Selamat Kembali ke PangkuanNya, wahai Sifu Hasly Husin

IMG_6757

Pagi semalam, saya amat terkejut  & terharu setelah mengetahui hampir sebulan lepas upenya ( meninggal pada 30 Ogos, 2013 /Friday) pemergian EN.HASLY HUSIN bekas pensyarah ITM [sewaktu suka-suka belajar Eastern / Western Cookery (EWC) short course dulu di Shah Alam (1997/8)] ke rahmatullah – selepas menjenguk rakan2 Puan Artinah ( my lecturer gak mase EWC ) di FB! Cik Mohaini dulu pernah memberitahu saya tentang almarhum yang berhenti awal sebab sakit dan telah pulang ke kampungnya di Melaka untuk berubat. Pernah dulu saya bercadang mengajak suami melawat beliau di Melaka (den pun orang Melaka gak😀 ) tetapi tiada alamat jelas dinyatakan ( in Alor Gajah je tau..) so, terlupa tang ni… maafkan kami, Sifu Hasly!

Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ madkhalahu waj’ali al-jannata maswahu.

Mohon doa untuk mengiringi kepergian almarhum.

“(Yaitu) orang-orang yang apabila mereka ditimpa musibah, mereka berkata: “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah Kami akan kembali.”

[TQS al-Baqarah (2):156]

Ya Allah, ampunilah kami, baik yang masih hidup maupun yang telah mati, yang hadir di sini maupun yang tidak hadir, yang kecil maupun yang besar, yang laki-laki maupun yang wanita. Engkau Maha Tahu tempat kami dan tempat istirahat kami. Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, barang siapa yang Engkau hidupkan diantara kami maka hidupkanlah di atas Islam dan sunnah (ahli sunnah, pent). Barang siapa yang Engkau matikan diantara kami maka matikanlah di atas Islam dan sunnah.

(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Ya Allah ampunilah dia, rahmatilah dia, selamatkanlah dia, maafkanlah dia, baguskanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburnya, mandikanlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah ia dari dosa dan kesalahan sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Jadikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya, masukkanlah ia ke dalam sorga dan lindungilah ia dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah ia dalam kuburnya dan berilah ia cahaya di dalamnya.

(HR. Muslim)

Innalillahi…

###

Di dalam sunnah nabi kita Shalallah alaihi wassalam, disunnahkan mengucapkan Innalillah wainnailaihi rajiun (Sesungguhnya kita adalah milik Allah,dan sesungguhnya hanya kepada-Nya lah kita dikembalikan) untuk sebarang musibah dan amat digalakkan berdoa!

Di dalam riadhus Shalihin, terdapat 1 hadith yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang mana menyatakan peristiwa wafatnya Abu Salamah,salah seorang sahabat nabi, Nabi Shalallah alaihi wassalam pergi untuk menziarahi Abu Salamah..Ketika Rasulullah Shalallah alaihi wassalam masuk, Rasulullah mendoakan untuk Abu Salamah dengan doa “Allahummaghfirlahu,Warhamhu, Wa’afihi,Wa’fu’anhu. Wa akrim nuzulahu..(ila akhir hadith)”

“Ya Allah, ampuni,sayangi,selamatkan dan maafkanlah ia, serta muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah kuburnya, mandikanlah ia dengan air sejuk dan ais dan sucikanlah ia dari dosa-dosa sebagaimana Engkau memutihkan baju dari kotoran, gantikanlah rumahnya dgn tempat tinggal yg lebih baik dan berilah ia ganti keluarga dan isteri yang lebih baik daripada keluarga yg ditinggalkannya serta masukkanlah ia ke dalam syurga dan jauhikan ia dari azab kubur atau azab neraka”

( Rujuk Buku Doa,Dzikir dan Wirid Sehari-hari menurut Al-Quran dan As-Sunnah(Hisnul Muslim),Bab Doa Ketika Menyolatkan Mayyit,m/surat 168,169)

Didalam hadith yg sama, Rasulullah mengajarkan kepada Ummu Salamah, apabila ditimpa musibah, berdoalah kepada Allah dengan cara yang diajar oleh Nabi..

“Innalillah wainnaa ilaihi raji’un,Allahumma ajurni fi musibati, wakhlufli khairan minha”

 Maksudnya:

“Sesungguhnya kita adalah milik Allah,dan sesungguhnya hanya kepada-Nya lah kita dikembalikan, Ya Allah berikanlah aku ganjaran atas musibah ini dan gantikanlah ia dengan sesuatu yg lebih baik”

(Ibid,Bab Doa Orang yg Ditimpa Musibah,mukasurat 166/167).

[Pada mulanya Ummu Salamah terdetik,mana mungkin ada yang lebih baik dari Abu Salamah. Namun sesudah itu Rasulullah sendiri yang datang untuk mengahwini beliau. Dan ternyata benarlah apa yang diajarkan oleh Rasululullah saw.]

Hadith ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim didalam Shahihnya,jilid 2,hadith 632.

Namun, adat orang Melayu di Malaysia, apabila dikhabarkan tentang berita kematian seseorang saudara seIslam, mereka tidak berdoa seperti yang Rasulullah saw. ajarkan,tetapi mereka menyatakan  “mari kita sedekahkan Al-Fatihah kepada saudara kita yang baru meninggal dunia”

Dari mana datangnya amalan ini? kepada siapa disandarkan amalan ini?

Jika mereka mengatakan ini dari mazhab Syafie, sesungguhnya Imam Syafie tidak pernah menyatakan sedemikian. Imam Syafie berpendapat bahawa bacaan Al-Quran kepada si mati,pahalanya tidak sampai kepada si mati, begitu juga pendapat imam Hanbali dan Imam Hanafi.

Namun masih ada ulama’ yang mengatakan sampai pahala kepada si mati, tapi dengan syarat tidak ada unsur upah. Ulama yang menyatakan sedemikian adalah Imam Ibn Qayyim al-Jauzi di dalam kitabnya Ar-Ruh dan Imam Malik..

Hal ini ulama berbeza pendapat, tetapi jika berdoa para ulama sepakat bahwa doa akan sampai pada si mati..

Sekarang pada kita ada 2 pilihan di mana 1 perkara yang jelas dan lebih yakin untuk diamalkan dan 1 perkara yang masih tidak tahu kebenarannya ( Hanya Allah mengetahui)..

buatlah pilihan yang bijak!

credit to:

http://adiwahab.blogspot.com/2009/06/ketika-musibah-menimpa.html

http://hizbut-tahrir.or.id/2012/08/22/berita-duka-innalillahi-wa-inna-ilaihi-rojiuun/

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s