keutamaan bersegera menunaikan solat… (copied n pasted)

assalamualaikum wbt..

alhamdulillah….saya temui artikel yang sangat menarik ini (bagi firasat saya) di http://www.islamhouse.com & berbesar hati lagi bersyukur ingin mengongsinya bersama kalian di sini.. semoga ada manfaatnya jua. insyaAllah..

solat adalah perintah Allah yang tersangat berat dilaksanakan kecuali bagi mereka yang kusyuk..

tapi malunya mengaku padaMu Ilahi cinta, tangis & harap sedangkan solat yang dkerjakan penuh kedhaifan , kecuaian, kekerdilan diri…

alangkah banyaknya peluang terlepas kerana kecuaian menunaikan solat di awal waktu, apatah lagi secara berjemaah (terutamanya di masjid; terutamanya bagi kaum muslimin)…

pernahkah kita menghitung betapa lekanya kita mengurus dunia yang sementara ini dan mengabaikan akhirat yang jelas & kekal..??

semoga kita bersegera memperbaiki kealphaan diri dan bersegera merebut peluang luas yang masih terbuka sebelum pintu taubat tertutup rapat..

insyaAllah…

http://www.youtube.com/watch?v=q2jgNBUyWKA

p/s semoga kita TIDAK mempersiakan peluang yang sedang kita sedari ini sesebaiknya…dan merebuti peluang solat kusyuk dan taubat nasuha atas segala dosa…

jom perbaharui mutu solat kita!!

irhamna, ya Rabb….

….Aameeen….

~

…dan mintalah pertolongan Allah dengan jalan sobar n solat!!……..

 

Segala puji hanya bagi Allah SWT, shalawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW, dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya selain Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi -Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan -Nya.. Amma Ba’du:


Sesungguhnya di antara karunia yang diberikan oleh Allah SWT
kepada para hamba -Nya adalah Dia memudahkan bagi mereka ketaatan
dan ibadah sebagai sarana taqarrub kepada Allah SWT. Di antara bentuk
ketaatan dan taqarrub tersebut adalah bersegera berangkat menunaikan shalat lima waktu, di mana Allah SWT menjadikannya lima dalam praktek, namun lima puluh dalam pahala dan balasan.


Bersegara menunaikan shalat adalah ketaatan yang telah banyak dilalaikan oleh masyarakat pada zaman sekarang ini, mereka tidak
menghadiri shalat kecuali pada saat iqomah dikumandangkan atau shalat telah mulai.


Para shalafus shaleh menjadi tauladan yang utama dalam masalah ini, dan mereka sebagai contoh yang paling utama dalam urusan bersegera menuju shalat.


Adi bin Hatim RA berkata:

Tidak ada waktu yang aku rindukan kecuali masuk waktu shalat dan aku rindu kepadanya dan tidaklah iqomah dikumandangkan sejak diriku masuk Islam kecuali aku dalam keadaan telah berwudhu”.

Sa’id bin Musayyab berkata,

“Tidaklah seorang mu’adzin mengumandangkan azannya kecuali aku telah berada di masjid, dan aku tidak pernah teringgal shalat jama’ah satu waktupun sejak empat puluh tahun dan aku tidak pernah melihat tengkuk seorang lelakipun pada waktu shalat”.

Adzhaby berkata: “Demikianlah perhatian ulama salaf pada kebaikan”.4


KEUTAMAAN BERSEGERA DALAM MENUNAIKAN SOLAT ADALAH:


1.Istigfar malaikat,

bagi orang yang menunggu shalat, maka dia dianggap berada dalam keadaan shalat.


Diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim di dalam kitab shahihnya dari hadits Abi Hurairah RA bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Sesungguhnya malaikat mengucapkan  shalawat atas salah seorang di antara kalian selama dirinya berada di tempat shalatnya selama dia tidak berhadath.

Malaikat berdo’a: Ampunilah dia, ya Allah berikanlah curahan rahmat Mu kepadaku, salah seorang di antara kalian senantiasa berada di dalam shalatnya selama shalat itulah yang menahan dirinya, tidak ada yang menghalanginya kembali kepada keluarganya kecuali shalat”.1


2.Mendapatkan syaf yang pertama yang memilki keutamaan yang sangat agung dan pahala yang besar.

Dari Abi Hurairah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Seandainya manusia mengetahui keutamaan apa yang terdapat pada azan dan shaf yang pertama,

kemudian mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara saling undi untuk memperebutkannya niscaya mereka pasti mengadakan undian, seandainya mereka mengetahui keutamaan yang terdapat padanya niscaya mereka
berlomba-lomba untuk mendapatkannya, dan seandainya mereka mengetahui kelebihan yang terdapat dalam shalat isya’ dan subuh niscaya mereka pasti mendatanginya sekalipun dengan cara merangkak”.2


3.mendapatkan takbiratul Ihrom (bersama imam), dan itu adalah takbir yang pertama yang paling utama, sebagai kunci shalat.


Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari hadits Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa yang mendirikan shalat selama empat puluh hari karena Allah SWT dan dia mendapatkan takbir yang
pertama, maka akan ditulis baginya kebebasan, kebebasan dari neraka dan kebebasan dari nifaq”.3


4.Do’a yang dipanjatkan pada saat antara azan dan iqomah adalah do’a yang mustajab.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam
1 Shahih Bukhari: 1/219 no: 659 dan shahih Muslim: 1/459 no: 649
2 Shahih Bukhari: 1/208 no: 615 dan shahih Muslim: 1/325 no: 437
3Al-Turmudzi, halaman: 60 no: 241
5sunannya dari hadits riwayat Anas bin Malik bahwa Nabi Muhammad SAW
bersabda,

“Do’a antara azan dan iqomah tidak tertolak”.4


5.Posisi shalat dekat dengan imam.Ini adalah keutamaan yang sangat besar.

Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Samurah bin
Jundub RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Hadirilah majlis zikir
dan dekatlah dengan imam, dan seseorang senantiasa menjauh dari imam sehingga dia ditempatkan pada posisi yang terakhir dari syurga sekalipun memasukinya”.5


6. Bisa melaksanakan sunnah-sunnah qobliyah, seperti qobliyah
fajar.


Diriwayatkan oleh imam Muslim dari Aisyah RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Dua rekaat shalat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya”.6


Dan Nabi Muhammad SAW shalat sunnah empat rakaat sebelum zuhur dan dua rakaat setelahnya”.7


Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam sunannya dari Ummu Habibah bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barangsiapa yang selalu mengerjakan empat rakaat sebelum zuhur dan empat rakaat sesudahnya, maka Allah akan mengharamkan dirinya atas api neraka”.8


Diriwayatkan oleh Al-Turmudzi dari hadits riwayt Ali RA bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Semoga Allah memberikan rahmat kepada seorang yang shalat sunnah empat rakaat sebelum asar”.9


7.Hadir ke masjid dengan tenang dan penuh wibawa, 
sebab berlari menuju masjid seperti yang sering terjadi di tengah-tengah

masyarakat akan menghilangkan rasa tenang dan wibawa itu.

Disebutkan di dalam Ashahihaini dari Abi Hurairah bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW bersabda,


“Apabila kalian telah mendengar iqomah dikumandangkan maka hendaklah kalian berjalan ke masjid, dan hendaklah
berjalan dengan tenang dan penuh wibawa, janganlah tergesa-gesa, rekaat yang kalian dapatkan mulailah padanya sementara rekaat yang
terlewatkan sempurnakanlah”.10


8.Membaca zikir dan istighfar dan berzikir kepada Allah Azza Wa Jalla di antara azan dan iqomah.


Dan seandainya seorang muslim datang ke masjid dengan segera maka paling tidak dia bisa membaca enam puluh ayat, maka berarti dalam satu hari dia bisa membaca seratus ayat, dan di dalam satu minggu tujuh ratus ayat, dan dalam satu bulan tiga ribu ayat, dan ini adalah kebaikan yang cukup besar dan pahala kebaikan membaca Al-Qur’an itu dilipatkan gandakan menjadi sepuluh pahala, bahkan sampai tujuh ratus lipat. Dan Allah SWT melipat gandakan pahala
bagi siapapun yang dikehendakinya dan Allah SWT memiliki karunia yang agung.


9. Semestinya bagi seorang yang beriman untuk membiasakan dirinya
agar selalu bersegera berangkat menuju masjid sehingga hal itu menjadi
mudah baginya dan mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan.


Diriwayatkan oleh Muslim di dalam kitab shahihnya dari Abi Sa’id bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Suatu kaum akan senantiasa terlambat
sehingga Allah melambatkan mereka”.11


Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, semoga shalawat dan
salam tetap tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad dan kepada
keluarga, sahabat serta seluruh pengikut beliau.


4 Abu Dawud di dalam sunannya, halaman: 81 no: 521
5 AbuDawud: no: 1108
6 Shahih Muslim: 725
7 Shahih Muslim: no: 424
8 Abu Dawud: no: 1269
9 Al-Tirmidzi: 430

10 Shahih Bukhari: no: 615 dan shahih Muslim: no: 602
11 Shahih Muslim: no: 438


source :

islamhouse.com (copied n pasted)

Karya: Dr. Amin bin Abdullah asy-Syaqawi
Terjemah : Muzaffar Sahidu
Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad

About these ads

Tinggalkan Jawapan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s