rumi001

Nota belum bernoktah!

Nota belum bernoktah yang tercatat di sini,

Adalah irama hati yang bersenandung lagi

Mencari nilai diri di mata sendiri, 

Menunduk malu pada Pemilik Abadi!

Image result for astaghfirullah

Teraba di kepekatan malam x berbintang,

Kelabu pada siang hari yang kekalutan…

Amat malang dikau diri yang tidak sedar diri,

Sedang cctv ajal terus mengekori tanpa henti!

Image result for astaghfirullah

Wahai Pemilik Buana segala segi,

Sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Mengerti…

dhaif kerdilku memohon ampun

di atas serba-serbiku yang sentiasa celanya bertimbun…

..naudzubillahi..


Janganlah aku Engkau tinggalkan @ janganlah Engkau aku tinggalkan

Hanya Engkau yang aku ada, tanpaMu tidak bermakna!

Jagalah aku

Jagalah kami…

Engkaulah sinar  hidup di sini,

Harapan kami di sana nanti

ampuni & ridhalah kami,

dagang yang selalu alfa diri..

biar jelas telah KAU ingati..

Ampuni aku, Ya Rabbi

Kasihi & kasihanilah diri yang tidak milik apa2

Selain bertumpu pada Mu, jua!

Aameen…

Saranan2 amalan di bulan Rejab, jom semak!

1 REJAB, 1436h

hari ini ye? huhu..

Alhamdulillah… kita diiziniNya berada di bulan haram yang disucikan ini lagi..

mudah2an kita lebih bersemangat menambah ilmu di bulan2 barakah ini agar semakin bermakna amalan2 baik yang telah dimulai atau terus membaiki amalan2 lalu berpandukan ilmu yang benar! insyaAllah..

#keutamaanmenuntutilmu#

aameen..

SALAM BARAKAH RAJAB ye!

copy-ramadhan-kareem4.jpg

Hati sebagai Wadah

ilmu.jpg time 14-dosa--iman-GIF iman2 Masya Allah… alangkah kerdilnya diri bila berdepan dengan cabaran keimanan masakini..?? Hati sebagai wadah untuk selamat di sini, di sana! Apakah hati kita ini terjamin selamat untuk sisa-sisa hidup kita yang masih berbaki lagi? fosapahala Ya Allah, padaMu kami memohon padaMu kami meminta, kerana Engkau Maha Pemberi kerana Engkau Maha Pengasih lagi Amat Pengasihani! irhamna, Ya Khaliq!! Ya Rabb

promise imam alghazali for a BETTER TOMORROW ~yes  ihsantrue baiki hati

Why should we read the Quran, even when we do not understand even a single arabic word? (c&p)

RECITE IT EVERYDAY~

Masya Allah!

Have u read this article before? I found it 3 years ago somewhere; and republished it here again in the event of NUZUL QURAN! 

May Allah bless us always ~ recite alQuran daily – it’s a sunnah!

An old American Muslim lived on a farm in the mountains of eastern Kentucky with his young grandson. Each morning Grandpa was up early sitting at the kitchen table reading his Quran. His grandson wanted to be just like him and tried to imitate him in every way he could.

One day the grandson asked,

“Grandpa! I try to read the Quran just like you but I don’t understand it, and what I do understand I forget as soon as I close the book. What good does reading the Qur’an do?”

The Grandfather quietly turned from putting coal in the stove and replied,

“Take this coal basket down to the river and bring me back a basket of water.”

The boy did as he was told, but all the water leaked out before he got back to the house. The grandfather laughed and said, “You’ll have to move a little faster next time,” and sent him back to the river with the basket to try again.

This time the boy ran faster, but again the basket was empty before he returned home. Out of breath, he told his grandfather that it was impossible to carry water in a basket, and he went to get a bucket instead.

The old man said, “I don’t want a bucket of water; I want a basket of water. You’re just not trying hard enough,” and he went out the door to watch the boy try in.

At this point, the boy knew it was impossible, but he wanted to show his grandfather that even if he ran as fast as he could, the water would leak out before he got back to the house. The boy again dipped the basket into river and ran hard, but when he reached his grandfather the basket was again empty. Out of breath, he said, “See Grandpa, it’s useless!”

The boy looked at the basket and for the first time realized that the basket was different. It had been transformed from a dirty old coal basket and was now clean, inside and out.

Son, that’s what happens when you read the Qur’an. You might not understand or remember everything, but when you read it, you will be changed, inside and out. That is the work of Allah in our lives.”

Mengaji-Alquran

mari bersedekah ~

Menghidupkan Ramadhan Kareem ikut wasiat Khutbah Rasulullah saw.

mencari panduan kaedah berpuasa sesebaiknya??

JOM, hayatilah mesej khutbah wasiat Rasulullah saw. pada 30 Sya’aban lalu!

Semoga sempat kita perbaiki niat, amalan dan tindakan menjadi Muslim yang terlebih baik dari semalam… InsyaAllah..

aameen..

KHUTBAH RASULULLAH SAW. pada 30 SYA’ABAN( MENJELANG RAMADHAN ) :

“Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat&maghfirah~

Bulan yang paling mulia disisi Allah.

Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kalian diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih;

Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar.

Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian?”

Rasulullah saw. meneruskan:

“Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.

Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu.

Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu.

Kemudian Amirul mukminin Ali Bin Abu Thalib berdiri dan berkata:

“Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”

Jawab Nabi SAW:

“Ya Abal Hasan! (Ali). Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.

posa

kredit buat:

Imam Puji Hartono/IPH(Gus Im)

“Utamakan SEHAT untuk duniamu, Utamakan AKHLAK dan SHALAT untuk akhiratmu”.

Mega Reunion of STTJ’s coming ~

WANTED!!

tim n miss

Tentu ramai yang dah tau hal Mega Reunion of STTJ yang bakal diadakan di Dewan Besar STTJ pada 2 Mac, 2013 (8.30 malam), kan??

tapi, saya baru saja tau hal ni bila taip ‘sttj_reunion’ @ google.. Alhamdulillah, dapatlah info sikit ‘tang ni..

koma dah lama tau pun xhabaq …sampai ati korang.. uwahhh…

( xmo datang! uhh2..)

nape le korang wat malam2 reunion ni… siang kan cerah & panjang kit nak pok-pek2… leceh tol r camni..

“ada ssapa ke geng s’gor nk p, bole numpang skaki x?”

naai, art, neem, lat, mariah abdullah, rahmah, missripah & semua p2sttjspm80 (nak tulis sume orang nye name ke kat sni..hee..) _ jom r join.. (tim jer x sohih di mana…)..

tentu grand kalu sume kelas lama kita mai kan jue, zee..? suh neil reserved 2/3/2013 ni tau..

zainab, geng2 melaka, n9, selangor, johor, perak,, penang and ALL 1Malaysia’ pun jemput ye… hehe..

saya harap dapat join sama di STTJ’s gathering kali ni.. nsyaAllah…

aameeen..

 

..SMILE..

 

Image

contact BOSS di sini ye...

Kepada yang nak membuat pembayaran Mega Reunion STTJ 2013 samada bayar penuh atau partial payment boleh berhubung dengan Mansor Adam (AJK Proteem Mega Reunion STTJ 2013 di 017-3895082 / 019-3465394 untuk mendapatkan no akaun Maybank/CIMB Bank. Kos RM100/seorang atau RM150/couple. 

Kos adalah termasuk kutipan dana untuk projek menaik taraf rumah lama HM untuk dijadikan Pejabat Alumni.

19 PERISTIWA di 10 MUHARRAM, tahukah anda?

MENGENANGI ~

10 MUHARRAM @ ASSYURA:

APAkah sekadar hari atau tersembunyi pelbagai indikasi?

renungkan & ambillah iktibar & rebutlah peluang sedaya berkesempatan….

nsyaAllah..

antara 19 PERISTIWA BERSEJARAH ISLAM 10 muharram yang tercatat dalam kitab Mukasyafatul Qulub inisiatif Imam al-Ghazali iaitu :

(1) Terbunuhnya Sayyidina Hussain (cucu Nabi) di Karbala’.

(2) Diterima taubat Nabi Adam a.s.

(3) Dicipta Adam a.s.

(4) Dimasukkan Adam a.s ke dalam syurga.

(5) Dicipta arasy, Kursi, langit, matahari, bulan, bintang-bintang.

(6) Dilahirkan Nabi Ibrahim a.s.

(7) Selamat Nabi Ibrahim daripada api Namrud.

(8) Selamatnya Musa dan pengikutnya.

(9) Lemasnya Firaun.

(10) Dilahirkan Nabi Isa a.s.

(11) Diangkat Nabi Isa ke langit.

(12) Diangkat Nabi Idris ke langit.

(13) Mendaratnya kapal Nabi Nuh dengan selamat di atas bukit Judy.

(14) Nabi Sulaiman diberi kerajaan yang besar.

(15) Dikeluarkan Nabi Yunus dari perut ikan Nun.

(16) Nabi Ya’kub dapat melihat kembali selepas daripada menjadi buta.

(17) Dikeluarkan Nabi Yusuf daripada telaga buta.

(18) Disembuhkan Nabi Ayyub daripada penyakitnya.

(19) Hujan yang pertama turun dari langit ke bumi.

PESAN IMAM AL-GHAZALI

BUAT RENUNGAN BERSAMA ~

Mutiara Kata Imam al-Ghazali,

Carilah hatimu sewaktu membaca al-Quran. Jika tidak kau temui, cari hatimu ketika mengerjakan solat. Jika tidak kau temui, cari hatimu ketika duduk tafakur..”

Yang singkat itu “WAKTU”

Yang menipu itu“DUNIA”

Yang dekat itu”KEMATIAN”

Yang besar itu“HAWA NAFSU”

Yang berat itu“AMANAH”

Yang sulit itu“IKHLAS”

Yang mudah itu “BERBUAT DOSA”

Yang susah itu“SABAR”

Yang sering lupa itu“BERSYUKUR”

Yang membakar amal itu“GHIBAH”

Yang mendorong ke neraka itu “LIDAH”

Yang berharga itu “IMAN”

Yang mententeramkan hati itu “TEMAN SEJATI”

Yang ditunggu Allah Swt. itu“TAUBAT”

INGAT & BERHATI-HATI..

SUPAYA DIRI TIDAK RUGI!

NSYAALLAH..

SEMOGA BERMANFAAT JUA

 AaMEEN…

klik …more…

~ ulang berulang-ulang ~

jom..

ulang, berulang-ulang

KAU kusebut berulang-ulang

tanpa bilang.

ulang, berulang-ulang

namaMu hadir bertambah kepalang

buat hatiku girang…

aku ingin menyebutMu tanpa selang, tanpa penghalang

pada gerak bibir, pada detap hati, pada denyut nadi

biar ia terus berulang; berulang-ulang

sampai mata tergenang;

jiwa melapang!

aku ingin mengabdi:

pada kalimah suci_janji hakiki

milik Ilahi…

di kala senang @ malang ( siang mahupun malam);

sendiri @ mengerumuni

menyendiri @ dikelilingi

selamanya….

ameen…

watch?v=4QmNGr-N-kc&feature=related/

LET’S SCAN ~ f.o.c. ~

EXCLUSIVE — FIRST EVER RUQYA AUDIO by Sheikh Muhammad Luhaidan

 

SILA KLIK, K? tQvm ~

https://www.youtube.com/watch?v=0O0Q_-oc1rU

 

salam pagi jumaat

Selamat menjalani Penghulu Hari

yang diberkati:  Jumaat yang penuh rahmat..


semoga dalam peliharaan Allah selalu

………..ameeen………….


JOM KLIK UNTUK INFO LANJUT

TENTANG HARI JUMAAT

https://p2sttj.wordpress.com/?s=jumaat+-+kelebihan

OK?

TAHNIAH buat kalian yang TERPILIH,

mula menjejaki HARAMs sebagai

TETAMU ALLAH….

semoga dipermudahkanNya segala urusan kebaikan &

mendapat sesebaik keampunan/ keridhaan/ perlindungan &

pemeliharaan daripada kemurkaan, siksaan & azabNya….

INSYAALLAH…

AMEEN YA MUJIB… IRHAMNAA..

…..today is a new beginning day ~

The secret of getting ahead

is getting started~

so, START & MOVE NOW!!

Do not wait until the conditions

are perfect to begin.

Beginning

makes the conditions perfect..

Failure is the

opportunity to begin again

~more intelligently~

that's life!

Though no one can go back and make a brand new start,

anyone can start from now and make a brand new ending…

 

HAPPINESS

is not

a station you arrived at,

but a manner of traveling…

jom ‘ameeen’…

hee…

dengaq dlu DOA KUMAIL ni & sama2 mohon kepada ALLAH, k?

….INSYAALLAH….

…ameeen…

surah alkahfi:

 


keutamaan bacaan surah di malam/hari jumaat : al-kahfi

 

Sabda Rasulullah s.a.w.

 “Sesiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jumaat, maka bersinarlah cahaya daripada bawah kakinya hingga ke langit. Untuknya cahaya di hari kiamat & diampunkannya antara dua Jumaat”

(HR. Ibnu Katsir)

 

Daripada Mandzur Ibnu Zaid, Ibnu Khalid Al Juhani dari Ibnu Al Hussein dari bapanya daripada Ali Marfu’an:

 “Sesiapa membaca surah Al Kahfi pada hari Jumaat maka dia dihindari daripada segala fitnah selama lapan hari, dan jika Al-dajjal muncul, maka terhindar dia daripadanya”

(HR. Ibnu Katsir)

 

Rasulullah SAW selalu membaca surah Al-Kahfi pada malam Jumaat (sunnah nabi) dan kita digalakkan untuk mengamalkannya.

Pada kebiasaannya orang Melayu akan membaca Surah Yassin pada malam Jumaat sebagai adat. Perbuatan ini memang baik dan tidak salah. Sebagai seorang Islam kita mestilah berusaha meningkatkan amalan kita dari semasa ke semasa. Oleh itu cuba kita tukar bacaan dari surah Yassin kepada surah Al-Kahfi pada malam Jumaat. Kerana melakukan amalan sunnah nabi lebih utama daripada melakukan amalan sunat yang lain.

 moga-moga perkongsian maklumat ini memanfaatkan kita.

 

aameen…

 

njoy ur barokah nite..

 

..smile..

 smile is gratis... hee..

 klik ok:

https://p2sttj.wordpress.com/2011/04/29/jom-ameeen/

10 Nasihat (wasiat) Imam Shafie:

sayyidul_istighfar

10 Nasihat Imam Syafie:

SEBELUM Imam Syafie pulang ke rahmatullah,beliau sempat berwasiat kepada para muridnya dan umat Islam seluruhnya seperti berikut:

Barangsiapa yang ingin meninggalkan dunia dalam keadaan selamat maka hendaklah ia mengamalkan sepuluh (10) perkara.

PERTAMA: HAK KEPADA DIRI.

Iaitu: Mengurangkan tidur, mengurangkan makan, mengurangkan percakapan dan berpada-pada dengan rezeki yang ada.

KEDUA: HAK KEPADA MALAIKAT MAUT

Iaitu: Mengqadhakan kewajipan-kewajipan yang tertinggal, mendapatkan kemaafan dari orang yang kita zalimi, membuat
persediaan untuk mati dan merasa cinta kepada Allah.

KETIGA : HAK KEPADA KUBUR

Iaitu : Membuang tabiat suka menabur fitnah, membuang tabiat kencing merata-rata, memperbanyakkan solat Tahajjud dan membantu orang yang dizalimi.

KEEMPAT: HAK KEPADA MUNKAR DAN NAKIR

Iaitu : Tidak berdusta, berkata benar, meninggalkan maksiat dan nasihat menasihati.

KELIMA : HAK KEPADA MIZAN (NERACA TIMBANGAN AMAL PADA HARI KIAMAT)

Iaitu : Menahan kemarahan, banyak berzikir, mengikhlaskan amalan dan sanggup menanggung kesusahan.

KEENAM : HAK KEPADA SIRAT (TITIAN YANG MERENTANGI NERAKA PADA HARI AKHIRAT)

Iaitu : Membuang tabiat suka mengumpat, bersikap warak, suka membantu orang beriman dan suka berjemaah.

KETUJUH : HAK KEPADA MALIK (PENJAGA NERAKA)

Iaitu : Menangis lantaran takutkan Allah SWT, berbuat baik kepada ibu bapa, bersedekah secara terang-terangan serta sembunyi dan memperelok akhlak.

KELAPAN : HAK KEPADA RIDHWAN (MALAIKAT PENJAGA SYURGA)

Iaitu : Berasa redha dengan Qadha’ Allah, bersabar menerima bala, bersyukur ke atas nikmat Allah dan bertaubat dari melakukan maksiat.

KESEMBILAN : HAK KEPADA NABI S.A.W

Iaitu : Berselawat ke atas baginda, berpegang dengan syariat, bergantung kepada as-Sunnah (Hadith), menyayangi para sahabat, dan bersaing dalam mencari keredhaan Allah.

KESEPULUH : HAK KEPADA ALLAH SWT

Iaitu : Mengajak manusia ke arah kebaikan, mencegah manusia dari kemungkaran, menyukai ketaatan dan membenci kemaksiatan.

 

Credit to: Koleksi Short Note Ustaz Azhar Idrus
http://cetusanmuallim.blogspot.my/2013/02/10-nasihat-imam-syafie.html

ea793-indukhikmahcropped-smile-je.jpg

permudahkanlah, Ya Ilahi..

in syaa Allah, mudah2an dengan terbenamnya mentari hari ini (16 Syawal, 1437h) – memasuki waktu Maghrib di Malaysia, dapat mencukupkan posa qada’ Ramadhanku di tahun ini sebanyak 15 hari… aameen…

inilah ekspedisi pertamaku mengganti posa secara direct sejak Syawal ke-2!(dengan izinNya!)

images

Alhamdulillah…

tentulah tenang dan merasa layak sedikit untuk merayakan lebaran di tahun ini kerana posa dah cukup sebulan..aameen.. agar diterimaNya amalan kerdil ini yang tersangat celanya, Ya Ghafur.. Ya Rauf..

walau agak terlewat, pastinya akan terbit kepuasan dan kesyukuran kerana diberiNya kekuatan menjalaninya di lebaran ini.. hutang terbayar, mestilah lega kan?

aameen…

Ilahi, irhamni…

permudahkanlah… Ya Wadood!

images

rumi1

Raya lagi… batch I posa 6!

hee..

raya Syawal memanglah sebulan kan, tapi bagi yang telah selesai berposa 6 (sambung posa sunat Syawal 6hari sejak raye ke2!) tentu merasa lega, puas, syukur kerana berjaya mencukupkan @ melengkapkan posa Ramadhan mereka dengan sunat posa6,inilah sebenarnya masa sepatut bergumbira menyambut lebaran.. xheranlah, di kampung2 kebanyakan mereka menganyam ketupat dan masak rendang dll sakan merayakan Syawal ke2 ini yang terasa lebih puas menikmatinya!!

masya Allah..

  • niat puasa sunat Syawal (6 hari)

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ ِستَةٍ ِمنْ شَوَالٍ سُنَةً ِللَه تَعَالَي

nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawaalin sunnatan lillahi Ta’ala

maksud: sahaja aku berpuasa sunnah 6 hari bulan Syawal kerana Allah Ta’ala

atau;

  • Nawaitu shouma ghodin ‘an sittatin min syawwalin sunnatan lillahi Ta’ala

 

posa sunat 6hari Syawal ini amat digalakkan sebagaimana anjuran :

Image result for puasa 6 syawal

Abu Ayyub al-Ansari ada meriwayatkan satu hadith daripada Rasulallah s.a.w. di dalam menerangkan tentang kelebihan puasa enam Syawal yang maksudnya “sesiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian diikutinya puasa enam hari Syawal samalah seperti dia berpuasa sepanjang tahun” ( Dikeluarkan oleh Imam Muslim di dalam sahihnya, juga dikeluarkan oleh sekalian ramai ulama hadith seperti al-Tirmizi, al-Nasaie dan Ibn. Majah ). Imam al-Syafie menjelaskan bahawa hadith ini adalah hadith sahih.

Imam al-Tabrani pula ada mengeluarkan di dalam susunan hadithnya yang turut berkaitan dengan fadhilat puasa enam Syawal maksudnya “sesiapa yang berpuasa Ramadhan dan diikuti kemudiannya puasa enam hari dalam bulan Syawal, keluarlah dari dirinya segala dosa seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya”

Dalil/Hadits Puasa Sunah Syawal selama 6 Hari

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa 6 (enam) hari bulan Syawal, maka (pahalanya) seperti puasa satu tahun penuh. (HR. Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة

Allah menjadikan kebaikan dengan 10 kali lipat. Maka satu bulan sama dengan 10 bulan. Dan puasa enam hari sama dengan setahun penuh. (HR. Nasa’i)

 

صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة

Puasa sebulan Ramadan pahalanya 10x lipat. Puasa enam hari bulan Syawal sama dengan dua bulan. Maka jumlahnya sama dengan setahun penuh. (HR. Ibnu Khuzaimah)

ingat,

Puasa adalah satu ibadah yang besar keutamaannya. Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan bahawa Rasulullah sallallahu’alaihiwasallam bersabda, Allah swt. berfirman dalam hadis Qudsi:

(( كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلا الصِّيَامَ؛ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ

… وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ )) رواه مسلم.

Setiap amal manusia adalah untuk dirinya kecuali puasa, ia adalah untuk-Ku dan Aku memberi ganjaran dengan (amalan puasa itu).” (Rasulullah menjelaskan): “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, nafas orang yang berpuasa adalah lebih harum di sisi Allah berbanding wangian kasturi.”

[Sahih Muslim no: 1151]

#posahanyabuatAllah

aameen…

berdoa dan berusahalah kita ye semoga diberikan kekuatan hati dan kesihatan tubuh badan agar dapat terus berpuasa (sunat) selain posa wajib Ramadhan…

😀

 

Raya’s time…

Raya’s time … how’r yours….?

me? mine?

huhu..

for me, raya is just a station u arrived at… after fulfilling ur fasting month (Ramadhan) successfully… u deserved it!

trying the fully best to achieve the Ramadhan is always subjective to u, urself! It’s ur submission to Allah and only He knows it well!

Alhamdulillah.. may we be granted the next Ramadhan with more preparation meaningfully… aameen..

just remember,

Raya’s not eating celebration only, k!

there’s much else to do than that… rekindling silaturrahmi is one of it! let’s go!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salam Eidul Fitri 1437h!

eid_mubarak3.jpg

assalaam wbt.

MAAF ZAHIR BATIN, YE!!

Saya mengambil peluang ini memohon kemaafan dari kalian atas segala ketelanjuran bicara dan sikap sepanjang perkenalan di sini..

eid_mubarak 1433h

Harap sudi juga dihalalkan segala bentuk perkongsian ilmu yang disentap tanpa rela.. uhh2x.. sekadar niat pengamatan diri untuk semua..

SALAM EID MUBARAK, 1433H

MAAF ZAHIR BATIN, k!

EID MUBARAK!

EID MUBARAK!

Eid-Mubarak-Greeting-Cards

wassalaam wbt.

#1Syawal,1437h=6Julai,2016(Khamis)

 

Solat Tasbih & keutamaannya..

real connection

Solat sunat Tasbih ini amat dianjurkan dilakukan pada setiap malam / minggu – Jumaat / bulan / tahun / atau paling kurang dan setidak2nya sekali seumur hidup!!

Masya Allah.. hebatkan pelawaan Allah buat kita semua bagi meraih keampunanNya?? terbuka pada setiap masa – terutamanya melalui solat sunat Tasbih yang dilakukan secara ikhlas …. SubhanAllah..

tasbih tangan jer..

Dinamakan solat Sunat Tasbih kerana di dalam solat sunat biasa yang khusus ini diselangi bacaan tasbih sebanyak 300x / 4 rakaat ( 175x tasbih per rakaat!)

Tatacara perlaksanaan solat tasbih ini adalah seperti berikut:

Semua riwayat sepakat solat tasbih hanya 4 rokaat, jika pada siang hari dengan 1x salam (tanpa tasyahud awal) sebanyak 4 rakaat, sedang di malam hari dilakukan sebanyak 2 rokaat- 2 rakaat dengan 2x salam ( dengan tasbih sebanyak 75x tiap raka’atnya), jadi keseluruhan bacaan tasbih dalam shalat tasbih 4 rokaat tersebut 300x tasbih!

irhamna

Niat Shalat Tasbih:

Niat untuk shalat tasbih yang dilakukan dengan dua kali salam (2 rakaat):

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

 

Niat untuk solat tasbih dengan 1x salam (4 rakaat)@ siang hari pula:

أُصَلِّى سُنَّةَ التَّسْبِيْحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ لِلَّهِ تَعَالَى

Secara umum, shalat tasbih sama dengan tata cara shalat yang lain, hanya saja ada tambahan bacaan tasbih yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Lafadz ini diucapkan sebanyak 75 kali pada tiap raka’at dengan perincian sebagai berikut.
Sesudah membaca Al-Fatihah dan surah sebelum ruku sebanyak 15 kali,
Ketika ruku’ sesudah membaca do’a ruku’ dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari ruku’ sesudah bacaan i’tidal dibaca 10 kali,
Ketika sujud pertama sesudah membaca do’a sujud dibaca 10 kali,
Ketika duduk di antara dua sujud sesudah membaca bacaan antara dua sujud dibaca 10 kali tasbih,
Ketika sujud yang kedua sesudah membaca do’a sujud dibaca lagi sebanyak 10 kali,
Ketika bangun dari sujud yang kedua sebelum bangkit (duduk istirahat) dibaca lagi sebanyak 10 kali. (kemudian bangun semula berdiri  untuk rakaat yang kedua).

https://youtu.be/6t5c8PSamy8

Solat Tasbih dilakukan sebanyak 4 raka’at dengan sekali tasyahud, yaitu pada raka’at yang keempat lalu salam (jika dilakukan di siang hari@ bukan pada waktu2 terlarang!)

Dilakukan pula dengan cara dua raka’at-dua raka’at di malam hari, berpandu kepada sabda Rasulullah SAW: “Shalat malam itu, dua-dua” (HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim) di mana setiap dua raka’at membaca tasyahud kemudian salam.

Waktu shalat tasbih yang paling utama adalah sesudah tenggelamnya matahari, sebagaimana dalam riwayat ‘Abdullah bin Amr.

Tetapi dalam riwayat Ikrimah yang mursal diterangkan bahwa boleh malam hari dan boleh siang hari. Wallâhu A’lam.

Dalil tentang solat tasbih ini sebagaimana yang disabdakan oleh Baginda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist dari Ibnu ‘Abbas:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الله ُعَنْهُ: أَنََّ رَسُوْلُ اللهِ صَلََّى الله ُعَلَيْهِ وَسَلََّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَلِّبْ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهْ !! أَلاَ أُعْطِيْكَ؟ أَلاَ أُمْنِحُكَ؟ أَلاَ أُحِبُّكَ؟ أَلاَ أَفْعَلُ بِكَ عَشَرَ خِصَالٍ, إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللهُ لَكَ ذَنْبِكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ, قَدِيْمَهُ وَحَدِيْثَهُ, خَطْأَهُ وَعَمْدَهُ, صَغِيْرَهُ وَكَبِيْرَهُ, سِرَّهُ وَعَلاَنِيَّتَهُ. عَشَرَ خِصَالٍ, أَنْ تُصَلِّيْ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُوْرَةً, فَإِذَا فَرَغْتَ مِنَ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ, وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاََّّ اللهِ وَالله ُأَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً, ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ الرُّكُوْعِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَهْوِيْ سَاجِدًا فَتَقُوْلُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنَ السُّجُوْدِ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُوْلُهَا عَشْرًا, فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُوْنَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ, إِذَا اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيْهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِيْ كُلِّ جُمْعَةٍ مَرَّةً, فَإِنْ لََمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةِ مَرَّةً, فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ .فَفِي عُمْرِكَ مَرَّةً

Artinya:

“Dari Ibnu ‘Abbâs, bahwasanya Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada ‘Abbâs bin ‘Abdul Muththalib, ‘Wahai ‘Abbas, wahai pamanku, maukah kamu apabila aku beri? Bolehkah sekiranya aku beri petunjuk padamu? Tidakkah kau mau? Saya akan tunjukkan suatu perbuatan yang mengandung 10 keutamaan, yang jika kamu melakukannya maka diampuni dosamu, yaitu dari awalnya hingga akhirnya, yang lama maupun yang baru, yang tidak disengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang nampak.
Semuanya 10 macam. Kamu shalat 4 rakaat. Setiap rakaat kamu membaca Al-Fatihah dan satu surah. Jika telah selesai, maka bacalah Subhanallâhi wal hamdulillâhi wa lâ ilâha illallâh wallahu akbar sebelum ruku’ sebanyak 15 kali, kemudian kamu ruku’ lalu bacalah kalimat itu di dalamnya sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari ruku’ (I’tidal) baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian sujud lagi dan baca lagi sebanyak 10 kali, kemudian bangun dari sujud sebelum berdiri baca lagi sebanyak 10 kali, maka semuanya sebanyak 75 kali setiap rakaat. Lakukan yang demikian itu dalam empat rakaat. Lakukanlah setiap hari, kalau tidak mampu lakukan setiap pekan, kalau tidak mampu setiap bulan, kalau tidak mampu setiap tahun dan jika tidak mampu maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu.”

 (HR. Abu Daud no. 1297)

Dari Anas bin Malik bahwasannya Ummu Sulaim pagi-pagi menemui Baginda Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, ajarilah saya beberapa kalimat yang saya ucapkan didalam shalatku, maka beliau bersabda:

كَبِّرِى اللَّهَ عَشْرًا وَسَبِّحِى اللَّهَ عَشْرًا وَاحْمَدِيهِ عَشْرًا ثُمَّ سَلِى مَا شِئْتِ يَقُولُ نَعَمْ نَعَمْ ». قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو وَالْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِى رَافِعٍ. قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ أَنَسٍ حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. وَقَدْ رُوِىَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- غَيْرُ حَدِيثٍ فِى صَلاَةِ التَّسْبِيحِ وَلاَ يَصِحُّ مِنْهُ كَبِيرُ شَىْءٍ. وَقَدْ رَأَى ابْنُ الْمُبَارَكِ وَغَيْرُ وَاحِدٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ صَلاَةَ التَّسْبِيحِ وَذَكَرُوا الْفَضْلَ فِيهِ. حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ حَدَّثَنَا أَبُو وَهْبٍ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْمُبَارَكِ عَنِ الصَّلاَةِ الَّتِى يُسَبَّحُ فِيهَا فَقَالَ يُكَبِّرُ ثُمَّ يَقُولُ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ ثُمَّ يَقُولُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَتَعَوَّذُ وَيَقْرَأُ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ) وَفَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً ثُمَّ يَقُولُ عَشْرَ مَرَّاتٍ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ ثُمَّ يَرْكَعُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا. ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ مِنَ الرُّكُوعِ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَرْفَعُ رَأْسَهُ فَيَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ يَسْجُدُ الثَّانِيَةَ فَيَقُولُهَا عَشْرًا يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ عَلَى هَذَا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ تَسْبِيحَةً فِى كُلِّ رَكْعَةٍ يَبْدَأُ فِى كُلِّ رَكْعَةٍ بِخَمْسَ عَشْرَةَ تَسْبِيحَةً ثُمَّ يَقْرَأُ ثُمَّ يُسَبِّحُ عَشْرًا فَإِنْ صَلَّى لَيْلاً فَأَحَبُّ إِلَىَّ أَنْ يُسَلِّمَ فِى الرَّكْعَتَيْنِ وَإِنْ صَلَّى نَهَارًا فَإِنْ شَاءَ سَلَّمَ وَإِنْ شَاءَ لَمْ يُسَلِّمْ. قَالَ أَبُو وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِى رِزْمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ قَالَ يَبْدَأُ فِى الرُّكُوعِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَفِى السُّجُودِ بِسُبْحَانَ رَبِّىَ الأَعْلَى ثَلاَثًا ثُمَّ يُسَبِّحُ التَّسْبِيحَاتِ. قَالَ أَحْمَدُ بْنُ عَبْدَةَ وَحَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ زَمْعَةَ قَالَ أَخْبَرَنِى عَبْدُ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ أَبِى رِزْمَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُبَارَكِ إِنْ سَهَا فِيهَا يُسَبِّحُ فِى سَجْدَتَىِ السَّهْوِ عَشْرًا عَشْرًا قَالَ لاَ إِنَّمَا هِىَ ثَلاَثُمِائَةِ تَسْبِيحَةٍ.

Artinya:
“Bertakbirlah kepada Allah sebanyak sepuluh kali, bertasbihlah kepada Allah sepuluh kali dan bertahmidlah (mengucapkan Alhamdulillah) sepuluh kali, kemudian memohonlah (kepada Allah) apa yang kamu kehendaki, niscaya Dia akan menjawab: ya, ya, (Aku kabulkan permintaanmu).” (perawi) berkata, dalam bab ini (ada juga riwayat -pent) dari Ibnu Abbas, Abdullah bin Amru, Al Fadll bin Abbas dan Abu Rafi’. Abu Isa berkata, hadits anas adalah hadits hasan gharib, telah diriwayatkan dari Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam selain hadits ini mengenai shalat tasbih, yang kebanyakan (riwayatnya) tidak shahih. Ibnu Mubarrak dan beberapa ulama lainnya berpendapat akan adanya shalat tasbih, mereka juga menyebutkan keutamaan shalat tasbih. Telah mengabarkan kepada kami Ahmad bin ‘Abdah Telah mengabarkan kepada kami Abu Wahb dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Al Mubarak tentang shalat tasbih yang didalamnya terdapat bacaan tasbihnya, dia menjawab, ia bertakbir kemudian membaca Subhaanaka Allahumma Wa Bihamdika Wa Tabaarakasmuka Wa Ta’ala Jadduka Walaa Ilaaha Ghairuka kemudian dia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak lima belas kali, kemudian ia berta’awudz dan membaca bismillah dilanjutkan dengan membaca surat Al fatihah dan surat yang lain, kemudian ia membaca Subhaanallah Walhamdulillah Wa Laailaaha Illallah Wallahu Akbar sebanyak sepuluh kali, kemudian ruku’ dan membaca kalimat itu sepuluh kali, lalu mengangkat kepala dari ruku’ dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, lalu mengangkat kepalanya dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, kemudian sujud yang kedua kali dengan membaca kalimat tersebut sepuluh kali, ia melakukan seperti itu sebanyak empat raka’at, yang setiap satu raka’atnya membaca tasbih sebanyak tujuh puluh lima kali, disetiap raka’atnnya membaca lima belas kali tasbih, kemudian membaca Al Fatehah dan surat sesudahnya serta membaca tasbih sepuluh kali-sepuluh kali, jika ia shalat malam, maka yang lebih disenagi adalah salam pada setiap dua raka’atnya. Jika ia shalat disiang hari, maka ia boleh salam (di raka’at kedua) atau tidak. Abu Wahb berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Rizmah dari Abdullah bahwa dia berkata, sewaktu ruku’ hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal ‘Adziimi, begitu juga waktu sujud hendaknya dimulai dengan bacaan Subhaana Rabbiyal A’la sebanyak tiga kali, kemudian membaca tasbih beberapa kali bacaan. Ahmad bin ‘Abdah berkata, Telah mengabarkan kepada kami Wahb bin Zam’ah dia berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul ‘Aziz dia adalah Ibnu Abu Zirmah, dia berkata, saya bertanya kepada Abdullah bin Mubarak, jika seseorang lupa (waktu mengerjakan shalat tasbih) apakah ia harus membaca tasbih pada dua sujud sahwi sebanyak sepuluh kali-sepuluh kali? Dia menjawab, tidak, hanya saja (semua bacaan tasbih pada shalat tasbih) ada tiga ratus kali.

 (HR. Tirmidzi no. 481)

Kedua hadits di atas adalah hadits yang menjelaskan tata cara shalat tasbih. Intinya, shalat tasbih dilakukan dengan 4 raka’at. Ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa shalat tasbih jumlahnya empat raka’at dan tidak boleh lebih dari itu.

4997f-32265_396093339354_291202364354_4322573_5647008_n

Para Ulama yang Menshahihkan Hadits Shalat Tasbih:

  • Abu Dâud As-Sijistâny. Beliau berkata, “Tidak ada, dalam masalah shalat Tasbih, hadits yang lebih shahih dari hadits ini.”
  • Ad-Dâraquthny. Beliau berkata, “Hadits yang paling shahih dalam masalah keutamaan Al-Qur`ân adalah (hadits tentang keutamaan) Qul Huwa Allâhu Ahad, dan yang paling shahih dalam masalah keutamaan shalat adalah hadits tentang shalat Tasbih.”
  • Al-Âjurry.
  • Ibnu Mandah.
  • Al-Baihaqy.
  • Ibnu As-Sakan.
  • Abu Sa’ad As-Sam’âny.
  • Abu Musa Al-Madiny.
  • Abu Al-Hasan bin Al-Mufadhdhal Al-Maqdasy.
  • Abu Muhammad ‘Abdurrahim Al-Mishry.
  • Al-Mundziry dalam At-Targhib Wa At-Tarhib dan Mukhtashar Sunan Abu Dâud .
  • Ibnush Shalâh. Beliau berkata, “Shalat Tasbih adalah sunnah, bukan bid’ah. Hadits-haditsnya dipakai beramal dengannya.”
  • An-Nawawy dalam At-Tahdzîb Al – Asma` Wa Al-Lughât .
  • Abu Manshur Ad Dailamy dalam Musnad Al-Firdaus .
  • Shalâhuddin Al-‘Alâi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih shahih atau hasan, dan harus (tidak boleh dha’if).”
  • Sirajuddîn Al-Bilqîny. Beliau berkata, “Hadits shalat tasbih shahih dan ia mempunyai jalan-jalan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lainnya, maka ia adalah sunnah dan sepantasnya diamalkan.”
  • Az-Zarkasyi. Beliau berkata, “Hadits shalat Tasbih adalah shahih dan bukan dha’if apalagi maudhu’ (palsu).”
  • As-Subki.
  • Az-Zubaidy dalam Ithâf As-Sâdah Al-Muttaqîn 3/473.
  • Ibnu Nâshiruddin Ad-Dimasqy.
  • Al-Hâfidz Ibnu Hajar dalam Al-Khishâl Al-Mukaffirah Lidzdzunûb Al-Mutaqaddimah Wal Muta`Akhkhirah , Natâijul Afkâr Fî Amâlil Adzkâr dan Al-Ajwibah ‘Alâ Ahâdits Al-Mashâbîh.
  • As-Suyûthy.
  • Al-Laknawy.
  • As-Sindy.
  • Al-Mubârakfûry dalam Tuhfah Al-Ahwadzy .
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Ahmad Syâkir rahimahullâh.
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Nâshiruddîn Al-Albâny rahimahullâh dalam Shahîh Abi Dâud (hadits 1173-1174), Shahîh At-Tirmidzy , Shahîh At-Targhib (1/684-686) dan Tahqîq Al-Misykah (1/1328-1329).
  • Al-‘Allamah Al-Muhaddits Muqbil bin Hâdy Al-Wâdi’iy rahimahullâh dalam Ash-Shahîh Al-Musnad Mimmâ Laisa Fî Ash-Shahihain

Do’a Setelah Shalat Tasbih:

  • اللّهُمَّاِنِّى اَسْئَلُكَ تَوْفِيْقَ اَهْلِ اْلهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِاْليَقِيْن وَمُنَاصَحَةَ اَهْلِ التَّوْبَةِوَعَزَمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُّدَاَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ اْلعِلْمِ حَتىَّ اَخَافَكَ .

  • اللّهُمَّ اِنِّى اَسْئَلُكَ مَخَافَةً تُحْجِزُنِى عَنْمَعَاصِيْكَحَتَّى اَعْمَلَ بِطَعَاتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّىاُنَاصِحَكَ فِىالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ وَحَتَّى اُخْلِصَ لَكَالنَّصِيْحَةَ حُبًّالَكَ وَحَتَّى اَتَوَكَّلَعَلَيْكَ فِى اْلأُمُوْرِكُلِّهَا وَاُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ رَبَّنَااَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَاوَغْفِرْلَنَا اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍقَدِيْر بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّّاحِمِيْن.

doa

 

Bid’ah yang sering ditemukan dalam Shalat Tasbih:

Untuk melengkapi pembahasan yang singkat ini, maka saya sertakan juga penyimpangan-penyimpangan (bid’ah–bid’ah) yang banyak terjadi disekitar pelaksanaan shalat tasbih, di antaranya adalah:

  1. Mengkhususkan pelaksanaannya pada malam Jum’at saja.
  2. Dilakukan secara berjama’ah terus menerus.
  3. Diiringi dengan bacaan-bacaan tertentu, baik sebelum maupun sesudah shalat.
  4. Tidak mau shalat kecuali bersama imamnya, jamaahnya, atau tarekatnya.
  5. Tidak mau shalat kecuali di masjid tertentu.
  6. Keyakinan sebagian orang yang melakukannya bahwa rezekinya akan bertambah dengan shalat tasbih.
  7. Membawa binatang-binatang tertentu untuk disembelih saat sebelum atau sesudah shalat tasbih, disertai dengan keyakinan-keyakinan tertentu.

Kesimpulan Hadits tentang shalat tasbih adalah hadits yang tsabit/sah dari Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, maka boleh diamalkan sesuai dengan tata cara yang telah disebutkan diatas.

– Wallâhu A’lam bi ash-Shawâb

#copied &edited & pasted from:

http://afifulikhwan.blogspot.my/2012/11/tata-cara-shalat-tasbih-lengkap-dan.html