prakira: bagaimana kita sesudah ramadhan kali ini?

kita sekarang di pertengahan ramadhan 1431 h…

tidak salah mungkinnya kita tinjau kondisi posa’ yang sedang kita lalui setakad ini… saya temukan artikel agak terkedu’ ini yang ingin dikongsi bersama – semoga ada manfaatnya jua.. insyaAllah…

nuzul Quran yang bakal dirai pada setiap 17ramadhan; biarkan ia menjadi pemangkin untuk kita perbaiki sisa-sisa ramadhan kali ini…  biarpun cuma separuh sahaja lagi yang masih kita punya; tidak bermakna ia hampir luput ..bahkan seperti emas – semakin lama disimpan, semakin berharga nilaiannya…

usah dipersia!! insyaAllah, kita tingkatkan usaha …

‘sesungguhnya, solatku, ibadahku, hidupku dan matiku – hanya untuk ALLAH RABBUL JALIIL..’


‘ramadhan ini tetap dijalani meski dalam kekerdilan kerana kerinduan…

syawal nanti alangkah malunya untuk disambut kerana cacat-celanya segala persembahan…

sedang Engkau penilik hati yang penuh kegersangan tanpa selindungan…

dhaifnya aku tetap memohon belas-ehsanMu, oh Tuhan…

(dek keluasan rahmatMu yang tanpa sempadan..

izinkanlah ya Khaliq…..)

ameeen….

——————————————


SIKAP KITA SETELAH RAMADHAN BERLALU (c&p)

Wahai saudaraku, berikut ini adalah beberapa sikap setelah Ramadhan berlalu

Sikap pertama:

Hari-hari Ramadhan telah berlalu dan malam-malamnya telah pergi

Ramadhan telah selesai dan pergi untuk kembali lagi di tahun depan.   Ramadhan telah berlalu, bulan puasa dan shalat malam, bulan ampunan dan rahmat.

Ramadhan telah berlalu, seolah-olah ia tidak ada.

Wahai Ramadhan, apakah amal ibadah yang kusimpan padamu,

apakah yang telah kutulis padamu dari rahmat (kasih sayang).

Ramadhan telah berlalu, di hati orang-orang shalih terasa kepedihan yang mendalam

dan di dalam jiwa orang-orang abrar bagaikan terbakar.

Bagaimana tidak demikian, pintu-pintu syurga ditutup kembali dan pintu-pintu neraka dibuka kembali, serta jin-jin yang nakal dilepas kembali setelah Ramadhan.

Ramadhan telah berlalu, andaikan aku tahu siapakah yang diterima (amal ibadahnya) maka kami memberikan ucapan selamat kepadanya, dan siapakah yang ditolak (amal ibadahnya) maka kami mengucapkan ta’ziyah kepadanya.

Ramadhan telah berlalu, bagaimana setelah Ramadhan?

Salafus shahih dari umat ini menjalani kehidupan di antara rasa takut dan harap.

Mereka bersungguh-sungguh dalam beribadah, maka apabila (Ramadhan) telah berlalu, salah seorang dari mereka merasakan kesedihan: Apakah Allah menerima hal itu darinya ataukah menolaknya. Inilah keadaan salafus shalih, bagaimanakah keadaan kita?

Demi Allah, sesungguhnya keadaan kita sangat aneh dan mengherankan…

Maka demi Allah, shalat kita tidak seperti shalat mereka, puasa kita tidak seperti puasa mereka, sedekah kita tidak seperti sedekah mereka, dan zikir kita tidak seperti zikir mereka?

Sungguh mereka bersungguh-sungguh dalam beramal, sempurna dan sangat baik. Kemudian setelah (Ramadhan) berlalu, salah seorang dari mereka merasa khawatir Allah tidak menerima amal ibadahnya.

Dan salah seorang dari kita sedikit beribadah, tidak mantap dan tidak sempurna. Kemudian ia berlalu dan kondisinya seolah-olah ia sudah mendapat jaminan diterima dan masuk syurga.

Wahai saudaraku, kamu harus hidup di antara rasa khauf (khawatir/takut) dan raja` (berharap). Apabila engkau teringat kekuranganmu dalam puasa dan shalat, engkau merasa khawatir Allah tidak menerima amal ibadahmu. Dan apabila engkau memandang keluasan rahmat Allah, dan sesungguhnya Allah menerima sedikit dan memberi yang banyak atasnya, engkau berharap bahwa Allah menerimamu bersama orang-orang yang diterima… ameeen….

Sikap kedua:

Sesungguhnya bagi segala sesuatu ada tandanya, dan para ulama menyebutkan bahwa di antara tanda diterimanya amal kebaikan bahwa hamba meneruskannya dengan amal kebaikan lainnya.

Maka bagaimana keadaanmu setelah Ramadhan?

Apakah engkau telah lulus dari sekolah taqwa di bulan Ramadhan lalu jadilah engkau termasuk orang-orang yang bertaqwa. Apakah engkau telah lulus dari bulan Ramadhan, sedangkan engkau tetap punya semangat untuk terus bertaubat dan istiqamah?

Apakah kondisimu menjadi lebih baik setelah Ramadhan dari pada sebelum Ramadhan?

Jika engkau seperti itu, maka pujilah Allah. Dan jika tidak demikian, maka tangisilah dirimu wahai si miskin, kemungkinan amal ibadahmu tidak diterima, dan bisa jadi engkau termasuk orang-orang terhalang (dari rahmat), sedangkan engkau tidak mengetahui…

Naudzubillahimindzaliik…

source : islamhouse.com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s