)

https://p2sttj.wordpress.com/2010/10/15/mari-kita-sama2-bermunajat-cp/

2.  DOA KUMAIL 3-IN-1

https://p2sttj.wordpress.com/2011/03/04/doa-kumail-3-in-1/

3. DOA KUMAIL (Doa Nabi Hidhir)

https://p2sttj.wordpress.com/2009/04/01/doa-kumail-doa-nabi-hidhir/

4.  DOA KUMAIL :

The Supplication of Imam Ali bin Abi Talib (a.s.)

(ARABIC & ENGLISH VERSION)

https://p2sttj.wordpress.com/2010/01/21/selamat-menghayati-doa-kumail-di-malam-jumaat-ini/





doa kumail 3-in-1

DOA KUMAIL 3-IN-1

بسم الله الرحمن الرحيم

اللهم صل على محمد وآل محمد

اَللَّهُمَّ اِنِّيْ أَسْئَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِيْ وَسِعَتْ كُلَّ شَيْء

Allâhumma innî as-aluka birahmatikal latî wasi‘at kulla syây’
Ya Allah,  aku bermohon kepada-Mu, dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu

وَبِقُوَّتِكَ الَّتِيْ قَهَرْتَ بِهَا كُلَّ شَيْءٍ

wa biquwwatikal latî qaharta bihâ kulla syây’
dengan kekuasaan-Mu yang dengannya Engkau taklukkan segala sesuatu

وَخَضَعَ لَهَا كُلُّ شَيْءٍ وَذَلَّ لَهَا كُلُّ شَيْءٍ

wa khadha‘a lahâ kullu syay’  wa dzalla lahâ kullu syây’
dan karenanya merunduk segala sesuatu dan karenanya merendahkan segala sesuatu

وَبِجَبَرُوْتِكَ الَّتِيْ غَلَبْتَ بِهَا كُلَّ شَيْءٍ

wa bijabarûtikal latî ghalabta bihâ kulla syây’
dengan kemuliaan-Mu yang mengalahkan segala sesuatu

وَبِعِزَّتِكَ الَّتِيْ لاَيَقُوْمُ لَهَا شَيْءٌ

wa bi‘izzatikal latî lâ yaqûmu lahâ syây’
dengan kekuatan-Mu yang tak tertahankan oleh segala sesuatu

وَبِعَظَمَتِكَ الَّتِيْ مَلأَتْ كُلَّ شَيْءٍ

wa bi‘azhamatikal latî malaat kulla syây’
dengan kebesaran-Mu yang memenuhi segala sesuatu

وَبِسُلْطَانِكَ الَّذِيْ عَلاَ كُلَّ شَيْءٍ

wa bisulthânikal ladzî ‘alâ kulla syây’
dengan kekuasaan-Mu yang mengatasi segala sesuatu

وَبِوَجْهِكَ الْبَاقِيْ بَعْدَ فَنَآءِ كُلِّ شَيْءٍ

wa biwajhikal bâqî ba‘da fanâi kulli syây’
dengan wajah-Mu yang kekal setelah punah segala sesuatu

وَبِأَسْمَآئِكَ الَّتِيْ مَلأَتْ اَرْكَانَ كُلِّ شَيْءٍ

wa biasmâikal latî malaat arkâna kulli syây’
dengan asma-Mu yang memenuhi tonggak segala sesuatu

وَبِعِلْمِكَ الَّذِيْشَيْءٍاَحَاطَ بِكُلِ

wa bi‘ilmikal ladzî ahâtha bikulli syây’
dengan ilmu-Mu yang mencakup segala sesuatu

وَبِنُوْرِ وَجْهِكَ الَّذِيْ اَضَآءَ لَهُ كُلُّ شَيْءٍ

wa binûri wajhikal ladzî adhâa lahû kullu syây’
dengan cahaya wajah-Mu yang menyinari segala sesuatu

يَانُوْرُ يَاقُدُّوْسُ

Yâ Nûru yâ Quddûs
Wahai Nur, wahai Yang Maha Suci!

يَاأَوَّلَ اْلأَوَّلِيْنَ وَيَاآخِرَ اْلأَخِرِيْنَ

yâ Awwalal awwalîn wa yâ آkhiral âkhirîn
Wahai Yang Awal dari segala yang awal! Wahai Yang Akhir segala yang akhir!

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تَهْتِكُ الْعِصَمَ

Allâhummaghfirliyadz dzunûbal latî tahtikul ‘isham
Ya Allah,  ampunilah dosa-dosaku yang meruntuhkan penjagaan.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تُنْزِلُ النِّقَمَ

Allâhummaghfirliyadz dzunûbal latî tunzilun niqam
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang mendatangkan bencana.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تُغَيِّرُ النِّعَمَ

Allâhummaghfirliyadz dzunûbal latî tughayyirun ni‘am
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang merusak karunia

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتِيْ تَحْبِسُالدُّعَآءَ

Allâhummaghfirliyadz dzunûbal latî tahbisud du‘â’
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menahan doa

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِيَ الذُّنُوْبَ الَّتيْ تُنْزِلُ الْبَلآءَ

Allâhummaghfirliyadz dzunûbal latî tunzilul balâ’
Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku yang menurunkan bala’

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ كُلَّ ذَنْبٍ اَذْنَبْتُهُ وَكُلَّ خَطِيْئَةٍ اَخْطَأْتُهَا

Allâhummaghfirlî kulla dzanbin adznabtuh wa kulla khathîatin akhtha’tuhâ
Ya Allah,  ampunilah segala dosa yang telah kulakukan dan segala kesalahan yang telah kukerjakan

اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَتَقَرَّبُ اِلَيْكَ بِذِكْرِكَ وَاَسْتَشْفِعُ بِكَ اِلَى نَفْسِكَ

Allâhumma innî ataqarrabu ilayka bidzikrik wa astasyfi‘u bika ilâ nafsik
Ya Allah, aku datang menghampiri-Mu dengan zikir-Mu, aku memohon pertolongan-Mu dengan diri-Mu,

وَاَسْئَلُكَ بِجُوْدِكَ اَنْ تُدْنِيَنِيْ مِنْ قُرْبِكَ

wa as-aluka bijûdika an tudniyanî min qurbik
aku bermohon pada-Mu dengan kemurahan-Mu, dekatkan daku keharibaan-Mu,

وَاَنْ تُوْزِعَنِي شُكْرَكَ وَاَنْ تُلْهِمَنِي ذِكْرَكَ

wa an tûzi‘ani syukrak wa an tulhimanî dzikrak
sempatkan daku untuk bersyukur pada-Mu, bimbinglah daku untuk selalu mengingati-Mu.

اَللّهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ سُؤَالَ خَاضِع مُتَذَلِّلٍ خَاشِعٍ

Allâhumma innî as-aluka suâla khâdhi‘in mutadzallilin khâsyi‘
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan permohonan hamba yang rendah, hina dan ketakutan,

اَنْ تُسَامِحَنِيْ وَتَرْحَمَنِيْ وَتَجْعَلَنِيْ بِقِسْمِكَ رَاضِيًا قَانِعًا

an tusâmihanî wa tarhamanî wa taj‘alanî biqismika râdhiyan qâni‘â
maafkan daku, sayangi daku, dan jadikan daku ridha dan senang pada pemberian-Mu.
وَفِيْ جَمِيْعِ اْلأَحْوَالِ مُتَوَاضِعًا
wa fî jamî‘il ahwâli mutawâdhi‘â
dan dalam segala keadaan tunduk kepada-Mu

للّهُمَّ وَاَسْأَلُكَ سُؤَالَ مَنِ اشْتَدَّتْ فَاقَتُهُ

Allâhumma wa as-aluka suâla manisytaddat fâqatuh
Ya Allah, aku bermohon pada-Mu dengan permohonan orang yang berat keperluannya

وَاَنْزَلَ بِكَ عِنْدَ الشَّدَآئِدِ حَاجَتَهُ وَعَظُمَ فِيْمَا عِنْدَكَرَغْبَتُهُ

wa anzala bika ‘indasy syadâidi hâjatah wa ‘azhuma fîmâ ‘indaka ghahbatuh
yang ketika kesulitan menyampaikan hajatnya pada-Mu
yang besar kedambaannya untuk meraih apa yang ada di sisi-Mu

اَللّهُمَّ عَظُمَ سُلْطَانُكَ وَعَلاَ مَكَانُكَ وَخَفِيَمَكْرُكَ وَظَهَرَ اَمْرُكَ

Allâhumma ‘azhuma sulthânuka wa ‘alâ makânuk wa khafiya makruka wa zhahara amruk
Ya Allah, Maha Besar kekuasaan-Mu, Maha Tinggi kedudukan-Mu,
selalu tersembunyi rencana-Mu, selalu tampak kuasa-Mu

وَغَلَبَ قَهْرُكَ وَجَرَتْ قُدْرَتُكَ وَلاَيُمْكِنُ الْفِرَارُ مِنْ حُكُوْمَتِكَ

wa ghalaba qahruka wa jarat qudratuk wa lâ yumkinuk firâru min hukûmatik
selalu tegak kekuatan-Mu, selalu berlaku kodrat-Mu tak mungkin lari dari pemerintahan-Mu

اَللّهُمَّ لاَ اَجِدُ لِذُنُوْبِيْ غَافِرًاوَلاَ لِقَبَآئِحِيْ سَاتِرًا

Allâhumma lâ ajidu lidzunûbî ghâfirâ walâ liqabâihi sâtirâ
Ya Allah, tidak kudapatkan pengampunan bagi dosaku, tiada penutup bagi kejelekanku,

وَلاَ لِشَيْءٍ مِنْ عَمَلِيَ الْقَبِيْحِ بِالْحَسَنِ مُبَدِّلاً

walâ lisyay-in min ‘amaliyal qabîhi bil hasani mubaddilâ
tiada yang dapat menggantikan amalku yang jelek dengan kebaikan,

غَيْرَكَ لاَاِلهَ اِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ وَبِحَمْدِكَ

ghayraka lâilâha illâ Anta, subhânaka wa bihamdik
melainkan Engkau, Tiada Tuhan kecuali Engkau Mahasuci Engkau dengan segala puji-Mu

ظَلَمْتُ نَفْسِي

Zhalamtu nafsî
Telah aku aniaya diriku

وَتَجَرَّأْتُ بِجَهْلِي

wa tajarra’tu bijahlî
telah berani aku melanggar, karena kebodohanku,

وَسَكَنْتُ اِلَى قَدِيْمِ ذِكْرِكَ لِي وَمَنِّكَ عَلَيَّ

wa sakantu ilâ qadîmi dzikrika lî wa mannika ‘alayya
tetapi aku tenteram,karena bersandar pada sebutan-Mu dan karunia-Mu padaku

اَللّهُمَّ مَوْلاَيَ كَمْ مِنْ قَبِيْحٍ سَتَرْتَهُ

Allâhumma Mawlâya kam min qabîhin satartah
Ya Allah, Pelindungku, betapa banyak kejelekan telah Kau tutupi,

وَكَمْ مِنْ فَادِحٍ مِنَ الْبَلآءِ اَقَلْتَهُ

wa kam min fâdihin minal balâi aqaltah
betapa banyak malapetaka telah Kau atasi,

وَكَمْ مِنْ عِثَارٍ وَقَيْتَهُ

wa kam min ‘itsariw waqaytah
betapa banyak rintangan telah Kau singkirkan,

وَكَمْ مِنْ مَكْرُوْهٍ دَفَعْتَهُ

wa kam min makrûhin dafa‘tah
betapa banyak bencana telah Kau tolakkan,

وَكَمْ مِنْ ثَنَآءٍ جَمِيْلٍ لَسْتُ اَهْلاً لَهُ نَشَرْتَهُ

wa kam min tsanâin jamîlin/l lastu ahlan/l lahu natsartah
betapa banyak pujian baik yang tak layak bagiku telah Kau sebarkan.

اَللّهُمَّ عَظُمَ بَلآئِي وَاَفْرَطَ بِي سُوْءُ حَالِي

Allâhumma ‘azhuma balâî wa afratha sûu hâlî
Ya Allah, besar sudah bencanaku, berlebihan sudah kejelekan keadaanku,

وَقَصُرَتْ بِي اَعْمَالِي وَقَعَدَتْ بِي اَغْلاَلِي

wa qashurat bihi a‘mâlî wa qa‘adatbî aghlâlî
rendah benar amal-amalku, berat benar belenggu (kemalasanku).

وَحَبَسَنِي عَنْ نَفْعِي بُعْدُ اَمَلِي

wa habasanî ‘an naf‘î bu‘du amalî
Angan-angan panjang telah menahan manfaat dari diriku,

وَخَدَعَتْنِي الدُّنْيَا بِغُرُوْرِهَا وَنَفْسِي بِجِنَايَتِهَا وَمِطَالِي

wa khada‘atnid dun-yâ bighurûrihâ wa nafsî bijinâyatihâ wa mithâlî.
dunia dengan tipuannya telah memperdayaku, dan diriku (telah terpedaya) karena ulahnya, dan karena kelalaianku.

يَاسَيِّدِي فَأَسْئَلُكَ بِعِزَّتِكَ اَنْ لاَيَحْجُبَ عَنْكَ دُعَآئِي سُوْءُ عَمَلِي وَفِعَالِي

Yâ Sayyidî fa-as-aluka bi‘izzatika an/l lâ yahjuba ‘anka du‘âî sûu ‘amalî wa fi‘âlî
Wahai Junjunganku, aku bermohon pada-Mu dengan segala kekuasaan-Mu,
jangan Kau tutup doaku  karena kejelekan amal dan perangaiku,

وَلاَ تَفْضَحْنِي بِخَفِيِّ مَااطَّلَعْتَ عَلَيْهِ مِنْ سِرِّي

walâ tafdhahnî bikhafiyyi maththala‘ta’alayhi min sirri
jangan Kau ungkapkan rahsiaku yang tersembunyi,yang telah Engkau ketahui,

وَلاَتُعَاجِلْنِي بِالْعُقُوْبَةِ عَلَى مَاعَمِلْتُهُ فِي خَلَوَاتِي

walâ tu‘ajilnî bil‘uqûbati ‘alâ mâ ‘amiltuhu fî khalawâtî
jangan Kau segerakan siksa padaku yang kulakukan dalam kesendirianku,

مِنْ سُوْءِ فِعْلِي وَاِسَآئَتِي وَدَوَامِ تَفْرِيْطِي وَجَهَالَتِي

min sûi fi‘lî wa isâatî wa dawâmi tafrithî wa jahâlatî
karena perbuatan buruk dan kejelekan karena kebiasaanku untuk melanggar batas, dan kebodohan,

وَكَثْرَةِ شَهَوَاتِي وَغَفْلَتِي

wa katsrati syahawâtî wa ghaflatî
karena banyaknya nafsuku dan kelalaianku.

وَكُنِ اللَّهُمَّ بِعِزَّتِكَ لِي فِي كُلِّ اْلأَحْوَالِ رَؤُفًا

Wa kunillâhumma bi‘izzatikalî fî kullil ahwâli raûfâ
Ya Allah, dengan kemuliaAn-Mu, sayangi daku dalam segala keadaan,

وَعَلَيَّ فِي جَمِيْعِ اْلأَمُوْرِ عَطُوْفًا

wa ‘alayya fî jamî‘il umûri ‘athûfâ
kasihi daku dalam segala perkara.

اِلَهِي وَرَبِّي مَنْ لِي غَيْرُكَ

Ilâhî wa Rabbî mallî ghayruk
Ilahi, Rabbi, kepada siapa lagi selain Engkau,

اَسْئَلُهُ كَشْفَ ضُرِّي وَالنَّظَرَ فِي اَمْرِي

as-aluhu kasyfa dhurrî wan nazhara fî amrî
aku memohon dihilangkan kesengsaraanku, dan diperhatikan urusanku.

اِلَهِي وَمَوْلاَيَ اَجْرَيْتَ عَلَيَّ حُكْمًا اتَّبَعْتُ فِيْهِ هَوَى نَفْسي

Ilâhî wa Mawlâya ajrayta ‘alayya hukmanittaba‘tu fîhi hawâ nafsî
Ilahi, Pelindungku, Engkau kenakan padaku hukum, tetapi di situ aku ikuti hawa nafsuku;

وَلَمْ اَحْتَرِسْ فِيْهِ مِنْ تَزْيِيْنِ عَدُوِّيْ فَغَرَّنِي بِمَا اَهْوَى

walam ahtaris fîhi min tazîni ‘aduwwî fagharranî bimâ ahwâ
aku tidak cukup waspada terhadap tipuan (setan) musuhku, maka terkecohlah aku lantaran nafsuku,

وَاَسْعَدَهُ عَلَى ذَلِكَ الْقَضَآءُفَتَجَاوَزْتُ بِمَاجَرَى عَلَيَّ مِنْ ذَلِكَ بَعْضَ حُدُوْدِكَ

wa as‘adahu ‘alâ dzâlikal qadhâu
fatajâwaztu bimâ jarâ ‘alayya min dzâlika ba‘dha hudûdik
dan berlakulah ketentuan-Mu atas diriku ketika kulanggar sebahagian batas yang Kautetapkan bagiku,

وَخَالَفْتُ بَعْضَ اَوَامِرِكَ

wa khâlaftu ba‘dha awâmirik
dan kubantah sebahagian perintah-Mu

فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَيَّ فِي جَمِيْعِ ذَلِكَ

falakal hamdu ‘alayya fî jamî‘i dzâlik
Namun bagi-Mu segala pujiku atas semua itu;

وَلاَحُجَّةَ لِي فِيْمَا جَرَى عَلَيَّ فِيْهِ قَضَآؤُكَ

walâ hujjatalî fîmâ jarâ ‘alayya fîhi qadhâuk
tiada alasan bagiku (menolak) ketentuan yang Kautetapkan bagiku,

وَاَلْزَمَنِي حُكْمُكَ وَبَلآؤُكَ

wa alzamanî hukmuka wa balâuk
demikian pula hukum dan ujian yang menimpaku.

وَقَدْ اَتَيْتُكَ يَااِلَهِي بَعْدَ تَقْصِيْرِي وَاِسْرَافِي عَلَى نَفْسِي

wa qad ataytuka yâ Ilâhî ba‘da taqshîrî wa isrâfî ‘alâ nafsî
Aku datang kini menghadap-Mu, ya Ilahi, dengan segala kekuranganku,
dengan segala kedurhakaanku (pelanggaranku),

مُعْتَذِرًا نَادِمًا مُنْكَسِرًا مُسْتَقِيْلاً

mu‘tadziran nâdimâ, munkasiran/m mustaqîlâ
sambil menyampaikan pengakuan dan penyesalanku dengan hati yang hancur luluh,

مُسْتَغْفِرًا مُنِيْبًا مُقِرًّا مُذْعِنًا مُعْتَرِفًا

mustaghfiran/m minîbâ, muqirran/m mudz‘inan/m mu‘tarifâ
memohon ampun dan berserah diri, dengan rendah hati mengakui segala kenistaanku.

وَلاَاَجِدُ مَفَرًّا مِمَّاكَانَ مِنِّي وَلاَمَفْزَعًا

lâ ajidu mafarran/m mimmâ kâna minnî walâ mafza‘â
dan Karena segala cacatku ini, tiada aku dapatkan tempat melarikan diri,

اَتَوَجَّهُ اِلَيْهِ فِي اَمْرِي غَيْرَ قَبُوْلِكَ عُذْرِي

atawajjahu ilayhi fî amrîghayra qabûlika ‘udzrî
tiada tempat berlindung untuk menyerahkan urusanku,
selain pada kehendak-Mu untuk menerima pengakuan kesalahanku

وَاِدْخَالِكَ اِيَّايَ فِي سَعَةِ رَحْمَتِكََ

wa idkhâlika iyyâya fî sa‘ati rahmatik
dan memasukkan aku pada kesucian kasih-Mu.

اَللَّهُمَّ فَاقْبَلْ عُذْرِي وَارْحَمْ شِدَّةَ ضُرِّي

Allâhumma faqbal ‘udzrî  warham syiddata dhurrî
Ya Allah,  terimalah pengakuanku, dan kasihanilah beratnya kepedihanku

وَفُكَّنِي مِنْ شَدِّ وَثَاقِي

wa fukkanî min syaddi watsâqî
lepaskan dari kekuatan belengguku.

يَارَبِّ ارْحَمْ ضَعْفَ بَدَنِي

Yâ Rabbirham dha‘fa badanî
Ya Rabbi, kasihanilah kelemahan tubuhku,

وَرِقَّةَ جِلْدِي وَدِقَّةَ عَظْمِي

wa riqqata jildî wa diqqata ‘azhmî
kelembutan kulitku dan kerapuhan tulangku.

يَامَنْ بَدَءَ خَلْقِي وَذِكْرِي وَتَرْبِيَتِي وَبِرِّي وَتَغْذِيَتِي

Yâ Man bada-a khalqî wa dzikrî wa tarbiyatî wa birrî wa taghdiyatî
Wahai Tuhan yang mula-mula menciptakanku,
menyebutku, mendidikku, memperlakukanku dengan baik,
dan memberiku kehidupan,

هَبْنِي لابْتِدَآءِ كَرَمِكَ وَسَالِفِ بِرِّكَ بِي

habnî libtidâi karamika wa sâlifi birrika bî
karena permulaan karunia-Mu, karena Engkau telah mendahuluiku dengan kebaikan, berilah aku karunia-Mu.

يَااِلَهِيوَسَيِّدِي وَرَبِّياَتُرَاكَ مَعَذِّبِي بِنَارِكَ بَعْدَ تَوْحِيْدِكَ

Yâ Ilâhî  Ya Rabbi wa Sayyidî aturâka mu‘adzdzibî binârika ba’da tawhîdik
Ya Allah, Junjunganku, Pemeliharaku!
Apakah Engkau akan menyiksaku dengan api-Mu, setelah mengesakan-Mu

وَبَعْدَ مَاانْطَوَى عَلَيْهِ قَلْبِي مِنْ مَعْرِفَتِكَ

wa ba‘da manthawâ ‘alayhi qalbî min ma‘rifatik
setelah hatiku tenggelam dalam makrifat-Mu

وَلَهِجَ بِهِ لِسَانِي مِنْ ذِكْرِكَ

wa lahija bihi lisânî min dzikrik
setelah lidahku bergetar menyebut-Mu

وَاعْتَقَدَهُ ضَمِيْرِي مِنْ حُبِّكَ

wa‘taqadahu dhamîrî min hubbik
setelah jantung terikat dengan cinta-Mu

وَبعْدَ صِدْقِ اعْتِرَافِي وَدُعَآئِي خَاضِعًا لِرُبُوْبِيَّتِكَ

wa ba‘da shidqi‘tirâfî wa du‘âî khâdhi‘an/l lirubûbiyyatik
setelah segala ketulusan pengakuanku dan permohonanku, seraya tunduk bersimpuh pada rububiyah-Mu

هَيْهَاتَ اَنْتَ اَكْرَمُ مِنْ اَنْ تُضَيِّعَ مَنْ رَبَّيْتَهُ

hayhâta Anta akramu min an tudhayyi‘a man/r rabbaytah
Tidak, Engkau terlalu mulia untuk mencampakkan orang yang Kau ayomi,

اَوْ تُبَعِّدَ مَنْ اَدْنَيْتَهُ اَوْتُشَرِّدَ مَنْ آوَيْتَهُ

aw tuba“ida man adnaytah(u) aw tusyarrida man âwaytah
atau menjauhkan orang yang Engkau dekatkan, atau menyisihkan orang yang Engkau naungi,

اَوْتُسَلِّمَ اِلَى الْبَلآءِ مَنْ كَفَيْتَهُ وَرَحِمْتَهُ

aw tusallima ilal balâi man kafaytahu wa rahimtah
atau menjatuhkan pada bencana orang yang Engkau cukupi dan Engkau sayangi

وَلَيْتَشِعْرِي يَاسَيِّدِي وَاِلَهِي وَمَوْلاَيَاَتُسَلِّطُ النَّارَ عَلَى وُجُوْهٍ خَرَّتْ لِعَظَمَتِكَ سَاجِدَةً

wa layta syi‘rî yâ Sayyidî wa Ilâhî wa Mawlâya
atusallithun nâra ‘ala wujûhin kharrat li‘azhamatika sâjidah
Aduhai diriku! Junjunganku, Tuhanku, Pelindungku! Apatah Engkau akan melemparkan ke neraka wajah-wajah yang tunduk rebah karena kebesaran-Mu,

وَعَلَى اَلْسُنٍ نَطَقَتْ بِتَوْحِيْدِكَ صَادِقَةً

wa ‘ala alsunin nathaqat bitawhîdika shâdiqah
lidah-lidah yang dengan tulus mengucapkan keesaan-Mu

وَبِشُكْرِكَ مَادِحَةً

wa bisyukrika mâdihah
dan dengan pujian mensyukuri nikmat-Mu,

وَعَلَى قُلُوْبٍ اعْتَرَفَتْ بِإِلَهِيَّتِكَ مُحَقِّقَةً

wa ‘alâ qulûbini‘tarafat bi-ilâhiyyatika muhaqqiqah
kalbu-kalbu yang dengan sepenuh hati mengakui uluhiyah-Mu.

وَعَلَى ضَمَآِئرَ حَوَتْ مِنَ الْعِلْمِ بِكَ حَتَّى صَارَتْ خَاشِعَةً

wa ‘ala dhamâira hawat minal ‘ilmi bika hattâ shârat khâsyi‘ah
hati nurani yang dipenuhi ilmu tentang Engkau sehingga bergetar ketakutan

وَعَلَى جَوَارِحَ سَعَتْ اِلَى اَوْطَانِ تَعَبُّدِكَ طَائِعَةً

wa ‘alâ jawâriha sa‘at ilâ awthâni ta‘abbudi thâi‘ah
tubuh-tubuh yang telah biasa tunduk untuk mengabdi-Mu

اَشَارَتْ بِاسْتِغْفَارِكَ مُذْعِنَةً

wa asyârat bistighfârika mudz‘inah
dan dengan merendah memohon ampunan-Mu

مَاهَكَذَا الظَّنُّ بِكَ

mâ hâkadzazh zhannu bik
Tidak sedemikian itu persangkaan kami tentang-Mu

وَلاَاُخْبِرْنَا بِفَضْلِكَ عَنْكَ

walâ ukhbirnâ bifadhlika ‘anka
padahal telah diberitakan kepada kami tentang keutamaan-Mu

يَاكـَرِيْمُ يَارَبِّ

Yâ Kârîmu yâ Rabb
Wahai Pemberi karunia, wahai Pemelihara!

وَاَنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفِي عَنْ قَلِيْلٍ مِنْ بَلآءِ الدُّنْيَا وَعُقُوْبَتِهَا

wa Anta ta‘lamu dha‘fî ‘an qalîlin/m min balâid dun-ya wa ‘uqûbâtihâ
Engkau mengetahui kelemahanku dalam menanggung sedikit dari bencana dan siksa dunia

وَمَايَجْرِي فِيْهَا مِنَ الْمَكَارِهِ عَلَى اَهْلِهَا

wa mâ yajrî fîhâ minal makârihi ‘alâ ahlihâ
serta kejelekan yang menimpa penghuninya;

عَلَى اَنَّ ذَلِكَ بَلآءٌ وَمَكْرُوْهٌ قَلِيْلٌ مَكْثُهُ

‘alâ anna dzâlika balâun/w wa makrûhun qalîlum maktsuh
Padahal semua (bencana dan kejelekan) itu

يَسِيْرٌ بَقَآئُهُ قَصِيْرٌ مُدَّتُهُ

yasîrun/m baqâuh, qashîrun/m muddatuh
singkat masanya, sebentar lalunya, dan pendek usianya.

فَكَيْفَ احْتِمَالِي لِبَلآءِ اْلأخِرَةِ

fakayfahtimâlî libalâil âkhirah
Maka apatah mungkin aku sanggup menanggung bencana akhirat

وَجَلِيْلِ وُقُوْعِ الْمَكَارِهِ فِيْهَا

wa jalîlil wuqû‘il makârihi fîhâ
dan kejelekan hari akhir yang besar,

وَهُوَ بَلآءٌ تَطُوْلُ مُدَّتُهُ وَيَدُوْمُ مَقَامُهُ

wa huwa balâun tathûlu muddatuh, wa yadûmu maqâmuh
bencana yang panjang masanya dan kekal menetapnya

وَلاَيُخَفَّفُ عَنْ اَهْلِهِ لأَنَّهُ لاَيَكُوْنُ اِلاَّ عَنْ غَضَبِكَ وَانْتِقَامِكَ وَسَخَطِكَ

wala yukhaffafu ‘an ahlihi liannahu lâ yakûnu illâ ‘an ghadhabik
wantiqâmika wa sakhathik
serta tidak diringankan bagi orang yang menanggungnya; sebab semuanya tidak terjadi kecuali karena murka-Mu, karena balasan dan amarah-Mu.

وَهَذَا مَالاَتَقُوْمُ لَهُ السَّمَوَاتُ وَاْلأَرْضُ

wa hâdzâ mâ taqûmu lahus samâwatu wal ardh
Inilah, yang bumi dan langit pun tak sanggup memikulnya

يَاسَيِّدِيْ فَكَيْفَ لِيوَاَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الْحَقِيْرُ الْمِسْكِيْنُ الْمُسْتَكِيْنُ

Ya Sayyidî fakayfa lî wa ana ‘abdukadh dha‘îfudz dzalîlul, al-haqîrul miskînul mustakîn
Wahai Junjunganku, bagaimana mungkin aku (menanggungnya)?
Padahal aku hamba-Mu yang lemah, rendah, hina, malang, dan papa.

يَااِلَهِي وَرَبِّ وَسَيِّدِي وَمَوْلاَيَ

Ya Ilâhî wa Rabbi wa Sayyidî wa Mawlâya
Ya Ilahi, Tuhanku, Junjunganku, Pelindungku!

لأَيِّ اْلأُمُوْرِ اِلَيْكَ اَشْكُوا

liayyil umûri ilayka asykû
Urusan apa lagi kiranya yang akan aku adukan pada-Mu?

وَلِمَا مِنْهَا اَضِجُّ وَاَبْكِي لأَلِيْمِ الْعَذَابِ وَشِدَّتِهِ

wa limâ minhâ adhijju wa abkî lialîmil adzâbi wa syiddatih
Mestikah aku menangis menjerit karena kepedihan dan beratnya siksaan?

اَمْ لِطُوْلِ الْبَلآءِ وَمُدَّتِهِ

am lithûlil balâi wa muddatih
atau karena lamanya cobaan?

فَلَئِنْ صَيَّرْتَنِي لِلْعُقُوْبَاتِ مَعَ اَعْدَآئِكَ

falain shayyartanî lil‘uqûbâti ma‘a a‘dâik
Sekiranya Engkau siksa aku beserta musuh-musuh-Mu

وَجَمَعْتَ بَيْنِي وَبَيْنَ اَهْلِ بَلآئِكَ

wa jama‘ta baynî wa bayna ahli balâik
dan Engkau himpunkan aku bersama penerima bencana-Mu

وَفَرَّقْتَ بَيْنِي وَبَيْنَ اَحِبَّآئِكَ وَاَوْلِيَآئِكَ

wa farraqta baynî wa bayna ahli ahibbâika wa awliyâik
dan Engkau ceraikan aku dari para kekasih-Mu dan kecintaan-Mu

فَهَبْنِي يَااِلَهِي وَسَيِّدِي وَمَوْلاَيَ وَرَبِّ

fahabnî ya Ilâhî wa Sayyidî wa Mawlâya wa Rabbî
Oh … seandainya aku, Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Tuhanku!

صَبَرْتَ عَلَى عَذَابِكَ فَكَيْفَ اَصْبِرُ عَلَى فِرَاقِكَ

shabartu ‘ala ‘a dzâbik
fakayfa ashbiru ‘alâ firâqik
Sekiranya aku dapat bersabar menanggung siksa-Mu,
mana mungkin aku mampu bersabar berpisah dengan-Mu?

وَهَبْنِي صَبَرْتُعَلَى حَرِّ نَارِكَ

wa habnî shabartu ‘ala harri nârik
Dan sekiranya aku mampu bersabar menahan panas api-Mu?

فَكَيْفَ اَصْبِرُ عَنِ النَّظَرِ اِلَى كَرَامَتِكَ

fakayfa ashbiru ‘anin nazhari ilâ karâmatik
mana mungkin aku bersabar tidak melihat kemuliaan-Mu?

اَمْ كَيْفَ اَسْكُنُ فِي النَّارِ وَرَجَآئِي عَفْوُكَ

am kayfa askunu fin nâri wa rajâî ‘afwuk
Mana mungkin aku tinggal di neraka-Mu, padahal harapanku hanya maaf-Mu!

فَبِعِزَّتِكَ يَاسَيِّدِي وَمَوْلاَيَ

fabi‘izzatika ya Sayyidî wa Mawlâya
Demi kemuliaan-Mu, wahai Junjunganku dan Pelindungku!

اُقْسِمُ صَادِقًا لَئِنْ تَرَكْتَنِي نَاطِقًا

uqsimu shâdiqâlain taraktanî nâthiqâ
Aku bersumpah dengan tulus; Sekiranya Engkau biarkan aku berbicara di sana

لأَضِجَّنَّ اِلَيْكَ بَيْنَ اَهْلِهَا ضَجِيْجَ اْلأَمِلِيْنَ

la-adhijjanna ilayka bayna ahlihâ dhajîjal amilîn
di tengah penghuninya, aku akan menangis tangisan mereka yang menyimpan harapan

وَلأَصْرُخَنَّ اِلَيْكَ صُرَاخَ الْمُسْتَصْرِخِيْنَ

wa la-ashrukhanna ilayka shurâkhal mustashrikhîn
Aku akan menjerit jeritan mereka yang memohon pertolongan

وَلأَبْكِيَنَّ عَلَيْكَ بُكَاءَ الْفَاقِدِيْنَ

wa la-abkiyanna ‘alayka bukâal fâqidîn
Aku akan merintih – rintihan mereka yang kekurangan

وَلأُنَادِيَنَّكَ اَيْنَ كُنْتَ يَاوَلِيَّ الْمُؤْمِنِيْنَ

wa launâdiyannaka ayna kunta yâ Waliyyal mu’minin
Sungguh, aku akan menyeru-Mu, di mana pun Engkau berada,
Wahai Pelindung kaum mukminin

يَاغَايَةَ آمَالِ الْعَارِفِيْنَ

yâ Ghâyata âmâlil ‘ârifîn
wahai tujuan harapan kaum arifin,

يَاغِيَاثَ الْمُسْـتَغِيْثِ

ya Ghiyâtsal mustaghîtsîn
wahai lindungan kaum yang memohon perlindungan,

يَاحَبِيْبَ قُلُوْبِ الصَّادِقِيْنَ

ya Habîba qulûbish shâdiqîn
wahai Kekasih kalbu para pecinta kebenaran

وَيَااِلَهَ الْعَالَمِيْنَ

wa yâ Ilâhal ‘âlamîn
wahai Tuhan seru sekalian alam

اَفَتُرَاكَ سُبْحَانَكَ يَااِلَهِي وَبِحَمْدِكَ

afaturâka subhânaka yâ Ilâhî wa bihamdik
Mahasuci Engkau, Ilahi, dengan segala puji-Mu!

تَسْمَعُ فِيْهَا صَوْتَ عَبْدٍ مُسْلِمٍ سُجِنَ فِيْهَا بِمُخَالَفَتِهِ

tasma‘u fîhâ shawta ‘abdin/m muslimin sujina fîhâ bimukhâlafatih
Akankah Engkau dengar di sana suara hamba muslim, yang terpenjara dengan keingkarannya,

وَذَاقَ طَعْمَ عَذَابِهَا بِمَعْصِيَتِهِ

wa dzâqa tha‘ma ‘adzâbihâ bima‘shiyatih
yang merasakan siksanya karena kedurhakaannya

وَحُبِسَ بَيْنَ اَطْبَاقِهَا بِجُرْمِهِ وَجَرِيْرَتِهِ

wa hubisa bayna athbâqihâ bijurmihi wa jarîratih
yang terperosok ke dalamnya karena dosa dan nistanya;

وَهُوَ يَضِجُّ اِلَيْكَ ضَجِيْجَ مُؤَمِّلٍ لِرَحْمَتِكَ

wa huwa yadhijju ilayka dhajîja muammilin lirahmatik
ia merintih pada-Mu dengan mendambakan rahmat-Mu,

وَيُنَادِيْكَ بِلِسَانِ اَهْلِ تَوْحِيْدِكَ

wa yunâdîka bilisâni ahli tawhîdik
ia menyeru-Mu dengan lidah ahli tauhid-Mu,

وَيَتَوَسَّلُ اِلَيْكَ بِرُبُوْبِيَّتِكَ

wa yatawassalu ilayka birubûbiyyatik
ia bertawasul pada-Mu dengan rububiyah-Mu,

يَامَوْلاَيَ فَكَيْفَ يَبْقَى فِي الْعَذَابِ

Yâ Mawlâya fakayfa yabqâ fil ‘adzâb
Wahai Pelindungku! Bagaimana mungkin ia kekal dalam siksa,

وَهُوَ يَرْجُو مَاسَلَفَ مِنْ حِلْمِكَ

wa huwa yarjû ma salafa min hilmik
padahal ia berharap pada kebaikan-Mu yang terdahulu.

اَمْ كَيْفَ تُؤْلِمُهُ النَّارُ وَهُوَ يَأْمُلُ فَضْلَكَ وَرَحْمَتَكَ

am kayfa tu’limuhun nâr wa huwa ya’mu’mulu fadhlaka wa rahmatak
Mana mungkin neraka menyiksanya padahal ia mendambakan karunia dan kasih-Mu.

اَمْ كَيْفَ يُحْرِقُهُ لَهِيْبُهَا وَاَنْتَ تَسْمَعُ صَوْتَهُوَتَرَى مَكَانَهُ

am kayfa yuhriquhu lahîbuhâ wa Anta tasma`u shawtahu watara makanah
Mana mungkin nyalanya membakarnya, padahal Engkau dengar suaranya & Engkau lihat tempatnya.

اَمْ كَيْفَ يَشْتَمِلُ عَلَيْهِ زَفِيْرُهَا وَاَنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفَهُ

am kayfa yasytamilu ‘alayhi zafîruhâwa Anta ta‘lamu dha‘fah
Mana mungkin jilatan apinya mengurungnya, padahal Engkau mengetahui kelemahannya.

اَمْ كَيْفَ يَتَقَلَقَلُ بَيْنَ اَطْبَاقِهَا وَاَنْتَ تَعْلَمُ صِدْ قَهُ

am kayfa yataqalqalu bayna athbâqihâwa Anta ta‘lamu shidqah
Mana mungkin ia jatuh bangun di dalamnya, padahal Engkau mengetahui ketulusannya.

اَمْ كَيْفَ تَزْجُرُهُ زَبَانِيَتُهَا وَهُوَ يُنَادِيْكَ يَارَبَّهُ

am kayfa tazjuruhu zabâniyyatuhâwa huwa yunâdîka yâ Rabbah
Mana mungkin Zabaniyah menghempaskannya, padahal ia memanggil-manggil-Mu:“Ya Rabb!

اَمْ كَيْفَ يَرْجُو فَضْلَكَ فِي عِثْقِهِ مِنْهَا فَتَتْرُكُهُ فِيْهَا

am kayfa yarjû fadhlaka fî ‘itqihi minhâfatatrukuhu fîhâ
Mana mungkin ia mengharapkan karunia kebebasan daripadanya, lalu Engkau meninggalkannya di sana.

هَيْهَاتَ مَاذَلِكَ الظَّنُّ بِكَ

hayhâta mâ dzâlikazh zhannu bik
Tidak, tidak demikian itu sangkaku pada-Mu.

وَلاَالْمَعْرُوْفُ مِنْ فَضْلِكَ

walal ma‘rûfu min fadhlik
tidaklah demikian yang makruf tentang karunia-Mu

وَلاَمُشْبِهٌ لِمَاعَامَلْتَ بِهِ الْمُوَحِّدِيْنَ

walâ musybihul-limâ ‘âmalta bihil muwahhidîna
Tidak mungkin seperti itu perlakuan-Mu terhadap kaum beriman,

مِنْبِرِّكَ وَاِحْسَانِكَ

Mim-birrika wa ihsânik
melainkan kebaikan dan karunialah yang Engkau berikan.

فَبِالْيَقِيْنِ اَقْطَعُ لَوْ لاَ مَاحَكَمْتَ بِهِ مِنْ تَعْذِيْبِ جَاحِدِيْك

fabil yaqîni aqtha‘u law lâ mâ hakamta bih(i)min ta‘dzîbi jâhidîk
Dengan yakin aku berani berkata, kalaulah bukan karena keputusan-Mu
untuk menyiksa orang yang mengingkari-Mu

وَقَضَيْتَ بِهِ مِنْ اِخْلاَدِ مُعَانِدِيْكَ

wa qadhayta bihi min ikhlâdi mu‘ânidîk
dan putusan-Mu untuk mengekalkan di sana orang-orang yang melawan-Mu,

لَجَعَلْتَ النَّارَكُلَّهَا بَرْدًاوَسَلاَمًا

laja-altan nâra kullahâ bardaw wa salâmâ
tentu Engkau jadikan api seluruhnya sejuk dan damai,

وَمَاكَانَلأَحَدٍ فِيْهَا مُقَرًّا وَلاَمُقَامًا

wa mâ kâna liahadin fîhâ maqarraw walâ muqâmâ
tidak akan ada lagi di situ tempat tinggal dan menetap bagi siapapun

لَكِنَّكَ تَقَدَّسَتْ اَسْمَآؤُكَ

lâkinnaka taqaddasat asmâuk
Tetapi, Maha Qudus nama-nama-Mu.

اَقْسَمْتَ اَنْ تَمْلأَهَا مِنَ الْكَافِرِيْنَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ

aqsamta an tamla-ahâ minal kâfirîn minal jinnati wan nâsi ajma‘în
Engkau telah bersumpah untuk memenuhi neraka dengan orang-orang kafir
dari golongan jin dan manusia seluruhnya

وَاَنْ تُخَلِّدَ فِيْهَا الْمُعَانِدِيْنَ

wa an tukhallida fîhâl mu‘ânidîn
Engkau  akan mengekalkan di sana kaum durhaka

وَاَنْتَ جَلَّ ثَنَآؤُكَ قُلْتَ مُبْتَدِئًا وَتَطَوَّلْتَ بِالإِنْعَامِ مُتَكَرِّمًا

wa Anta jalla tsanâuka qulta mubtadiâ wa tathawwalta bil-in‘âmi mutakarrimâ
Engkau dengan segala kemulian puji-Mu!
Engkau telah berkata, setelah menyebutkan nikmat yang Engkau berikan

اَفَمَنْ كَانَ مُؤْمِنًا كَمَنْ كَانَ فَاسِقًا لاَيَسْتَوُوْنَ

afaman kâna mu’minan kaman kâna fâsiql lâ yastawûn
“Apakah orang mukmin seperti orang kafir, sungguh tidak sama mereka itu.”

اِلَهِي وَسَيِّدِيفَأَسْئَلُكَ بِالْقُدْرَةِ الَّتِي قَدَّرْتَهَا

Ilâhî wa Sayyidî
fa-as-aluka bilqudratil latî qaddartahâ
Ilahi, Junjunganku! Aku memohon pada-Mu dengan kodrat yang telah Engkau tentukan,

وَبِالْقَضِيَّةِ الَّتِي حَتَمْتَهَا وَحَكَمْتَهَا

wa bilqadhiyyatil latî hatamtahâ wa hakamtahâ
dengan qadha yang telah Engkau tetapkan dan putuskan,

وَغَلَبْتَ مَنْ عَلَيْهِ اَجْرَيْتَهَا

wa ghalabta man ‘alayhi ajraytahâ
dan yang telah Engkau tentukan berlaku pada orang yang dikenal;

اَنْ تَهَبَ لِي فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَفِي هَذِهِ السَّاعَةِ

an tahabalî fî hâdzil laylah wa fî hâdzihis sâ‘ah
Ampunilah bagiku, di malam ini, di saat ini,

كُلَّ جُرْمٍ اَجْرَمْتُهُ وَكُلَّ ذَنْبٍ اَذْنَبْتُهُ

kulla jurmin ajramtuh wa kulla dzanbin adznabtuh
semua nista yang pernah aku kerjakan, semua dosa yang pernah aku lakukan,

وَكُلَّ قَبِيْحٍ اَسْرَرْتُهُ وَكُلَّ جَهْلٍ عَمِلْتُهُ

wa kulla qabîhin asrartuh wa kulla jahlin ‘amiltuh
semua kejelekan yang pernah aku rahsiakan, semua kedunguan
yang pernah aku amalkan,

كَتَمْتُهُ اَوْ اَعْلَنْتُهُ اَخْفَيْتُهُ اَوْ اَظْهَرْتُهُ

katamtuhu aw a‘lantuh akhfaytuhu aw azhhartuh
yang aku sembunyikan atau tampakkan, yang aku tutupi atau tampakkan.

وَكُلَّ سَيِّئَةٍ اَمَرْتَ بِإِثْبَاتِهَا الْكِرَامَ الْكَاتِبِيْنَ

wa kulla sayyiatin amarta bi-itsbatihal kirâmal kâtibîn
Ampuni semua keburukan, yang telah Engkau perintahkan malaikat yang mulia mencatatnya

اَلَّذِيْنَ وَكَّلْتَهُمْ بِحِفْظِ مَايَكُوْنُ مِنِّي

alladzîna wakkaltahu bihifzhi mâ yakûnu minnî
Mereka yang Engkau tugaskan untuk mereka merakam segala yang ada padaku;

وَجَعَلْتَهُمْ شُهُوْدًا عَلَيَّ مَعَ جَوَارِحِي

wa ja‘altahum syuhûdan ‘alayya ma‘a jawârihî
mereka yang Engkau jadikan saksi-saksi bersama seluruh anggota badanku;

وَكُنْتَ اَنْتَ الرَّقِيْبَ عَلَيَّ مِنْ وَرَآئِهِمْ

wa kunta Antar raqîba ‘alayya miw warâihim
Dan Engkau sendiri mengawal di belakang mereka,

وَالشَّاهِدَ لِمَا خَفِيَ عَنْهُمْ

wasy syâhida limâ khafiya ‘anhum
menyaksikan apa yang tersembunyi pada mereka.

وَبِرَحْمَتِكَ اَخْفَيْتَهُ وَبِفَضْلِكَ سَتَرْتَهُ

wa birahmatika akhfaytah wa bifadhlika satartah
Dengan rahmat-Mu, Engkau sembunyikan kejelekan itu; Dengan karunia-Mu, Engkau menutupinya.

وَاَنْ تُوَفِّرَ حَظِّي مِنْ كُلِّ خَيْرٍ اَنْزَلْتَهُ

wa an tuwaffira hazhzhî min kulli khayrin anzaltah
Perbanyaklah bahagianku pada setiap kebaikan yang Engkau turunkan

اَوْ اِحْسَانٍ فَضَّلْتَهُ اَوْ بِرٍّ نَشَرْتَهُ اَوْ رِزْقٍ بَسَطْتَهُ

aw ihsânin fadhdhaltah aw birrin nasyartah aw rizqin basathtah
atau setiap karunia yang Engkau limpahkan atau setiap keberuntungan yang Engkau sebarkan atau rezeki yang Engkau curahkan

اَوْ ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ اَوْ خَطَإٍ تَسْتُرُهُ

aw dzanbin taghfiruh aw khathain tasturuh
atau dosa yang Engkau ampunkan atau kesalahan yang Engkau sembunyikan

يَارَبِّ يَارَبِّ يَارَبِّ

Ya Rabbi ya Rabbi ya Rabbi
Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi!

يَااِلَهِي وَسَيِّدِي وَمَوْلاَيَ وَمَالِكَ رِقِّي

Ya Ilâhî wa Sayyidî wa Mawlâya wa Mâlika riqqî
Ya Ilahi, Junjunganku, Pelindungku, Pemilik nyawaku!

يَامَنْ بِيَدِهِ نَاصِيَتِي يَاعَلِيْمًابِضُرِّي وَمَسْكَنَتِي

ya Man biyadihi nâshiyatî, ya ‘Alîman/m bidhurrî wa maskanatî
Wahai Zat yang di tangan-Nya ubun-ubunku!
Wahai yang mengetahui kesengsaraan dan kemalanganku!

يَاخَبِيْرًابِفَقْـرِي وَفَاقَتِي

ya Khabîran/m bifaqrî wa   faaqati
Wahai yang mengetahui kefakiran dan kepapaanku!

يَارَبِّ يَارَبِّ يَارَبِّ

Yâ Rabbi yâ Rabbi yâ Rabbi
Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi!

اَسْئَلُكَ بِحَقِّكَ وَقُدْسِكَ

as-aluka bihaqqika wa qudsik
Aku memohon pada-Mu dengan kebenaran dan kesucian-Mu

وَاَعْظَمِ صِفَاتِكَ وَاَسْمَآئِ ك

wa a‘zhami shifâtika wa asmâik(a)
dengan keagungan sifat dan asma-Mu!

اَنْ تَجْعَلَ اَوْقَاتِيْ مِنَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِبِذِكْرِكَ مَعْمُوْرَةً

an taj‘ala awqâtî minal layli wan nahâri bidzikrika ma‘mûrah
Jadikan waktu-waktu malam dan siangku
dipenuhi dengan zikir pada-Mu

وَبِخِدْمَتِكَ مَوْصُوْلَةً وَاَعْمَالِي عِنْدَكَ مَقْبُوْلَةً

wa bikhidmatika mawshûlah wa a‘mâlî ‘indaka maqbûlah
dihubungkan dengan kebaktian pada-Mu diterima amalku di sisi-Mu,

حَتَّي تَكُوْنَ اَعْمَالِي وَاَوْرَادِيْ كُلَّهَا وِرْدًا وَاحِدًا

hattâ takûna a‘mâlî wa awrâdî kulluhâwirdan/w wâhidâ
sehingga jadilah amal dan wiridku seluruhnyawirid yang satu,

وَحَالِي فِي خِدْمَتِكَ سَرْمَدًا

wa hâlî fî khidmatika sarmadâ
dan kekalkanlah selalu keadaanku dalam berbakti pada-Mu

يَاسَيِّدِي يَامَنْ عَلَيْهِ مُعَوَّلِي

ya Sayyidî ya Man ‘alayhi mu‘awwâlî
Wahai Junjunganku, wahai Zat yang kepada-Nya aku percayakan diriku!

يَامَنْ اِلَيْهِ شَكَوْتُ اَحْوَالِي

ya Man ilayhi syakawtu ahwâlî
wahai Zat yang kepada-Nyaaku adukan keadaanku!

يَارَبِّ يَارَبِّ يَارَبِّ

Yâ Rabbi yâ Rabbi yâ Rabbi
Ya Rabbi, ya Rabbi, ya Rabbi!

قَوِّ عَلَى خِدْمَتِكَ جَوَارِحِي

qawwi ‘alâ khidmatika jawârihî
Kokohkan anggota badanku untuk berbakti pada-Mu.

وَاشْدُدْ عَلَى الْعَزِيْمَةِ جَوَانِحِي

wasydud ‘alal ‘azîmati jawânihî
Teguhkan tulang-tulangku untuk melaksanakan niatku.

وَهَبْ لِيَ الْجِدَّ فِي خَشْيَتِكَ

wa hab liyal jidda fî khasyyatik
Kurniakan padaku kesungguhan untuk bertakwa pada-Mu,

وَالدَّوَامَ فِي اْلإِتِّصَالِ بِخِدْمَتِكَ

wad dawâma fil ittishâli bikhidmatika
kebiasaan untuk meneruskan bakti pada-Mu,

حَتَّى اَسْرَحَ اِلَيْكَ فِي مَيَادِيْنِ السَّابِقِيْنَ

hattâ asraha ilayka fî mayâdînis sâbiqîn
sehingga aku bergegas menuju-Mu bersama para penghulu

وَاُسْرِعَ اِلَيْكَ فِي الْبَارِزِيْنَ

wa usri‘a ilayka fil bârizîn
dan berlari ke arah-Mu bersama orang-orang terkemuka,

وَاَشْتَاقَ اِلَى قُرْبِكَ فِي الْمُشْتَاقِيْنَ

wa asytâqa ilâ qurbika fil musytâqîn
merindukan dekat pada-Mu bersama yang merindukan-Mu.

وَاَدْنُوَ مِنْكَ دُنُوَّ الْمُخْلِصِيْنَ

wa adnuwa minka dunuwwal mukhlishîn
Jadikan daku dekat pada-Mu – dekatnya orang-orang yang ikhlas,

وَاَخَافَكَ مَخَافَةَ الْمُوْقِنِيْنَ

wa akhâfaka makhâfatal mûqinîn
dan takut pada-Mu – takutnya orang-orang yang yakin.

وَاَجْتَمِعَ فِي جِوَارِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِيْنَ

wa ajtami‘a fî jiwârika ma‘al mu’minin
Sekarang aku berkumpul di hadirat-Mu bersama kaum mukminin.

اَللَّهُمَّ وَمَنْ اَرَادَنِي بِسُوْءٍ فَأَرِدْهُ وَمَنْ كَادَنِي فَكِدُْهُ

Allâhumma wa man arâdanî bisûin fa-arid-huwa man kâdanî fakid-hu
Ya Allah! Siapa saja yang bermaksud buruk padaku, tahanlah dia,
siapa saja yang memperdayaku, gagalkan dia.

وَاجْعَلْنِي مِنْ اَحْسَنِ عَبِيْدِكَ نَصِيْبًا عِنْدَكَ

waj‘alnî min ahsani ‘abîdika nashîban ‘indak(a)
Jadikan aku hamba-Mu yang paling baik nasibnya di sisi-Mu,

وَاَقْرَبِهِمْ مَنْزِلَةً مِنْكَ

wa aqrabihim manzilatam minka
yang paling dekat kedudukannya dengan-Mu,

وَاَخَصِّهِمْ زُلْفَةً لَدَيْكَ

wa akhashshihim zulfatan/l ladayk(a)
yang paling istimewa tempatnya di dekat-Mu.

فَإِنَّهُ لاَيُنَالُ ذَلِكَ اِلاَّ بِفَضْلِكَ

fainnahu lâ yanâlu dzâlika illâ bifadhlik(a)
Sungguh, semua ini tidak akan tercapai, kecuali dengan karunia-Mu.

وَجُدْلِي بِجُوْدِكَ  وَاعْطِفْ عَلَيَّ بِمَجْدِكَ

wa judlî bijûdik(a) wa‘thif ‘alayya bimajdik(a)
Limpahkan padaku kemurahan-Mu, Sayangi aku dengan kebaikan-Mu

وَاحْفَظْنِي بِرَحْمَتِكَ

wahfazhnî birahmatik(a)
Jaga diriku dengan rahmat-Mu

وَاجْعَلْ لِسَانِي بِذِكْرِكَ لَهِجًا وَقَلْبِي بِحُبِّكَ مُتَيَّمًا

waj‘al lisânî bidzikrika lahijâ wa qalbî bihubbika mutayyamâ
Gerakkan lidahku untuk selalu berzikir pada-Mu, Penuhi hatiku supaya selalu mencintai-Mu

وَمُنَّ عَلَيَّ بِحُسْنِ اِجَابَتِك

wa munna ‘alayya bihusni ijâbatik(a)
Berikan padaku yang terbaik dari ijabah-Mu

وَاَقِلْنِي عَثْرَتِي وَاغْفِرْ زَلَّتِي

wa aqilnî ‘atsratî waghfir zallatî
Hapuslah bekas kejatuhanku – Ampuni ketergelinciranku

فَإِنَّكَ قَضَيْتَ عَلَى عِبَادِكَ بِعِبَادَتِكَ

fainnaka qadhayta ‘alâ ‘ibâdika bi‘ibâdatik(a)
Sungguh, telah Engkau wajibkan hamba-hamba-Mu beribadah pada-Mu,

وَاَمَرْتَهُمْ بِدُعَآئِكَ وَضَمِنْتَ لَهُمُ اْلإِجَابَةَ

wa amartahum bidu‘âik(a) wa dhaminta lahumul ijâbah
Engkau perintahkan mereka untuk berdoa pada-Mu Engkau jaminkan pada mereka ijabah-Mu

فَإِلَيْكَ يَارَبِّ نَصَبْتُ وَجْهِي

failayka yâ Rabbi nashabta wajhî
Karena itu, kepada-Mu, ya Rabbi, aku hadapkan wajahku

وَاِلَيْكَ يَارَبِّ مَدَدْتُ يَدِيْ

wa ilayka yâ Rabbi madadtu yadî
kepada-Mu, ya Rabbi, aku hulurkan tanganku

فَبِعِزَّتِكَ اسْتَجِبْ لِي دُعَآئِي وَبَلِّغْنِي مُنَايَ

fabi‘izzatikastajiblî du‘âî wa ballighnî munây(a)
Demi kebesaran-Mu, perkenankan doaku, sampaikan daku pada cita-citaku

وَلاَتَقْطَعْ مِنْ فَضْلِكَ رَجَآئِيْ

walâ taqtha‘min fadhlika rajâî
Jangan putuskan harapanku akan karunia-Mu

وَاكْفِنِي شَرَّ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ مِنْ اَعْدَآئِيْ

wakfinî syarral jinni wal insi min a‘dâî
Lindungi aku dari kejahatan jin dan manusia musuh-musuhku.

يَاسَرِيْعَ الرِّضَا

Yâ Sarî‘ar ridhâ
Wahai Yang Maha cepat ridha-Nya!

اِغْفِرْ لِمَنْ لاَيَمْلِكُ اِلاَالدُّعَآء.

ighfir liman lâ yamliku illad du‘â
Ampunilah orang yang tidak memiliki apa pun kecuali doa,

فَإِنَّكَ فَعَّالٌ لِمَاتَشَآءُ

fainnaka fa“âlun/l limâ tasyâ’
karena Engkau perbuat apa kehendak-Mu

يَامَنِ اسْمُهُ دَوَآءٌ وَذِكْرُهُ شِفَآءٌ وَطَاعَتُهُ غِنَى

yâ Manismuhu dawâ’ wa dzikruhu syifâ’ wa thâ‘atuhu ghinâ
Wahai Yang nama-Nya adalah obat, Yang zikir-Nya adalah penyembuhan,
Yang ketaatan-Nya adalah kekayaan!

اِرْحَمْ مَنْ رَأْسُ مَالِهِ الرَّجَآءُ وَسِلاَحُهُ الْبُكَاءُ

irham man ra’su mâlihir rajâ’ wa silâhuhul bukâ’
Kasihanilah orang yang hartanya hanya harapan dan senjatanya hanya tangisan

يَاسَابِغَ النِّعَمِ يَادَافِعَ النِّقَمِ

yâ Sâbighan ni‘am(i) yâ Dâfi‘an niqâm(i)
Wahai Penabur karunia! Wahai Penolak bencana!

يَانُوْرَ الْمُشْتَوْحِشِيْنَ فِي الظُّلَمِ  يَاعَالِمًا لاَيُعَلَّمُ

yâ Nûral musytawhisyîna fizh zhulam(i) Yâ ‘Aliman la yu‘allam(u)
Wahai Nur yang menerangi mereka yang terhempas dalam kegelapan!
Wahai Yang Maha Tahu tanpa diberitahu!

صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَافْعَلْ بِي مَااَنْتَ اَهْلُهُ

shalli ‘alâ Muhammadin wa âli Muhammad waf‘al bî mâ Anta ahluh(u)
Sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad
Lakukan padaku apa yang layak bagi-Mu

وَصَلَّى اللهُ عَلَى رَسُوْلِهِ وَاْلأَئِمَّةِ الْميَامِيْنَ مِنْ آلِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًاكَثِيْرًا.

wa shallallâhu ‘alâ rasûlihi  wal aimmatil mayâmîna min âlihiwa sallama taslîman katsîrâ
Semoga Allah melimpahkan kesejahteraan kepada Rasul-Nya serta para imam yang mulia dari keluarganya; sampaikan salam kepada mereka.
COPIED, EDITED & PASTED
(CEP)

.. smile, k?

cantiknya… subhanAllah..

The Beauty of Mathematics !

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 +10= 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654 x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888

….masyaAllah….. Brilliant, isn’t it?

nOw, Look at this symmetry:

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 12345678987654321

and, take a look at this…

101%

From a strictly mathematical viewpoint:

What Equals 100%?

What does it mean to give MORE than 100%?

Ever wonder about those people who say they are giving more than 100%?

We have all been in situations where someone wants you 
to GIVE OVER 100%.

How about ACHIEVING 101%?

What equals 100% in life?

Here’s a little mathematical formula that might help answer these questions:

If:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z

Is represented as:

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

so,

H-A-R-D-W-O- R- K

8+1+18+4+23+15+18+11 = 98%

&:

K-N-O-W-L-E-D-G-E

11+14+15+23+ 12+5+4+7+ 5 = 96%

but:

A-T-T-I-T-U-D-E

1+20+20+9+20+ 21+4+5 = 100%

THEN,

look how far the LOVE of GOD will take you:

L-O-V-E – O-F – G-O-D

12+15+22+5+15+ 6+7+15+4= 101%

wow

Therefore, one can conclude with mathematical certainty that:

While Hard Work & Knowledge will get you closer
Attitude will get you there,
it is The LOVE of ALLAH that’ll put you over the top!!!

SubhanAllah!!

(It’s up to u if you share this with your friends & your loved ones just the way I did..)

…smile…

have a meaningful day!!

25 PESANAN PENTING: LUKMANUL HAKIM

25 PESANAN LUKMANUL HAKIM (C&P)

01.

02 – Orang – orang yang sentiasa menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari ALLAH. Orang yang insaf dan sedar setelah menerima nasihat orang lain, dia akan sentiasa menerima kemuliaan dari ALLAH juga.


03 – Hai anakku; orang yang merasa dirinya hina dan rendah diri dalam beribadat dan taat kepada ALLAH, maka dia tawadduk kepada ALLAH, dia akan lebih dekat kepada ALLAH dan selalu berusaha menghindarkan maksiat kepada ALLAH.


04 – Hai anakku; seandainya ibubapamu marah kepadamu kerana kesilapan yang dilakukanmu, maka marahnya ibubapamu adalah bagaikan baja bagi tanam tanaman.

 

05 – Jauhkan dirimu dari berhutang, kerana sesungguhnya berhutang itu boleh menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.

 

06 – Dan selalulah berharap kepada ALLAH tentang sesuatu yang menyebabkan untuk tidak menderhakai ALLAH. Takutlah kepada ALLAH dengan sebenar-benar takut ( taQwa ), tentulah engkau akan terlepas daripada sifat berputus-asa dari rahmat ALLAH.

 

07 – Hai anakku; seorang pendusta akan lekas hilang air mukanya kerana tidak dipercayai orang dan seorang yang telah rosak akhlaknya akan sentiasa banyak melamunkan hal-hal yang tidak benar. Ketahuilah, memindahkan batu besar dari tempatnya semula itu lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mahu mengerti.

 

08 – Hai anakku; engkau telah merasakan betapa beratnya mengangkat batu besar dan besi yang amat berat, tetapi akan lebih lagi daripada semua itu, adalah bilamana engkau mempunyai tetangga (jiran) yang jahat.

 

09 – Hai anakku; janganlah engkau mengirimkan orang yang bodoh sebagai utusan. Maka bila tidak ada orang yang cerdik, sebaiknya dirimulah saja yang layak menjadi utusan.

 

10 – Jauhilah bersifat dusta, sebab dusta itu mudah dilakukan, bagaikan memakan daging burung, padahal sedikit sahaja berdusta itu telah memberikan akibat yang berbahaya.

 

11 – Hai anakku; bila engkau mempunyai dua pilihan, takziah orang mati atau hadir majlis perkahwinan, pilihlah utk menziarahi orang mati, sebab ianya akan mengingatkanmu kepada kampung akhirat sedangkan menghadiri pesta perkahwinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi sahaja.

 

12 – Janganlah engkau makan sampai kenyang yang berlebihan, kerana sesungguhnya makan yang terlalu kenyang itu adalah lebih baiknya bila makanan itu diberikan kepada anjing sahaja.

 

13 – Hai anakku; janganlah engkau langsung menelan sahaja kerana manisnya barang dan janganlah langsung memuntahkan saja pahitnya sesuatu barang itu, kerana manis belum tentu menimbulkan kesegaran dan pahit itu belum tentu menimbulkan kesengsaraan.

14 – Makanlah makananmu bersama-sama dengan orang orang yang takwa dan musyawarahlah urusanmu dengan para alim-ulamak dengan cara meminta nasihat dari mereka.

 

15 – Hai anakku; bukanlah satu kebaikan namanya bilamana engkau selalu mencari ilmu tetapi engkau tidak pernah mengamalkannya. Hal itu tidak ubah bagaikan orang yang mencari kayu bakar, maka setelah banyak ia tidak mampu memikulnya, padahal ia masih mahu menambahkannya.

 

16 – Hai anakku; bilamana engkau mahu mencari kawan sejati, maka ujilah terlebih dahulu dengan berpura-pura membuat dia marah. Bilamana dalam kemarahan itu dia masih berusaha menginsafkan kamu,maka bolehlah engkau mengambil dia sebagai kawan. Bila tidak demikian, maka berhati hatilah.

 


?????

 

17 – Selalulah baik tutur kata dan halus budi bahasamu serta manis wajahmu, dengan demikian engkau akan disukai orang melebihi sukanya seseorang terhadap orang lain yg pernah memberikan barang yang berharga.

 

18 – Hai anakku; bila engkau berteman, tempatkanlah dirimu padanya sebagai orang yang tidak mengharapkan sesuatu daripadanya. Namun biarkanlah dia yang mengharapkan sesuatu darimu.

 

19 – Jadikanlah dirimu dalam segala tingkahlaku sebagai orang yang tidak ingin menerima pujian atau mengharap sanjungan orang lain kerana itu adalah sifat riya~ yang akan mendatangkan cela pada dirimu.

 

20 – Hai anakku; janganlah engkau condong kepada urusan dunia dan hatimu selalu disusahkan oleh dunia saja kerana engkau diciptakan ALLAH bukanlah untuk dunia sahaja. Sesungguhnya tiada makhluk yang lebih hina daripada orang yang terpedaya dengan dunianya.

 

21 – Hai anakku; usahakanlah agar mulutmu jangan mengeluarkan kata kata yang busuk dan kotor serta kasar, kerana engkau akan lebih selamat bila berdiam diri. Kalau berbicara, usahakanlah agar bicaramu mendatangkan manfaat bagi orang lain.

 

22 – Hai anakku; janganlah engkau mudah ketawa kalau bukan kerana sesuatu yang menggelikan, janganlah engkau berjalan tanpa tujuan yang pasti, janganlah engkau bertanya sesuatu yang tidak ada guna bagimu, janganlah mensia-siakan hartamu.

 

23 – Barang sesiapa yang penyayang tentu akan disayangi, sesiapa yang pendiam akan selamat daripada berkata yang mengandungi racun, dan sesiapa yang tidak dapat menahan lidahnya dari berkata kotor tentu akan menyesal.

 

24 – Hai anakku; bergaul rapatlah dengan orang yang alim lagi berilmu. Perhatikanlah kata nasihatnya kerana sesungguhnya akan sejuklah hati kerana mendengarkan nasihatnya,  akan hiduplah hati kita dengan cahaya hikmah dari mutiara kata katanya bagaikan tanah yang subur lalu disirami air hujan.

 

25 – Hai anakku; ambillah harta dunia sekadar keperluanmu sahaja, dan nafkahkanlah yang selebihnya untuk bekalan akhiratmu. Jangan engkau tendang dunia ini ke keranjang atau bakul sampah kerana nanti engkau akan menjadi pengemis yang membuat beban orang lain. Sebaliknya janganlah engkau peluk dunia ini serta meneguk habis airnya kerana sesungguhnya yang engkau makan dan pakai itu adalah tanah belaka. Janganlah engkau bertemankan dengan orang yang bersifat talam dua muka, kelak akan membinasakan dirimu.

 

 

SOURCE:

http://nur-addin.blogspot.com/2006/09/25-pesanan-luqmanul-hakim.html

ayat2 ibadur-rahman..(al-furQan:25:63-77)

tafsir tentang ciri-ciri ibadur-rahman yang boleh menyuntik peribadi, emosi, jatidiri! selamilah maksud tersurat-tersirat, mudah2an ditunjuki kita selamanya dalam kebenaran & keridhaan Tuhan yang Satu; Tempat Meminta/Merujuk/Merajuk..segalanya..

alhamdulillah…  dengan izinNya jua, tertemukan karya lewat Buya Hamka yang dikarangnya pada tahun kelahiranku dahulu; etafsir alQuran al-Azhar yang indah susunan bicaranya & menyentak nurani..

masyaAllah…

silakan ke link ini:

http://tafsiralazhar.net46.net/myfile/S-Al-Furqon/Al_Furqon_63_77.htm

Tafsir Surat Al-Furqan ayat 63 – 77

(63) Dan hamba-hamba dari Tuhan Yang Pemurah itu, ialah orang­orang yang berjalan di atas bumi dengan sopan dan bila mereka ditegur sapa oleh orang-orang yang bodoh, mereka menjawab dengan “salam”.
(64) Dan mereka yang pada malam hari bergadang menyembah Tuhan, baik sujud maupun ber­diri.
(65) Dan mereka yang berkata: Ya Tuhan kami, jauhkan kiranya kami daripada azab neraka jahannam, karena azab neraka jahannam itu sangat memilukan.
(66) Dia (neraka jahannam) adalah seburuk-buruk tempat kediaman dan seburuk-buruk tempat tinggal.
(67) Dan orang-orang yang bila menafkahkan harta mereka, tidaklah mereka ceroboh dan tidak pula kikir, melainkan per­terTgahan di antara keduanya.
(68) Dan orang yang tidak menyeru Tuhan yang lain bersama Allah, dan tidak mereka membunuh din yang diharamkan oleh Allah kecuali menurut haknya dan tidak pula mereka berzina. Dan barangsiapa yang berbuat demi­kian itu, niscaya akan bertema ea dengan dosa.
(69) Berlipat-gandalah siksa yang akan dideritanya di hari kiamat, clan tetap mereka di sana dalam keadaan terhina.
(70) Kecuali orang yang taubat, dan beriman dan beramal dengan amalan yang shalih. Orang orang yang semacam itu akan diganti oleh Allah kejahatannya dengan berbagai kebajikan. Dan Tuhan Allah adalah Maha Peng­ampun dan Maha Penyayang.
(71) Dan siapa-siapa yang kembali (taubat) clan beramal pula dengan amalan-amalan yang shalih, maka sesungguhnya kembalinya itu ialah kepada Allah, sebenarnya taubat.
(72) Dan orang-orang yang tidak memberikan kesaksian dusta;dan bila mereka melalui urusan-urusan yang tidak ada gunanya, mereka lewat saja dengan sikap yang mulia.
(73) Dan orang-orang yang bila di­ingatkan ayat Tuhan kepada mereka, tiadalah mereka menuli kan telinga dan membutakan mata.
(74) Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, anugerahilah kiranya kami ini dari isteri-isteri dan keturunan kami yang men­jadi cahayamata, dan jadikanlah kiranya kami ini menjadi Imam ikutan daripada orang-orang yang berta.kwa kepada Engkau.
(75) Orang-orang itulah yang akan diberi ganjar pahala dengan ruangan yang mulia karena ke sabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan segala kehormatan dan kebahagiaan.
(76) Kekal mereka di sana selama­nya! Itulah yang sebaik-baik tempat kediaman dan tempat tinggal.
(77) Katakan olehmu (Ya Utusan Kami): Tuhanku tidak akan memperdulikan kamu kalau tidaklah karena doa kamu. Sesungguhnya kamu telah pemah mendustakan, maka oleh karena itu pastilah kamu mendapat hukuman.
Ibadur KahmanUntuk meresapkan ayat-ayat `Ibadur Rahman ini ke dalam jiwa, bacalah tzengan penuh khusyu` ayat yang sebelumnya, yang tetah ditafsirkan di atas tadi. “Dialah, Tuhan, yang telah mempergantikan di antara malam dengan siang.” Apabila hal itu diperhatikan dan direnungkan, timbullah ingatan akan kebesaran Ilahi (zikir) dan akan timbullah rasa syukur.

Pergantian siang dengan malam, pertemuan hari dengan bulan dan bulan dengan tahun. Matahari terbit dan matahari terbenam, memperlihatkan pula putaran roda nasib dalam dunia fana ini. Kadang-kadang ada bintang naik dan kadang-kadang ada bintang jatuh. Usia manusia laksana terbitnya bulan, sejak bulan sabit sampai bulan pernama Uan sampai susut bulan. Banyak yang kita dapat baca dalam pergantian malam dengan siang itu. Ada bangsa jatuh, ada bangsa naik dan kemudian tiba giliran bagi yang jatuh buat bangkit kembali, semuanya berlaku dalam siang dan dalam malam. Dengan pergantian malam dengan siang itulah kita mengumpulkan sejarah dalam ingatan kita.

Tak ada pergantian malam dengan siang, niscaya tak ada apa yang dinamai sejarah. Bila menilik pergantian di antara malam dengan siang, akan timbullah ingatan atas kekuasaan Tuhan (zikir). Tidak ada artinya clan nilainya pergantian malam dengan siang itu bagi orang yang tidak menyediakan jiwa­nya buat mengenal Tuhan dan mensyukuri nikmatNya.

Apabila zikir dan syukur telah tumbuh dalam hati, mulailah terasa bahwa kehidupan makhluk seluruhnya, termasuk kehidupan kita sendiri, tidaklah pernah terlepas daripada kasih-sayang dan kemurahan Tuhan. Ke mana saja pun mata memandang, Rahman Ilahi akan jelas nampak. Rahman Ilahi me­liputi segala. Terasalah kecil diri di hadapan kebesaranNya, dan bersedialah kita dengan segala kerelaan hati buat menjadi hamba dari Tuhan Pemurah itu. Orang-orang yang insaf itulah `Ibadur Rahman.

Keinsafan siapa din di hadapan Kemurahan Tuhan menimbulkan kesuka­relaan mengabdi dan berbakti. Dasarnya ialah Zikr dan Syukr membentuk peri­badi sehingga tumbulah “tokoh-tokoh” `Ibadur Rahman itu.

Adalah di dalam ayat-ayat akhir Surat “al-Furqan” ini Tuhan mewahyukan kepada Rasul tentang sifat-sifat, karakter, sikap hidup clan pandangan hidup dari `Ibadur Rahman.

Pertama sekali ialah sebagai yang dijelaskan pada ayat 63: Orang yang berhak disebut `Ibadur Rahman (Hamba-hamba daripada Tuhan Yang Maha Murah), ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi Allah dengan sikap sopan-santun, lemah-lembut, tidak sombong dan tidak pongah. Sikapnya tenang.

Bagaimana dia akan mengangkat muka dengan sombong, padahal alam di kelilingnya menjadi saksi atasnya bahwa dia mesti menundukkan diri. Dia ada­lah laksana padi yang telah berisi, sebab itu dia tunduk. Dia tunduk kepada Tuhan karena insaf akan kebesaran Tuhan dan dia rendah hati terhadap se­samanya manusia, karena dia pun insaf bahwa dia tidak akan sanggup hidup sendiri, di dalam dunia ini. Dan bila dia berhadapan, bertegur sapa dengan orang yang bodoh dan dangkal fikiran, sehingga kebodohannya banyaklah katanya yang tidak keluar daripada cara berfikir yang teratur, tidaklah dia lekas

‘Seorang Hamba Allah sejati pun tidak melakukan zina. Zina adalah per­hubungan setubuh yang di luar nikah, atau yang tidak sah nikah. Karena maksud kedatangan agama adalah guna mengatur keturunan. Kelahiran ke dunia adalah menurut pendaftaran yang sah. Jelas hendaknya bahwa si anu adalah anak si fulan. Perhubungan kelamin laki-laki dengan perempuan adalah termasuk keperluan hidup clan hajatnya. Agama mengatur hubungan kelamin itu dengan nikah-kawin dan ditentukan pula perkawinan yang terlarang, yaitu dengan yang disebut mahram, sebagai tersebut di Surat 4 ali Imran ayat 23-24.

Maka di dalam ayat 68 clan 69 dijelaskanlah bahwasanya orang yang memperserikat kan Tuhan dengan yang lain, atau menyeru pula akan Tuhan selain Allah dan membunuh sesama manusia termasuk diri sendiri dan berzina, adalah orang-orang itu akan bertemu dengan hukuman. AI-Quran menentukan hukuman bagi si pembunuh sesama manusia, jiwa bayar dengan jiwa. Al­Quran pun menegaskan hukum bagi pezina, karena orang berzina adalah mengacau-balaukan masyarakat. Orang yang kedapatan berzina akan di­hukum, sebagaimana dahulu telah dijelaskan perinciair hukuman ini dalam Surat an-Nur. Surat al-Furqan diturunkan di Makkah. Dosa zina diterangkan sebagai dosa jiwa. Setelah di Madinah berdiri masyarakat Islam, bagi zina di­adakan hukuman badan. Setelah mereka menerima hukumannya yang se­timpal di dunia ini, setelah mereka mati akan mendapat siksa berlipat-ganda lagi clan ditimpa pula oleh kehinaan.

Ayat 70 dan 71 menjelaskan bahwa pintu taubat senantiasa terbuka. Betapa pun kerasnya Hukum Tuhan, namun pintu taubat selalu dibukakan. Di samping kekerasan HukumNya, Tuhan pun adalah mengampun dan pengasih.

TAUBAT adalah kesadaran din atas kesalahan yang pernah dibuat. Dalam sudut hati sanubari manusia tersimpanlah suatu perasaan yang mumi, ke­sadaran bahwa yang salah tetaplah salah. Manusia berjuang dengan hawa nafsunya sendiri untuk menegakkan kebenaran. Dia harus berjuang dengan hawanafsu itu. Bertambah keras cita menegakkan yang benar bertambah keras pula rayuan nafsu buat melanggar suara kebenaran itu. Tetapi selalulah timbul sesal apabila telah terlanjur menuruti hawanafsu. Hati sanubari senantiasa meratap, memekik, menjerit ingin lepas dari belenggu hawanafsu. Pada saat yang demikian perjuangan batin itu maha hebat. Manusia jijik dengan ke­salahannya sendiri. Di saat yang demikian berkehendaklah kepada suatu IRADAH, kemauan yang keras sebagai waja. Di hadapannya terbuka satu pintu, yaitu pintu taubat. Tuhan memberi kesempatan, memanggil, supaya dia lekas keluar dari kesulitan itu. Kekuatan iradahnya menyebabkan dia taubat. Arti taubat ialah kembali kepada jalan yang benar.

Dilepaskan diri dari belenggu hawanafsu itu dan dengan kemauan yang keras, dia masuk ke dalam pintu taubat itu dan dia tidak menolehkan mukanya lagi kepada jalan raya kesalahan yang selama ini telah ditempuhnya. Dia sekarang benar-benar merasai kebebasan jiwa karena lepas dari belenggu. Dia sekarang menempuh hidup yang baru. Maka di dalam ayat 70 itu dijelaskan bahwa taubat yang berjaya ialah taubat yang dituruti oleh amalan yang shalih. Sebab yang taubat itu ialah hati sanubari, bukan semata-mata taubat di muiut. Taubat ialah keinsafan, bukan permainan. Maka akibat atau konsekwensi dari taubat ialah “mengamalkan arnal yang shalih”, artinya mengerjakan pekerjaan­pekerjaan yang baik.

Pertukaran haluan hidup daripada kejahatan kepada menuruti suara batin yang mumi adalah kemenangan batin yang tiada taranya. Selama din bergelimang dalam dosa, selama itu pula batin tertekan dan hidup jadi gelisah. Kadang-kadang meremuk-redamkan jiwa sendiri.

Dan bukan sedikit telah terjadi, bahwasanya dosa yang mengganggu jiwa, menyebabkan jiwa menjadi sakit, dan sakit jiwa mempengaruhi pula kepada jasmani. Itulah neraka dalam hidup. Itulah yang disebut di ujung ayat 68: “Dan barangsiapa yang berbuat demikian itu akan berjumpalah dia dengan dosa.” Dan itulah neraka dalam hidup.

Maka dapatlah difahami satu ceritera yang dahulu pernah kita terangkan panjang lebar dalam Surat an-Nur, bahwasanya seorang yang terperosok berbuat zina pernah datang sendiri kepada Rasulullah s.a.w. mengakui perbuatan nya clan minta dihukum. Meskipun dia tahu bahwa hukum zina adalah rajam (ditimpuk dengan batu sampai mati), jiwanya merasa puas menerima hukuman itu. Apalah artinya siksa badan, dibandingkan dengan kepuasan jiwa? Karena dosa rasa tertebus?

Maka taubat kepada Allah hendaklah dituruti langsung oleh amal, oleh kerja dan usaha. Sisa umur digunakan untuk beramal, agar sakit derita jiwa karena tekanan dosa yang telah lalu dapat diobati atau dilupakan. Di situlah terdapat isi-mengisi di antara batin dengan anggota. Batin bertambah insaf clan sadar, lantaran itu arnal pun bertambah banyak. Bertambah banyaknya arnal menambah kepuasan jiwa.

“Bagi mereka nikmat Allah, karena hasil usaha mereka sendiri.”

Maka orang-orang yang demikian beransurlah merasai nikmat hidup baru.

“Akan diganti Allah amal-amal yang buruk selama ini dengan berbagai ragam kebajikan.”

Kadang-kadang pun terdapatlah orang yang dahulunya durjana, seakan­akan kebenaran tidak akan masuk ke dalam hatinya, lalu dia bertaubat. Setelah die taubat, dia mendapat kemajuan besar dalam perkembangan jiwa Iman. Maka berkatalah setengah ahli Tashawuf, bahwasanya orang yang menyesali diri karena pernah berdosa, kadang-kadang lebih suci hati dan lebih murni amalnya daripada orang yang berbangga karena merasa din tidak pernah berdosa.

Diulang Tuhan sekali lagi dalam ayat 71, bahwasanya orang yang ber­taubat disertai amalan shalih, Tuhan memberikan taubat untuknya sebenar­benarnya taubat.

Setelah itu datanglah ayat 72, sebagai lanjutan penegasan dari sifat-sifat ‘lbadur Rahman itu. Yaitu orang yang tidak suka memberikan kesaksian palsu. Atau mengarang-ngarangkan ceritera dusta untuk menjahannamkan orang lain. Dan mereka itu, apabila berjalan di hadapan orang yang sedang bercakap mengkosong, ngobrol yang tidak tentu ujung pangkal, perkataan-perkataan yang tidak bertanggungjawab, dia pun berlalu saja dari tempat itu dengan baik. Dia menjaga agar dirinya jangan masuk terikat ke dalam suasana yang tidak berfaedah. Usia manusia adalah terlalu singkat untuk dibuang-buang bagi pekerjaan yang tidak berfaedah. Dia keluar clan tempat itu dengan sikap yang mulia dan tahu harga diri, sehingga sikapnya yang demikian meninggalkan kesan yang baik mendidik orang-orang yang bercakap kosong itu.

“Laghwi” dalam bahasa Arab ialah omong kosong, cakap tak tentu ujung pangkal, sehingga menjatuhkan martabat budi pekerti yang melakukannya. Ini­lah yang disebut oleh orang Deli “membual”, oleh orang Jakarta “ngobrol” clan oleh orang Padang “ma-hota”. atau oleh daerah lain disebut juga “memburas”. Pertama melakukan kesaksian dusta, kedua obrolan yang tidak tentu ujung pangkal, amatlah membahayakan dan menjatuhkan mutu masyarakat. Karena kesaksian dusta di muka Hakim, seorang jujur tak bersalah bisa teraniaya, ter­hukum dalam hal yang bukan salahnya. Dan bisa pula membebaskan orang yang memang jahat dari ancaman hukuman. Kesaksian dusta di muka hakim adalah termasuk dosa besar yang payah dimaafkan.

Kata-kata yang “laghwi” cakap kosong, omong kosong, ngobrol yang tidak tentu ujung pangkal, tidaklah layak menjadi perbuatan daripada `Ibadur Rahman. Seorang hamba Tuhan Pemurah mempunyai disiplin diri yang teguh. Lebih baik berdiam diri daripada bercakap yang tidak ada harganya. Kalau hendak bercakap juga, isilah lidah dengan zikir, menyebut dan mengingat nama Allah.

Selanjutnya dalam ayat 73 diterangkan lagi sifat `Ibadur Rahman itu, ialah apabila mereka mendengar orang menyebut ayat-ayat Tuhan, tidaklah mereka bersikap acuh tak acuh seakan-akan tuli ataupun buta.

Sebenarnya kata kebenaran adalah ayat dari Tuhan. Apabila orang menyebut kebenaran, meskipun dia tidak hafal ayat al-Qurannya ataupun Hadisnya, maka seorang Hamba dari Tuhan Pemurah akan mendengarkannya

dengan penuh minat; tidak dia akan menulikan telinganya dan tidak dia akan membutakan matanya. Seorang yang beriman mempertimbangkan nilai kata yang benar dan mentaatinya, sebab Kebenaran adalah suara Tuhan. Apatah jagi kalau bunyi ayat dari al-Quran telah didengar. Hidupnya telah ditentukan buat menjunjung tinggi Kalimat Ilahi. Betapa dia akan menulikan telinga dan membutakan matanya?

Cahaya kebenaran bukan saja memasuki jendela hatinya. Dia belum merasa cukup kalau sekiranya ahli rumahnya, anaknya dan isterinya belum merasai kehidupan yang demikian pula. Oleh sebab itu tersebutlah pada ayat 74 bahwa `Ibadur Rahman itu senantiasa bermohon kepada Tuhannya agar isteri-isteri mereka dan anak-anak mereka dijadikan buah hati permainan mata, obat jerih pelerai demam, menghilangkan segala luka dalam jiwa, penawar segala kekecewaan hati dalam hidup. Betapa pun shalih dan hidup beragama bagi seseorang ayah, belumlah dia akan merasa senang menutup mata kalau kehidupan anaknya tidak menuruti lembaga yang dituangkannya. Seorang suami pun demikian pula. Betapa pun condong hati seorang suami mendirikan kebajikan, kalau tidak ada sambutan dari isteri, hati suami pun akan luka juga. Keseimbangan kemudi dalam rumahtangga adalah kesatuan haluan dan tujuan. Hidup Muslim adalah hidup Jamaah, bukan hidup yang nafsi-nafsi.

Di dalam Hadis Rasulullah s.a.w. ada dikatakan:

“Dunia ini adalah perhiasan hidup, dan sebaik-baik perhiasan dunia itu ialah isteri yang shalih. ”

Berjuta milyar uang pun, berumah, bergedung indah, bermobil kendaraan model tahun terakhir, segala yang dikehendaki dapat saja karena kekayaan, semuanya itu tidak ada artinya kalau isteri tidak setia. Kalau dalam rumah tangga si suami hendak ke hilir dan si isteri hendak ke hulu. Akhirnya akan pecah juga rumahtangga yang demikian, atau menjadi neraka kehidupan sampai salah seorang menutup mata.

Apatah lagi anak. Semua kita yang beranak berketurunan merasai sendiri bahwa inti kekayaan ialah putera-putera yang berbakti, putera-putera yang berhasil dalam hidupnya. Putera berbakti adalah obat hati di waktu tenaga telah lemah.

Apakah hasil itu? Dia berilmu clan dia beriman, dia beragama clan dia pun dapat menempuh hidup dalam segala kesulitannya, dan setelah dia besar dewasa dapat tegak sendiri dalam rumahtangganya. Inilah anak yang akan menyambung keturunan. Dan inilah bahagia yang tidak. habis-habisnya. Si ayah akan tenang menutup mata jika ajal sampai.

Sebagai penutup dari doa itu, dia memohon lagi kepada Allah agar dia dijadikan Imam daripada orang-orang yang bertakwa. Setelah berdoa kepada Allah agar isteri dan anak menjadi buah hati, permainan mata karena takwa kepada Allah, maka ayah atau suami sebagai penangungjawab menuntun isteri dan anak menempuh jalan itu, dia mendoakan dirinya sendiri agar menjadi Imam, berjalan di muka sekali menuntun mereka menuju Jalan Allah.

Doa seorang Mu’min tiadalah boleh tanggung-tanggung. Dalam rumah­tangga hendaklah menjadi Imam, menjadi ikutan. Alangkah janggalnya kalau seorang suami atau seorang ayah menganjurkan anak dan isteri menjadi orang orang yang berbakti kepada Tuhan, kalau dia sendiri tidak dapat dijadikan ikutan?

Itulah dia – “`Ibadur Rahman” – orang-orang yang telah menyediakan jiwa raganya menjadi Hamba Allah dan bangga dengan perhambaan itu. Mukanya selalu tenang dan sikapnya lemah-lembut. Mudah dalam per­gaulan, tidak bosan meladeni orang yang bodoh. Bangun beribadat tengah malam, mendekatkan jiwanya dengan Tuhan. Menjauhi kejahatan karena insaf akan azab api neraka.

Tengah malam dia bangun bermunajat, bertahajjud dan memohon ampun kepada llahi, terdengar azan Subuh dia pun segera bersembahyang Subuh, kalau dapat hendaklah berjamaah. Tidak dia mengangkat diri karena barang kali “kelasnya” dalam masyarakat duniawi terpandang tinggi. Dia menyebarkan senyum dan sikap sopan kepada sesama manusia. Selesai sembahyang, dia pun berjalan di atas bumi Allah mencari rezeki yang telah disediakan Tuhan karena diusahakan. Dan apabila rezeki itu telah dapat, dinafkahkannya dengan baik. Tidak dia royal dan ceroboh dan tidak pula dia bakhil dan kikir. Dan bukanlah mereka, karena sangat tekunnya sembahyang malam, tak kuat lagi berusaha siang harinya.

Teguh tauhidnya sehingga tidak ada tempatnya takut dan bertawakkai, kecuali kepada Allah, tidak dia memuja kepada Tuhan yang lain, karena memang tidak ada Tuhan yang lain. Hanya Allah. Tidak membunuh bahkan tidak pernah berniat jahat kepada sesamanya manusia,.suci bersih kelaminnya daripada perzinaan, dan tidak naik saksi dusta, tidak suka mencampuri omong kosong dan dia pun tekun mendengar kebenaran. Bukan dirinya dan badannya sendiri saja yang difikirkannya, bahkan isteri dan anak-anaknya pun, diberinya contoh teladan sebagai Muslim yang baik.

“Mereka itulah yang akan diberi ganjaran tempat yang mulia karena sabamya, dan dia akan disambut di tempat itu dengan penuh kehormatan dan salam bahagia. ” (ayat 75).

Cobalah perhatikan inti ayat 75 itu. Mereka akan diberi ganja,ran tempat yang mulia, bilik atau kamar yang indah permai, ruangan yang istimewa dalam syurga karena kesabaran mereka.

Mengapa tersebut kesabaran? Sebab masing-masing orang yang berjalan menegakkan Kebenaran, menyusun kekuatan diri clan melatih batin menjadi `Ibadur Rahman, Hamba Allah Tuhan Pemurah, akan merasai bahwasanya menyusun program apa yang harus ditempuh adalah mudah, tetapi menjalan­kannya amatlah sukar. Setiap segi tanda hidup ini seorang yang beriman itu meminta percobaan, meminta pengorbanan clan kadang-kadang mem5nta aliran darah dan airmata.

Kesabaran berjuang menegakkan keperibadian sebagai Muslim, sebagai hamba Allah yang sadar, menyebabkan kebahagiaan jiwa, karena mendapat syurga jannatun na’im, tempat tinggal yang tenteram, kediaman yang senang clan tenang; disambut oleh Malaikat-malaikat Tuhan dengan ucapan Tahiyyat (selamat) dan Salam bahagia.

Akhirnya, sebagai penutup Surat al-Furqan ini, Tuhan dengan perantaraan RasulNya menyuruh sampaikan kepada orang-orang yang selama ini lalai clan lengah, yang belum juga mendapat pegangan hidup, belum juga melatih diri.

“Katakanlah olehmu, Tuhanku tidak akan memperhatikan kamu kalau tidaklah karena doa atau ibadat kamu. Kamu telah mendustakan. Oleh sebab itu maka siksaan Tuhan atas dirimu adalah hal yang pasti.”

Tuhan telah menunjukkan jalan yang harus ditempuh oleh orang yang telah insaf akan kurnia, Rahman dan Rahim Ilahi. Orang-orang yang dapat menuruti garis yang telah ditentukan Tuhan itu patutlah merasa bahagia karena dia telah diberi pegangan hidup, diberi penjelasan ke mana dia harus menuju. Orang lain yang masih kafir clan ragu ada juga mempunyai keinginan men­dapat hidup bahagia, mendapat syurga yang dijanjikan. Tetapi dalam penutup Surat ini sudah diberikan kata tegas, bahwa selama kamu masih menyembah kepada yang selain Allah, selama kamu masih mempersekutukannya dengan yang lain, selama kamu masih mendustakan seruan-seruan yang dibawa oleh Utusan Allah janganlah kamu harap nasibmu akan berubah. Jalan yang salah itu pasti berujungkan azab clan siksa.

Pasti kamu menderita kesengsaraan jiwa di dunia clan neraka jahannam di akhirat.

Pintu taubat masih terbuka: Masuklah ke dalam pintu itu kalau kamu mau. Tetapi kalau kamu masih menuruti jalan yang salah, azab siksa adalah pasti. (Lizaman). Yang harus menentukan bukan orang lain, tetapi engkau sendiri.

Maka bagi orang yang telah mendalam perasaan cintanya kepada Tuhan dirasainyalah satu kebanggaan jiwa yang amat tinggi apabila dia membaca ayat-ayat `Ibadur Rahman dalam Surat al-Furqan ini, atau dalam Surat yang lain yang mengandung panggilan Tuhan kepada hambaNya: “Ya `Ibadi”, wahai HambaKu. Pernahlah seorang hamba Allah yang saking sangat terharunya membaca “Ya `Ibadi”, atau `Ibadur Rahman, keluar ilham syairnya demikian bunyinya:

Satu hal yang amat menambah banggaku dan megahku, sehingga serasa berpijak kakiku di atas Bintang Timur.

lalah Engkau masukkan daku dalam daftar “Hai HambaKu”. Dan Engkau telah jadikan Ahmad menjadi Nabiku.

 

Akan terasa pulalah oleh kita nikmat menjadi Hamba Tuhan apabila syarat­syarat clan latihan hidup yang telah digariskan dalam ayat-ayat `IBADUR RAHMAN dapat kita kerjakan, setapak demi setapak, selangkah demi se­langkah. Itulah yang menentukan nilai peribadi kita sebagai Muslim.

Ayat `Ibadur Rahman itulah cita (idea) seorang Mu’min!

Selesai Penafsiran Surat al-Furqan Pada pagi hari Jum’at

9 Rabi’ul Akhir 1383 30 Agustus 1963

~Buya Hamka~

——————————————

salaam & maaf!

nota:

cedokan c&p ini tidak lebih hanya sebagai rujukan diri & pendamba lain2nya. ianya tidak bermaksud menciplak untuk kemasyhuran tapi semoga ia memanfaatkan & Allah sahaja yang membalas usaha suci kalian yang memanjangkan karya murni Pak Buya Hamka.. jzkmullah khairaan kathiraa..

maafkan & halalkan, boleh?

ameeen.

 

wukuf di Arafah 9Zulhijjah…

arafah bersama lautan tangisan, penyesalan & kehambaan!!

ampuni lah kami, Ya Ghafurr…

irhamnaa, Ya Kareem..Ya Raheem… Ya Haleem..

…………………………………………………………………………………………….

KEISTIMEWAAN 10 HARI PERTAMA ZULHIJJAH

BULAN ZULHIJJAH:

Dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a, Rasullullah s.a.w telah menerangkan tentang fadilat di bulan Zulhijjah iaitu :

Tanggal 1 Zulhijjah kesalahan Nabi Adam as telah diampunkan Allah. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu dosanya akan diampunkan oleh Allah.

Tanggal 2 Zulhijjah doa nabi Yunus as diperkenankan Allah. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu seperti berpuasa setahun dan dicatitkan baginya seperti tidak pernah melakukan maksiat.
Tanggal 3 Zulhijjah doa nabi Zakaria telah diperkenankan oleh Allah. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu doanya juga akan diperkenankan oleh Allah.
Tanggal 4 Zulhijjah Nabi Isa dilahirkan. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kefakiran dan kemelaratan.
Tanggal 5 Zulhijjah Nabi Musa as dilahirkan. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan terlepas ia dari sifat munafik dan seksa kubur.
Tanggal 6 Zulhijjah Allah telah membukakan pintu-pintu kebajikan kepada nabi-nabiNya. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allah dengan pandangan rahmat.
Tanggal 7 Zulhijjah pintu neraka Jahannam akan dikunci. Oleh itu sesiapa yang berpuasa pada hari itu akan dibukakan 30 pintu kemudahan dan dikunci 30 pintu kesulitannya.

Tanggal 8 Zulhijjah Nabi Ibrahim telah mendapat perintah supaya menyembelih anaknya Ismail. Seharian ia berfikir sama ada perintah itu daripada Allah atau dari Syaitan.Hari itu dinamakan hari Tarwiyah (hari berfikir). Sesiapa yang berpuasa hari tersebut akan diberikan pahala yang banyak oleh Allah

Tanggal 9 Zulhijjah Allah telah memberitahu kepada Nabi Ibrahim bahawa mimpinya itu adalah benar dari Allah, bukan dari syaitan. Oleh itu, hari tersebut telah dikenali sebagai ‘Arafah’ (Hari ketahui).

Sunat bersedekah kepada fakir miskin. Sesiapa yang bersedekah pada hari tersebut akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kiamat nanti dalam keadaan aman dan sentosa.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Amalan sunat pada 10 Zulhijjah  :

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

1.Mandi sunat Aidil Adha pada pagi harinya.
Sunat tidak menjamah makanan atau minuman sehinggalah selesai menunaikan solat Adha
Keluar menuju ke masjid dengan satu jalan dan bila pulang menggunakan jalan yang lain
Lebih afdal dengan berjalan kaki ke masjid
Mengumandangkan takbir, tahmid dan tahlil bermula malam 10 Zulhijjah hinggalah terBenam matahari pada tanggal 13 Zulhijjah (Takbir Muqayyad)

Sunat membaca doa akhir tahun pada tanggal 29 atau 30 Zulhijjah selepas solat Asar dan membaca doa awal tahun selepas solat Maghrib pada malam pertama awal Muharram.


mari sesama ingat-mengingati…(c&p)

10 WASIAT IMAM AL-SYAHID HASSAN AL-BANNA


1. Apabila mendengar azan maka bangunlah sembahyang serta-merta walaubagaimana keadaan sekalipun.

2. Bacalah al-Quran, tatapilah buku-buku ilmu, pergilah ke majlis-majlis ilmu, dan amalkanlah zikrullah dan janganlah membuang masa dalam perkara yang tiada memberi faedah.
3. Berusahalah untuk bertutur dalam bahasa Arab kerana bahasa Arab yang betul itu adalah satu-satunya syiar Islam.

4. Janganlah bertengkar dalam apa-apa perkara sekalipun kerana pertengkaran yang kosong tiada memberi apa-apa jua kebaikan.

5. Janganlah banyak ketawa kerana hati yang sentiasa berhubung dengan Allah itu sentiasa tenang lagi tenteram.

6. Janganlah banyak bergurau kerana umat yang sedang berjuang itu tidak mengerti melainkan bersungguh-sungguh dalam setiap perkara. ·

7. Janganlah bercakap lebih nyaring daripada kadar yang dikehendaki oleh pendengar kerana percakapan yang nyaring itu adalah suatu resmi yang sia-sia malah menyakiti hati orang.
8. Jauhilah daripada mengumpat-umpat peribadi orang, mengecam Jemaah Islam, dan janganlah bercakap melainkan apa-apa yang memberi kebajikan.
9.Berkenal-kenalanlah dengan setiap Muslimin yang ditemui kerana asas gerakan dakwah kita ialah berkenal-kenalan dan berkasih-sayang.

10.Kewajipan-kewajipan kita lebih banyak daripada masa yang ada pada kita, oleh itu gunakanlah masa dengan sebaik-baiknya dan ringkaskanlah perlaksanaannya.

Daripada Abu Hurairah r.a. berkata:
Bersabda Rasulullah saw,

“Islam mula tersebar dalam keadaan dagang (asing). Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang­ orang yang asing”

Daripada Anas r.a. bekata :

Rasulullah saw. bersabda,

“Akan datang kepada umat ku suatu zaman di mana orang yang berpegang kepada agamanya laksana menggenggam bara api”.

“Di saat kau dilahirkan orang lain ketawa engkau menangis, maka berjuanglah di saat kau mati, orang lain yang menangis engkau yang gembira” –

-Buya Hamka-

Allah loves you..(c&p)….

YES, HE DOES!!

Allah LOVES you~

 اللهم صلي على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu Alaikkum (Peace be upon you)

Every Friday afternoon, after the “Jumma” congregational prayers, the Imam (mosque leader) and his eleven year old son would go out into their town and hand out “PATH TO PARADISE” and other Islamic literature.

This particular and fortunate Friday afternoon, as the time came for the Imam and his son to go to the streets with their booklets, it was very cold outside, as well as pouring rain.

The boy bundled up in his warmest and driest clothes and said, ‘OK, dad, I’m ready!’

His dad asked, ‘Ready for what?’

‘Dad, it’s time we go out and distribute these Islamic books.’ his son replies.

Dad responds, ‘Son, it’s very cold outside and it’s pouring rain.’

The boy gave his dad a surprised look, asking, ‘But Dad, don’t people need this message, even though it’s raining?’

Dad answered, ‘Son, I am not going out in this weather.’

Despondently, the boy asked, ‘Dad, can I go? Please?’

His father hesitated for a moment then said, ‘Son, you can go. Here are the booklets. Be careful son.’

‘Thanks, Dad!’

And with that, he was off and out into the rain. This eleven year old boy walked the streets of the town going door to door and handing everybody he met in the street a pamphlet or a booklet.

After two hours of walking in the rain, he was soaking, bone-chilled wet and down to his VERY LAST BOOKLET. He stopped on a corner and looked for someone to hand a booklet to, but the streets were totally deserted.

Then he turned toward the first home he saw and started up the sidewalk to the front door and rang the door bell. He rang the bell, but nobody answered..

He rang it again and again, but still no one answered. He waited but still no answer.

Finally, he turned to leave, but something stopped him.

Again, he turned to the door and rang the bell and knocked loudly on the door with his fist. He waited, something held him there on the front porch!

He rang again and this time the door slowly opened.

Standing in the doorway was a very sad-looking elderly lady. She softly asked, ‘What can I do for you, son?’

With radiant eyes and a smile that lit up her world, this little boy said, ‘Ma’am, I’m sorry if I disturbed you, but I just want to tell you that ALLAH/God REALLY LOVES AND CARES FOR YOU and I came to give you my very last booklet which will tell you all about God, the real purpose of creation, and how to achieve His pleasure.’

With that, he handed her his last booklet and turned to leave.

She called to him as he departed. ‘Thank you, son! And God Bless You!’

Next week on Friday afternoon after Jumma prayers, the Imam was giving some lectures. As he concluded the lectures, he asked, ‘Does anybody have questions or want to say anything?’

Slowly, in the back row among the ladies, an elderly lady’s voice was heard over the speaker.

‘No one in this gathering knows me. I’ve never been here before. You see, before last Friday I was not a Muslim, and thought I could be. My husband died few years ago, leaving me totally alone in this world.. Last Friday, being a particularly cold and rainy day, I was contemplating suicide as I had no hope left.

So I took a rope and a chair and ascended the stairway into the attic of my home.. I fastened the rope securely to a rafter in the roof then stood on the chair and fastened the other end of the rope around my neck. Standing on that chair, so lonely and broken-hearted I was about to leap off, when suddenly the loud ringing of my doorbell downstairs startled me. I thought, I’ll wait a minute, and whoever it is will go away.

I waited and waited, but the ringing doorbell seemed to get louder and more insistent, and then the person ringing also started knocking loudly….

I thought to myself again, ‘Who on earth could this be? Nobody ever rings my bell or comes to see me.’ I loosened the rope from my neck and started for the front door, all the while the bell rang louder and louder.

When I opened the door and looked I could hardly believe my eyes, for there on my front porch was the most radiant and angelic little boy I had ever seen in my life. His SMILE, oh, I could never describe it to you! The words that came from his mouth caused my heart that had long been dead TO LEAP TO LIFE as he exclaimed with a cherub-like voice, ‘Ma’am, I just came to tell you that ALLAH REALLY LOVES AND CARES FOR YOU!’

Then he gave me this booklet, Path To Paradise that I now hold in my hand.

As the little angel disappeared back out into the cold and rain, I closed my door and read slowly every word of this book. Then I went up to my attic to get my rope and chair. I wouldn’t be needing them any more.

You see? I am now a Happy Vicegerent of the One True God. Since the address of your congregation was stamped on the back of this booklet, I have come here to personally say THANK YOU to God’s little angel who came just in the nick of time and by so doing, spared my soul from an eternity in hell.’

There was not a dry eye in the mosque. The shouts of TAKBIR..’ALLAH AKBAR’.(God is the Greatest)… rang through the air.

Imam/Dad descended from the pulpit to the front row where his little angel was seated….

He took his son in his arms and sobbed uncontrollably.

Probably no congregational prayer had a more glorious moment, and probably this universe has never seen a father that was more filled with love and honor for his son… Except for One. This very one…

اللهم صلي على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

…mari kita sama2 bermunajat… (c&p)

 

Dengan nama Allah Yang Maha Kasih Yang Maha Sayang


llahi

Apakah orang yang telah mencicipi manisnya cinta-Mu akan menginginkan pengganti selain-Mu

Apakah orang yang telah bersanding di samping-Mu akan mencari penukar selain-Mu

llahi

Jadikan kami di antara orang yang Kau pilih untuk pendamping dan kekasih-Mu

yang Kau ikhlaskan untuk memperoleh cinta dan kasih-Mu

yang Kau rindukan untuk datang menemui-Mu

yang Kau ridhakan (hatinya) untuk menerima qadha-Mu

yang Kau anugerahkan (kebahagiaan) melihat wajah-Mu

yang Kau limpahkan keridhaan-Mu

yang Kau lindungi dari pengusiran dan kebencian-Mu

yang Kau persiapkan baginya kedudukan siddiq di samping-Mu

yang Kau istimewakan dengan makrifat-Mu

yang Kau arahkan untuk mengabdi-Mu

yang  Kau tenggelamkan hatinya dalam iradah-Mu

yang  Kau pilih untuk menyaksikan-Mu

yang, Kau kosongkan dirinya untuk-Mu

yang Kau bersihkan hatinya untuk (diisi) cinta-Mu

yang Kau bangkitkan hasratnya akan karunia-Mu

yang Kau ilhamkan padanya mengingat-Mu

yang Kau dorong padanya mensyukuri-Mu

yang  Kau sibukkan dengan ketaatan-Mu

yang Kau jadikan dari makhluk-Mu yang soleh

yang Kau pilih untuk bermunajat pada-Mu

yang Kau putuskan daripadanya segala sesuatu yang memutuskan hubungan dengan-Mu

Ya Allah..

Jadikan kami di antara orang-orang yang

kedambaannya adalah mencintai dan merindukan-Mu

nasibnya hanya merintih dan menangis

dahi-dahi mereka sujud karena kebesaran-Mu

mata-mata mereka terjaga dalam mengabdi-Mu

air mata mereka mengalir karena takut pada-Mu

hati-hati mereka terikat pada cinta-Mu

Kalbu-kalbu mereka terpesona dengan kehebatan-Mu

Wahai Yang cahaya kesucian-Nya bersinar dalam pandangan para pencinta-Nya

Wahai Yang kesucian wajah-Nya membahagiakan hati para pengenal-Nya

Wahai Kejaran Kalbu para perindu

Wahai Tujuan Cita para pecinta

Aku memohonkan cinta-Mu

dan cinta orang yang mencintai-Mu

dan cinta amal yang membawaku ke samping-Mu

Jadikan Engkau lebih aku cintai daripada selain-Mu

Jadikan cintaku pada-Mu membimbingku para ridha-Mu

kerinduanku pada-Mu mencegahku dari maksiat atas-Mu

Anugerahkan padaku memandang-Mu

Tataplah diriku dengan tatapan kasih dan sayang

Jangan palingkan wajah-Mu dariku

Jadikan aku dari penerima anugerah dan karunia-Mu

Wahai Pemberi Ijabah

Ya Arhamar-Rahimin….

Irhamnaa, ya Rabb..

Ameeen..

Munajat

Para Pecinta Allah

(Dari Imam ‘Ali Zainal Abidin as. dalam Shahifah Sajjadiyah)

di perhentian ini…

tertemukan sebuah nukilan yang menyentuh perasaan, c&p dari saudara sekampungan yang sedang memburu jaya.. terpaku aku padanya… ( maaflah, isinya dicedok’ tanpa izin…sudi dimaafkan ye, semoga ada manfaatnya jua… nsyaAllah)..


Biar kepahitan itu pergi, agar kemanisan mengisi.

Biarkan kekecewaan berlalu, agar kegembiraan mewarnai.

Biarkan kegelisahan lenyap, jangan kita hilang semangat.

Biar penderitaan itu menyapa, agar kekuatan kita jana semula.

Biarkan diri ini menderita, agar aku tahu kepahitan derita ini.

Agar aku sedar kesengsaraan ini

tak sama bahkan secebis dari penderitaan Rasulullah S.A.W.

kadang kala Allah hilangkan mentari…

kemudian DIA datangkan guruh …

puas kita menangis…

mencari mana mentari kita…

rupa-rupanya Allah nak hadiahkan kita pelangi yg indah..

Tuhan sesekali tidak menzalimi hamba-Nya

tapi manusia yang menzalimi diri mereka sendiri.

Cahaya kelam pahala dosa.

Berupaya memilihnya

walau kadang kala tersasar lantaran pautan nafsu.

Namun peluang dari-Nya sentiasa ada.

Namun kasih-Nya sentiasa memayungi.

Diturunkan ad-din memperhalusi akal.

Dianugerahkan akal memperhalusi akhlak.

Dikurniakan akhlak mencantikkan pekerti.

Menjadi sebaik-baik umat.

tunduk sebagai hamba

berjalan sebagai khalifah

menyusuri kehidupan mencari sebutir permata “IMAN”.

menyemai sepohon “TAQWA”

agar dapat berteduh dari kepanasan “NAFSU”

agar dapat berlindung dari angin hasutan “SYAITAN”

Sabarlah duhai insan

Ada kemanisan di sebalik kepahitan ini

dlm mencari KEREDHAAN ALLAH S.W.T.

umat Islam itu bersaudara…

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

“Perumpamaan persaudaraan orang2 yg beriman bagaikan sebuah bangunan yg sebagian menguatkan yg lain.”


مَثَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ كَمَثَلِ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ

“Perumpamaan orang2 yg beriman dlm cinta dan berkasih sayang mereka bagaikan satu jasad yg bila salah satu anggota badan sakit seluruh jasad merasakan sakit panas dan berjaga.”



“Siapa yang tidak sayang pada manusia, maka tidak akan dlsayang oleh Allah.”

 

(HR Abu Dawud, At-Tirmidzl, Al-Balhaqi. dan Al-Bukharl dalam Adab Al-Mufrad)


مَثَلُ الْجَلِيْسِ الصَّالِحِ وَالسُّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَناَفِخِ الْكِيْرِ

“Perumpamaan teman yg baik dan jelek adalah seperti berteman dgn penjual minyak wangi dan tukang pandai besi.”


Ada dua atau tiga kemungkinan bagimu jika engkau berteman dgn tukang minyak wangi. engkau membeli wewangian daripadanya sehingga engkau menjadi wangi; dia memberimu atau engkau mencium bau yg harum. Sebalik jika engkau berteman dgn tukang pandai besi hanya ada dua kemungkinan: dia akan membakar pakaianmu dgn percikan api tersebut atau engkau mencium bau yg tidak sedap.

wallahu ‘alam


HITLER benci yahudi, sokong ISLAM!!

Ini adalah fakta yang ditemui melalui kajian mengenainya; dimajukan emel tentangnya oleh kengkawan..

Jamili should smile sokmo bila tengok mesej ni…hehe… betul x hitler p2? haha… smile…

…………………………………………………………………………………………………………………………….

Penghormatanku kepada lelaki agung, Adolf Hitler, semoga ada sepertinya di zaman ini…

“Aku tidak bunuh ke semua yahudi di dunia ini. Aku tinggalkan sedikit untuk kamu tahu kenapa aku membunuh mereka” – Adolf Hitler.

Aku berbicara dengan seorang ahli keluarga yang sedang menamatkan tesis PhD beliau dan aku amat terperanjat apabila beliau nyatakan tesis beliau berkaitan Adolf Hitler, pemimpin Nazi. Maka aku katakan “Takkan habis semua tokoh Islam di dunia ini sampai kamu memilih si bodoh ini dijadikan tajuk?”
Beliau ketawa lalu bertanya apa yang aku ketahui tentang Hitler.
Aku lalu menjawab bahwa Hitler seorang pembunuh yang membunuh secara leluasa dan meletakkan German diatas segala-galanya…lalu dia bertanya dari mana sumber aku. Aku menjawab sumberku dari TV pastinya.
Lalu dia berkata : ” Baiklah, pihak British telah melakukannya lebih dahsyat dari itu…pihak Jepang semasa zaman Kerajaan mereka juga sama…tapi kenapa dunia hanya menghukum Hitler dan meletakkan kesalahan dan menjelekan nama Nazi seolah-olah Nazi masih wujud hari ini sedangkan mereka melupakan kesalahan pihak British kepada Scotland, pihak Jepang kepada dunia dan pihak Afrika Selatan kepada kaum kulit hitam mereka?”
Aku lantas meminta jawaban dari beliau. Beliau menyambung : “Ada dua sebab –
1. Prinsip Hitler berkaitan Yahudi, Zionisme dan penumbuhan

Negara Israel. Hitler telah melancarkan Holocaust untuk menghapuskan Yahudi karena beranggapan Yahudi akan menjahanamkan dunia pada suatu hari nanti.

2. Prinsip Hitler berkaitan Islam.

Hitler telah belajar sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, dan beliau telah menyatakan bahwa ada tiga peradaban yang terkuat, yaitu Persia, Roma dan Arab. Ketiga-tiga Peradaban ini akan menguasai dunia satu ketika dulu dan Persia serta Roma telah mengembangkan Peradaban mereka hingga hari ini, manakala Arab pula lebih kepada persengketaan sesama mereka saja. Beliau melihat ini sebagai satu masalah karena Arab akan merusakkan Peradaban Islam yang beliau telah lihat begitu hebat satu ketika dulu.
Atas rasa kagum beliau pada Peradaban Islam, beliau telah mencetak risalah berkaitan Islam dan diedarkan kepada tentara Nazi semasa perang, walaupun kepada tentara yang bukan Islam.

Beliau juga telah memberi peluang kepada tentara German yang beragama Islam untuk menunaikan sholat ketika masuk waktu di manapu juga…bahkan tentara German pernah bersholat di dataran Berlin dan Hitler ketika itu menunggu sMpi mereka selesai sholat berjamaah untuk menyampaikan ucapan beliau…

Hitler juga sering bertemu dengan para Ulama dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama dan kisah para sahabat dalam mentadbir…

Hitler bersama Syeikh Amin Al-Husainiy Beliau juga meminta para Sheikh untuk mendampingi tentara beliau bagi mendoakan mereka yang bukan Islam dan memberi semangat kepada yang beragama Islam untuk membunuh Yahudi…


Seorang tentera Nazi melekatkan gambar Mufti Al-Quds

Semua Informasi ini adalah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh teman aku ini untuk tesis PhD beliau dan beliau meminta aku tidak menambah apa yang sudah dia kaji supaya tidak menyusahkan beliau untuk membentangkannya nanti. Beliau tidak mau aku campurkan bahan dari internet karena aku bukan pakar bidang sejarah. Tetapi gambar-gambar yang ada di sini sudah lama tersebar dan semua orang boleh melihatnya di internet.

Aku juga dengan daya upaya mencari bahan tambahan di internet dan berjumpa beberapa perkara :

1: Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.Ketika tentera Nazi tiba di Moscow, Hitler berhajat menyampaikan ucapan. Dia memerintahkan penasihat-penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang hebat tak kira dari kitab agama, kata-kata ahli falsafah ataupun dari bait syair.

Seorang sasterawan Iraq yang bermastautin di German mencadangkan ayat Al-Quran :

(اقتربت الساعة وانشق القمر)

Artinya : Telah hampir Hari Kiamat dan bulan akan terbelah…

Hitler berasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalam pembukaan dan isi kandungan ucapan beliau. Memang para ahli tafsir menghuraikan bahawa ayat tersebut bermaksud kehebatan, kekuatan dan memberi maksud yang mendalam.

Perkara ini dinyatakan oleh Hitler di dalam buku beliau “Mein Kampf” yang ditulis di dalam penjara bahwa banyak aspek tindakan beliau berdasarkan ayat Al-Quran, khususnya yang berkaitan tindakan beliau atas Yahudi…
2. Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar

Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar ketua tenteranya yang akan tamat belajar di akademi tentera German.

” Aku bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan ini ialah sumpah suci ku,bahawa aku akan mentaati semua perintah ketua tentera German dan pemimpinnya Adolf Hitler, pemimpin bersenjata tertinggi, bahwa aku akan sentiasa bersedia untuk berkorban dengan nyawaku pada saat waktu demi pemimpin ku”

3. Hitler telah enggan meminum beer (arak)

ketika beliau gementar semasa keadaan German yang agak goyah dan bermasalah. Ketika itu para doktor menyediakan beliau minum beer sebagai obat dan beliau enggan, sambil mangatakan ” Bagaimana anda ingin suruh seseorang meminum arak untuk tujuan pengobatan sedangkan beliau tidak pernah seumur hidupnya menyentuh arak?”

Ya, Hitler tidak pernah menjamah arak sepanjang hayat beliau…minuman kebiasaan beliau ialah teh menggunakan Gelas yang khas…

Bukanlah tujuan penulisan ini untuk membela apa yang dilakukan oleh Hitler, tetapi nyata bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh pihak Barat. Semoga kita semua memperoleh manfaat.

insyaAllah… ameeen…

HPP FRIDAY…

smile…

keutamaan bersegera menunaikan solat… (copied n pasted)

assalamualaikum wbt..

Alhamdulillah….saya temui artikel yang sangat menarik ini (bagi firasat saya) di http://www.islamhouse.com & berbesar hati lagi bersyukur ingin mengongsinya bersama kalian di sini.. semoga ada manfaatnya jua. insyaAllah..

solat adalah perintah Allah yang tersangat berat dilaksanakan kecuali bagi mereka yang kusyuk..

tapi malunya mengaku padaMu Ilahi cinta, tangis & harap sedangkan solat yang dkerjakan penuh kedhaifan , kecuaian, kekerdilan diri…

alangkah banyaknya peluang terlepas kerana kecuaian menunaikan solat di awal waktu, apatah lagi secara berjemaah (terutamanya di masjid; terutamanya bagi kaum muslimin)…

pernahkah kita menghitung betapa lekanya kita mengurus dunia yang sementara ini dan mengabaikan akhirat yang jelas & kekal..??

semoga kita bersegera memperbaiki kealphaan diri dan bersegera merebut peluang luas yang masih terbuka sebelum pintu taubat tertutup rapat..

insyaAllah…

http://www.youtube.com/watch?v=q2jgNBUyWKA

p/s semoga kita TIDAK mempersiakan peluang yang sedang kita sedari ini sesebaiknya…dan merebuti peluang solat kusyuk dan taubat nasuha atas segala dosa…

jom perbaharui mutu solat kita!!

irhamna, ya Rabb….

….Aameen….

~

...dan mintalah pertolongan Allah dengan jalan sobar n solat!!……..
 

Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:


Sesungguhnya di antara karunia yang diberikan oleh Allah SWT
kepada para hamba -Nya adalah Dia memudahkan bagi mereka ketaatan beribadah sebagai sarana bertaqarrub kepada Allah SWT.

Di antara bentuk ketaatan dan taqarrub tersebut adalah bersegera berangkat menunaikan shalat lima waktu, di mana Allah SWT menjadikannya lima dalam praktek, namun lima puluh dalam pahala dan balasan.


Bersegera menunaikan shalat adalah ketaatan yang telah banyak dilalaikan oleh masyarakat pada zaman sekarang ini, mereka tidak menghadiri shalat kecuali pada saat iqomah dikumandangkan atau shalat telah dimulai.


Para shalafus soleh menjadi tauladan yang utama dalam masalah ini, dan mereka sebagai contoh yang paling utama dalam urusan bersegera menuju shalat.


Adi bin Hatim RA berkata:

Tidak ada waktu yang aku rindukan kecuali masuk waktu shalat dan aku rindu kepadanya dan tidaklah iqomah dikumandangkan sejak diriku masuk Islam kecuali aku dalam keadaan telah berwudhu.”

Sa’id bin Musayyab berkata:

“Tidaklah seorang mu’adzin mengumandangkan azannya kecuali aku telah berada di masjid, dan aku tidak pernah teringgal shalat jama’ah satu waktupun sejak empat puluh tahun dan aku tidak pernah melihat tengkuk seorang lelakipun pada waktu shalat”.

Adzhaby berkata: “Demikianlah perhatian ulama salaf ttg. kebaikan.”4.


KEUTAMAAN BERSEGERA DALAM MENUNAIKAN SOLAT ADALAH:

1.Istighfar malaikat bagi orang yang menunggu shalat, maka dia dianggap berada dalam keadaan shalat.

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits Abi Hurairah RA bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Sesungguhnya malaikat mengucapkan  shalawat atas salah seorang di antara kalian selama dirinya berada di tempat shalatnya selama dia tidak berhadath. 

Malaikat berdo’a:

 Ampunilah dia, ya Allah! Berikanlah curahan rahmat Mu kepadanya; salah seorang di antara kalian senantiasa berada di dalam shalatnya selama shalat itulah yang menahan dirinya, tidak ada yang menghalanginya kembali kepada keluarganya kecuali shalat”.1

2.Mendapatkan syaf yang pertama yang memilki keutamaan yang sangat agung dan pahala yang besar.

Dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Seandainya manusia mengetahui keutamaan apa yang terdapat pada azan dan shaf yang pertama, kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara saling undi untuk memperebutkannya niscaya mereka pasti mengadakan undian, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang terdapat padanya niscaya mereka berlomba-lomba untuk mendapatkannya, dan seandainya mereka mengetahui kelebihan yang terdapat dalam shalat isya’ dan subuh niscaya mereka pasti mendatanginya sekalipun dengan cara merangkak”.2


3.mendapatkan takbiratul Ihrom (bersama imam), dan itu adalah takbir yang pertama yang paling utama, sebagai kunci shalat.


Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari hadits Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa yang mendirikan shalat selama empat puluh hari kerana Allah SWT dan dia mendapatkan takbir yang pertama, maka akan ditulis baginya kebebasan, kebebasan dari neraka dan kebebasan dari nifaq”.3

4.Do’a yang dipanjatkan pada saat antara azan dan iqomah adalah do’a yang mustajab.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam:

1 Shahih Bukhari: 1/219 no: 659 dan shahih Muslim: 1/459 no: 649
2 Shahih Bukhari: 1/208 no: 615 dan shahih Muslim: 1/325 no: 437
3Al-Turmudzi, halaman: 60 no: 241
5sunannya dari hadits riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW. bersabda,

“Do’a antara azan dan iqomah tidak tertolak”.4

5. Posisi solat dekat dengan imam. Ini adalah keutamaan yang sangat besar.

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Samurah bin Jundub RA bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Hadirilah majlis zikir dan dekatlah dengan imam, dan seseorang senantiasa menjauh dari imam sehingga dia ditempatkan pada posisi yang terakhir dari syurga sekalipun memasukinya”.5


6. Bisa melaksanakan sunnah2 qobliyah, seperti qobliyah fajar.

Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Dua rakaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”.6

Dan Nabi Muhammad SAW shalat sunnah empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya”.7


Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam sunannya dari Ummu Habibah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa yang selalu mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah akan mengharamkan dirinya atas api neraka”.8


Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari hadits riwayat Ali RA bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Semoga Allah memberikan rahmat kepada seorang yang shalat sunnah empat rakaat sebelum asar”.9


7.Hadir ke masjid dengan tenang dan penuh wibawa, 
sebab berlari menuju masjid seperti yang sering terjadi di tengah-tengah masyarakat akan menghilangkan rasa tenang dan wibawa itu.

Disebutkan di dalam Ashahihaini dari Abi Hurairah bahawa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Apabila kalian telah mendengar iqomah dikumandangkan maka hendaklah kalian berjalan ke masjid, dan hendaklah berjalan dengan tenang dan penuh wibawa, janganlah tergesa-gesa, rekaat yang kalian dapatkan mulailah padanya sementara rekaat yang terlewatkan sempurnakanlah”.10


8.Membaca zikir dan istighfar dan berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla di antara azan dan iqomah.

Dan seandainya seorang muslim datang ke masjid dengan segera maka paling tidak dia bisa membaca enam puluh ayat, maka berarti dalam satu hari dia bisa membaca seratus ayat, dan di dalam satu minggu tujuh ratus ayat, dan dalam satu bulan tiga ribu ayat, dan ini adalah kebaikan yang cukup besar dan pahala kebaikan membaca Al-Qur’an itu dilipatkan gandakan menjadi sepuluh pahala, bahkan sampai tujuh ratus lipat. Dan Allah SWT melipat gandakan pahala bagi siapapun yang dikehendakinya dan Allah SWT memiliki karunia yang agung.


9. Semestinya bagi seorang yang beriman untuk membiasakan dirinya agar selalu bersegera berangkat menuju masjid sehingga hal itu menjadi mudah baginya dan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.


Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id bahwa

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Suatu kaum akan senantiasa terlambat sehingga Allah melambatkan mereka”.11

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan
salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad  saw. dan kepada keluarga, sahabat serta seluruh pengikut beliau.

4 Abu Dawud di dalam sunannya, halaman: 81 no: 521

5 AbuDawud: no: 1108

6 Shahih Muslim: 725

7 Shahih Muslim: no: 424

8 Abu Dawud: no: 1269

9 Al-Tirmidzi: 430 

10 Shahih Bukhari: no: 615 dan shahih Muslim: no: 602

11 Shahih Muslim: no: 438

sumber:

islamhouse.com (copied n pasted)

Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi
Terjemah : Muzaffar Sahidu
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

penjagaan diri…

 

 

ayat2 manzil :

Manzil adalah kumpulan beberapa ayat yang mempunyai makna dan khasiat yang sangat mustajab jika diamalkan dengan penuh tawajjuh oleh pengamalnya dengan niat untuk menghindari diri dari gangguan sihir, malapetaka buruk,penyakit2 kronik dan sebagainya.

menurut susunan yang terdapat dalam ayat2 manzil karangan Maulana Muhammad Zakaria mengandungi ayat2 berikut:-

[1] al-Fatihah

[2] 5 ayat pertama surah al-Baqarah.

[3] ayat 163 & 164 surah al-Baqarah

[4] Ayat al-Kursi (al-Baqarah ayat 255).

[5] 3 ayat terakhir surah al-Baqarah.(284-286)

[6] ayat 18 surah `Ali Imran

[7] ayat 26 dan 27 surah ‘Ali Imran

[8] ayat 54-56 surah al-A’raaf

[9] ayat 110-111 dari surah al-isyra

[10] ayat 115-118 surah al-Mukminun

[11] ayat 1-11 dari surah as-saffat

[12] ayat 33-40 surah ar-Rahman

[13]ayat 21-24 dari surah al-Hasyr.

[14] ayat 1-4 dari surah al-jin

[15] surah al-kafirun

[16] surah al-Ikhlas
[17] surah al-Falaq

[18] surah al-Nas

Pengarang : Maulana Muhammad Zakaria.

ISBN 983-099-718-9

Belilah secara online di Syarikat jaafar rawas . Harga cuma RM2

 

SELAMAT MEMBACA & BERAMAL ~

wasiat Rasulullah saw kepada Ibnu Abbas:
Apabila anda bermohon,maka bermohonlah kepada Allah.Dan apabila anda minta pertolongan maka mintalah kepada Allah.Dan ketahuilah bahawa segala makhluk seandainya bersusah-payah mereka untuk membantu anda dengan sesuatu yg tidak dituliskan Allah untuk anda,pasti mereka tidak akan sanggup atas demikian.Dan seandainya jikalau sekalian makhluk ingin memudharatkan anda dengan sesuatu di mana tidak dituliskan Allah buat anda,pasti juga mereka tidak sanggup.Segala buku telah terlipat dan segala pena telah kering.

 

 

(c&P)pendinding diri:

 

 

pendinding 1 : ayat penggerak

 

Rasulullah saw mengajar kita supaya membaca ayat ini sebanyak 3 kali pada waktu pagi dan 3 kali pada waktu petang supaya terhindar dari kemudharatan sepanjang hari tersebut..

 

 

pendinding 2 : amalan sebelum tidur

 

berdoa sebelum tidur:

 

 

 

Basmalah (21 kali)

 

al-Fatihah (1 kali)

 

ayat Qursi (1 kali)

 

al-Baqarah (ayat 285-286)

 

al-ikhlas,al-falaq dan an-nas (3 kali)

 

*ayat Qursi dan surah 3 Qul elok juga diamalkan setiap kali

selepas solat fardhu..

 

#pendinding 3 : ayat 7 (ayat munjiyat)

menurut Ka’bu al-akhbar :

Barangsiapa membacanya maka tidak akan berupaya seseorang untuk memberi sebarang mudharat dan sekiranya bumi ini tertutup oleh langit nescaya akan lepaslah dengan izin Allah swt.

ayat-ayat munjiyat (sila rujuk Al-Quran) :

 

  • surah at-Taubah (ayat 51)
  • surah Yunus (ayat 107)
  • surah Hud (ayat 6)
  • surah Hud (ayat 56)
  • surah al-Ankabut (ayat 60)
  • surah Fathir (ayat 2)
  • surah az-Zumar (ayat 38)

#ketujuh-tujuh ayat di atas hendaklah dibaca 1 kali selepas Subuh dan 1 kali selepas Maghrib..

 

 

pendinding 4 : Ayat Qursi (al-Baqarah : ayat 255)

amalan membina pendinding daripada Ayat Qursi ini diambil dari buku yg bertajuk “Senjata Mukmin”..bolehlah diamalkan amalan ini setiap malam bagi sesiapa yg rajin dan berminat..

 

 

caranya:

 

1-baca ayat Qursi ke-I dan makrifatkan (bayangkan) rumah,diri dan keluarga anda dilingkungi “benteng besi yg kukuh” di sebelah bawah (lantai).
2-baca ayat Qursi ke-II dan makrifatkan rumah,diri dan keluarga anda dilingkungi “benteng besi yg kukuh” di sebelah kanan.
3-baca ayat Qursi ke-III dan makrifatkan rumah,diri dan keluarga anda dilingkungi “benteng besi yg kukuh” di sebelah kiri.
4-baca ayat Qursi ke-IV dan makrifatkan rumah,diri dan keluarga anda dilingkungi “benteng besi yg kukuh” di sebelah atas (atap).
5-baca ayat Qursi ke-V dan makrifatkan rumah,diri dan keluarga anda dilingkungi “benteng besi yg kukuh” di sebelah hadapan.
6-baca ayat Qursi ke-VI dan makrifatkan rumah,diri dan keluarga anda dilingkungi “benteng besi yg kukuh” di sebelah belakang.
7-baca ayat Qursi ke-VII dan makrifatkan seolah-olah rumah,diri dan keluarga anda berada di dalam “benteng besi yg kukuh” sehingga tiada suatu apa pun yg boleh menembusinya dengan izin Allah swt.

 

 

*semasa membaca ayat Qursi eloklah di dalam keadaan berwudhu’ dan dihayati maksud ayat tersebut dengan baik..

 

sumber:

http://azreenjalil.blogspot.com/2010/09/pendinding-diri.html

 

 

sifat wajib bagi Allah : sifat 20 (copied n pasted)

jom..

Sifat 20

Sheikh Abu Hassan ‘Ali Al-Asy’ari

Imam Abu Mansur Al-Mathuridi

Nafsiah Salbiah Ma’ani Ma’nawiyah
Wujud Qidam Qudrat Kaunuhu Qadiran
Baqa’ Iradat Kaunuhu Muridan
Mukhalafatuhu Lilhawadith Ilmu Kaunuhu ‘Aliman
Qiyamuhu Binafsih Hayat Kaunuhu Hayyan
Wahdaniat Sama’ Kaunuhu Sami’an
Bashar Kaunuhu Bashiran
Kalam Kaunuhu Mutakalliman

Sifat Nafsiah

Sifat Nafsiah iaitu dari zat itu sendiri, bukan sifat yang menumpang pada zat itu. Sifat ini dikatakan Nafsiah kerana tidak menunjukkan makna yang menumpang pada diri zat. Menurut Jumhur Ulama’ sifat ini menunjukkan kepada zatnya, bukan menunjukkan kepada perkara yang menumpang pada zat.

Sifat ‘Wujud’ dikatakan Sifat Nafsiah ertinya, wujud itu bukan merupakan sifat yang menumpang atau menempel pada Zat Allah s.w.t. akan tetapi Zat Allah s.w.t. itu dengan sendirinya kewujudan Allah. Ataupun Zat Allah dengan Wujud Allah tidak dapat dipisahkan. Berbeza dengan Sifat Ma’ani seperti Ilmu, kerana sifat ini merupakan sifat yang menempel pada Zat Allah. Ertinya sifat Ilmu itu terpisah dengan Zat Allah. Sebab Allah mengetahui sesuatu dengan Ilmu-Nya, bukan dengan Zat-Nya. Hanya sifat ‘wujud’ sahaja yang termasuk dalam Sifat Nafsiah.

Sifat Salbiah:

Salbiah maksudnya, menanggalkan, menolak ataupun menafikan. Maksud sifat Salbiah dalam hal ini iaitu menolak sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah s.w.t. Umpamanya menolak sifat-sifat yang tidak layak bagi Allah seperti Baqa’ ertinya kekal. Sifat ini menafikan sifat Fana’ ataupun binasa bagi Allah s.w.t.

Sifat Ma’ani:

Sifat Ma’ani ialah sifat yang Maujud atau ada yang berdiri pada Zat Allah s.w.t. yang menyebabkan Zat itu bersifat dengan suatu hukum Sifat Ma’nawiyah. Umpamanya Sifat Ma’ani seperti Ilmu, sifat ini ialah sifat yang berdiri pada Zat Allah. Ertinya Ilmu itu sifat Allah bukan Zat Allah. Allah s.w.t. dapat mengetahui sesuatu dengan Ilmu-Nya bukan dengan Zat-Nya. Yang menyebabkan zat itu bersifat dengan sifat suatu hukum Sifat Ma’nawiyah maksudnya Allah dikatakan Kaunuhu ‘Aliman (Keadaan-Nya Berilmu). Kerana Allah mempunyai sifat Sama’ maka Allah dikatakan Kaunuhu Sami’an (Keadaan-Nya Mendengar).

Sifat Ma’nawiyah:

Sifat Ma’nawiyah iaitu suatu perkara yang sabit atau yang tetap bagi Zat Allah s.w.t.bersifat dengan Sifat Ma’ani. Di antara Sifat Ma’ani dengan Sifat Ma’nawiyah tidak terpisahkan. Misalnya Keadaan Allah Berilmu (Kaunuhu ‘Aliman – Sifat Ma’nawiyah), ini kerana Allah mempunyai sifat Ilmu (Sifat Ma’ani). Ataupun Allah s.w.t. dikatakan Kaunuhu Qadiran (Keadaan-Nya Berkuasa – Sifat Ma’nawiyah) kerana Allah mempunyai sifat Qudrat (Kuasa – Sifat Ma’ani) dan bergitu seumpamanya.

Ada beberapa sebab sifat-sifat ini dinamakan dengan Sifat Ma’nawiyah iaitu, Sifat Ma’nawiyah merupakan cabang dari Sifat Ma’ani. Sesuatu yang bersifat dengan ‘Alim dan Qadir umpamanya tidak boleh bersifat dengan sifat-sifat itu melainkan setelah adanya ilmu dan qudrat baginya. Sifat Ma’ani adalah sebagai ilat atau sebagai malzum kepada Sifat Ma’nawiyah sejak Azali lagi, perhubungan antara keduanya adalah sebagai hubungan antara ilat dengan ma’lulnya.

20 Sifat-sifat yang Wajib bagi ALLAH:

1.    Sifat WUJUD: Ada

Allah s.w.t. wajib memiliki sifat Wujud ertinya Allah s.w.t. itu wajib ada. Allah s.w.t. adalah sebagai Zat yang Wajibul Wujud ertinya Zat yang wajib adanya. Wujudnya Allah s.w.t. tidak diragukan lagi, kerana adanya Allah dapat dibuktikan dengan dalil Al-Quran dan Al-Hadith (dalil naqal) dan dapat dibuktikan dengan akal (dalil aqali)

Allah s.w.t. tidak ada yang menjadikan-Nya dan tidak pula Allah menjadikan diri-Nya sendiri. Adanya Allah tidak diduhului dengan tiada dan tidak diakhiiri dengan tiada. Dan mustahil Allah itu tiada. Wujudnya Allah s.w.t. mutlak ertinya adanya Allah s.w.t. itu wajib, dan mustahil jika Allah tiada ada. Kewujudan-Nya tidak dibatasi oleh sesuatu, waktu, keadaan mahupun tempat.

Wajib pada Syara’ atas tiap-tiap mukalah mengetahui serta mengaku didalam hatinya akan tentu sungguh ada Allah Ta’ala dan tidak terima ‘Adam (tidak ada). Pengakuan didalam hati dengan tentu ada sungguh Allah Ta’ala itulah dinamakan wajib pada ‘aqal. Dan pengakuan tentu tidak, tiada Allah Ta’ala itulah dinamakan mustahil.

2.    Sifat QIDAM: Sedia

Qidam ertinya ‘Sedia’, iaitu adanya Allah s.w.t. tidak dengan permulaan dan mustahil bagi Allah kalau berpermulaan. Sebab jika Allah berpermulaan bererti ada yang menjadikan dan jika sesuatu itu ada yang menjadikan maka sudah pasti itu bukan Tuhan. Allah tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, kerana Allah Dia-lah yang awal dan Dia-lah yang akhir.

Qidamnya Allah, atau Allah itu dahulu atau sedia, ertinya adanya Allah itu tidak bermula dan tidak berakhiran itu maksud tiada kesudahan bagi Allah. Adanya Allah jelas dan nyata dan menguasai atas segala yang batin atau mengetahui segala yang tersembunyi. Zat-Nya tidak dapat disaksikan dengan mata begitu juga akal dan hati tidak mampu untuk mengetahui tentang-Nya.

Sifat Qidam merupakan Sifat Salbiah, iaitu menafikan atau menolak sifat yang berlawanan dengannya. Jika sudah terang dan nyata Allah bersifat Qidam ertinya tidak berpermulaan, bererti sifat Qidam itu sendiri menafikan sifat yang menjadi lawan dengannya, iaitu sifat Huduts atau baharu. Adanya Allah sudah tentu semenjak dari zaman Azali lagi iaitu sebelum segala sesuatu itu ada. Setiap insan wajib mengimani tentang kewujudan Allah itu tidak berpermulaan dan tidak pula akan berakhir.

Wajib pada syara’ atas tiap-tiap mukalaf itu mengetahui serta mengaku didalam hatinya akan tentu sungguh Sedianya Allah Ta’ala dan tidak terima Huduth (baharu atau berpermulaan). Pengakuan didalam hati dengan tentu sungguh Allah Ta’ala bersifat Sedia itulah dinamakan dai wajib pada ‘aqal, dan pengakuan didalam hati dengan tentu tidak baharu itulah dimanakan dia mustahil pada ‘aqal.

3.    Sifat BAQA’: Kekal

Allah s.w.t wajib mempunyai sifat Baqa’,ertinya kekal ataupun tidak berkesudahan, wujud Allah kekal untuk selama-lamanya, tidak ada batasan waktu ataupun masa. Orang yang beriman kepada Allah menyakini bahawa yang menciptakannya itu kekal tanpa berkesudahan, begitu juga harus dipercayai oleh setiap insan bahawasanya kehidupan makhluk akan berakhir dengan kebinasaan dan kehancuran, dan akan ia kembali kepada Allah s.w.t. Yang Maha Kekal.

Dengan mempercayai akan Allah mempunyai sifat Baqa’, ianya akan menguatkan keyakinan tentang adanya kehidupan di akhirat, sebagai meneruskan kehidupan di atas dunia yang fana’ ini. Kerana masih ada Pencipta Yang Maha Baqa’ yang mengaturkan tentang kehidupan di akhirat kelak.

Wajib pada syara’ atas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku didalam hati akan tentu sungguh Allah Ta’ala Kekal dan tidak menerima Fana’ (binasa). Pengakuan didalam hati dengan tentu sungguh Allah Ta’ala bersifat Baqa’ itulah dikatakan wajib pada ‘aqal, dan pengakuan tentu didalam hati akan binasa Allah Ta’ala itu mustahil pada ‘aqal.

4.    Sifat MUKHALAFATUHU LILHAWADITH: Berlainan dengan sekali makhluk

Allah s.w.t. bersifat Mukhalafatuhu Lilhawadith, ertinya Allah berlainan dengan sekalian makhluk. Sudah tentu mustahil bagi Allah menyerupai akan sesuatu. Sebab Allah tidak sama dengan bentuk makhluk ciptaan-Nya, baik makhluk yang bernyawa ataupun tidak bernyawa. Berbeza Zat Allah dengan makhluk ertinya Zat-Nya tidak sama dengan makhluk. Berbezanya sifat-safit Allah dengan makhluk ciptaan-Nya maksudnya, sifat-sifat Allah tidak sama dengan makhluk.

Perbezaan Zat Allah dengan sesuatu yang baharu maksudnya bahawa Zat Allah tidak sama dengan benda lain yang diciptakan-Nya, yang memiliki zat yang baharu. Berbeza sifat Allah dengan sesuatu yang baharu juga tidak sama dengan sifat segala benda selain Allah. Begitu juga dengan perbuatan Allah, tidak sama dengan perbuatan baharu atau segala benda yang ada di alam ini.

Jika kita bayangkan Allah itu dengan sesuatu benda yang ada di alam ini bererti kita telah mempersekutukan Allah dengan yang lain, syirik hukumnya. Oleh sebab itu, berhati-hatilah dalam menghayati sifat-sifat yang wajib bagi Allah ini, jangan sampai pemikiran dan minda kita dipimpin oleh syaithan, sehingga sampai pada peringkat mempersekutukan Allah. Na’zubillah.

Wajib pada syara’ diatas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta i’tiqad dan mengaku putus didalam hati akan tentu sungguh bersalahan Allah Ta’ala bagi segala yang baharu dan tiada menyamai-Nya (Mumathalatuhu Lilhawadith). Firman Allah Ta’ala:

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura, 11)

Dan bersalahan Allah Ta’ala bagi segala yang baharu dan juga tidak menyamai-Nya itulah dikatankan sifat Mukhalafatuhu Ta’ala Lilhawadith dan makna bersalahan itu tiga perkara:

1)            Bersalahan pada zat dengan makna Zat Allah Ta’ala bukannya Jirim yang bertempat walaupun dimana tempat an makhluk itu semuanya jirim yang bertempat. Kalau bergitu tidak boleh dikatakan Allah Ta’ala itu bertempat dimana-mana tempat, maka jika didapati didalam Al-Quran atau Hadith barang yang memberi waham menyerupai dan bertempat maka dinamakan ayat itu ayat Mutashabihat dan Hadith Mutashabihat.

2)            Dan bersalahan sifa itu ialah sifat-sifat Allah itu bukan ‘Aradh yang bertangkap pada jirim dan bertempat bersama dengan jirim. Kalau bergitu. Tidak bolehlah dikatakan Allah Ta’ala berhajat dimana-mana hajat dan sebagainya daripada sifat-sifat yang baharu. Dan bersalahan pada perbuatan itu ialah perbuatan Allah Ta’ala, bukan seperti perbuatan yang baharu. Kerana perbuatan Allah Ta’ala menjadikan yang tiada itu ada, dan bukan pula perbuatan Allah Ta’ala itu daripada yang baharu.

3)            Dan dalil bersalahan Allah Ta’ala bagi segala yang baharu dan tidak menyamai itu ialah kita fikir, jikalau Allah Ta’ala tidak bersalahan bagi segala yang baharu, nescaya adalah Ia menyamai dengan sesuatu yang baharu ini, maka jika menyamai dengan yang baharu tentulah Ianya baru seperti itu juga dan iaitu bathal kerana telah terdahulu bersifat Qadim dengan dalil-dalil yang nyata maka tetaplah Allah Ta’ala bagi segala yang baharu dan tidak menyamainya itulah pengakuan yang sebenar.

5.    Sifat QIYAMUHU BINAFSIHI: Berdiri dengan sendiriNya.

Qiyamuhu Binafsihi maksudnya berdiri dengan sendiriNya, bahawa Allah bersifat berdiri dengan sendiri bukan bergantung dengan selain dari-Nya. Allah tidak bergantung terhadap yang diciptakan-Nya, sebaliknya sesuatu yang diciptakan-Nya itu setiap saat selalau berhajat kepada Allah s.w.t.

Allat s.w.t. tidak berhajat dan berkehendak terhadap sesuatu yang lain, tidak memerlukan bantuan kepada makhluk-makhluk-Nya. Allah bersifat Qiyamuhu Binafsihi, mustahil jika Allah berhajat dan meminta pertolongan dengan alam yang akan binasa.

Allah Maha Berkuasa memiliki segala apa yang ada dilangit dan bumi. Kemudian tidak sukar bagi Allah untuk mengurusi segala sesuatu yang ada di alam ini. Dia Maha Perkasa tidak pula Ia memerlukan bantuan dalam mengurusi segala ciptaan-Nya yang banyak itu.

Wajib pada atas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku didalam hati akan tentu sungguh berdirinya Allah Ta’ala dengan sendirinya (Qiyamuhu Binafsihi), dan tidak berkehendak kepada yang menjadi dan tidak berkehendak kepada zat (Muhtajun Ila Ghairih).

6.    Sifat WAHDANIYAH: Allah Maha Esa (Ke-Esa-an)

Wahdaniyah ertinya Allah Maha Esa, tidak berbilang-bilang jumlahnya. Esa Allah Ta’ala itu ialah pada Zat-Nya, Sifat-Nya dan Af’al-Nya. Allah itu Esa, maka janganlah sekali-kali kita membayangkan atau memikirkan bahawa ada tuhan yang lain selain daripada Allah. Beriman kepada ke-Esa-an Allah, memudahkan bagi kita untuk beribadah dan berharap kepada Yang Satu.

Di samping kita percaya bahawa Zat Allah s.w.t. itu Esa, kita juga harus yakini bahawa sifat-sifat Allah itu mempunyai nilai yang tidak mengenal batas. Jika dikatakan Allah itu Maha Pemurah, maka pemurahnya Allah itu tidak mengenal batas. Jika Allah itu bersifat Maha Pengampun, maka ampunan Allah itu tidak mengenal batas. Walau betapa besar dosa dan kesalah nseseorang itu, jika Allah menghendaki keampunan-Nya, maka dosa-dosa orang tersebut akan diampuni Allah s.w.t.

Dan makna Esa pada Zat Allah itu ialah Zat Allah yang tidak bersusun daripada beberapa Zat yang boleh dibilangkan dengan sekurang-kurangnya bilangan dengan baharu, boleh dikerat, dibelah dan dipotong seperti bagi zat yang baharu.

Kam-mutashil Zat Berbilangan yang berhubungan dengan Zat Allah Ta’ala
Sifat Berbilangan yang berhubungan dengan Sifat Allah Ta’ala
Perbuatan Berbilangan yang berhubungan dengan Perbuatan Allah Ta’ala
Kam-munfashil Zat Bilangan yang berasing-asing pada Zat Allah Ta’ala
Sifat Bilangan yang berasing-asing pada Sifat Allah Ta’ala
Perbuatan Bilangan yang berasing-asing pada Perbuatan Allah Ta’ala

Wajib pada atas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku putus dalam hatinya akan tentu sungguh Allah Ta’ala itu Esa pada Zat-Nya, Sifat-Nya dan Af’al-Nya. Dan tidak Ta’addud (berbilang-bilangan).

7.    Sifat QUDRAT: Allah Maha Kuasa (Pekuasa)

Qudrat ertinya Allah Maha Berkuasa keatas segala sesuatu. Hanya Allah yang berkuasa, sedangkan selain Allah sebenarnya tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan. Kekuasaan Allah mutlak milik-Nya. Kekuasaan Allah itu bukan datangnya kemudian, tetapi sudah ada semenjak zaman Azali lagi, iaitu sebelum adanya sesuatu selain daripada Alah s.w.t.

Allah s.w.t. menjadikan segala sesuatu yang dikehendaki-Nya. Firman Allah s.w.t.:

“Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (Yassin: 82)

Pada sifat Qudrat, Allah Ta’ala Maha Kuasa mengadakan dan meniadakan sesuatu mumkin, dan bagi Qudrat itu beberapa takluq (menuntut sifat akan satu pekerjaan lain daripada menuntut di Zat-Nya), iaini beberapa tugas.

Wajib pada syara’ diatas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku didalam hatinya akan tentu sungguh ada Tuhan Pekuasa, iaitu Allah Maha Kuasa, dan tidak sekali-kali ‘Ajzun (lemah).

8.    Sifat IRADAT: Berkehendak

Allah s.w.r. mempunyai sifat Iradat, iaitu berkehendak, maksudnya bahawa Allah s.w.t. dalam menciptakan segala sesuatu berpedoman kepada kehendak-Nya. Begitulah alam semesta ini terjadi, kerana Kudrat dan Iradat Allah, diatas Kekuasaan dan Kehendak Allah s.w.t. dan tidak ada batasannya dan tidak dapat dilukiskan melalui fikiran manusia tentang keinginan Allah.

Dan Iradat itu ialah satu sifat yang sedia kala pada Zat Allah. Dengan sifat Iradat, Allah Ta’ala mengkehendaki dan menentukan mumkin dengan setengah-setengah barang yang harus atas mumkin.

Wajib pada syara; atas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku akan tentu sungguh didalam hatinya ada Allah Ta’ala itu bersifat Iradat, dan tidak menerima Karahah (terpaksa).

9.    Sifat ILMU: Allah Maha Mengetahui

Allah bersifat ilmu, ertinya bahawa Allah Maha Mengetaui. Allah memiliki pengetahuan dan mengetahui akan segala sesuatu, yang sudah berlaku, yang sedang berlaku dan yang akan berlaku, baik di langit, dibumi mahupun yang diantaranya, dan segala sesuatu yang diciptakan-Nya.

Dan Ilmu itu ialah sifat yang ada ia di Zat Allah Ta’ala, yang nyata segala perkara yang wajib dan yang mustahil dan yang harus itu dengan Ilmu yakni dengan pengetahuan tidak jahil. Dan makna mengetahui akan segala perkara yang wajib itu mengetahui dengan sungguhnya dan mengetahuisegala yang mustahil itu mengetahui dengan tidaknya, dan mengetahui perkara yang harus itu mengetahui akan ada atau tiada atau akan tiadanya.

Wajib atas syara’ atas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku didalam hati akan tentu sungguh ada di Zat Allah Ta’ala itu Ilmu, dan tidak menerima akan Allah itu Jahlun (jahil).

10.   Sifat HAYAT: Hidup

Allah s.w.t. wajib mempunyai sifat Hayat iaitu hidup, dan mustahil bagi-Nya mempunyai sifat binasa yang sama dengan makhluk. Sifat hidup Allah ini tidak sama sebagaimana dengan kehidupan alam, seperti manusia, malaikat haiwan dan makhluk-makhluk yang lainnya. Allah hidup tidak berhajat terhadap sesuatu, seperti pada makhluk yang menghajatkan dan memerlukan nyawa, nafas, makan dan minum. Kehidupan makhluk merupakan hasil daripada pemberian Allah, maka pada saat yang dikehendaki-Nya, kehidupan makhluk itu dapat berakhir.

Wajib diatas tiap-tiap mukalaf mengetahui serta mengaku akan tentu sungguh didalam hatinya Allah mempunyai sifat Hayat, satu sifat yang ada pada Zat Allah dan dengan sifat Hayat ini Allah Ta’ala hidup, dan tidak akan menerima akan Maut.

11.   Sifat SAMA’: Allah Maha Mendengar

Sama’ ertinya Mendengar dan Allah bersifat Sama’ bahawa Allah Maha Mendengar segala sesuatu yang diperkatakan oleh makhluk-makhluk-Nya. Allah Maha Mendengar baik yang kuat mahupun perkara yang dibisikkan oleh makhluk-Nya. Walaupun begitu pendengaran yang ada pada Allah tidak berhajat pada sesuatu yang ada pada makhluk-Nya.

Wajib pada syara’ atas tiap-tiap mukalaf itu mengetahui serta mengaku akan tentu sungguh pada hatinya akan sifat Sama’ ini yang ada pada Allah Ta’ala, dan tidak sekali-kali Allah menerima sifat Shomam (tuli).

12.   Sifat BASYAR: Allah Maha Melihat

Allah bersifat Basyar ertinya bahawa Allah Maha Melihat apa sahaja yang ada di alam ini. Allah dapat melihat segala gerak geri makhluk-Nya. Namun Penglihatan Allah itu tidaklah sama dengan penglihatan makhluk ciptaan-Nya. Allah tidak berhajat seperti makhluk-Nya untuk melihat.

Wajib pada syara’ atas tiap-tiap mukalaf itu mengetahui serta mengaku didalam hatinya akan tentu sungguh ada pada Allah Ta’ala itu sifat Basyar, dan iaitu satu sifat yang ada di Zat Allah. Tidak Allah sekali-kali menerima akan sifat ‘Umyun (buta).

13.   Sifat KALAM: Allah Berkata-kata

Allah mempunyai sifat Kalam atau berkata-kata, dan mustahil bagi Allah Yang Maha Agung itu bersifat berlawanan dengan sifat Kalam. Walaubagaimanapun Kalam Allah tidak seperti yang dihajatkan oleh makhluk-Nya. Kalam Allah itu dinamakan Wahyu yang diberikan kepada makhluk-Nya sebagai mendatangkan kebenaran-Nya.

Wajib diatas tiap-tiap mukalaf itu mengetahui serta mengaku akan tentu sungguh pada hatinya akan Allah mempunyai sifat Kalam. Iaitu satu sifat yang sedia kala di Zat AllahTa’ala. Dengan adanya sifat inilah Allah tidak akan sekali-kali menerima sifat Bukmun (bisu)

14.   Sifat KAUNUHU QADIRAN: Allah tetap selalau dalam keadaan Berkuasa

15.   Sifat KAUNUHU MURIDAN: Allah tetap dalam keadaan Menghendaki

16. Sifat KAUNUHU ALIMAN: Allah tetap dalam keadaan Mengetahui

17. Sifat KAUNUHU HAYYAN: Allah tetap dalam keadaan Hidup

18. Sifat KAUNUHU SAMI’AN: Allah tetap dalam keadaan Mendengar

19. Sifat KAUNUHU BASIRAN: Allah tetap dalam keadaan Melihat

20.   Sifat KAUNUHU MUTAKALLIMAN: Allah tetap dalam keadaan Berkata-kata

Rumusan daripada:

Al-Misbahul Munir
Abdul Aziz Bin Ismail Al-Fatani

(c&p)

pelbagai zikir amalan penting untuk kekebalan diri

Perbanyaklah membaca Istighfar dan shalawat, karena Istighfar dan shalawat adalah ibarat dua sayap untuk terbang bagi pengembara spiritual.

“Jika engkau mengirim banyak shalawat dalam hidupmu, maka Rasulullah saw. akan mencium bibirmu pada saat engkau meninggal.” [ucapan Syekh Rajab Ali Khayyat]

ZIKIR MENGATASI/MENEKAN HAWA NAFSU:

1. Tekun dalam berzikir hawqalah: la hawla wa la quwwata illa billahi al-‘aliyy al-‘azhim (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

2. Zikir: Ya Daimu ya Qaim (Wahai Yang Abadi Wahai Yang Maha Teguh)

3. Zikir 13 kali atau 100 kali pagi dan petang: Allahumma lakalhamdu wa ilaikal musytaka wa anta al-musta’an (Ya Allah, segala puji bagi-Mu, kepada-Mu mengadu dan Engkaulah tempat meminta pertolongan)

4. Zikir 100 kali setiap malam: Ya Zakiyyu ath-Thahir min kulli afatin biqudsihi (Wahai Engkau Yang Maha Suci dan bersih dari segala kebinasaan dengan segala kesucian-Mu). Zikir ini adalah zikir yang terdapat dalam Doa Nabi Idris as.

ZIKIR KETIKA BERTEMU DENGAN WANITA BUKAN MAHRAM:

“Ketika engkau memandang sekilas seorang wanita yang bukan mahram, jika engkau tidak merasa senang memandangnya, artinya engkau sakit.

Namun apabila engkau merasa senang, maka engkau harus memalingkan muka darinya seraya mengucapkan:

Ya khaira habibin wa mahbubin, shalli ‘ala Muhammadin wa alihi (Wahai sebaik-baik Kekasih dan Yang Dicintai).

= “Ya Allah, aku mengharapkan-Mu. Ini tidaklah pantas disukai; karena apapun yang binasa tidak layak disukai…”

BACAAN AGAR CINTA KEPADA ALLAH:

Bacalah 100 kali shalawat setiap malam selama 40 malam.

BACAAN UNTUK MENYUCIKAN BATIN:

Bacalah QS. Ash-Shaffat setiap pagi dan QS. Al-Hasyr setiap malam.

 BACAAN UNTUK MERAIH KEHORMATAN BERTEMU WALI AL-‘ASHR [IMAM MAHDI Afs].]

Bacalah 100 kali selama 40 malam QS.Al-Isra ayat 80 berikut:

Rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa akhrijni mukhraja shidqin waj’alli min ladunka sulthanan nashiran

(Ya Tuhanku, masukkanlah aku kepada pintu gerbang kebenaran dan kemuliaan dan keluarkan aku dari pintu kebenaran dan berikanlah kepadaku kekuasaan yang menolong dari sisi-Mu).

ZIKIR UNTUK MEMECAHKAN MASALAH:

Bacalah Zikir berikut bersama shalawat: Rabbi inni maghlubun, fantashir wa anta khairun-nashirin

(Ya Tuhanku, sesungguhnya aku ini terkalahkan, tolonglah aku. Dan Engkaulah sebaik-baik penolong).


Rabbi inni massani adh-dhurru wa anta arhamurrahimin

(Ya Tuhanku, aku tertimpa kemalangan, dan Engkau adalah Maha Pemurah dari segala yang pengasih).

DOA KETIKA ANAK-ANAK SAKIT:

Ya manismuhu dawa’u wadzdzikruhu syifa’u, shalli ‘ala Muhammadin wa ali Muhammadin

(Wahai yang nama-Nya adalah obat, yang mengingat-Nya adalah penyembuhan, rahmatilah Muhammad dan keluarga Muhammad).

BACAAN AGAR TERLINDUNG DARI PANAS & DINGIN YANG EKSTRIM: QS. Ash-Shaffat ayat 109-110:

Salamun ‘ala Ibrahim, kadzalika najzil muhsinina
(Sejahteralah atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik).

QS. Al-Anbiya ayat 69: Ya naru kuni bardan wa salaman ‘ala Ibrahim

(Kami(Allah) berfirman, “Hai api, menjadi dinginlah dan keselamatanlah bagi Ibrahim.”)

DOA-DOA LAIN YANG SANGAT DIANJURKAN:

Doa Yastasyir, ‘Adilah, Tawassul, Munajat Amirul Mukminin di mesjid Kufah yang dimulai dengan: Allahumma inni as’aluka al-amana yauma la yanfa’u malu wa banun (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keamanan pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna), juga 15 munajat dari Imam Ali Zainal Abidin as.

Seperti Munajat al-Muftaqirin (Munajat Orang yang Berkekurangan) dan khususnya Munajat al-Muridin (Munajat Penempuh Jalan Thariqat).

[Kandungan munajat-munajat ini bisa dirujuk pada: Shahifah Sajjadiyyah:Gita Suci Keluarga Nabi, Penerbit Al-Huda dan Muthahhari Press, tahun 2003, khususnya hal.232-234 dan 238-240].

RECOMMENDED BOOKS!Sumber: The Elixir of Love – Mohammadi Reyshahri.

:http://alifnews.wordpress.com/2008/11/26/ragam-zikir-dan-amalan-penting-dalam-kehidupan/#comment-201 (C&P)


doa i2 senjata mukmin

1.DO’A APABILA MELIHAT ORANG YANG MENGALAMI COBAAN:

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

“Segala puji bagi Allah Yang menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cobaan kepadamu. Dan Allah telah memberi kemuliaan kepadaku, melebihi orang banyak.”

 

2.DO’A TA’ZIAH:

 

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى…فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ.

“Sesungguhnya bagi Allah apa yang Dia ambil dan baginya pula apa yang Dia berikan. Segala sesuatu baginya ada memiliki masa-masa yang telah ditetapkan, hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah)”.

Baik juga jika ditambah dengan ucapan berikut:

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ.
“Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan kamu bisa berkabung dengan baik serta mayatnya diampuni oleh Allah”.

 

3.BACAAN SAAT MEMASUKKAN MAYAT KE LIANG KUBUR:

 

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ

“Dengan menyebut nama Allah dan dengan atas sunnah Rasulullah”.

 

4.DO’A SETELAH MAYAT DIKEBUMIKAN:

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، اللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ.

“Ya Allah, ampunilah dia dan teguhkanlah dia“.

 

5.DO’A ZIARAH KUBUR:

 

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ، مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِناَّ إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ ( وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ) أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ.

“Semoga kesejahteraan untukmu, wahai penghuni kubur dari orang-orang mu’min dan muslim, dan sesungguhnya kami InsyaAllah akan menyusul kalian (Semoga Allah merahmati orang yang mendahului di antara kita dan mereka yang menyusul kemudian).

Aku memohon kepada Allah untuk kami dan kalian keselamatan”.

 

6. DO’A APABILA MELIHAT ORANG YANG MENGALAMI COBAAN:

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلاَكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلَى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلاً.

“Segala puji bagi Allah Yang menyelamatkan aku dari sesuatu yang Allah memberi cobaan kepadamu. Dan Allah telah memberi kemuliaan kepadaku, melebihi orang banyak.”

 

7. DO’A SAAT TERKENA MUSIBAH:

 

. إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا
“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya”.

 

8. DO’A KEPADA ORANG SAKIT:

 

لاَ بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, Insya Allah”.

 

أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ (سَبْعَ مَرَّاتٍ).

“Aku mohon kpd. Allah yang Maha Mulia pemilik ‘Arasy Yang Agung, agar Dia menyembuhkanmu”. (7x)

“Setiap hamba muslim yang mengunjungi orang sakit, yang belum datang ajalnya kemudian dia membaca: (do’a di atas) tujuh kali, maka (orang yang sakit tersebut) akan disembuhkan”.

 

9. KEUTAMAAN MENGUNJUNGI ORANG SAKIT:

 

قَالَ: إِذاَ عاَدَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِي خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلىَّ عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

Beliau (Rasulullah saw.) bersabda:

“Jika seseorang berkunjung kepada saudaranya yang muslim (yang sedang menderita sakit), maka seakan-akan dia berjalan-jalan di syurga hingga duduk. Apabila sudah duduk, maka dituruni rahmat dengan deras. Apabila dia berkunjung di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akan-nya agar mendapat rahmat hingga sore hari. Apabila dia berkunjung di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga pagi hari”.

 

10. DO’A ORANG SAKIT YANG TIDAK BISA SEMBUH:

 

للَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِـــي وَأَلْحِقْنِي بِالرَّفِيْقِ اْلأَعْلَى

“Ya Allah, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku dan pertemukan aku dengan teman yang tinggi derajatnya (para nabi dan orang shaleh)”.

 

جَعَلَ النَّبِيُّ عِنْدَ مَوْتِهِ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُوْلُ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ لَسَكَرَاتٍ.

“Rasulullah saat akhir hayatnya memasukkan kedua tangannya ke dalam air, lalu mengusapkan ke wajahnya seraya berkata:

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, sesungguhnya setiap kematian ada sakaratnya “.

 

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باِللهِ.

“Tiada Tuhan yang berhak selain Allah, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah yang Maha Esa, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada daya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”.

 

11. MEMBIMBING (TALQIN) ORANG YANG SAKARAT:

 

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ: لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ.

“Siapa yang akhir ucapannya: “Laa Ilaa ha Illallah” dia akan masuk syurga”.

 

12. DO’A SAAT TERKENA MUSIBAH:

 

. إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْهَا

“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kita akan kembali kepada-Nya. Ya Allah, berilah aku pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya”.

 

13. DO’A SAAT MEMEJAMKAN MATA MAYAT:

 

.اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِفُلاَنِ:

(sebutnamanya) وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِي الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِي عَقِبِهِ فِي الْغَابِرِيْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَه فيِ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ.

“Ya Allah, ampunilah fulan (sebut namanya), angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk. Hendaklah Engkau menjadi pengganti untuk anak turunannya (peliharalah mereka). Ampunilah kami dan dia wahai Tuhan Penguasa Alam. Luaskan baginya dalam kuburannya dan terangilah di dalamnya.

 

14. DO’A DALAM SHALAT JENAZAH:

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ، وَعَافِهِ، وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَاراً خَيْراً مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْراً مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجاً خَيْراً مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ (وَعَذَابِ النَّارِ).

 

“Ya Allah, ampunilah dia (mayat), berilah rahmat kepadanya, selamatkan dia, ampunilah dan tempatkanlah dia di tempat yang mulia, luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air, salju dan ais. Bersihkan dia dari kesalahan-kesalahannya, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik daripada rumahnya, berilah keluarga (atau isteri di syurga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), isteri (atau suami) yang lebih baik daripada isterinya (atau suaminya di dunia), dan masukkanlah dia ke syurga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka”.

 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا، وَمَيِّتِنَا، وَشَاهِدِنَا، وَغاَئِبِنَا، وَصَغِيْرِنَا، وَكَبِيْرِنَا، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلإِسْلاَمِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلإِيْمَانِ، اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

“Ya Allah, ampunilah orang yang hidup di antara kami dan yang mati, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, Orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkanlah ia dengan memegang ajaran Islam, dan orang yang Engkau matikan di antara kami, maka matikan ia dengan memegang keimanan. Ya Allah, jangan Engkau menghalangi kami untuk memperoleh pahalanya dan janganlah Engkau sesatkan kami sepeninggalnya”.

 

اللَّهُمَّ فُلاَنٌ بْنِ فُلاَنٍ فِي ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ جِوَارِكَ، فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَقِّ. فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

“Ya Allah, sesungguhnya fulan bin fulan dalam tanggungan-Mu dan tali perlindungan-Mu. Peliharalah dia dari fitnah kubur dan siksa neraka. Engkau adalah Maha Setia dan Maha Benar. Ampunilah dan kasihanilah dia. Sesungguhnya Engkau Dzat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

 

اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِناً فَزِدْ فِي حَسَنَاتِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيْئاً فَتَجَاوَزْ عَنْهُ

“Ya Allah, (mayat ini) adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, dia membutuhkan rahmat-Mu, Engkau tidak membutuhkan untuk menyiksanya. Apabila dia baik, tambahkanlah kebaikannya, dan apabila dia jahat, maka ampunilah dosanya”.

 

15. DO’A buat MAYAT ANAK KECIL:

 

.اللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

“Ya Allah, lindungilah dia dari azab kubur”.

 

Baik juga jika ditambahkan dengan membaca do’a berikut ini:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطاً وَذُخْراً لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعاً مُجَاباً. اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ

الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِالإِيْمَانِ.

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafa’at yang dikabulkan do’anya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan amal keduanya (orang tuanya) dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shaleh dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksaan neraka jahim”.

 

اللَّهُمَّ اجْعَلْْهُ لَنَا فَرَطاً، وَسَلَفاً، وَأَجْرًاً.

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik bagi kami“.

 

16. DO’A TA’ZIAH:

 

إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمَّى…فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِبْ.

“Sesungguhnya bagi Allah apa yang Dia ambil dan baginya pula apa yang Dia berikan. Segala sesuatu baginya ada memiliki masa-masa yang telah ditetapkan, hendaklah kamu bersabar dan mohon pahala (dari Allah)”.

 

Baik juga jika ditambah dengan ucapan berikut:

 

أَعْظَمَ اللهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ.

“Semoga Allah memperbesar pahalamu, dan kamu bisa berkabung dengan baik serta mayatnya diampuni oleh Allah”.

 

wallahua’alam…

selamat menghayati doa kumail di malam jumaat ini…

DOA KUMAIL:

The Supplication of Imam Ali bin Abi Talib

 

 

بِسمِ اللهِ الرّحمنِ الرَّحيمِ

(Bismillahir Rahmanir Rahim)

In the name of Allah, the Beneficent, the merciful.

 

اللّهُمّّ إنِّي أسألك بِرَحمَتِكَ الّتي وَسِعَتْ كُلَّ شَيءٍ

(Allahomma inni as’alokabirahmatikal-lati wasi’at kolla shay’,)
O Allah! I beseech You; by Mercy, which embraces all things;

 

وَبِقُوَّتِكَ الَّتي قَهَرتَ بِها كُلَّ شيءٍ وخَضَعَ لَها كُلُّ شيءٍ وَذّلَّ لَها كُلُّ شيءٍ

(Wa biqowatikal-lati qaharta biha kolla shay’ wa khada’a laha kollo shay’, wa dhalla laha kollo shay’,)

And by Your Strength, through which You have overcome all things, submitted all things, and humbled all things to it;

 

وَبِجَبَروتِكَ الَّتي غَلَبتَ بِها كُلَّ شيءٍ

(Wa bijabaroutikal-lati ghalabta biha kolla shay’,)
And bay Your Invincibility, through which You have conquered all things;

 

وَبِعزَّتِكَ الَّتي لا يَقُومُ لَها شيءٍ

(Wa bi-izzatikal-lati la yaqomo laha shay’,)
And by Your Might, which nothing can resist;

 

وَبِعَظَمَتِكَ الّتي مَلأتْ كُلَّ شيءٍ

(Wa bi-adamatikal-lati mala’at kolla shay’,)
And by Your Greatness, which has filled all things,

 

وَبِسُلطانِكَ الّذي عَلا كُلَّ شيءٍ

(Wa bi-soltanikal-ladhi ‘ala kolla shay’,)

 

وَبِوَجهِكَ الباقي بَعدَ فَناءِ كُلِّ شيءٍ

(Wa bi-wajhikal-baqi ba’ada fana’i kolli shay’,)
And by YourSelf, which is abiding after all things are annihilated;

 

وَبِأسمائِكَ الَّتي مَلأَتْ أركانَ كُلِّ شيءٍ

(Wa bi-asma’ikal-lati mala’at arkana kolli shay’,)
And by Your Distinctions, which have occupied the beings of all things;

 

بِعِلمِكَ الَّذي أحاطَ بِكُلِّ شيءٍ

(Wa bi’ilmikal-ladhi ahata bikolli shay’,)
And by Your Cognition, which encompasses all things;

 

وَبِنُورِ وَجهِكَ الَّذي أضاءَ لَهُ كُلُّ شَيءٍ

(Wa binuri wajhikal-ladhi ada’a laho kollo shay’,)
And by the Light of Your Face, by which all things are illuminated.

 

يا نُورُ يا قُدُّس يا أوَّلَ الأوَّلينَ ويا آخِرَ الآخَرينَ

(Ya nuru ya qoddus ya awwalal-awwalin wa ya akhiral-akhirin,)
O Light! O All-Holy! O First of those who are the first and Last of those who are the last!

 

اللّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنُوبَ الّتي تَهتِكُ العِصَمَ

(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tahtikol ‘isam,)
O Allah! Forgive me those sins which destroy the in fallibilities.

 

اللّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الّتي تُنزِلُ النِّقَمَ

(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tonzilol niqam,)
O Allah! Forgive me those guilts which bring down retributions.

 

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تُغَيِّرُ النِّعَمَ

(Allahomma ighfir li-yel dhonoubul-llati toghayyrun ni’am,)
O Allah! Forgive me those guilts which restrain graces.

 

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تَحبِسُ الدُّعاءَ

(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tahbisul du’a,)
O Allah! Forgive me those guilts which restrain supplication.

 

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تُنزِلُ البَلاءَ

(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati tonzilul bala’,)
O Allah! Forgive me those guilt which bring the woes.

 

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ الذُّنوبَ الَّتي تَقطَعُ الرَّجاءَ

(Allahomma ighfir li-yal dhonoubal-lati taqtaorraja’,)
O Allah! Forgive me those sins which lessen the hope.

اللَّهُمَّ اغْفِر لِيَ كُلَّ ذَنْبٍ أذْنَبتُهُ وَكُلَّ خَطيئَةٍ أخْطَأتُها

(Allahomma ighfir li-yal kolla dhanbi adhnabtoho wa kolla khati’ati akht’atoha,)
O Allah! Forgive me every guilt I have committed and every error I have made.

 

هُمَّ إنَّي أَتَقَرَّبُ إلَيكَ بِذِكرِكَ وَأسْتَشْفِعُ بِكَ إلى نَفْسِكَ

(Allahomma inni ataqarrabo ilayka bidhikrika wa astashfi’o bika ila nafsik,)
O Allah! I approach You, through remembrance of You; and I seek intercession from You with Yourself;

 

وَأسْألُكَ بِجودِكَ أنْ تُدْنِيَني مِنْ قُربِكَ وَأنْ تُوزِعَني شُكْرَكَ وَأنْ تُلْهِمَني ذِكْرَكَ

(wa as’aloka bijoudika an tudniyani min qorbika wa an touzi’ani shukraka wa an tulhimani dhikrak,)
I beg You through Your Munificence, to bring me nearer to Your Proximity; and provide me with gratitude to You; and inspire me with Your Remembrance.

 

اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ سُؤالَ خاضِعٍ مُتَذَلِلٍ خاشِعٍ أن تُسامِحَني وَتَرحَمَني

(Allahomma inni as’aloka su’ala khad’i motadhallili khashi’i an tusamihani wa tarhamani,)
O Allah! Surely I beg You with the pleading of a submissive, humble and lowly man to show me forbearance and have a pity on me;

 

وَتَجْعَلَني بِقِسْمِكَ راضِياً قانِعاً وفي جَميعِ الأحْوالِ مُتَواضِعاً

(Wa taj’alani biqasamika radi-yan qani’an wa fi jami’’l ahwali motawadi’an,)
To make me pleased and content with what You apportion me; and make me modest in all positions.

 

اللَّهُمَّ وَأسألُكَ سُؤالَ مَنْ اشْتَدَّت فاقَتهُُ

 

(Allahomma wa as’aloka so’ala man ish-taddat faqatoh,)
O Allah! I beg You with the pleading of one whose pauperism is aggravated;

 

وَأنْزَلَ بِكَ عِنْدَ الشَدائِدِ حاجَتَهُ وَعَظُمَ في ما عِنْدَكَ رَغْبَتُهُ

(Wa anzala bika’inda shada’id hajataho wa’adoma fima ‘indaka raghbatoho,)
And who has stated at You, in difficulties, his need; and whose desire for what have with you became great.

 

اللَّهُمَّ عَظُمَ سُلطانُكَ وَعَلا مَكانُكَ وَخَفِيَ مَكْرُكَ وَظَهَرَ أمرُكَ

(Allahomma ‘adoma soltanok wa ‘ala makanok wa khafiya makrok wa dahara ‘amrok,)
O Allah! Your Kingdom is magnificent, High is Your place; and Your Contrivance is hidden; and Your Command is over come;

 

وَغَلَبَ قَهْرُكَ وَجَرَتْ قُدْرَتُكَ وَلا يُمْكِنُ الفِرارُ مِنْ حُكُومَتِكَ

(Wa ghalaba qahrok wa jarat qotratak wa la yomkinol firaro min hokoumatika,)
Your Dominance is overwhelming and Your Power is overriding, so it is impossible to escape from Your Authority.

 

اللَّهُمَّ لا أجِدُ لِذُنُوبي غافِراً ولا لِقَبائِحي ساتِراً ولا لِشيءٍ مِنْ عَمَلِيَ القَبيحِ بالحَسَنِ مُبَدِّلاً غَيْرُكَ

(Allahomma la ‘ajido lidhonoubi ghafiran wala liqaba’ihi satiran wala lishay’in min ‘amaliyal qabih bilhasani mobaddilan ghayrak,)
O Lord! I find no forgiver of my guilts; and no concealer for my abominations; and no changer for any of my evil doings into good deeds except You.

 

لا إلهَ إلاّ أنْتَ سُبْحانَكَ وَبِحَمدِكَ ظَلَمْتُ نَفْسي وَتَجَرَّأتُ بِجَهلي

(La ilaha illa anta sobhanaka wa bihamdika dalamto nafsi wa tajarr’ato bijahli,)
There is no god but You! Glory to You, and in Your Praise! I have wronged myself; and I hazard in my ignorance;

 

وَسَكَنْتُ إلى قَدِيمِ ذِكرِكَ لِي وَمَنِّكَ عَلَيَّ

(Wa sakanto ila qadimi dhikrika li wa mannika ‘alayya,)
And I have relied on Your constant remembrance of me and Your grace towards me.

 

اللَّهُمَّ مَوْلايَ كَمْ مِن قَبيحٍ سَتَرتَهُ وَكَمْ مِنْ فادِحٍ مِنَ البَلاءِ أقَلْتَهُ

(Allahomma mowlay kam min qabihi satartah w kam min fadihi minal bala’i aqaltah,)
O Allah! My Lord! How many unpleasant things You have concealed! and How many tribulations You have warded off!

وَكَمْ مِنْ عِثارٍ وَقَيْتَهُ وَكَم مِنْ مَكْروهٍ دَفَعْتَهُ

(Wakam min ‘itharin waqaytah wakam min makrohin dafa’tah,)
How many stumbling blocks You have removed! and how many inconveniences You have staved it off!

وَكَم مِن ثَناءٍ جَميلٍ لَسْتُ أهْلاً لَهُ نَشَرتَهُ

(Wakam min thana’in jamilin lasto ahlan laho nashartah,)
And how many beautiful commendation for which I was unworthy, You have extended!

اللَّهُمَّ عَظُمَ بَلائي وَأفْرَطَ سُوءُ حالي وَقَصُرت بِي أعْمالي

(Allahomma ‘adoma bala’i wa afrata bi sou’hali wa qasorat bi ‘a’mali,)
O Allah! My tribulations are tremendous; and my badnees state is excessive; and my good deeds are inadequate;

وَقَعَدَتْ بي أغْلالِي وَحَبَسني عَن نَفْعي بُعْدُ آمالِي

(Wa qa’adat bi aghlali wa habasani ‘an nafi b’odo amali,)
My impediments have tied me down; and my expectations farness has held me from my welfare;

وَخَدَعَتْني الدٌُّنيا بِغُرورِها وِنَفْسي بِخِيانَتِها وَمِطَالِي

(Wa khada’atni ad donya bighorouriha wanafsi bikhyanatiha wa mitali,)
And the present life with its delusions; and my own soul with its temptations; and my delaying have mislead me.

يا سيِّدي فَأسألُكَ بِعِزَّتِكَ أن لا يَحجُبَ عَنْكَ دُعائِي سُوءُ عَمَلي وَفَعالِي

(Ya Sayydi fa as’aloka bi’izaatika an la yahjoba ‘anka du’a’i sou’ ‘amali wa fi’ali,)
my Master! So I ask You, by Your Majesty, do not let my evil deeds and acts veil my supplication of You;

وَلا تَفْضَحني بَخَفِيِّ ما اطَّلَعْتَ عَلَيهِ مِن سِرِّي

(Wala tafdahni bikhafiyi mat tal’ata ‘alaihi min sirri,)
Do not disclose me through the hidden things You know of my secrets;

ولا تُعاجِلْني بالعُقُوبَةِ على ما عَمِلتُهُ في خَلَواتي مِن سُوءِ فِعْلِي وإساءتي

ودَوامِ تَفْريطِي وَجَهالَتي وَكَثْرةِ شَهَواتي وَغَفْلَتي

(Wala to’ajilni bil ‘oqoubati ‘ala ma ‘amiltoho fi khalawati, min sou’ f’ili wa isa’ati wadawam tafriti wajahalati wakathrat shahawati wa ghaflati,)

And do not hasten me by punishment for what I have done through my in privates; of my evil act, my misdeed, my continuous failing, my ignorance, and my excessive appetencies and negligence.

وَكُنِ اللَّهُمَّ بِعِزَّتِكَ لِي في الأحْوالِ كُلِّها رَؤوفاً وَعَلَيَّ في جَميعِ الأمُورِ عَطُوفاً

(Wa koni allahommah i’izzatika li fil ahwali koliha ra’ofan wa ‘alayya fi jami’il omouri ‘atoufa,)

And by Your Majesty, O Allah! be Kind to me in all circumstances; and be Compassionate to me through all matters.

إلهي وَرَبِّي مَنْ لِي غَيْرُكَ أسْألُهُ كَشفَ ضُرِّي وَالنَّظَرَ في أمْري

(Ilahi warabbi man li ghayroka as’aloho kashfa dorri wannadara fi amri,)

My Allah and my Lord! Who is the other than you I have to seek to dispelling my woe and deciding in my affairs?

إلهي وَمَولايَ أجْرَيتَ عَلَيَّ حُكْماً اتَّبَعْتَ فيه هَوى نَفْسي

(Ilahi wa mawlaya ajrata ‘alayya hokman ittab’ato fihi hawa nafsi,)

My Allah and my Lord! You put into effect, through me, a decree in which I followed the low desires of my own instincts;

وَلَمْ أحْتَرِس فِيهِ مِنْ تَزيينِ عَدُّي فَغَرَّني بِما أهْوى وَأسْعَدَهُ على ذلِكَ القَضاءُ

(Walam ahtaris fihi min tazyini ‘adowi fagharrani bima ahwa wa as’adaho ala dhalikal qada’,)

And I did not guard of my enemies enticements in it who deluded me through my base desires and therein destiny succeeded.

فَتَجاوَزْتُ بِما جَرى عَلَيَّ مِن ذلِكَ بَعْضَ حُدودِكَ وَخالَفْتُ بَعْضَ أوامِرِكَ

(Fatajawaztu bima jara ‘alayya min dhalika b’ada hodoudika wa khalafto b’ada awamirik,)

So because of that I transgressed some of the limits You set for me and I broke some of Your orders.

فَلَكَ الحَمْدُ عَلَيَّ في جَميعِ ذلِكَ وَلا حُجَّةَ لي في ما جَرى عَلَيَّ فِيهِ قَضاؤُكَ وَألْزَمَني حُكْمُكَ وَبَلاؤُكَ

(Falakal hamdo ‘alayya jami’ dhalika wala hodjata li fima jara ‘alayya fihi qada’oka wa alzamani hokmoka wa bala’ok,)

Then the Praise is yours against me in all of that and I have no defence against what Your Destiny puts into effect for me; nor in what Your Judgement and Your Tribulation imposes upon me.

وَقَدْ أتَيْتُكَ يا إلهي بَعْدَ تَقْصيري وَإسْرافِي على نَفْسي مُعْتَذِراً نادِماًمُنْكَسِراً مُسْتَقيلاً مُسْتَغْفِراً مُنيباً مُقِرَّاً مُذْعِناً مُعتَرِفاً

(Wa qad ataytoka ya ilahi b’ada taqsiri wa israfi ‘ala nafsi m’otadhiran nadiman monkasiran mostaqilan mostaghfiran moniban moqirran, modh’inan m’otarifa,)

And I already returned to You, O Allah, after my dereliction and my excesses of my self, in apologetical, regretful, broken-hearted, resigning, asking forgiveness, repenting, recognising, obedient and confessing position.

لا أجدُ مَفَرَّاً مِمّا كانَ مِنَّي ولا مَفْزَعاً أتَوَجَّهُ إلَيهِ في أمْري غَيْرَقُبُولِكَ عُذْري وإدْخالِكَ إيَّايَ في سَعَةِ مِنْ رَحْمَتِكَ

(La ajido mafarran mimma kana mini wala mafza’an atawajaho ilayhi fi amri ghayra qaboulika ‘odhri wa idkhalika iyyaya fi sa’ati rahmatik,)

I don’t find inescapable of what I have done and nor any shelter to which I may turn in my concerns other than Your Acceptance of my pretex and Your inclusing me into the scope of Your Mercy.

اللَّهُمَّ فَاقْبَلْ عُذْري وَارْحَمْ شِدَّةَ ضُرَّي وَفُكَّني مِنْ شَدَّ وَثاقِي

(Allahomma faqbal ‘odhri warham shiddata dorri wa fokkani min shaddi wathaqi,)

O Allah! Accept my pretense; and have mercy upon my woe intension; and release me from my bond.

يا رَبِّ ارْحَمْ ضَعْفَ بَدَني وَرِقَّةَ جِلْدِي وَدِقَّةَ عَظْمِي

(Ya rabbi irrham d’afa badani w riqqata jildi wa diqqata ‘admi,)

My Lord! Have mercy upon the weakness of my body; and the delicacy of my skin; and the tenuity of my bones.

يا مَنْ بَدَءَ خَلْقِي وَذِكْرِي وَتَرْبِيَتي وَبِرِّي وَتَغْذِيَتي

(Ya man bada’a khalqi wadhikri wa tarbiyati wa birri wa taghdhiyati,)

O! Who originated my creation; my remembering, my nurture; my charity; and my sustaining;

هَبْني لإِبْتِداءِ كَرَمِكَ وَسالِفِ بِرِّكَ بِي

(Habni libtida’i karamika wa salifi birrika bi,)
Bestow upon the continuum of Your Benevolence and Your previous goodness to me for the sake of Your creating me!

يا إلهي وَسَيِّدي وَرَبِّي أتُراكَ مَعَذِّبي بِنارِكَ بَعْدّ تَوْحيدِكَ

(Ya ilahi wa sayydi wa rabbi atoraka mo’adhibi binarika b’ada tawhidik,)

O May Allah! My Master and my Lord! Will You tormented me in Your hell after my monotheism of you?

وَبَعدَ ما انْطَوى عَلَيهِ قَلْبي مِنْ مَعْرِفَتِكَ وَلَهِجَ بِهِ لِسانِي مِنْ ذِكْرِكَ

(Wa b’ada mantawa ‘alayhi qalbi min ma’rifatika wa lahija bihi lisani min dhikrik,)

And after what has my heart implied the knowledge of You; and what has my tongue constantly mentioned the remembrance of You;

وَاعْتَقَدَهُ ضَميرِي مِنْ حُبِّكَ وَبَعدَ صِدْقِ اعْتِرافِي وَدُعائِي خاضِعاً لِرُبُوبِيَّتِكَ

(Wa ‘taqadaho damiri min hobbika wa b’ada sidqi ‘itirafi wa du’a’i khadi’an liroboubiyatik,)

And what my conscience has hold of Your Love; and after my sincere confession and my supplicating You find me humble before Your Lordship?

هَيْهات أنْتَ أكْرَمُ مِنْ أنْ تُضَيِّعَ مَنْ رَبَّيْتَهُ أو تُبْعِدَ مَنْ أدْنَيْتَهُ

(Hayhat anta akramo min an todayy’a man rabbayta aw toba’da man adnaytah,)

How far from You! You are more generous than that You should waste one whom You have nurtured; or banish one whom You have approximated;

أو تُشَرِّدَ مَنْ آوَيْتَهُ أو تُسَلِّمَ إلى البَلاءِ مَنْ كَفَيْتَهُ وَرَحِمْتَهُ

(Aw tosharrida man awayta aw tosallima ilal bala’ man kafaytah wa rahimtah,)

Or drive away one whom You have harboured; or submit to afflictions one whom You have protected and shown mercy.

وَلَيْتَ شِعْري يا سَيِّدي وإلهي ومَوْلايَ أتُسَلِّطُ النارَ على وُجُوهٍ خَرَّتْ لِعَظَمَتِكَ ساجِدَةً

(Wa layta sh’iri ya sayydi wa ilahi wa mawlay atusallito nara ‘ala woujouhin kharrat li’adamatika sajidah,)

O, My Master, My Allah My Lord! If I only knew whether You will give the Fire domination over the faces which have submissively bowed in prostration against Your Greatness.

ادِحَةًوعلى ألْسُنٍ نَطَقَتْ بِتَوحِيدِكَ صادِقَةً وبِشُكْرِكَ م

(Wa ‘ala alsonin nataqat bitawhidika sadiqah wa bishokrika madiha,)

Or upon the tongues which have sincerely confirmed Your monotheism and with thanks to You in praise;

وعلى قُلُوبٍ اعْتَرَفَتْ بإلهِيَّتِكَ مُحَقِّقَةً

(Wa ‘ala qoloubin ‘itarafat bi ilahi-yatika mohaqqiqah,)
And upon the hearts which have acknowledged Your Divinity with conviction;

وعلى ضَمائِرَ حَوَتْ مِنَ العِلْمِ بكَ حَتّى صارَتْ خاشِعَةً

(Wa ‘ala dama’ira hawat minal ‘ilmi bika hatta sarat khashi’ah,)
And upon the minds which have gathered such knowledge of You until they have become godly;

وعلى جَوارِحَ سَعَتْ إلى أوطانِ تَعَبُّدِكَ طائِعَةً وَأشارَت بِاسْتِغْفارِكَ مُذْعِنَةً

(Wa ‘ala jawariha sa’at ila awtan ta’abbokida ta’i’ah wa asharat bistaghfarika modh’inah,)
And upon the obedient limbs which endeavoured to the places of Your worship and entreat Your Forgiveness submissively.

ما هكَذا الظُنُّ بِكَ ولا أُخْبِرْنا بِفَضْلِكَ عَنْكَ يا كَريمُ

(Ma hakadha danno bika wala okhbirna bifadlika ‘anka ya karim,)
Thus is not expected from You, nor we has such been recorded -thanks to Your Bounty- concerning You, O All- Generous!

يا رَبِّ وأنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفي عَن قَليلٍ مِن بَلاءِ الدُّنْيا وَعُقُوباتِها

(Ya rabbi wa anta t’alam d’afi an qalili min bala’i donya wa ‘oqoubatiha,)
O my Lord! So You know my weakness in standing up to a little of this world’s affliction and it’s consequences;

وما يَجْري فيها مِنَ المَكارِهِ على أهْلِها

(Wama yajri fiha minal makarihi ‘ala ahliha,)
And what would happen of the difficulties up on it’s dwellers;

على أنَّ ذلِكَ بَلاءٌ وَمَكرُوهٌ قَليلٌ مَكْثُهُ يَسيرٌ بَقاؤُهُ قَصيرٌ مُدَّتُهُ

(Ala anna dhalika bala’o wa makrouho qalilon makthoho yasiron, baqa’oh, qasiron moddatoh,)
However it is an affliction and ordeal whose stay is momentary, -ransient and short- lived.

فَكَيفَ احتِمالِي لِبَلاءِ الآخِرَةِ وَجَليلِ وُقُوعِ المَكارِهِ فيها

(Fakayfa ihtimali libala’il akhirati wa jalili wouqou’il makarih fiha,)
So How can I endure the hereafters affliction and the great ordeals that occur within it?

وَهُوَ بَلاءٌ تَطُولُ مُدَّتُهُ وَيَدومُ مَقامُهُ وَلا يُخَفَّفُ عَن أهلِهِ

(Wahwa bala’o tatol moddatoh wa yadoum maqamoh wala yokhaffaf an ahlihi,)
Also it is an affliction whose period is prolonged; whose station lasts and which shall never be alleviated for off it’s deservings;

لأنَّهُ لا يَكُونُ إلاّ عَنْ غَضَبِكَ وَانْتِقامِكَ وَسَخَطِكَ وهذا ما لا تَقُومُ لَهُ السَمواتُ والأرضُ

(Li-annaho la yakounu illa ghadabika wa intiqamika wa sakhatika; wahadha mala taqoumo lahol samawato wal ard,)
Since it is only in fact as a result of Your Wrath, Vengeance and Anger which cannot be withstood by the heavens and the earth.

يا سَيِّدي فَكَيفَ بِي وأنا عَبْدُكَ الضَّعيفُ الذَّليلُ الحَقيرُ المِسكِينُ المُستَكينُ

(Ya sayydi fakayfa bi wa ana ‘abdukal da-’ifol dhalilol haqirol miskinol mostakin,)
O My Master! So what about me? For I am Your weak, lowly, base, wretched and miserable servant.

يا إلهي وَرَبِّي وسَيِّدي وَمَولايَ لأيِّ الأمُورِ إلَيْكَ أشْكُو ولِما مِنْها أضِجُّ وَأبْكي

(Ya ilahi wa rabbi wa sayydi wa mawlaya li-’ayyil ‘omouri ilayka ashka ashko wa lima minha adijjo wa abki,)
O My Allah! My Master! My Lord! Which matters shall I plead to You? For which of them shall I lament and weep?

لألِيمِ العَذابِ وشِدَّتِهِ أمْ لِطُولِ البَلاءِ ومُدَّتِهِ

(La alimil ‘adhabi wa shiddatih, am litoulil bala’i wa moddatih,)
For the agony of punishment and their severity? Or for the severity of affliction and its duration?

فَلَئِنْ صَيَّرتَني لِلْعُقوباتِ مَعَ أعْدائِكِ وَجَمَعْتَ بَينِي وَبَينَ أهْلِ بَلائِكِ

(Fala’i sayyartani lil-’oqoubati ma’a ‘ada’ika wa jama’ta bayni wabayna ahli bala’ik,)
Therefore if You subjected me to the punishments with Your enemies; and gathered me with the people of Your Afflictions;

وَفَرَّقْتَ بَيْني وَبَينَ أحِبَّائِكَ وأوْلِيائِكِ

(Wa farraqta bayni wabayna ahibba’ika wa awli-ya-’ik,)
And separated me from Your favourites and Your devouts;

فَهَبْني يا إلهي وسَيِّدي وَمَولاي وَرَبِّي صَبَرتُ علي عَذابِكَ فَكَيفَ أصْبِرُ علي فِراقِكَ

(Fahabni ya ilahi a sayydi wa mawlaya wa rabbi sabarto ‘ala ‘adhabika’ fakayfa asbiro ‘ala firaqik,)
Then suppose, my Allah, my Master, my Protector and my Lord, that I can patiently endure Your Chastisement; so how can I endure the separation from You?

وَهَبْني صَبَرْتُ علي حَرِّ نارِكَ فَكَيفَ أصْبِرُ عَنِ النَّظَرِ إلى كَرامَتِكَ

(Wahabni sabarto ‘ala harri narika fakayfa asbiro ani nadari ila karamatik,)
And suppose that I can patiently against the heat of Your hill, and how can I wait with out looking to Your Generosity?

أمْ كَيفَ أسْكُنُ في النّارِ وَرَجائِي عَفْوُكَ

(Am kayfa askono fin nari, wa raja’i afwik,)
Or how can I inhabit in the Fire while my hope is Your forgiveness?

فَبِعزَّتِكَ يا سَيَّدي وَمَولاي أقْسِمُ صادِقاً لَئِنْ تَرَكْتَني ناطِقاً لأضِجَّنَ إلَيكَ بَينَ أهْلِها ضَجيجَ الآمِلِينَ

(Fabi-’izzatika ya sayydi wa mawlaya, ‘oqsimo sadiqan, La’in taraktani natiqan la’adijjanna ilayka bayna ahliha dajijal amilin,)

So by Your Might, my Master and my Protector, I swear candidly, if You leave me articulately; I will roar before You, among the inmates of the Fire, with the lamentation of the hopeful;

ولأصْرُخَنَّ إلَيكَ صُراخَ المُسْتَصْرِخينَ ولأبْكِيَنَّ عَلَيْكَ بُكاءَ الفاقِدِينَ

(Wala asrokhanna ilayka sorakhal mostasrikhina wala ‘abkiyanna ‘alayka boka’al faqidin,)
I will cry to You with the callers crying for help; and I will weep before You with the weeping of the bereft;

ولاُنادِيَنَّكَ أيْنَ كُنْتَ يا وَلِيَّ المُؤْمِنِينَ

(Wala ‘onadi-yannaka ayna konta ya waliyyal m’ominin,)
I will call upon You: Where were You? O supporter of the believers!

يا غَايَةَ آمالِ العارِفِينَ يا غِياثَ المُسْتَغيثينَ يا حَبيبَ قُلُوبَ الصَّادِقِينَ

(Ya ghayata aamali arifin ya ghiyathal mostaghithin ya habiba qoloubil sadiqin,)

O the knowings of you goal hopes, O the help needy reliever O the truthful’s hearts endearing;

ويا إلهَ العالَمينَ أفَتُراكَ سُبْحانَكَ يا إلهي وَبِحَمدِكَ تَسْمَعُ فيها صَوْتَ عَبْدٍ سُجِنَ فيها بِمُخالَفَتِهِ

(Wa ilahal ‘alamin afatoraka sobhanaka ya ilahi wa bihamdik, tasma’o fiha sawta ‘abdin, moslimin sojina fiha bimokhala fatih,)

O the worlds’ God! Can You see Yourself -Glory be to You, my Allah, and with praise to you- hearing the servant’s voice within the fire who imprisoned in it because of his disobedience?

وذَاقَ طَعْمَ عَذابِها بِمَعْصِيَتِهِ وَحُبِسَ بَينَ أطْباقِها بِجُرمِهِ وجَريرَتِهِ

(Wa dhaqa t’ama ‘adhabiha bim’asi-yatik wa hobisa bayna atbaqiha bijormihi wa jariratih,)

And he had tasted it’s torment because of his in subordination? And blockaded in it’s levels for his sin and crime?

وَهُوَ يَضِجُّ إلَيكَ ضَجيجَ مُؤمِّلٍ لِرَحْمَتِكَ

(Wahwa yadijjo ilayka dajija mo’ammilin lirahmatika,)
While he laments before You with the hopeful crier for Your Mercy?

ويُنادِيكَ بِلِسانِ أهْلِ تَوحِيدِكَ وَيَتَوَسَّلُ إلَيْكَ بِرُبُوبِيَّكَ

(Wa yonadika bilisani ‘ahli tawhidika wa yatawassal ilayka birobobiyatik,)
Calling upon You with your monotheist’s tongue? And entreating You by Your Lordship?

يا مَولاي فَكَيفَ يَبْقى في العَذابِ وَهُوَ يَرْجُو ما سَلَفَ مِنْ حِلْمِكَ ورَأْفَتِكَ وَرَحْمَتِكَ

(Ya mawla fakayfa yabqa fil ‘adhbi wahwa yarjo ma salafa min hilmika “wa r’afatika wa rahmatik,”)

O my Lord! How can he remain in torment , while he has hoped for which is antacid of Your Clemency, Compassion and Mercy?

أمْ كَيفَ تُؤْلِمُهُ النّارُ وَهُوَ يَأمَلُ فَظْلَكَ وَرَحْمَتَكَ

(Am kayfa t’olimohon naro wahwa y’amalo fadlaka wa rahmatak,)
Or how can the Fire cause him pain, while one hope for Your favor?

أمْ كَيفَ يُحْرِقُهُ لَهيبُها وأنْتَ تَسْمَعُ صَوْتَهُ وتَرى مَكانَهُ

(Am kayfa yohriqoho lahiboha wa anta tasma’ sawtah watara makanah,)
Or how can it’s flames burn him while You hear his voice and see his place?

أمْ كَيفَ يَشْتَمِلُ عَليهِ زَفيرُها وأنْتَ تَعْلَمُ ضَعْفَهُ

(Am kayfa yashtamilo ‘alayhi zafiroha wa anta t’alamo d’afah,)
Or how can it’s flame encompass him while You know his weakness?

أمْ كَيفَ يَتَقَلْقَلُ بَينَ أطْباقِها وأنْتَ تَعْلَمُ صِدْقَهُ

(Am kayfa yataqalqalo bayna atbaqiha wa anta t’alamo sidaqah,)
Or how can he be convulsed among its layers while You know his true heartedness?

أمْ كَيفَ تَزْجَرُهُ زَبانِيَتُها وهُوَ يُناديكَ يا رَبَّه

(Am kayfa tazjoroho zabani-yatoha wahwa yonadika ya rabbah,)
Or how can its keepers reproach him while he calls out to You, “O Lord!”

أمْ كَيفَ يَرْجُوا فَضْلَكَ في عِتْقِهِ مِنْها فَتَتْرُكَهُ فيها

(Am kayfa yarjo fadlaka fi itqihi minha fatatrokaho fiha,)
Or how can he has hope for Your (grace in releasing him) from it [then you leave him in it?

هَيْهاتَ ما ذلِكَ الظُّنُ بِكَ ولا المَعْروفُ مِنْ فَضْلِكَ

(Hayhat, ma dhalikal danno bika, walal m’aroufo min fadlik,)
How far from You! That isn’t the expected from You, nor the well-known of Your Bounty;

ولا مَشْبِهٌ لِما عامَلْتَ بِهِ المُوَحِّدينَ مِنْ بِرِّكَ وإحْسانِكَ

(Wala moshbiho lima ‘amalta bihil mowahhidina min birrika wa’ihsanik,)

And Nor is similer to what you deal withe the monotheists by your charity and philanthropy.

فبِاليَقينِ أقْطَعُ لَوْلا ما حَكَمْتَ بِهِ مِن تَعْذيبِ جاحِدِيكَ

(Fabil-yaqini ‘aqta’o lawla ma hakamta bihi min t’adhibi jahidik,)
So I declare by certainty that had You not ordained chastisement for Your deniers;

وَقَضَيْتَ بِهِ مِنْ إخْلادِ مُعانِديكَ لَجَعَلْتَ النّارَ كُلَّها بَرْداً وَسَلاماً وَما كَانَ لأحَدٍ فِيها مَقَرَّاً وَلا مُقاماً

(Wa qadayta bih min ‘ikhladi mo’anidika laja’altal nara kollaha bardan wa salaman, wama kana li’ahadin fiha maqarran wala moqama,)

And Had You not decreed Your inflexable people to remain in Hell; You would have made the Fire, in all its entirety, cool and safe; and there would never have been a position or place for anyone in it.

لكِنَّكَ تَقَدَّسَتْ أسْماؤُكَ أقْسَمْتَ أنْ تَمْلأها مِنَ الكافِرينَ

(Lakinnaka taqaddasa asma’oka aqsamta an tamla’aha minal kafirin,)
But Your Names be Sanctified! You have sworn to fill it with the atheists;

مِنَ الجِنَّةِ والنّاسِ أجْمَعينَ وأنْ تُخَلِّدَ فيها المُعانِدِينَ

(Minal jinnat wan nasi ajma’in wa an tokhallida fihal mo’anidin,)
From jinn and mankind together; and to place the inflexible people in it forever.

وأنْتَ جَلَّ ثَناؤُكَ قُلْتَ مَبْتَدِءاً وتَطَوَّلْتَ بالإنْعامِ مُتَكَرِّماً

(Wa anta jalla thana’oka qolta mobtadi’an watatawlta bilin’am motakarrima,)
And You! Your Eulogy be Exalted’ had said originally, out of Your Grace, Beneficence and Generosity,

أفَمَنْ كَانَ مُؤْمِناً كَمَنْ كَانَ فاسِقاً لا يَسْتَوونَ

(Afaman kana m’ominan kaman kan fasiqan la yastawon,)
“What? Is one who has been a believer like one who has been ungodly? They are not alike.”

إلهي وَسَيِّدي فَأسْألُكَ بالقُدْرَةِ الَّتي قَدَّرْتَها

(Ilahi wa sayydi fa as’aloka bilqodratil lati qaddarataha,)
My Allah and my Master! I ask You by the power which You have determined,

وبالقَضِيَّةِ الَّتي حَتَمْتَها وَحَكَمْتَها وَغَلَبْتَ مَنْ عَلَيهِ أجْرَيْتَها

(Wa bilqadiyatil lat hatamtaha wa hakamtaha wa ghalabta man alayhi ajraytaha,)

And by the decree which You have imposed and prescribed, and through which You have subdued those toward whom You have imposed,

أنْ تَهَبَ لي في هذِهِ الليلة وفي هذه السّاعَةِ كُلَّ جُرْمٍ أجْرَمْتُهُ

(An tahiba li fi hadhihil layla fi hadhihi sa’a kolla jormi ajramtoh,)
That You forgive me in this night, and at this hour, every crime that I have done,

وكُلَّ ذَنْبٍ أذْنَبْتُهُ وَكُلَّ قَبِيحٍ أسْرَرتُهُ وَكُلَّ جَهْلٍ عَمِلْتُهُ كَتَمْتُهُ أو أعْلَنْتُهُ أخْفَيْتُهُ أو أظْهَرتُهُ

(Wa kolla dhanbin adhnabtoho wa kolla qabihin asrartoho wa kolla jahlin amiltoho katamtoho aw ‘a’lantoh akhfaytoho aw adhhartoh,)

And every sin that I have committed, every abomination that I have concealed, every foolish thing that I have enacted; whether I have hidden it or declared it; whether I have concealed it or disclosed it;

وَكُلَّ سَيِّئَةٍ أمَرتَ بإثْباتِها الكِرامَ الكاتِبينَ الّذينَ وَكَّلْتَهُم بِحِفظِ ما يَكُونُ مِنّي

(Wa kolla sayyi’atin amarta bi ithbatihal kiramal katibin alladhina wakkaltahom bihifdi ma yakouno minni,)

And every fault which You have directed the Noble Writers to record; those whom You have appointed to watch every action of mine;

وَجَعَلْتَهُمْ شُهُوداً عَلَيَّ مَعَ جَوارِحي وَكُنْتَ أنْتَ الرَّقيبَعَلَيَّ

مِنْوَرائِهِمْ والشّاهِدَ لِما خَفِيَ عَنْهُم وَبِرَحْمَتِكَ أخْفَيتَهُ وبِفَضْلِكَ سَتَرتَهُ

(Wa ja’altahom shohoudan ‘alayya ma’a jawrihi wa konta antar raqiba ‘alayya min wara’ihim wa sahida lima khafiya anhom wa birahmatika akhfaytaho wa bifadlika satartah)

And whom You have made, along with my limbs, witnesses against me; and You are Yourself was the Watcher over me following them, and the Witness of what is hidden of them, but through Your Mercy You have concealed it and through Your Bounty You have veiled it.

وأنْ تُوَفِّرَ حَظِّي مِنْ كُلِّ خَيرٍ تُنْزِلُهُ أو إحْسانٍ تُفَضِّلُهُ

(Wa an towaffira haddi min kolli khayri tonziloh aw ihsanin tofaddiloh,)

And I ask You to bestow upon me an abundant share of all goodness You send down; or favor You prefer;

أو بِرٍ تَنْشُرُهُ أو رِزْقٍ تَبْسُطُهُ أو ذَنْبٍ تَغْفِرُهُ أو خَطأٍ تَسْتُرُهُ

(Aw birrin tanshoroh aw rizqin tabsotoho aw dhanbin taghfiroho aw khata’in tastoroh,)

Or benefits You spread out; or provisions You extend; or sins You forgive; or error You screen.

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ يا إلهي وسَيِّدي ومَوْلايَ

(Ya rabb’ ya rabbi ya rabbi, ya ilahi wa sayydi wa mawlay,)

O’ my Lord! My Lord! My Lord! O my Allah! My Master! My Protector!

ومَالِكَ رِقِّي يا مَنْ بِيَدِهِ ناصِيَتي

(Wa malika riqqi ya man bi-yadihi nasi-yati,)
And my bondage owner! O he who has my destiny!

يا عَليماً بِضُرِّي ومَسْكَنَتي يا خَبيراً بِفَقْري وَفاقَتي

(Ya ‘aliman bidorri wa maskanati ya khabiran bifaqri wa faqati,)

O He Who knows my affliction and my wretchedness! O, He Who is my deprivation and indigence aware!

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ أسألُكَ بِحَقِّكَ وقُدْسِكَ وأعْظَمِ صِفاتِكَ وأسْمائِكَ

(Ya rabbi ya rabbi ya rab as’aloka bihaqqika wa qodsika wa ‘a’dami sifatika wa asma’ik,)

O’ my Lord! My Lord! My Lord! I beseech You by Your Truth, Your Holiness and the greatest of Your Attributes and Titles;

أنْ تَجْعَلَ أوْقاتِي في اللَّيلِ والنَّهارِ بِذِكْرِكَ مَعْمُورَةً وبِخِدْمَتِكَ مَوصُولَةً

(An taj’ala awqati fil-layli wa nahari bidhikrika ma’mourah wa bikhidmatika mawsoulah,)

To make my periods of time night and the day filled by Your Remembrance and to Your serices persistent;

وأعْمالِي عِنْدَكَ مَقْبُولَةً حَتّى تَكُونَ أعْمالِي وَأوْرادِي كُلُّها وِرْداً واحِداً

(Wa a’mali ‘indaka maqboulah hatta takouna a’mal wa awradi kolloha wirdan wahida,)

And my actions are acceptable to You, so that they and my offerings may all be a single litany;

وَحالِي في خِدْمَتِكَ سَرْمَدا

(Wa hali fi khidmatika sarmada,)

And may occupation with Your service everlasting.

يا سَيِّدي يا مَنْ عَلَيهِ مُعَوَّلي يا مَنْ شَكَوْتُ إليهِ أحْوالي

(Ya sayyidi ya man ‘alayhi mo’awwali ya man ilayhi shakawto ahwali,)

O my Master! O, whom upon him is my dependence! O, He to Whom I protest to him about my situations;

يا رَبِّ يا رَبِّ يا رَبِّ قَوِّ على خِدْمَتِكَ جَوارِحي

(Ya rabbi ya rabbi ya rab; qawwi ‘ala khidmatika jawarihi,)
O’ my Lord! My Lord! My Lord! Strengthen my limbs for Your service.

واشْدُدْ على العَزيمَةِ جَوانِحِي

(Wa shdod ‘ala ‘azimati jawanihi,)
And fortify my bosom by determination;

وَهَبْ لِيَ الجِدَّ في خَشْيَتِكَ وَالدَّوامَ في الإتِّصالِ بِخِدْمَتِكَ

(Wahab li-yal jidda fi khash-yatika wad-dawama fil ittisal bikhidmatik,)
And bestow me solemnity in my fear of You, and continuity in my being united to Your service;

حَتَّى أسْرَحَ إلَيكَ في مَيادينِ السَّابِقينَ

(Hatta asraha ilayka fi mayadinis sabiqin,)
So that I may move easily towards You in the battle fields of the victors;

وَأُسْرِعَ إلَيكَ في المُبادِرينَ وأشْتاقَ إلى قُرْبِكَ في المُشْتاقِينَ

(Wa ‘osri’a ilayka fil mobadirina wa ashtaqa ila qorbika fil moshtaqin,)
And hurry to You among the under takers and I desire to your proximity through the yearning;

وأدْنُوَ مِنْكَ دُنُوَّ المُخْلِصينَ وَأخافَكَ مَخافَةَ المُوقِنِينَ وأجْتَمِعَ في جَوارِكَ مَعَ المُؤْمِنينَ

(Wa adnowa minka donowwa mokhlisin wa akhafaka makhafatal mouqinin, wa ajtami’a fi jiwarika ma’al m’ominin,)

And approach to You as the faithful’s approach; and fear You with the believer’s fear; an united with the faithfuls in Your closeness.

اللَّهُمَّ وَمَنْ أرادَني بِسُوءٍ فأرِدْهُ وَمَنْ كادَنِي فَكِدْهُ

(Allahomma wa man aradani bisou-in fa aridhho, wa man kadani fakid ho,)

O Allah! Whoever desires me with the evil; desire him with it! And whoever deceives me; deceive him!

واجْعَلْني مِنْ أحْسَنِ عَبِيدِكَ نَصيباً عِنْدَكَ وأقْرَبِهِمْ مَنْزِلَةً مِنكَ وأخَصِّهِمْ زُلْفَةً لَدَيكَ

(Waj’alni min ahsani ‘abidika nasiban ‘indaka wa aqrabihim manzilatan minka, wa akhassihim zolfatan ladayk,)
And make me one of the best luck of Your servants at You; and the closest position of them to You; and the most special rank of them to You;

فإنَّهُ لا يُنالُ ذلِكَ إلاّ بِفَضلِكَ

(Fa innaho la yonalo dhalika illa bifadlik,)
For that cannot be attained except by Your Bounty.

وَجُدْ لِي بِجُودِكَ واعْطِف عَلَيَّ بِمَجْدِكَ واحْفَظني بِرَحْمَتِكَ

(Wajud li bijoudika, wa i’tif alayya bimajdika, wahfadni birahmatik,)
Grant me generously through Your Magnificence; and become passionate up on me; and protect me with Your Mercy!

واجْعَلْ لِسانِي بِذِكْرِكَ لَهِجاً وَقَلْبي بِحُبِّكَ مُتَيَّماً

(Waj-al lisani bidhikrika lahija, waqalbi bihubbika motayyama,)
And make my tongue mention continually with your Remembrance and my heart enthralled with Your love.

وَمُنَّ عَلَيَّ بِحُسْنِ إجابَتِكَ وأقِلْنِي عَثْرَتي واغْفِرْ لِي زَلَّتي

(Wa monna alayya bihosni ijabatika wa aqilni athrati waghfir li zallati,)
And be bestow up on me by answering me favorably, and nullify my transgressions and forgive my lapses.

فإنَّكَ قَضَيْتَ على عِبادِكَ بِعِبادَتِكَ وأمَرْتَهُمْ بِدُعائِكَ وَضَمِنْتَ لَهُمُ الإجابَةَ

(Fa-innaka qadayta ‘ala ‘ibadika bi-’ibadatika wa amartahom bidu’ai’ka, wa daminta lahomol ijabah,)
For surely, You have ordained Your worship for Your bondsmen; and ordered them to supplicate to You; and assured them of Your answer.

فَإلَيْكَ يا رَبِّ نَصَبْتُ وَجْهِي وَإلَيْكَ يا رَبِّ مَدَدْتُ يَدِي

(Fa-ilayka ya rabbi nasabto wajhi wa-ilayka ya rabbi madadto yadi,)
So towards You, my Lord, I have turned my face; and towards You, my Lord; I have stretched my hand out.

فَبِعِزَّتِكَ اسْتَجِبْ لي دُعائِي وبَلِّغْني مُناي

(Fabi-izzatika astajib li du’a’i wa ballighni munay,)
So by Your Might, respond to my supplication, and let me attain my wishes.

ولا تَقْطَعْ مِنْ فَضْلِكَ رَجائِي واكْفِنِي شَرَّ الجِنِّ والإنْسِ مِنْ أعْدائِي

(Wala taqta’ min fadlika raja’i wakfini sharral jinni wal insi min a’da’i,)
And by Your Bounty do not frustrate my hope; and protect me from the evil of my enemies of the jinn and mankind!

يا سَريعَ الرِّضا إغْفِر لِمَنْ لا يَمْلِكُ إلاّ الدُّعاءَ فَإنَّكَ فَعَّالٌ لِمَا تَشاءُ

(Ya sari’ar rida ighfir liman la yamliko illa du’a fa-innaka fa’allon lima tasha,)
O He! Whose pleasure is quickly achieved! Forgive one who has nothing but invocation, for You do what You will.

يا مَنْ اسْمُهُ دَوَاءٌ وَذِكْرُهُ شِفاءٌ وطاعَتُهُ غِنَىً

(Ya man ismoho dawa’ wa dhikruho shifa’ wa ta’atoho ghinan,)
O He! Whose Name is a Cure; and Whose Remembrance is a recuperation; and Whose Obedience is a wealth!

ارْحَمْ مَنْ رَأسُ مَالِهِ الرَّجاءُ وَسِلاحُهُ البُكاءُ

(Irham man ra’so malihir raja’ wa silahohol boka’,)
Have mercy on one whose capital is only the hope, and whose instrument is the weeping.

يا سابِغَ النِّعَمِ يا دافِعَ النِّقَمِ يا نُورَ المُستَوحِشِينَ في الظُّلَمِ

(Ya sabighan ni’am ya dafi’an niqam ya noura mustawhishina fi dolam,)
O the blessings plentiful! O the adversities repellenter O the horrifieds light in the dimpnesses!

يا عَالِماً لا يُعَلَّمْ صَلِّ على مُحَمَّدٍ وآلِ مُحَمَّدٍ وافْعَلْ بِي ما أنْتَ أهْلُهُ

(Ya aliman la yo-’allamo salli ala Muhammadin wa’ala Muhammad waf’al bi ma anta ahloh,)
O Knower Who was never taught! Bless Muhammad and his descendants; and do with me what is worthy of You!

وَصَلَّى اللَّهُ على رَسُولِهِ والأئِمَّةِ المَيَامِينَ مِنْ آلِهِ وَسَلَّمَ تَسْليماً كَثيراً

(Wa sallal-laho ala rasoulihi wal a’immatil mayamina min alihi wasallam tasliman kathira.)
And God blessing up on his Messenger and the Holy Imams of his descendants and give them abundant peace!

7 Ways to Grow the Action Habit

1.Don’t wait until conditions are perfect
If you’re waiting to start until conditions are perfect, you probably never will. There will always be something that isn’t quite right. Either the timing is off, the market is down, or there’s too much competition. In the real world there is no perfect time to start. You have to take action and deal with problems as they arise.

 

hidup memang indah jika kita menghargainya...

 

2. Be a doer
Practice doing things rather than thinking about them. Do you want to start exercising? Do you have a great idea to pitch your boss? Do it today. The longer an idea sits in your head without being acted on, the weaker it becomes. After a few days the details gets hazy. After a week it’s forgotten completely. By becoming a doer you’ll get more done and stimulate new ideas in the process.

3. Remember that ideas alone don’t bring success
Ideas are important, but they’re only valuable after they’ve been implemented. One average idea that’s been put into action is more valuable than a dozen brilliant ideas that you’re saving for “some other day” or the “right opportunity”. If you have an idea the you really believe in, do something about it. Unless you take action it will never go anywhere.

4. Use action to cure fear
Have you ever noticed that the most difficult part of public speaking is waiting for your turn to speak? Even professional speakers and actors experience pre-performance anxiety. Once they get started the fear disappears. Action is the best cure for fear. The most difficult time to take action is the very first time. After the ball is rolling, you’ll build confidence and things will keep getting easier. Kill fear by taking action and build on that confidence.

5. Start your creative engine mechanically
One of the biggest misconceptions about creative work is that it can only be done when inspiration strikes. If you wait for inspiration to slap you in the face, your work sessions will be few and far between. Instead of waiting, start your creative motor mechanically. If you need to write something, force yourself to sit down and write. Put pen to paper. Brainstorm. Doodle. By moving your hands you’ll stimulate the flow of ideas and inspire yourself.

6. Live in the present
Focus on what you can do in the present moment. Don’t worry about what you should have done last week or what you might be able to do tomorrow. The only time you can affect is the present. If you speculate too much about the past or the future you won’t get anything done. Tomorrow or next week frequently turns into never.

7. Get down to business immediately
It’s common practice for people to socialize and make small talk at the beginning of meetings. The same is true for individual workers. How often do you check email or RSS feeds before doing any real work? These distractions will cost you serious time if you don’t bypass them and get down to business immediately. By becoming someone who gets to the point you’ll be more productive and people will look to you as a leader.

It takes courage to take action without instructions from the person in charge. Perhaps that’s why initiative is a rare quality that’s coveted by managers and executives everywhere. Seize the initiative. When you have a good idea, start implementing it without being told. Once people see you’re serious about getting things done they’ll want to join in. The people at the top don’t have anyone telling them what to do. If you want to join them, you should get used to acting independently.

keep trying…

(adopted)