PANDUAN & PETUA2 NABI s.a.w. untuk TENTANGI DAJAL

Persiapan tentangi dajal

Kita berada di zaman yang sarat dengan fitnah. Bahkan fitnah demi fitnah akan semakin menghebat seiring dengan semakin dekatnya waktu puncak fitnah keluar, yaitu fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.

 Oleh karenanya Nabi Muhammad Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَأَنَا لَفِتْنَةُ بَعْضِكُمْ

أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إِلَّا نَجَا مِنْهَا

وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتْ الدُّنْيَا صَغِيرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ

الدَّجَّالِ

 

Suatu ketika ihwal Dajjal dibicarakan di hadapan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam Kemudian beliau bersabda:

 

”Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tidak ada orang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula dari fitnah (Dajjal). Dan tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini –baik kecil ataupun besar- kecuali dalam rangka menyongsong fitnah Dajjal.”

(HR Ahmad)


Ketika Dajjal muncul kelak, maka ia akan mengajak manusia untuk mengimani dirinya sebagai tuhan dan meninggalkan iman kepada Allah subhaanahu wa ta’aala. Setiap Muslim-Mu’min wajib memelihara kewujudan/ peningkatan  iman di dalam keluarga masing-masing.

 Sepertimana sabda Rasulullah saw.

“Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti dari fitnah Dajjal, dan tidak ada orang yang dapat selamat dari rangkaian fitnah sebelum fitnah Dajjal melainkan akan selamat pula dari fitnah (Dajjal).”


Janganlah menyangka bahwa usaha memelihara iman baru akan dilakukan bila Dajjal telah hadir tetapi kita mestilah bersedia mulai sekarang memelihara iman keluarga sebelum fitnah Dajjal muncul kerana ia akan diizinkan Allah menggunakan berbagai tipu-daya dan sihir untuk menyesatkan manusia.

Naudzubillahi mindzalik…

الله أكبر الله أكبر الله أكبر و لله الحمد

PETUA2  Nabi Muhammad s.a.w.

untuk memelihara diri dan keluarga dari fitnah Dajjal:


1.     bacalah do’a perlindungan dari Allah di setiap penghujung sholat saat duduk tahiyyat terakhir sebelum mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri:


اللهم إني أعوذبك بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ

وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

“Ya Allah, aku berlindung kpd-Mu dari azab jahannam, & azab kubur, & fitnah kehidupan & kematian & dari jahatnya fitnah Al-Masih Ad-Dajjal”

(HR Muslim)



2.      menjauhi Dajjal dan tidak sekali-kali mendekatinya karena rasa ingin tahu dan penasaran:

مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ فَوَاللَّهِ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَأْتِيهِ

وَهُوَ يَحْسِبُ أَنَّهُ مُؤْمِنٌ فَيَتَّبِعُهُ مِمَّا يَبْعَثُ بِهِ مِنْ الشُّبُهَاتِ

 

“Barangsiapa mendengar tentang Dajjal, hendaknya ia berupaya menjauh darinya, sebab -demi Allah- sesungguhnya ada seseorang yang mendekatinya (Dajjal) sedang ia mengira bahwa Dajjal tersebut mukmin kemudian ia mengikutinya karena faktor syubhat (tipu daya) yang ditimbulkannya.”

 (HR Abu Dawud)


3.     bacalah dengan lengkap surah Al-Kahfi setiap hari Jum’at:

من قرأ سورة الكهف يوم الجمعة فأدرك

الدجال لم يسلط عليه ، – أو قال : لم يضره

 

“Barangsiapa membaca surah Al-Kahfi di hari Jumat, maka Dajjal tidak bisa menguasainya atau memudharatkannya.”

(HR Baihaqy)


4.      hafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi:

 

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ

 

“Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi, ia terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR Abu Dawud)


5.      mendiami ke Mekkah dan Madinah:


قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلَّا

عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ تَحْرُسُهَا

 

“Tidak ada negeri (di dunia) melainkan akan dipijak (dilanda/diintervensi) oleh Dajjal kecuali Mekah dan Madinah kerana setiap jalan dan lereng bukit dijagai oleh barisan Malaikat.”

 (HR Bukhari-Muslim)

 

Wallahu ‘alam bish-shawwaab.-

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s